Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 58


__ADS_3

''Apaaa !!!!!'' pekik Alex yang tiba tiba mendapat trlfon dari nomer tak dikenalinya


''Baik saya segera kesana''


Alex yang sedang berada di kantin bersama Siska langsung saja pergi setelah mendapatka kabar yang mengejutkannya


Tanpa aba aba dia bergegas meninggalkan kampus tanpa memperdulikan panggilan Siska.


Sesamapinya di halaman Rumah sakit Alex bergegas lari menuju ruang UGD disana sudah ada beberapa orang yang menjadi saksi dan polisi.


Tak selang lama keluarlah seorang dokter yang memeriksa Roy.


''Bagaimana kondisi papa saya dok???''


''Maaf mas, pasien tak bisa tertolong keadaannya sudah sangat keritis saat dibawah kesini.'' jelaa dokter sambil menpuk pundak Alex


Kakinya terasa lemas seakan tak bisa berdiri lagi, orang yang dia miliki didunia ini sudah pergi meninggalkannya.


Kini pikirannya melayang pada papahanya karena beberapa hari ini hububangan mereka kurang baik setelah keputusan perjodogan dirinya dengan Siska, bahkan tak pernah tegur sapa lagi saat dirumah.


Perasaannya hancur sudah tanpa bisa dijelaskan dengan kata kata lagi.


Ruang hatinya dipenuhi dengan penyesalan yang dalam sebagai seorang anak pada orang tuanya.

__ADS_1


Andai waktu bisa diputar kembali dia akan memperbaiki hububan yang mulai renggang itu.


Tanpa menunggu lama lama proses pemakaman Roy segera dilangsungkan, tidak ada kerabat terdekat yang hadir karena Roy juga hidup sebatang kara hanya ada teman teman Alex yang hadir setelah mendengar kepergian papa Roy .


Termasuk Sisil yang kini berada disamping Alex sebagai sandarannya.


Tak tega rasanya Sisil melihat yang dicintanya rapuh dengan mata memerahnya seperti itu.


Sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya..


Siska yang melihat Alex bersandar pada Sisil segera merangkul Alex dan memeluknya sebagai rasa empati padanya.


Berbeda dengan Monik yang melihat pemakaman mantan partnernya itu dibalik pohon dengan tersenyum


''Selamat jalan Roy sayang, hahah. Rasanya masih kurang tak melihat dari dekat kamu dikubur, tapi aku tak ingin ada yang curiga. Akhhh sepertinya aku bakalan hidup dengan tenang mulai saat ini'' kata Monik.


Didalam mobil Monik tak henti hentinya tersenyum kini bayangannya bukan lagi tentang pemakaman Roy tapi wajah tampan Daniel yang sedang menghiasinya.


Kenangan tenangnya dan Daniel, tentang kebucinan Daniel dulu saat masih menjadi kekasihnya ingin sekali terulang kembali


Entahlah rasanya semakin gila saja Monik ini.


Dia yakin pasti akan mendapatkan apa yang dulu pernah menjadi miliknya.

__ADS_1


Kembali pada Alex yang kini sudah berada di rumahnya.


''Siska kamu pulang saja, aku lagi pengin sendiri'' usir Akex pada Siska yang ikut pulang bersamanya.


''Tapi aku mau nemenin kamu Lex, aku tau kamu pasti sangat terpukul atas kepergian papa Roy''


''Aku tak butuh simpatimu sekarang pulanglah'' setelah mengucapkan itu Alex bergegas menuju kamarnya dilantai atas.


Mau tidak mau Siska pulang kerumah dengan perasaan kecewa.


Padahal dia hanya ingin beduan dengan Alex saja.


.


.


''Siska ada yang mau papa omongin sama kamu'' kata papa Siska saat melihat anak perempuannya memasuki rumah


''Ada apa si pahh??''


''Duduk dulu sini''


''Papa minta kamu jauhi Alex sekarang, papah batalakan pertunangan kamu dengannya'' kata papa Siska membuat Sang anak Syok.

__ADS_1


''Papah apa apan si?? Mana bisa begitu?? Siska cinta sama Alex paah''


''Alex sekarang sudah miskin, dia jatuh bangkrut.Kamu mau hidup susah bersamnya'' kata papa Siska dengan tegas


__ADS_2