
''Bisa kita bertemu sekarang???'' tanya Monik pada orang disebrang telefon
''Baik, aku segera kesana''
Monik mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang pasti orang ini akan membantunya lagi kali ini.
Setelah samapi Monik segera menuju tempat tersebut sebuah apartemen mewah yang pasti orang berduit yang bisa menempatinya.
Tokkk tokk tokk
Ceklekk
''Silahkan masuk Tuan kami sudah menunggu'' sambutan dari beberapa pengawal pemilik apartemen itu.
''Selamat siang Tuan Boby???'' sapa Monik
''Selamat siang Nona Monik''
''Ada angin apa yang membawamu kemari??'' tanya Boby
''Aku membutuhkan bantuan anda untuk melenyapkan seseorang Tuan??''
''Wahh wahh wahh ternyata anda ini haus akan darah juga yaa??'' sindir Boby hanya mendapatkan senyuman dari Monik
''Siapa kali ini mangsamu itu Monik??''
''Mantan kekasih saya dan istrinya Tuan''
''Cinta segitiga rupanya mmmmm, jadi apa bayarannya kali ini??''
''Apapun yang anda minta saya siap tuan''
__ADS_1
''Kali ini aku mau lebih dari tubuhmu itu''
''Maksud anda Tuan??''
''Apa kau pikir tubuhmu itu cukup!! Kau ini sudah tua kulitmu mulai kendor apalagi dadamu itu sudah tak kencang lagi terlalu banyak yang menjamakmu kau tau itu'' terang Tuan Boby
''Sialan beraninya dia menghina gw'' Monik yang hanya dapat bergumam
''Bagaimana kalau saya juga akan mengabdikan hidup pada anda Tuan??'' tawar Monik
Monik pikir setelah mengabdi pada Boby meski tak sempan Daniel tapi Boby sangat kaya paling tidak dia masih bisa menopang hidupnya.
''Cihhh wanita ini'' Gumam Boby
''Kita lihat saja nanti, sekang karena kamu sudah datang kesini layani aku dulu jangan nuat kedatanganmu sia sia''ujar Boby
Bukan tanpa alasan Boby mau menerima Monik dengan senyum semirik dia memandang Monik dan hanya Bkby yang tau akan dikemanakan Monik nanti.
''Dasar buaya tadi aja bilangnya udah kentor tapi masih mau juga'' lagi lagi monik hanya mengatakan dalam hat
Setelahnya mereka melakukan hubungan terlatang itu tanpa tau mau.
Ditempat lain Dara dan Daniel yang sudah selesai makan siang segera pergi dari restauran tersebut.
''Mau pulang atau ikut kekantor dulu???'' tanya Daniel saat mereka dalam mobil
''Kerumah Ibu boleh Bang?? Aku kangen deh sama Ibu''
''Boleh nanti oulang kantor Abang jemput yaa??'' hanya anggukan dari Dara sebagai jawabnya
Setelah menempuh perjalanan sebentar saja mereka sudah sampai didepan rjmah Ibu Dara
__ADS_1
''Abang langsung balik kantor ya sebentar lagi ada meeting soalnya''
''Iya sayank, hati hati dijalan yaa''
''Iya sayank'' tak lupa juga sun sayang dari Daniel untuk calon ibu dari anaknya itu
Dara lekas dan berjalan menuju pintu utama setelah memastikan istrinya itu masuk rumah barulah Daniel melajukan mobilnya menuju kanto.
''Ibuuuuu.....'' tetiakan Dara saat memasuki rumah
''Yaampunnn anak gadis ibu masuk tetiak teriak gituu'' kata Ibu Dara sambil menyambut kedatangan anaknya
''Udah bukan gadis lagi Ibu'' ucap Dara sambil mencebikan bibirnya
'''hahahahaa iya yaa anak Ibu sudah mau jadi Ibu sekarang''
''Masuk yukk, kebetulan Ayah lagi ditaman belakang'' Darapun di tuntun ke taman belakang oleh Ibunya
''Bagaimana kondisi kehamilanmu sayank??'' tanya Ibu Dara
''Alhamdulillah Bu semuanya baik dan sehat''
''Syukurlah kalau begitu''
Sesampainya mereka ditaman belakang rumah Dara juga disambut sang Ayah
''Astaga anak kesayangan Ayah kamu kesini sama siapa sayank??'' tanyaya Ayah Dara
''Sama Bang Daniel tadi Yah tapi dia langsung kr kantor ada meeting katanya''
''Iyaya Ibu baru inget sama suami kamu heheh'' kata Ibu Dara
__ADS_1
''Ibu ini ''ujat Ayah sambil geleng geleng
Merekapun bercerita penuh tawa, sudah lama sekali rasanya mereka tak melakukan ini semenjak Dara menikah waktu itu.