Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 19


__ADS_3

Ketika jennifer membuka matanya, dia tersadar dari mimpinya. Mimpi yang bertemu dengan ayah tercintanya. Tapi mengapa ayahnya malah menginginkan perjodohan itu tetap berlanjud? Padahal kalau di lihat steve itu diam diam dia terlihat sangat playboy. Dan sangat jelas sekali tergambar dari wajahnya.


Jennifer menghela nafas panjang. Dia beranjak duduk di atas ranjang dan mengambil ponselnya di atas nakas tepi tempat tidur.


Kamar tempat tidurnya cukup luas, apartemen itu memang hanya mempunyai dua kamar tidur. Yaitu kamar utama dan kamar tamu yang ukurannya lebih kecil.


Kamar Jennifer di dominasi warna biru laut warna favoritnya berpadu dengan warna putih dan juga ada ornamen hiasan dinding dari kayu.


Matahari sudah meninggi di atas langit. Lalu Jennifer melirik dinding unik yang berukir huruf J terbuat dari kayu yang letaknya tak jauh dari ranjang. Sudah jam sembilan pagi, pantaslah matahari sudah menyinari bumi dengan kuat. Karna dia sedang mengalami menstruasi jadi jennifer tidak melakukan sholat subuh. Lalu ia menelfon seseorang yang akan di temuinya.


tuuut,,,, tuuuuttt,,, tuuuttt,,,


"halloo dokter ley..." sapa jen.


"halloo my sister..." jawab seseorang di seberang. "kenapa tak pernah menghubungiku?? apa kau melupakanku?"


"hahhahaa... ayoolah kak, kenapa kau sinis sekali. aku sangat sibuk jadi jarang menghubungimu." jawab jennifer.


"yaaah.. yaahh.. aku tau.. Rocki memberimu pekerjaan lagi kan?" tanyanya.


"ceh,, dasar tu abang kmpret... kau mengetahuinya dokter ley?" sahut jennifer.


"jelas... sekarang aku tanya lagi padamu, ada apa kau menelfonku?" tanya dokter ley.


"ehm,,, aku sekarang berada di Paris. aaku ingin bertemu denganmu untuk mengecek kesehatanku.. akhir akhir ini aku sedikit mengalami pusing bahkan terkadang pusingku itu seperti dunia berputar putar. Aku hanya ingin mengetahui lebih jelasnya saja. Dan jangan beritahu kak rocki." jelasnya.


"ehm,, kau berada Paris? sejak kapan?" tanya dokter ley lagi.


"baru beberapa hari ini. Restoranku mengalami kebakaran jadi aku datang untuk memantau lebih dekat saja."


"oowh,, maafkan aku J... aku tak mengetahui kalau restoranmu kebakaran karna sudah beberapa hari ini aku berada di luar kota. Nanti malam aku baru akan sampai."


"tidak apa apa.. baiklah, kalau begitu besok saja aku datang ke tempatmu"


"oke.. baiklah.. tapi jika kau masih merasa pusing datanglah ke rumah sakit dulu, nanti aku akan rekomendasikan dokter untukmu."


"tidak... aku menunggumu saja kak.."


"baiklah... sampai bertemu besok.. "


.


.


"apa dia begitu sibuk? atau dia marah kepadaku?" gumam steve yang sedang menatap layar handphonenya. Tak ada pesan balasan dari jennifer. Setelah kejadian malam itu pada saat JenniferR menelfon dirinya dan sayangnya Bukan steve yang mengangkat telfon itu melainkan wanita lain.


shiiiittt.....


terserah lah, kamu pikir wanita cuma kamu Jennifer. Masih banyak yang lain. pikir steve.


tok... tok... tok... 'suara ketuka pintu


"masuk" jawab steve yang terlihat begitu sibuk dengan layar computer di hadapannya.


"selamat siang tuan" ucap Radit seraya berjalan masuk ke dalam ruang kerja Steve.


Steve melirik sebentar ke arah Radit. "ada apa?" tanyanya.


"ini kontrak kerjasama dengan beberapa perusahaan tuan." kata Radit sambil menyerahkan berkas berkas yang tersimpan rapi di map di berikan kepada stevee.


"apa ini sudah kau cek keseluruhan?" tanya steve dan Radit mengangguk.

__ADS_1


"tuan saya sudah mengirim file penting yang harus anda baca untuk meeting kita nanti di Singaporre." jelasnya lagi.


"Singapore?" ulang steve dan Radit kembali mengaangguk.


"itu sudah ada di jadwal anda tuan." jelas Radit sambil menunjukkan ipad miliknya dan memperlihatkannya pada steve.


"besok?" kata steve yang terlihat begitu terkejut.


"Dan kita akan berangkat pada nanti malam tuan." jelas Radit.


"kenapa begitu mendadak.?" tanyanya lagi. Dan Radit menautkan kedua alisnya karena merasa binyung dan aneh dengan sikap steve yang tidak seperti biasanya.


"Ini sudah terjadwal sejak sebulan yang lalu tuan."


"baiklah.. " jawab steve.


"apa masih ada yang anda butuhkan?" tanya Radit lagi.


"tidak... pergilah..." ucap steve dan Radit segera beranjak keluar dari ruang kerja steve. Sebelum benar benar keluar steve berbicara lagi. " ehm,, Radit,, tunggu.."


Radit membalikkan badannya lagi. "ada lagi yang bisa saya bantu?"


"carikan informasi tentang sesorang. Namanya Jennifer. ini..." menyerahkan ponsel milik steve dan memperlihatkan wajah jennifer yang sedang bernyanyi. "cukup. kau masih ingat kan wajahnya?"


"iya masih tuan."


"baiklah.. sekarang pergilah."


Tak berselang lama pintu terdengar di ketuk. Sekarang ganti sekretarisnya yang masuk dan memberitahukan kalau ada perempuan yang datang dan ingin bertemu dengan steve.


"maaf tuan mengganggu... ada nona Saphira ingin bertemu dengan anda." katanya stelah membuka pintu.


"baik tuan.."


Saphira adalah model yang sedang naik daun saat ini. Dia baru saja menjalin hubungan asmara dengan Steve.


.


.


Hari ini Jennifer berencana akan bertemu lagi dengan Andrew. Jennifer merias wajahnya dengan make up soft saja. Karena tak ingin menonjolkan dirinya dan terlihat berlebihan di hadapan Andrew. Jennifer yang daro awalnya cantik maka tak butuh waktu lama untuk memolesnya. Jennifer sengaja tidak memakai bulu mata palsu karna dia mempunyai bulu mata yang panjang dan lentik, hanya dikasih sentuhan maskarra saja untuk melentikkan bulu matanya.


Terakhir Jennifer memoles lipstik pink soft di bibirnya. Lalu Jennifer beranjak memakai bajunya, dia menggunakan pakaian atas rajut berwarna putih, celana jeans sobek sobek dan juga memakai jaket berwarna army.


Saat turun dan berjalan ke lobby ia melihat kedatangan Andrew yang tengah berjalan masuk ke lobby. Sebuah senyuman yang di berikan Jennifer kala manik mata mereka bertemu debgan Andrew.


"sudah siap?" tanya Andrew saat mereka sudah berhadapan.


"sudah.." jawab jen cepat sambil menganngguk.


Setelah itu Andrew langsung menarik tangan Jennifer, menggenggamnya seolah tak ingin lepas dari sisinya. lalu mereka menuju mobil.


Setelah berkendara selama hampir setengah jam akhirnya mobil Andrew berhenti di flea market. Jennifer mengatakan ingin mencari barang barang antik yang belum dia punya. Karena sesungguhnya dia termasuk orang penggemar barang antik. Atau biasanya dia membeli suatu barang dengan mendesain sendiri barang yang diinginkan agar tak ada orang yang bisa menirukannya kecuali dengan persetujuannya.


Dan sampailah ia di tempat yang orang sering sebut Porte de Clignacourt Flea Market.


Tempat itu bisa disebut pasar barang antik, yang berlokasi tidak jauh dari Montmartre.


Pasar itu telah menjadi flea market sejak 1885. Porte de Clignacourt Flea Market adalah flea tertua di Paris. Namanya juga pasar jadi ya agak sedikit ramai tapi tak mengurungkan niatan Jennifer untuk berburu barang antik.


Setelah mengelilingi tempat tersebut Dan akhirnya Jennifer membeli lampu gantung yang bentuknya sangat unik. Rencananya akan ia gantung di bagian ruang tamu rumahnya. Lalu tak jauh dari situ ia juga melihat pelukis jalanan yang menunjukkan bakatnya. Jennifer dan Andrew mendekat melihat lihat lalu memutuskan untuk melukis gambar mereka, toh sekalian memberikan rezeki kepada pelukis jalanan tersebut. mereka meminta hanya berupa sketsa saja. Dan ternyata hasilnya di luar perkiraan, sangat memukau.

__ADS_1


"kita akan kemana lagi nif??" tanya andrew setelah mereka sampai di dalam mobil. Dan mereka baru saja makan siang bersama.


"echm,, bagaimana kalau kita ke.." jen masih berpikir. "kita ke Place de La Concorde saja.." sangat antusias.


"baiklah... hari ini kau tuan putrinya... aku akan menuruti semua keinginanmu.." sahut andrew sambil menjalankan lagi mobilnya.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di Place de La Concorde, perjalanan hanya memakan waktu lima belas sampai dua puluh lima menitan kalau benar benar macet.


Place de La Concorde adalah tempat wisata di Perancis yang akan menyajikan pemandangan Perancis yang sangat khas. Alun alun berbentuk oktagon yang berada di antara Tuileries Garden dan Jalan Champs Elysees ini di rancang cantik dengan keberadaan ornamen taman, air mancur, hingga lampu lampu taman yang indah, terutama saat pada malam hari. Tak jauh dari tempat wisata ini,terdapat kincir raksasa atau biasa kita sebut biang lala yang memungkinkan kamu menikmati pemandangan kota dari ketinggian dengan pengalaman yang berbeda.


Dan disini lah Jennifer dan Andrew menghabiskan waktu berduanya. Di dalam biang lala tersebut. Sangat indah sajian pemandangannya.


"apa kamu bahagia nif?" tanya andrew.


"sangattt... aku bahagia juga bisa ada di dekat kamu lagi ndrew.." jawab jennifer.


"baguslah..." Andrew tersenyum,, sebenarnya hatinya tak kuasa bila ia menyampaikan sesuatu yang mungkin akan melukai hati Jennifer lagi, maka ia masih memendamnya.


"nif... boleh aku bertanya?"


Jennifer yang awalnya tengah asyik menikmati keindahan yang disajikan tiba tiba menoleh ke arah andrew. "boleh.. mau tanya apa?"


"kenapa kamu tidak membuka hatimu saja kepada lelaki yang akan dijodohkan dengan kamu itu.?" tanya Andrew yang dia sudah diberi tahu oleh jennifer kalau sebenarnya jrnifer akan dijodohkan dengan lelaki lain.


" tampangnya seperti playboy... mungkin juga memang playboy. Dan aku tidak mau dengan lelaki yang tidak menempatkan aku satu satunya di hatinya. Karna aku akan menempatkan ia satu satunya di hati aku." tutur jennifer. "kenapa kamu bertanya seperti itu. atau kamu gak mau kembali lagi seperti dulu ndrew?"


"tidak bukan itu maksut aku.." ucap andrew cepat.


"terserah lah.." Sepertinya Jennifer merasakan ada yang ditutup tutupi oleh andrew, firasatnya mengatakan demikian. Jennifer sudah kehilangan minatnya. dia hanya diam tanpa ekspresi melihat sekeliling. Dan itu di amati oleh Andrew.


"maafkan aku nif... sungguh bukan itu maksut aku.. aku sebenarnya juga ingin kembali seperti dulu............." belum sempat andrew meneruskan ucapannya Jennifer langsung memeluk Andrew. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang andrew. Sungguh Andrew merasa sangat bersalah... 'maaf..


tapi melihat binar bahagia di mata jenifer membuat andrew mengurungkan kembali niatnya.


Lalu andrew membalas pelukan Jennifer. Lama mereka berpelukan, meresapi perasaan mereka, melepaskan kerinduan yang telah lama menyergap mereka, Jennifer dan andrew terdiam tanpa kata dengan pemikiran masing masing dengan masih berpelukan. Setelah Andrew mengecup kepala jen, mencium kening jennifer lama.


'biarlah... biarlaahh,,, aku serahkan semuanya pada_Nya...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAAAPPPYYYY. REEAADDIIINGGGG

__ADS_1


__ADS_2