
Setelah tujuh hari kepergian Roy dan Alex sudah mengetahui segala permasalahan yang ada pada perusahaan papanya itu.
Kini dia hanya bisa pasrah mengikhlaskan semuanya.
untung saja Alex masih memiliki usaha yang dia rintis dengan usahanya sendiri sebuah cafe kecil yang cukup untuk membiyayai kehidupannya dan tempat tinggal untuknya.
Dan kini semua teman teman yang dulu selalu ada untuknyapun banyak yang menghilang bagai ditelan bumi.
Tapi itu tak masalah baginya untuk saat ini yang Alex butuhkan adalah semangat untuk bangkit bukan mengiba pada orang yang katanya teman sejati tapi tak ada dikala dia jatuh.
Sisil dan Dara yang masih selalu ada untuknya, terlebih Sisil yang selalu memberikan suport dan segala bentuk dukungan untuknya.
''Tenang Lex nanti gw bilang sama bang Daniel siapa tau bisa bantu usaha lo'' ujar Dara karena saat ini mereka sedang duduk di cafe milik Alex tentunya berasama Sisil
''Thank buat kalian yang masih mau berteman sama gw''
__ADS_1
'' Gak ada alasan buat kita gak berteman'' kata Sisil dengan senyumnya di dukung dengan anggukan Dara
''Gw juga bakal bantu buat promo cafe Kak ini'' lanjutnya.
''Tapi apa suami lo ngijinin lo berteman sama gw, secara lo tau sendiri lah???''
''Pasti boleh lah, dia juga tau kali kalo cinta dan hidup gw cuma buat dia'' kata bumil itu dengan bangganya.
''Oya Kak gimana sama Siska ??'' akhirnya pertanyaan yang ingin ditanyakan Sisil keluar juga dari mulut manisnya.
''Gak tau, gw juga udah gak peduli sama dia apa lagi sama pertunangan ini''
''Pantes kemaren gw lihat dia jalan sama cowo '' kata Dara
''Oyaaa cepet juga ya dia dapet gebetan baru''
__ADS_1
''Ya pasti lah secara kan gw udah kere mana mau dia sama yang miskin kaya gw'' kata Alex sambil tersenyum getir karena pikirannya ternyata benar kalo sebenarnya Siska juga gak lebih dari cewe matre yang suka dengan hartanya saja.
''Udah tenang aja masih ada lagi yang mau nerima lo apa adanya, bahkan siap kalo lo nikahin saat ini juga'' kata Dara sambil melirik Sisil
Ibu hamil ini memang senang sekali mengoda temannya, Sisil yang merasa tersindirpun hanya bisa tersenyum kikuk.
''Hahah untuk saat ini gw mau fokus dulu sama bisnis dan hidup gw, biar nanti saat menikah istri sama anak gw gak kekurangan apalagi sampai terlantar'' ucap Alex dengan tegas
''Benar itu, gw akan selalu dukung lo kak'' ucap Sisil dengan semangat.
Dara hanya tersenyum melihat tingakah temannya itu yang menurutnya sangatah lucu
Setelah lama mereka ngobrol akhirnya Dara dan Sisil pamit pulang karena jam juga sudah menunjukan sore hari dan Bumil itu juga harus menyipakan energinya untuk merayu sang suami yang pastinya nanti akan merajuk karena dipastikan bahwa pengawal utusannya itu akan mengadukan semua yang dia lakukan hari ini termasuk ngobrol dengan Alex meski ada Sisil dan juga Romi yang mengawasi dari meja sebelah.
Setelah menepuh perjalanan yang lama karena terkena macetnya kota saat jam pulang kerja ahirnya Dara sampai didepan rumah mewahnya.
__ADS_1
Mata indahnyapun menangkap mobil sang suami yang sudah terparkir rapi dibagasi.
Dara menghirup udara sebanyak banyaknya untuk menyipakan mentalanya kali ini tak lupa juga dia mengelus perut yang buncit itu untuk mendapatakan dukungan dari baby utunnya.