
''Kenapa liatinya kaya gitu??'' tanya Danile karena memang semenjak keluar dari restauran tadi Dara beberapa kali melihat kearah suaminya sambil tersenyum
''Gak papa, terimakasih untuk hari ini'' kata Dara tersenyum dengan merangkul tangan suaminya
''Aku juga bahagia melihatmu bahagia'' ujar Daniel sambil mencium kening Dara
Keromantisan merekapun menjadi tontonan tersendiri para pengunjung Moll yang lewat
Terlihat bahagia dan harmonis
Menyadari tatapan para pengunjug yang lewat Dara langsung menundukan pandangannya.
''Kenapa ??''
''Malu banyak yang liat''
''Biarin buat saja mereka iri pada kita'' dengan sengaja Daniel memeluk Dara ditengah Moll sudah seperti sinetron saja
Ahirnya drama romantispun selesai kini Dara dan Daniel melanjutkan perjalanan menuju parkiran mereka hingga saat akan membuka pintu mobil Dara melihat didepan matanya seorang anak kecil yang sedang istirahat dipinggir jalan dengan memangku sebuah wadah dagangannya
Melihat itupun hati Dara merasa kasihan, apa lagi kini ia tengah hamil tua dibayangkan bagaimana jika anak itu adalah anaknya rasanya ia mau menangis melihatnya.
''Sayank kenapa??'' tanya Daniel yang melihat Dara tertahan membuka pintu mobil dan pandangannya lurus kedepan
''Sayank aku kasihan liat anak kecil itu, sepertinya dia kecapean aku mau kesana sebentar yaa??'' ujar Dara mengutarakan keinginannya
Tentu saja Daniel sebagai suami tersenyum menjawab pertanyaan istrinya, emang hati Dara sangat baik.
''Ya udah yuk aku temenin, bentar''
__ADS_1
Baru saja Daniel akan turun dari mobilnya tak sengaja melihat sebuah mobil melaju dengan cepat tetapi seprtinya diarahkan pada istrinya
''Sayank awas !!!!'' teriak Daniel
Untung dengan sigap Dara yang mendengar tetiakan Daniel segera melangkah mundur hingga ia hanya tersempet saja tapi karena kondisi Dara yang sedang hamil besar membuatnya kelimpungan dan ahirnyapun terjatuh
''Aaaakkkhhhhhhh !!!'' teriak Dara sambil memegangi perutnya
Dengan sigap Daniel menolongnya dan membawa Dara kerumah sakit.
.
.
Flash back
Semenjak Monik melihat Dara dan Daniel, ia terus mengikutinya hingga sampai disebuah parkiran moll.
''Akhh sialll !!'' umpat Monik
Hingga ahirnya dia menunggu dalam mobil
kian lama hingga yang ditunggu tunggu terlihat juga.
''Ahirnya mereka keluar juga''
Diamatinya segala tingkah Dara dan Daniel hingga celah itu ada
''Bagus sayank mari kita berpelukan'' kata Monik penuh senyum semirik sambil menancapkan gas penuh kearah Dara
__ADS_1
Flash back of
''Sial sial gagal lagi susah banget si bikin dia langsung mati '' umpatnya penuh kesal karena semua tak sesuai rencananya.
Hingga ahirnya mobil Monik pergi dari area parkir karena mulai ada beberapa orang yang datang
''jika dia gak mati, gw harap anaknya yang mati hahahaaa'' katanya penuh nada jahat
.
.
Sementara Daniel yang mengantar Dara menuju rumah sakit terdekat pikirannya sangat kacau dengan kondisi yang penuh darah dan Dara yang selalu meringis kesakitan
''Sabar Sayank, bertahan ya sebentar lagi sampai rumah sakit kita'' katanya sambil sering kali melihat kearahnya
''Sakit, aku udah gak kuat'' kata Dara lirih sambil menahan sakit
''Selamatkan anak anakku'' lanjutnya
''Kamu harus kuat, kalian pasti akan baik baik saja'' ujar Daniel menenangkan
''Jangan menutup mata Sayank, teruslah berdoa yaa'' Daniel yang lagi lagi selalu menguatkan Dara untuk tetap sadar
Hingga sampai di Rumah Sakit terdekat mata Dara kiat lemah dan tertutup, Daniel yang melihatpun kian panik.
''Tollonggggg, Suster Suster tolong istri saya ''katanya dengan penuh tangis
''Sayank berjanjilah kamu hatus kuat buat aku dan anak anak kita'' kata Daniel sambil mengantarkan Dara menuju ruang IGD. Dengan deraian air mata tubuh Daniel luluh dilantai depan IGD.
__ADS_1
Hingga tak butuh waktu lama Dokter yang menangani Dara keluar ruangan.
''Dokter bagaimana keadaan istri dan anak anak saya'' tannya tanpa bisa sabar lagi.