
Dengan langkah tertatih Daniel kekuar dari gedung pesta lewat pintu belakang menyetop taksi yang kebetulan lewat dan meninggalkan mobilnya di dalam parkiran.
''Shhiiiittttt'' umpat Daniel yang mengerti dengan kondisinya saat ini.
Dia bukan laki laki bodoh yang tak tau apa yang terjadi dengannya.
Taksi melaju meninggalkan gedung menuju kerumahnya.
Untung saja Daniel masih bisa berfikir jernih untuk pulang kerumahnya bukan kerumah mamanya dimana istrinya berada.
Mengingat saat ini Dara sedang hamil muda Daniel takut terjadi sesuatu pada calon anaknya karena saat ini dia sedang dalam pengaruh obat.
Setelah sampai dirumah dengan langkah tertatih dia menuju kamar mandi untuk meredam panas dalam tubuhnya dengan berendam.
Dibawah guyuran shower dia mengerang kemudian dia berendam dalam bethup beberapa kali untuk menghilangkan rasa panas dalam tubuhnya. Sepertinya dosis obat itu cukup tinggi hingga rasanya setengah mati untuk menghilangkannya.
Sementara itu Monik yang masih didalam pesta kelimpungan mencari keberadaan Daniel.
''Kemana dia ??''
''Jangan sampai dia melampiaskannya pada yang lain'' ucap Monik sambil mencari keberadaan Daniel
''Toilet kosong'' Gumam monik saat sampai ditoilet pria
__ADS_1
Diapun bergegas keluar gedung dan masih dapaf dilihat bahwa mobil Daniel masih terparkir disana.
''Kemana dia? aaakkkhhhhhhh'' Monik berteriak karena kesal sendiri rencana yang ia susun dengan sangat matang ternyata hancur begitu saja.
.
.
Tiga jam berlalu dengan tubuh yang lemas Daniel keluar kamarmandi langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur memejamkan mata sejenak untuk menghilangkan rasa letihnya.
Tiba tiba teringat dia akan istri yang pasti sedang menunggunya.
Tidak ingin Dara berfikiran macan macan karena tak kunjung pulang kerumah mamanya Daniel bergegas mencari pakaia dan siap kerumah Mamanya.
Tiba disana nampak penghuni rumah sudah tidur semua, ya pasti karena hari sudah menjelang pagi hanya pembantu yang membukakan pintu untuknya.
Ceklekkkk
''Untung saja dia sudah tidur'' monolog Daniel kemudian menatap istrinya sebentar sebelum abirnya ikut tidur disamping sang istri denvan memeluknya.
Jam menujukan pukul delapan pagi Dara yang terbangun dulu merasakan tangan kekae yang sedang memeluknya, sempat kaget tapi setelah mengetahui siapa pemilik tangan itu ia dapat bernafas lega.
Dipandanginya wajah tampan sang suami yang masih terkelap dengan memeluk Dara.
__ADS_1
'' Pulang jam berapa dia?? kenapa aku gak tau'' monolog Dara.
Saat Dara akan memindahkan tangan Daniel dia merasa rasa panas, kemudian beralih kedahi Daniel betapa terkejutnya Dara ternyata suhuny lebih panas.
''Asstagaa panas sekali'' Ucap Dara dengan panik.
Dara bergegas keluar kamar untuk mencari bantuan.
''Mah bang Daniel badannya panas banget'' Kata Dara dengan wajah paniknya.
Mamah Daniek yang sedang menyiapkan sarapannyapun bergegas pergi melihat keadaan anak satu satunya itu
''Ini panas banget, kok bisa kaya gini si??' kata mama saat sudah melihat keadaan Daniel
''Gak tau mah Dara bangun badan bang Daniek sudah panas banget'' ujar Dara sambil menangis
''Ya udah yuk kita bawa ke Dumah sakit, mamah panggil paoa dulu.
Selama dalam perhalanan tak henti gentinya Dara meneteskan air mata dan selalu menggenggam tangan sang suami.
Kedatangan mereka sudah ditunggu dokter karena sebelumnya papa Daniel sudab memberi tau dulu pasa Dokter keluarnva yang kebetula bejerja di Rumah sakit.
Dengan perasaan yang cemas dan takut Dara menunggu hasil pemeriksaan di depan ruang UGD.
__ADS_1
......................
Terumakasih semua masih setia di buat baca novel ini mohob bantuannya dengab like comen ya daes terimakasih🙏🙏🙏