Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 61


__ADS_3

''Dara tunggu !!'' panggil Alex saat Dara baru keluar kelas


''Iya ada apa Kak??''


''Makasih ya lo udah bantuin gw, berkat bantuan suami lo cafe sekarang lebih rame''


''Wahh selamat ya kak, aku ikut seneng dengernya''


Meski berbicara pada Dara nyatanya mata Alex menelusuri sekelilingnya, dan Dara yang menyadari hal itu hanya tersenyum geli melihatnya.


''Sisil gak berangkat katanya lagi gak enak badan'' ucap Dara membuat Alex tersenyum malu seakan ketahuan mencuri saja.


''Apa Sisil sakit??'' tanya Alex


''Katanya si cuma gak enak badan aja, coba saja ditengok Kak. Soalnya aku gak bisa lihat keadaan Sisil ada acara keluarga nanti.''


Alex hanya mengagguk saja medengar saran dari Dara.


Setelah kepergian Alex, Dara tersenyum sendiri membayangkan kebohongan yang baru saja dilakukannya.


Yahhh sebenarnya Sisil tak berangkat kekampus karena bangun terlalu siang dan juga dia sedang malas saja untuk kuliah.


Tapi melihat Alex yang seperti mencari Sisil terlintas dalam pikirannya untuk mengerjai Alex sekalian.


Siapa tau dengan ini menjadi awal kedekatan mereka.


Licik memang tapi selagi ada kesempatan maka taka ada salahnya memanfaatkan sekempatan kan.

__ADS_1


Setelah jam kuliah selesai Dara merasa bosan tak ada Sisil temannya.


Mau menyusul kerumah Sisil tapi Dara tak ingin merusak rencananya sendiri untuk mendekatkan kedua temanannya itu.


Hingga dia sendiri memuskan untuk menemui suaminya dikantor.


Setengah perjalanan dari kampus menuju kantor sqng sopir merasa aneh seakan sedang ada yang mengikutinya


''kenapa pak ?'' tanya Dara yang melihat gelagat aneh sopirnya


''Tidak ada apa apa nyonya'' bohong pak Romi sengaja agar nyonyanya tak panik.


Mobil jipp hitam masih saja mengikuti mobil mikiknya pak Romi ingin menghubungi tuannya tapi sepertinya mobil tersebut tak berbahaya karena hanya mengikutinya saja, dia pkkir nanti saja melapornya jika tak sedang bersama nyonyanya.


Hingga Mobil milik Dara sampai didepan gedung perusahaan suaminya


''Baik nyonya''


Dengan perut buncitnya tak menghalangi aura kecantikan dan jiwa nyonya boss dalam diri Dara.


Wanita hamil itu langsung saja masuk dalam lift khusus presdir itu.


Ting


Lift terbuka langsung berhadapan dengan ruangan suaminya tanpa ragu Dara membuka pintu tersebut.


Ceklekk

__ADS_1


Dengan hati hati dara membuka pintu takut sedang ada tamu penting seperti sebelumnya


Amann karena saat dibuka hanya ada raga, sang asisten.


''Sayang, kok kesini gak bilang bilang si ??'' tanya Daniel yang langsung bangkit Dari tempat duduk kebesarannya untuk menghampiri sang istri.


''Iya soalnya bosen dikampus gak ada temen juga''


''Yaudah yuk dusuk sini'' kata Daniel sambil menuntun calon ibu muda itu


''Hai kak Raga'' sapa Dara setelah duduk


''hallo juga nyonya boss, gimana kehamilannya??''


''Baik kaa''


''Syukurlah, jaga baik baik calon ponakan gw dia itu aset perusahaan'' canda Raga


''Tentu saja kak, dia juga aset ku untuk menjeret tuan dingin itu'' Dara yang menimpali candaan Raga sambil melirik Daniel.


''Baik lah, kayanya urusan kita sudah selesai sekarang lo boleh keluar'' usir Daniel pada Raga


''cihhhh, ada bininya aja sok sokan nguris gw'' gumam Raga dengan menyindir bosnya itu


''kak tinggal dulu ya Ra, kalo butuh apa apa tinggal panggil saja'' ucap Raga pada Dara sebenarnya utjk sedikit menggoda Daniel


''Tenang ada gw, suami yang salalu siaga'' benar saja Daniel yang sangat sensitif mudah sekali cemburu dan langsung saja mendorong Raga keluar dari ruangannnya.

__ADS_1


Dara yang melihat mereka hanya terkekeh, lumangyan untuk hiburannya


__ADS_2