
Hari ini, esok, lusa, dan selamanya
Hanya ada kau di hati
Kau buatku serasa hidup dalam mimpi
Meski terjaga
Tak ada setitik ragu
Hadir mengajakku pindah ke lain hati
Bersamamu hingga bumi tak bermentari
Padamu ku berjanji..
Hoo..oo.o
Semerbak kasih kita
Mewangi selamanya
Harum abadi
Lestari asmara..
Mari kita menua bersama
Hingga putih hitam rambut kita
Ku berjanji 'kan tetap setia
Ho.oo..o
Di dalam pelukmu..
Saat ku tinggalkan dunia...
.
..
.
Terdengar tepuk tangan para undangan setelah jennifer ikut menyumbangkan suara, sebuah lagu yang dia anggap sebagai doa di dalam pernikahannya kelak. Semoga kehidupan rumah tangganya bersama sang suami bisa sampai menua bersama.
Setelah jennifer bernyanyi, Steve tak mau kalah. Dia juga ingin menyanyikan sebuah lagu untuk jennifer. Walaupun pernikahan ini sangat mendadak baginya, tapi tak mengapa toh istrinya juga pilihan dari mendiang mamanya.
*Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I cloudn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
*So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
To night
What we have is timeless
__ADS_1
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
To night
Jennifer menoleh ke arah Steve, ingin menanyakan sesuatu yang sedari steve menyanyi tadi. Apa pemikirannya sama dengan apa yang steve maksut.
"steve..." panggil jennifer ragu.
Steve menoleh ke arah jennifer. "apa?" tanyanya.
"yang tadi kamu nyanyiin bener?" tanya jennifer memastikan. Di dalam makna lagu tadi, seolah steve sudah tertarik dengan jennifer saat mereka baru pertama kali bertemu. Pertemuan pertama yang sangat membuat hati jennifer dongkol.
Steve menaikkan bahunya acuh. Dia tak ingin terlihat mengemis cinta jennifer. Dia bukan termasuk orang orang BUCIN,. "hanya sebuah lagu... gak usah di masukkan ke hati.." jawabnya.
"owh,," jennifer membentuk bibir O... Lalu tiba tiba seseorang datang, yang sangat jennifer kenal.
Sebuah jitakan dari Mely sahabatnya. Entah siapa yang mengatakan kepada Mely tentang pernikahannya ini. Karna setahu Jennifer, Mely sekarang sedang berlibur dan ia tak ingin mengganggu acara Mely itu. Tapi sekarang malah mely ke malam resepsinya.
"bisa bisanya yaa,, lo gak kasih kabar ke gue?? Lo anggap apa gue, hah??" omelan pertama yang keluar dari mulut sahabatnya itu.
Jennifer menyengir,, tertawa ringan. "hehehe... maaf M,, ini sangat mendadak. Gue juga baru tahu tadi pas dateng kesini." jawab jennifer sambil mengusap kepalanya yang tadi di jitak oleh sahabatnya itu. "Gue kira lo sekarang lagi happy happy.."
Mely sudah bersedekap di dada. "Lo tahu,,, gue tadi udah di pesawat, mau matiin HP gue, ech tiba tiba si meika telfon ngabarin elo mau nikah hari ini. Ya otomatis gue langsung cabut kesini. Gue batalin tuuh penerbangan gue." jawabnya.
"hahahhaaa... sorryy... soorry... gue juga baru tahu hari ini M.. Lo salahin bunda deh.. beliau yang ngrencanain ini semua. Sama si meika tuuh" balas jennifer.
"it's OK... gak pa pa.. Yang penting sekarang gue udah disini. Gak terlambat kan.. yaah walaupun gue gak lihat akad lo.." ucap mely.
"iyaa.. gue udah seneng, lo udah bela belain dateng kesini. makasih yaah.." ucap jennifer.
Dan akhirnya Mely pun bercanda gurau sambil menikmati makanan yang di hidangkan bersama meika, aprillia dan bunda.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan tengah malam dan acara pesta itupun sudah selesai.
Kini Steve dan Jennifer sudah berada di dalam kamar jennifer. Mereka sudah membersihkan diri dan berganti dengan memakai baju rumahan tentunya.
"uuhh,,, sangat melelahkan.." ucap jennifer sambil menghempaskan tubuhnya di tempat tidur miliknya sambil meraih handphone untuk melihat notifikasi miliknya.
"jen,, kamu bawa laptop?" tanya steve. Ia pagi tadi tidak sempat membawa keperluannya. Dia ingin membuka e-mail miliknya.
"aku gak bawa,, aku bawa iPad aja. Itu ada komputer, Kalo kamu mau pakek aja." jawab jennifer tanpa mengalihkan pandangannya ke arah steve.
"oh.. oke.." jawaban singkat dari steve.
Mereka berdua kini tengah fokus dengan benda benda canggih yang di pegangnya. Suasana masih hening. Tak ada percakapan di antara keduanya. Mereka lebih memilih menenggelamkan dirinya berkutat dengan pekerjaan yang seharian ini di tinggalkan.
Setelah Steve selesai mengecek beberapa e-mailnya, kini ia mengeluarkan dari aplikasi tersebut. Ada yang membuatnya penasaran saat melihat icon gallery milik jennifer. Ia menoleh ke arah jennifer, masih memandang ponsel miliknya, pikir steve.
Ia meng'klik icon tersebut. Muncullah beberapa pilihan pilihan icon yang sudah di beri judul masing masing. Steve memilih icon yang berjudul 'kenangan SMA'.
Membuka file tersebut, muncullah foto foto dan beberapa video disana. Yang menyita perhatiannya adalah foto saat jennifer dengan seorang lelaki. Bukan, bukan wajah laki laki yang dia lihat di dinding kamar jennifer. Ini berbeda. Siapa lagi pikirnya. Mereka menggunakan seragam sama abu abu putih, tapi sama sama menggunakan slayer anggota OSIS. Di lihat dari foto tersebut sepertinya mereka sangat dekat kala itu.
__ADS_1
"jen,, siapa laki laki ini?" tanya steve. Ia sudah tidak tahan ingin menanyakan tentang sosok ini.
Jennifer mengangkat kepalanya. Memandang ke arah steve lalu beralih menuju komputer miliknya. Jennifer menyipitkan matanya, karena terlalu jauh pandangan matanya sedikit tak mengenali sosok itu. Ia bergerak berjalan ke arah Steve. Berdiri di belakang duduk suaminya itu. "owh,, ini kakak kelas aku. Namanya Arya. yaah sempet deket sih," jawabnya.
Steve menganggukkan kepalanya mengerti, tangannya masih bergerak menekan mouse untuk mengganti ganti foto itu. "yakin,, cuma deket aja..?" tanya steve lagi.
"echm,, yah sempet jadian sih.. hehehe.." sahut jennifer. Ia juga tengah mengamati foto foto itu. Sambil mengenang kejadian masa lalu yang masih tersimpan di otaknya. Ia juga tengah senyam senyum sendiri melihat betapa alay'nya ia dulu.
"Masih suka sama dia?" tanya steve saat ia melihat ekspresi dari jennifer yang tengah tersenyum.
Jennifer menoleh ke arah steve karena kini posisinya ia sudah mencondongkan kepalanya sambil sedikit membungkuk ke arah steve. "ngacoo... dia selingkuh sama nenek lampir.." tukasnya. Wajahnya sudah sedikit keras, mungkin agak kesal.
"nenek lampir??" kata steve mengulang.
"iyaah.. nenek lampir si Saphira itu yang selalu ajah deket............." jennifer tak melanjutkan kalimatnya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan berdiri. Ia keceplosan, Pikirnya Saphira adalah kekasih dari suaminya yang baru di nikahinya itu.
Steve seakan tahu pikiran jennifer lalu ia berkata. "dia bukan kekasihku lagi. kita sudah berpisah saat terakhir aku pergi ke Jepang waktu itu." jawab steve. "saat aku menikah denganmu, aku single. aku sedang tak berhubungan dengan siapa pun. Tapi aku masih ingin menyembunyikan pernikahan kita di luar sana. Aku belum siap. " kata steve lagi.
"ooohh..itu terserah kamu." ucap jennifer. Ia hendak berbalik badan. tapi tangan steve memegangnya. Ia menoleh lagi ke arah steve.
"ini siapa??" tanyanya lagi saat menemukan foto jennifer dengan seorang lelaki lagi. Wajah ini sama dengan yang ada di dinding jennifer.
Jennifer menoleh ke arah komputer lagi. "dia andrew. Mantan aku juga.." jawab jennifer.
"ehm,, kenapa kamu putus sama dia.?" tanya steve lagi.
"haruuss aku jawab?" tanya balik jennifer.
"yaah harus,, aku ingin mengetahuinya dari kamu sendiri. Mumpung ini masih permulaan awal dari pernikahan kita. Kamu juga boleh nanya ke aku kok siapa siapa ajah yang udah jafi mantan aku." jawab steve. Lalu ia menarik tangan jennifer, membimbingnya untuk duduk di pangkuan steve. Jennifer ragu akan hal itu, karena ini sangat dekat dan terlalu intim, yah walaupun kini mereka sudah menikah. "sini.. gak papa.." ucap steve lagi.
Akhirnya jennifer duduk di pangkuan steve. "hemms,, oke.. dia andrew mantan aku, kita jadian dan akhirnya memutuskan untuk berpisah karena mama andrew tak menyetujuinya. Kita berpisah saat akan kelulusan SMA. Memutuskan untuk mengejar mimpi kita masing masing. Dan berdoa semoga suatu hari kelak kita akan di pertemukan lagi dengan keadaan yang sudah berbeda. Mamanya menjodohkan dia dengan seorang wanita, Aku sempat mengetahui kalau pernikahan itu batal." ujar jennifer memberi jeda.
"lalu..??" sahut steve saat jennifer tak lagi melanjutkan ceritanya.. Malah asyik melihat foto foto itu lagi.
jennifer menoleh, "serius ini mau di lanjut lagi?? ntar kamu sakit hati.." tanyanya.
"iya lanjut lagi dong.. aku ingin mengetahui semuanya.." jawab steve.
"oke.." jennifer mengambil nafas dalam lagi. Ia akan menceritakan kisah cintanya dengan Andrew.. "ehm,, saat aku udah nyerah tentang takdir cinta itu, Tuhan sepertinya ingin mempermainkannya. Doa aku di kabulkan, aku bertemu dengan steve di Prancis. Tapatnya waktu itu sehabis dari perjalananku dari Amerika. Kamu masih inget kan beberapa minggu yang lalu?" tanya jennifer.
Steve mengangguk. Ia ingat jika Jennifer waktu itu pergi ke luar negeri. Dan saat saat terakhir di sana Jennifer memang sulit di hubungi, mungkin ini jawaban dari kerisauhan pertanyaannya dulu. "iya aku inget." Steve mencoba memahami jennifer karena ingin mengambil hati jennifer. Membuktikan bahwa tak ada wanita yang bisa menolak paras dan rayuan mautnya.
"yaah, waktu itu kita bertemu tanpa sengaja. Selama pertemuan pertama dan kedua kita bisa di katakan bahagia karena bisa mengulang kenangan kita waktu dulu. aku kira kita memang akan berjodoh. Tapi sayangnya, saat pertemuan ketiga. Ternyata dia malah melangsungkan pernikahannya dan aku datang kesana sebagai tamu. Aaach,, rasanya aku ingin marah saat itu, tapi apa boleh buat. Itu keputusannya." jawaban jennifer.
"Lalu setelahnya..??" tanya steve lagi..
Jennifer menaikkan kedua bahunya. "aku tak tahu lagi tentangnya." sahut jennifer.
"oouwh.." Steve hanya membuka mulut berbentuk O saja. Ia berfikir apa sekalian saja ia menyakan tentang pria yang menjemput Jennifer waktu itu di depan Restoran. "boleh aku tanya lagi..?" steve ragu.
Jennifer tersenyum. "sudah malam.. lain kali saja. Dan suatu saat nanti, aku juga akan menyakan perihal tentang dirimu. Bukan sekarang. Aku ngantuk." Jawab jennifer. Karena memang jam sudah menunjukkan pukul setengah dua malam.
"yaah... baiklaah..." sahut steve.
Dan akhirnya mereka berdua tertidur. Tanpa ada drama pernikahan malam pertama yang mungkin sebagian orang memimpikan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.HAPPYY RREEEAADIING... JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAAA... TERIMA KASIH...