
Memilih rumah kediamannya sendiri di acara pernikahan ini. Bunda dan Meika sengaja memilih taman pekarangan samping dan belakang rumah mereka, yang memang lumayan luas tempatnya. Tempat yang dimana akan di langsungkannya ikatan janji suci. Mereka hanya mengundang kerabat dekat dan sanak saudara dari keluarga kedua mempelai.
Di taman yang telah di pasangi hiasan dan dekorasi minimalis berwarna putih. Juga banyak terlihat bunga lili putih, mawah putih, dan mawar merah dengan desain berbentuk love.
Semua sudah hadir untuk menjadi saksi pernikahan antara dua anak manusia. Memandang sekeliling dengan takjub akan keindahan tempat itu yang sekarang di sulap bak tempat negeri dongeng.
Terlihat beberapa crew dari wedding organizer yang di sewa oleh meika. Mereka Lalu lalang memeriksa peralatan yang akan di gunakan, ini adalah pemeriksaan untuk terakhir kalinya dan memastikan semua siap.
Saat suara dua orang pembawa acara menggema di udara. Saat itulah acara itu akan segera di mulai. Para tamu undangan yang datang duduk di tempatnya masing maasing. Mereka di suguhi hidangan khas dengan berbagai macam pilihan yang berada di meja panjang membentang. Masakan itu di masak oleh para ibu ibu tetangga yang datang untuk membantu dengan tentunya juru masak yang di ambil dari koki di resort mendiang ayahnya. Maklum lah suasana gotong royong di desa itu masih sangat kental.
Terlihat kue tart bertingkat lima dengan warna dominan putih dengan desain bunga mawar merah di atasnya, dan juga pita yang terbuat dari coklat. Terdapat inisial S dan J yang berada di pinggirnya. Kue tart itu di buat langsung oleh adiknya sendiri yaitu Aprillia. Dia ingin memberikan kontribusi di pernikahan kakaknya. Aprillia yang memang sudah jago memasak apalagi hanya membuat kue merasa tak kesulitan mengerjakannya.
Terdengar riuh tepukan tangan terdengar mengambil alih. Saat pembawa acara memanggil kedua mempelai untuk memasuki tempat acara. Para tamu undangan menoleh kepala ke belakang ikut bertepuk tangan saat menyaksikan kedua mempelai kini berjalan beriringan, menuju acara panggung yang telah di siapkan. Semua tersenyum, ikut hanyut dalam kebahagiaan keduanya. Terdengar bisik bisik yang mengutarakan bahwa keduanya cocok, yang laki laki tampan dan yang perempuan cantik.
Keheningan menyelimuti beberapa saat, tepat sebelum suara Steve yang lantang menggema di udara. Mengucapkan janji suci pernikahan mereka di depan penghulu dan juga Tuhan.
Tangan Steve sudah bersalaman dengan bapak penghulu, terdengar penghulu sudah membaca lantunan ayat suci dan di teruskan suara janji suci tersebut. Saat suara penghulu berakhir dan satu hentakan di tangan steve yang langsung di balas oleh ucapan Steve.
Dalam satu kalimat yang di ucapkan Steve dalam satu terikan nafas, pria itu kini telah SAH, resmi menjadi suami sah dari Jennifer.
Riuh gemuruh, sorak sorai menyapa. Bahkan kicau burung saat senja itu pun ikut menambah indahnya suasana. Saat hembusan angin terasa mententramkan dan membawa kedamaian di keduanya.
Steve dan Jennifer bertatapan lalu tersenyum canggung. Yah bagaimana lagi, acara pernikahan ini terlalu mendadak bagi keduanya. Tadi pagi mereka masih bergelut dengan pikiran pekerjaan dan setelah mereka di telfon untuk datang ke rumah tersebut. Lalu mereka di haruskan untuk menikah di hari itu juga. Tak pernah terfikirkan mereka akan menikah secepat itu. Saat Senja mulai menyapa itulah Dan kini mereka telah SAH menjadi suami istri.
Steve memajukan tubuhnya, mendaratkan sebuah kecupan di kening Jennifer. Hal yang kedua kalinya steve menciumnya. Jennifer menutup matanya merasakan hembusan dari Steve, menenangkan pikirnya.
Lalu setelahnya Jennifer meraih tangan steve yang sudah di angkat oleh pemiliknya untuk ia cium agar mendapat ridho dari-Nya. Menjadikan Steve sebagai ladang surganya sekarang. Ia berjanji akan berubah lebih baik kepada suaminya itu.
Lalu setelahnya acara sungkeman kepada orang tua kedua mempelai. Tak lupa mereka juga berfoto bersama keluarga di tengah waktu senja yang menyapa.
Kini mereka berada di dalam kamar Jennifer yang di sulap menjadi kamar yang romantis. Banyak bertaburan bunga mawar di ranjang tersebut. Mereka beristirahat sejenak guna merebahkan tubuhnya sebentar, karena nanti malam akan langsung di adakan resepsi sekalian. Steve melepaskan jasnya, mengendurkan dasi dan menanggalkannya di sofa. Membuka dua kancing teratasnya. Dan mendudukkan dirinya di sofa. Menyenderkan punggungnya lalu memejamkan mata sejenak. Menghilangkan penat yang terasa di tubuhnya.
Sedangkan Jennifer duduk di depan meja riasnya. Melepaskan aksesoris yang berada di rambutnya. Setelahnya ia hendak melepaskan kebaya yang di kenakannya. Merasa steve tak ada pergerakan sama sekali akhirnya jennifer berdiri mencoba melepaskan sendiri kancing kancing yang berada di belakang. Susah memang.
"steve.... tolong..." pinta jennifer, menyerah karena sudah tidak bisa melepaskan kancing lagi.
__ADS_1
Steve membuka matanya... Melirik ke arah jennifer yang sudah dengan muka tak bersahabat. Lalu setelahnya ia beranjak berdiri menghampiri jennifer. Berdiri di belakangnya lalu mencodongkan kepala ke samping jennifer.
Steve tak berbicara, hanya menggunakan isyarat menekan pipinya dengan telunjuk tangan.
"Apa???" kata jennifer. Melihat tingkah steve dari balik kaca.
Steve tak menjawab. Hanya tersenyum, lalu mendekatkan pipinya agar jennifer mudah melakukannya.
"apa siih...??" tanya lagi jennifer. Sebenarnya ia tahu maksut dari Steve. Tapi jennifer enggan melakukannya.
"gak mau... ??? ya sudahh..." ucap steve. hendak berbalik badan tapi tiba tiba tangannya di pegang oleh jennifer. "tolong bukain kancingnya... aku udah gak tahan, mau pipis.." kata jennifer.
"cium dulu..." ucap steve. mencondongkan tubuhnya ke arah jennifer lagi.
"gak mau..." jawab jennifer cepat.
"yaa sudaah,, gak aku bukain.." jawab steve lagi.
"STEVEEEE......" teriak jennifer lagi.
Sebenarnya steve tadi siang sempat mengetahui postingan salah satu temannya yang ternyata teman dari Gagas. Mereka meng'upload video yang menayangkan kejadian tempo hari waktu Gagas sedang melakukan aksi mencium jennifer dengan menaiki motornya.
"kamu tahu??" kata jennifer. Ia terlihat salah tingkah kali ini.
"yaaa.. aku tahu... kamu kan memang playgirl yang suka gonta ganti cowok. Aku gak terlalu kagget dengan hal itu. Kamu dulu juga pernah tinggal di luar negeri kan, mungkin saja kamu udah........" Belum sempat steve menyelesaikan perkataannya, jennifer sudah membungkam mulut steve. Ia m****** bibir itu dengan sedikit penekanan. Bisa bisanya ia di sebut playgirl yang suka memainkan hati para lelaki. Malah dia yang selalu di khianati selama menjalin asmara dengan cowok. Kecuali Gagas yang memang belum ada kata kata menjalin hubungan yang lebih serius.
Lama ciuman itu di dominasi oleh jennifer karena memang steve hanya diam. Hingga akhirnya Steve membalas ciuman itu, saat steve sudah memanas, jennifer menekan dada steve, melepaskan pagutan bibir mereka. Jennifer mendorong tubuh steve. Ia belum siap jika harus melakukan lebih lanjut lagi.
Mereka saling menghirup udara lebih, Dada mereka naik turun menormalkan gairah yang melanda keduanya. Mereka saling beradu pandang lama.
Setelahnya Jennifer berbalik badan hendak pergi saja dari kamar itu. Lebih baik ia menyuruh adiknya untuk melepaskan kancingnya itu.
Saat jennifer hendak melangkah pergi, lengannya di cekal oleh steve.
Lalu steve mendekat lagi, ia menekan kedua pundak jennifer lalu memberikan satu kecupan di ceruk leher istrinya itu.
__ADS_1
"biar aku saja.." ucap steve, ia tahu maksut dari jennifer yang hendak pergi. Mungkin akan meminta bantuan adiknya atau bundanya.
Jennifer diam. Ia membiarkan tangan steve melepaskan satu per satu kancing yang terpasang disana. Tampaklah punggung jennifer yang putih dan mulus. Steve menelan salivanya. Ia ingin meresakan lembutnya kulit itu, tapi ia urungkan.
Setelah semua kancing terlepas, jennifer memegangi baju kebaya itu agar tak jatuh di lantai. "terima kasih.." ucapnya sambil berlalu pergi menuju ke kamar mandi.
Steve berjalan kembali ke arah sofa dan menyandarkan punggungnya disana. Menekan gairah yang hendak membuncah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. HAPPYY REEAADIIGGG....
.
jangan lupa like and vote'nya yaaa... terima kasiih...
__ADS_1