Perjodohan Terindah

Perjodohan Terindah
episode 75


__ADS_3

Hari demi demi hari berlalu dan kondisi Dara juga masih sama belum menunjukan tanda tanda dia akan siuman.


Anak merekapun sudah dibawa pulang diurus oleh Mama Daniel dan Ibu Dara secara bersama sama.


Sementara Daniel dia sibuk menunggu Dara di Rumah Sakit sesekali dia pulang untuk nenjenguk anak anaknya.


Setiap hari tak henti hentinya Daniel mengajak Dara berbicara.


''Sayank masa Mama sama Ibu panggil anak anak kita Boy 1 dan Boy 2. Katanya karena gak aku kasi mereka nama jadi panggilnya begitu dari pada bingung bedainnya''


''Makanya kamu cepetan bangun Yank biar kita bisa kasih nama mereka sama sama'' kata Daniel yang selalu mengajak Dara berbicara


Tiba tiba ponsel Daniel berdering


''Sayank aku keluar dulu ya Raga menelfon, sepertinya ada urusan pekerjaan'' ujar Daniel pada Dara


''Halloo??''


''Bagus, bawa dia ketempat biasa nanti aku akan menyusul'' kata Daniel pada Raga disebrang telfon


Baru saja Daniel akan melangkah tiba tiba Sisil datang bersama Alex


''Ka Daniel, bagaimana keadaan Dara??'' kata Sisil

__ADS_1


''Dia masih belum sadar juga''


''Maaf Ka kita baru bisa jenguk Dara soalnyakita baru pulang ada acara kampus'' ujar Sisil


''Iya gak papa, kalian mau masuk??'' tawar Daniel dan dianggkuki keduanya


''Kamu ajak ngobrol Dara siapa tau dia mau bangun saat kamu ajak bicara'' kata Daniel pada Sisil


''Iya Kak''


Daniel dan Alex memutuskan keluar membiarkan kedua sahabat itu bertemu.


Kemudian Sisil mendekat baru saja sampai didepan brangkar Dara, dia sudah mulai berkaca kaca rasanya ketakutan itu datang membali, dia takut akan kehilangan teman baiknya lagi semua pikiran negatif seketika muncul difikirannya


''Lo kok dipanggil diem aja si, kenapa gak bangun bangun?? gw kangen tau sala lo dan juga gw belum liat keponakan gw''


''Bangun dong oo jangan bikin gw takut, lo tau kan hanya lo sahabat gw satu satunya'' tak tahan Sisil menahan air matanya hingga dia sesegukan


Lama Sisil berada disamping Dara hingga dia baru ingat dengan Alex dan Daniel yang mrnunggunya didepan


''Ra gw pulang dulu ya, besok gw kesini lagi dan gw harap sebelum gw dateng lo udah bangun'' kemudian Sisil melangkah keluar tuangan


Benar saja saat sampai diluar Daniel dan Alex keduanya masih menunggu.

__ADS_1


''Sudah???.'' tanya Alex saat melihat kekasihnya keluar


''Ka Daniel bolehkan kalo besok aku datang lagi??'' izin Sisil


''Datanglah semaumu Dara pasti senang dia juga membutuhkan teman sepertimu'' uanr Daniel


''Kalo begitu kami pamit dulu Ka'' diangguki oleh Daniel


''Hati hati''


Setelah mereka pergi kini giliran Daniel yang akan menyelesaikan urusannya


''Aku akan pergi sebentar '' kata Daniel pada penjaga yang khusus ditugaskan dikamar Dara


''Baik tuan'' jawab kompak bodyguard


Saat sampai didalam mobil Sisil langsung memeluk Alex dan menumpahkan tangisnya disana.


''Aku takut Lex, aku takut semua akan terjadi lagi, aku takut kehilanganan sahabat yang kedua kalinya.'' rancau Sisil dalam pelukan Alex


''Tenang semua pasti akan baik baik saja, berdoalah terus agar Dara cepat bangun'' Alex yang mencoba menenangkan Sisil


''Dara wanita yang kuat, dia gak akan mudah menyerah begitu saja kamu tau itu kan???'' kata Alex

__ADS_1


''Iya kamu benar Dara gadis yang kuat'' kata Sisil yang mulai tenang dan meyakinkan dirinya semua akan baik baik saja.


__ADS_2