
Beberapa hari yang lalu Sisil sempat mendengar berita bahwa Alex telah bertunangan dengan Siska karena perjodohan diantara keluarga mereka.
Sakit memang hatinya melihat yang dicintai bersama dengan yang lain tapi Sisil bisa apa.
Bahkan bersaing dengan Siskapun dia tak mampu.
Keluarganya tak sekaya keluarga Alex dan Siska
''Udah yuk cabut??'' ajak Dara yang tak tega karena melihat sesil selalu melirik pada pldua pasangan itu.
''Hah tapi makanan lo aja belum habis??''
''Udah kenyang gw, yukk lahh!!'' bohong Dara sebenarnya dia masih malapar dan entah kenapa makanan tadi terasa sangat enak tapi dia lebih memilih temannya itu agar tak lebih sakit hati.
.
.
''kamu liatin apa si yankk???'' tanya Siska pada Alex
''Gak papa kok '' jawabnya singkat
Bukannya tak tau bahwa Alex dari tadi memperhatikan Sisil, terselip cemburu pada Siska saat Alex menatap wanita lain.
Tapi dia tak ingin membuat Alex bad mood jika marah marah dipagi ini. Siska pun memilih diam lebih baik dia memberi pelajaran pada wanita itu nanti.
Sejak kedekatan Alex dan Sisil beberapa waktu lalu entah kenapa dihati Alex terselip rasa yang berbeda bahkan perasaan pada Dara dulu sudah silang begitu saja.
Sayangnya sekarang dia sudah bertunangan dengan gadis pilihan papanya.
.
.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu jam kuliahpun selesai entah kenapa hari ini Dara sangat merindukan suaminya itu hingga dia memutuskan untuk datang ke kantor Daniel tanpa memebritahunya terlebih dahulu.
''Gw duluan ya Sil '' pamit Dara pasa temannya
''Gak mau ngafe dulu apa ngemol gitu??'' tawar Sisil
''Gak ahh, lagi kangen suami pengin ke kangor aja''
''Ciee elahh kaya penganten baru aja tau gak''
Dibalas senyuman oleh Dara kemudian beranjak pergi.
Bahagia Sisil melihat sahabatnya saat ini yang sudah bahagia bersama dengan suaminya dan untuk dirinya entah apa yang akan terjadi kedepannya Sisil hanya mengikuti alurnya saja
.
.
Beberapa menit Dara sudah sampai didepan kantor suaminya.
Wanita cantik dengan body bak model meski sedang hamil tapi tetap saja tak menyurutkan aura kecantikan dari sang istri CEO itu.
Pantas saja Pak Daniel itu sangat mencintai istrinya dan setia padanya, melihat bagaimana sempurnanya istinya itu.
Kira kira itulah yang dibicarakan para karyawan Daniel.
Sebelum masuk kedalam ruangan suaminya Dara menyempatkan diri ke kamar mandi untuk memperbaiki riasannya.
Entahlah dia merasa ingin terlihat sempurna didepan suaminya.
''Kok gw rasa kaya mau ketemu sama pacar aja yaa hehe'' dara monog sendiri didepan cermin sambil terkikik
Setelah cantik luar biasa dia bergegas keluar untuk menemui suaminya.
__ADS_1
''Cantikkk....'' ucapnya pada diri sendiri
.
''Abang sayankkk..'' ucapnya setelah membuka pintu ruang kerja Daniel
Hingga yang ada di dalam menengok semua kearahnya.
malu tentu saja siapa sangka ternyata sedang ada rapat didalam dan bodohnya dia tak menanyakan dulu pada sekretarisnya tadi.
''Sayank sini masuk??'' ajak Daniel yang seakan tau isi hati istrinya.
Sudah terlanjur malu ahirnya dengan pedenya Dara masuk keruangan Daniel meski banyak mata yang melihatnya tanpa berkedip.
''Perkenalkan ini Istri saya, jadi tolong kondisikan mata kalian semua'' ucap Daniel yang bisa melihat tatapan para pengikut rapat pada istrinya.
''Rapat ditunda kalian boleh istirahat'' ucap Raga yang bisa melihat kode Daniel untuk menghentikan rapat sementara.
Kini hanya ada merka berdua dalam ruangan setelah semua oranh diusir termasuk raga tangan kanannnya.
''tumben ke kantor gak bilang bilang??'' tanya Daniel sambil menuntun Dara pada kurai kebesarannya
''Lagi kangen aja sama sayankk'' ucap Dara dengan malu malu
''Kenapa??? coba ulangi'' goda Daniel sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dara
''Kangenn''
''Yang kangen mamanya apa anak anak hmmmm??'' kata Daniel sambil tangannya mengelus perut yang masih rata itu
''Kayaknya anak anak dehh'' ucap Dara lirih sambil menunduk malu
''Ouuuhhh gitu... Tapi aku rasa mamanya lebih kangen dehh''kata Daniel kemudian membopong Dara menuju kamat pribadinya
__ADS_1
''Aaahhhhh'' Dara yang menjerit karena terkejut dengan tindakan Daniel