
Suasana keindahan di desa memang tidak bisa dipungkiri, menyejukkan hatii setiap manusia yang tinggal disana. Keluarga Hermawan adalah salah satunya.. mereka mempunyai 3 anak yang ramah, pandai dan mandiri, apalagi si sulung Jenifer yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan ayahanda yang sudah tiada. Dia yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya hingga dia tak memikirkan dirinya sendiri.
Berbeda dengan kehidupan Steven Renaldo, anak orang kaya yang suka mabuk-mabukan, menghamburkan uang demi wanita yang suka didekatinya dan jika sudah bosan akan di tinggal begitu saja seperti sampah.
aapa yang dilakukan Steve adalah bentuk balas dendamnya terhadap ayahnya yang sudah membuat ibunya menangis sampai akhirnya meninggalkan dunia ini..
Tapi walaupun begitu tetap saja para wanita-wanita itu mengejarnyaa,..
.
.
.
.
suasana makan malam steve dengan ayahnya jacob yang hening tanpa suara. Akhirnya ayah Jacob memulai pembicaraannya..
__ADS_1
"anakku steve bisakah kau melaksanakan keinginan ibumu terakhir kalinya.?? Dia sangat menginginkan itu terjadi.. " suara ayah jacob
"kalau aku tidak mau gimana?? apa itu hanya akal-akalan papa saja?? jawab steve.
"tidak nak,,, kamu kan juga sudah mendengarnya sendiri saat terakhir mama menghembuskan nafasnya.. apa kamu akan membuat sedih mama di surga??" jacob tau kelemahan anak laki-lakinya itu ada di mamanya, yeaach walaupun beliau juga sudah tiada...
Hening lama tiada sepatah katapun keluar dari mulut steve, hanya terdengar suara gemricik air kolam yang ada di samping rumah.
"oke.. aku terima pa perjodohan itu.. kapan kita akan pergi kesana?" sambil menyeringai dan berfikir kalau yang dijodohkannya itu hanya seorang gadis desa yang lugu, kampungan dan tidak tau apa-apa.
"besok lusa steve.." jawab jacob dan ia langsung menyudahi makannya dan beranjak pergi ke ruang kerja menghabiskan waktu disana...
tuuut,,, tuuut,,, tuuutt,,,
"haloo sayang,, apa kau sedang sibuk?" suara ibu jen yang terdengar lembut.
"haalooo bundaa,, enggak kok! ada bunda??" jawab suara di seberang telefon...
__ADS_1
"echhmmm,, apa bisa kamu besok lusa pulang kerumah nak? ada yang ibu pengen omongin ke kamu!" sahut ibu jen.
"oouuhh,, lusa yaa bunda?? gimana yaa??" sambil perpikir "oke bunda nanti jen usahakan untuk datang..."jawab jen..
"terima kasih nak,, ya sudah bunda istirahat dulu yaa... kamu juga jangan capek-capek istirahat yang cukup yaa!"
"iya bundaa... " jenifer menyudahi percakapa nya di telefon...
tuuut,, tuuut,, tuuut,,,
Yaah begitulah Jenifer selalu tidak bisa membantah permintaan ibunya.. Dia anak yang penurut kalau di rumah apalagi dihadapan ibunya.. Keseharian Jen hidup di kota besar, dia seorang pengusaha muda yang sukses merintis perusahaannya dari nol. Dikehidupannya sebagai direktur utama di perusahaan angkasa group yang cukup terkenal, bahkan banyak rumor yang mengatakan jika dirinya juga dijuluki devil queen'nya angkasa group.
Barang siapa yang ceroboh dalam pekerjaanya, merugikan perusahaan atau terlibat korupsi didalamnya pasti akan langsung terkena imbasnya.
Jen hanya ingin menerima hasil yang memuaskan di setiap langkahnya, dia sangat ditakuti oleh para karyawannya dan juga rekan-rekan bisnisnya. Salah sedikit saja bisa fatal akibatnya. .
Dan siapa sangka seorang jenifer kalau sudah memasuki rumah di desa dan bertemu dengan ibu serta saudara-saudaranya akan berbanding terbalik 180° kelakuaanya. Sangat lembut dan penuh perhatian.
__ADS_1
Maklum ibunya mempunyai riwayat jantung lemah.
Ibunya pun tidak mengetahui kalau anak sulunngnya itu mempunyai perusahaan yang cukup besar, yang beliau tau Jen mengurusi sebuah resort bekas warisan dari mendiang ayahnya saja..