Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 77


__ADS_3

Hai sayang??? Apa kambar??'' kata Monik yang masih saja mencoba merayu Daniel meski kini nasibnya diujung tanduk


''Kau !! Beraninya kamu hancurin keluarga ku hah !!!!'' geram Daniel dengan mencengkram dagu Monik


''Aku hanya ingin membuat jalan kita bersama lebih mudah sayank. Bagaimana apa istri sialanmu itu sudah mati aku dengar dia sedang kritis'' kata Monik yang memang sebelum dia dibawa kesini sudah mendengar kabar dari orang suruhannya tentang kondisi Dara


''Diam kau !!! Mulutmu tak pantas menyebut istriku''


''Tenang Sayank meski kamu sudah memiliki anak dari wanita sialan itu aku masih mau mengurusnya, aku akan jadi ibu yang terbaik untuknya dari pada ibu kandunya sendiri'' rancau Monik


Plakkkkkkk


Sebuah tamparan keras Daniel berikan padanya.


''Kau terlalu banyak bicara Monik, ingat bahkan melihatmu saja itu dosa besar bagi anak anakku''


''Sayank, kenapa sekarang kamu berubah seperti ini mana Daniel yang dulu mana Daniel kekasihku yang sangat mencintaiku dimana impian kita untuk menua'' isak Monik setelah mendapat tamparan Daniel


''Diam !!!''


''Asal kau tau beruntungnya aku dijaukan dari ****** macam kamu, yang demi harta rela menjadi murahan''

__ADS_1


Mungkin itu kata kata Daniel yang palimg menyakitkan yang pernah Monik dengar


Kemudian Daniel mengambil sebuah belati kecil dari dalam saku celananya dan diarahkan pada muka Monik


''Sudah cukup kehidupanmu kau gunakan untuk kejahatan Monik, sepertinya mati jauh lebih baik untukmu''


''Apa yang kamu katakan Sayank'' kata Monik sambil bergetar melihat sorot mata Daniel


Selama mengenal Daniel baru kali ini Monik melihatnya begitu mengerikan, seperti ada iblis yang sedang merasukinya bahkan Raga sendiri yang merupakan sahabat sejak kecilnya membolakan mata melihat tingkah Daniel yang seperti psikopat.


Karena sejak dulu meski melawan musuh Daniel tak pernah terlibat langsung hanya sebuah perintah saja pada anak buahnya tapi kali ini dia benar benar mengerikan. Lantas begitu Raga tak berani menghentikannya biarkan Daniel membalaskan sakit yang dirasakan istri dan anak anaknya.


Belati itu perlahan berjalan diwajah Monik diiringi suara jeritannya


''Lebih sakit yang istriku rasakan melahirkan karena ulahmu tak bisa melihat anak anaknya bahkan belum sadar sampai saat ini'' ujar Daniel sambil menekan belati itu


''Daniel aku mohon maafin aku tolong hentikan'' kata Monik yang suaranya mulai melemah


''Apa maafmu bisa mengubah semuanya, apa maafmu bisa mengulang waktu lagi apa maafmu bisa membangunkan istriku hah !!!'' geram Daniel


Entah perasaan apa yang dirasakan Daniel saat ini dia marah, sedih, kecewa semua jadi satu.

__ADS_1


''Kamu liat betapa hancurnya aku saat ini keluargaku sekarang sedang menangis dan itu semua marenamu Monik'' lanjut Daniel menumpahkan semua unek uneknya


.


''Niel berhenti !!'' kata Raga saat melihat belati itu hampir mengenai nadi dalam leher Monik


''Kenapa???''


''Dara baru saja sadar '' katanya Raga yang kebetulan mendapat kabar dari pengawal yang berjaga dirumah sakit. Karena handphone Daniel berada dalan mobil hingga anak buahnya menghubungi Raga.


Danielpun menghentikan aksinya dan segera berbalik


''Lo gak bohong kan??'' tanya pada Raga


''Pengawal baru saja memberi kabar'' jawabnya


Bergegas Daniel meninggalkan Monik yang sudah berlumur darah.


''Bereskan dia'' perentahnya pada Raga dan segera diangguki.


Untunglah ada cara untuk menghentika Daniel jika tidak dia benar benar akan membunuhnya.

__ADS_1


Bukannya kasihan pada Monik hanya saja itu bukan tugas Daniel dan tak ingin membuatnya menyesal karena telah membunuh orang secara langsung.


__ADS_2