Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 27


__ADS_3

Seorang pelayan membawakan dua cangkir minuman ke ruangan khusus di restoran ini.


Di seberang ruangan itu terdapat ruangan VIP. Ruangan yang biasa di gunakan untuk urusan bisnis oleh para pengusaha.


Tadi sebelum steve mengajak ketemuan, jennifer tengah melakukan metting dengan salah satu koleganya di restoran tersebut.


Pikir jennifer sekalian saja bertemu disitu sambil makan siang bersama.


Sekarang di dalam ruangan khusus tersebut ada jennifer dan stve yang tengah saling melempar tawa dan berbincang bincang. Setelah kejadian di rumah jennifer beberapa hari yang lalu, kini mereka sekarang susah terlihat begitu akrab walaupun salah satu belum ada yang mengutarakan isi hatinya. Hanya sebatas teman.


Jennifer melihat jam tangannya "kayaknya gue harus pergi dulu dech steve." ucapnya.


Steve menatap wanita di hadapannya. "kenapa buru buru? ada apa?" tanyanya serius.


Jennifer tersenyum. "gak apa apa steve.. gue harus pergi karena ada pertemuan penting dengan salah satu kolega bisnis baru di perusahaan tempat gue kerja." jawab jennifer sambil memasukkan handphone ke dalam tas miliknya.


"kenapa kamu yang harus datang..." steve belum sempat berbicara tapi jennifer langsung memotongnya.


"tunggu... tunggu... tadi lo bilang apa?" tanya jennifer memastikan.


steve seperti mengerti maksut jen, lalu ia mendekat ke arah kursi yang di duduki jennifer. "kamu.."


jennifer mengernyitkan keningnya. "heheehe.. agak aneh ya.. kenapa siih.." tanyanya selidik.


steve menggenggam tangan jennifer. "aku ingin kita lebih serius kedepannya jennifer. aku ingin memulainya dengan benar." kata steve.


"maksutnya gimana..?" tanya jennifer.


"yaa kita mencoba lebih deket dengan hubungan ini. toh orang tua kita juga inginnya kan kita nikah." sahut steve.


"hemms.. oke deech.. kita coba sama sama yaa..." ucap jennifer.


"iya.." jawab steve pasti. ia kemudian mengelus pipi jennifer.


deg.. deg.. deg..


duuh,, kenapa sih nih jantung gue. Karena merasa terlalu mendadak, jennifer menggeser tubuhnya dan memalingkan wajahnya karena malu mungkin wajahnya sudah kayak kepiting rebus. Lalu jennifer berdiri hendak melangkah pergi namun tangannya di pegang oleh steve.


Steve juga ikut berdiri dan melihat jennifer sambil tersenyum. "besok aku ke Jepang. Mungkin bisa sampai semingguan. Aku pergi karena pekerjaan. Jangan kangen aku ya Jen. Aku pasti akan sering telepon kamu." ucapnya sambil tersenyum.


"aku gak akan kangen kamu. Jangan modus dech.. mau ngegombal apa coba.. aku gak mempan." kata jennifer.


Steve tertawa. Setidaknya ia bisa pergi ke Jepang dengan tenang saat melihat wajah jennifer.


"ya udah kalo gitu aku pergi dulu yaah.." ucap jennifer sambil berjalan ke arah pintu.


"tunggu.." potong steve cepat. Ia berjalan menyusul jennifer. "hati hati... jangan nakal yaa saat aku jauh dari kamu." ucapnya sambil menarik lengan dan mengecup pipi jennifer dengan tiba tiba. Ia pun langsung pergi lebih dulu sambil tersenyum puas meninggalkan jennifer yang masih mematung dengan tingkah steve. Setelah sadar ia tersenyum dengan kelakuan steve itu.


.


.


"oke deal... senang berbisnis dengan anda Mr.Antonio. " ucap jennifer sambil menyambut uluran tangan lawan bicaranya.


"oke... semoga ke depannya kita bisa menjadi partner bisnis kerja yang baik Mrs.Jenni.. " ucapnya.

__ADS_1


Mely yang tengah berada di samping jennifer melirik ke arah Mr. Antonio dan jennifer sahabatnya itu. Jennifer yang tahu dengan tingkah Mely membalas tatapan mata itu.


kenapa? tanyanya dalam bahasa mata mereka.


sepertinya diia tertarik denganmu. balas mely.


Jennifer hanya tersenyum, karena ia juga merasakan tatapan mata dari rekan bisnisnya itu berbeda. Sebuah ketertarikan hasrat yang ingin memiliki. Tapi entah kenapa pikirannya hanya mengarah ke sekelebat bayangan steve.


Mely dan Jennifer berjalan menuju mobilnya. Hari ini Jennifer tak membawa mobil jadi ia nebeng dengan mely. Ia melihat se keliling, parkiran itu sudah lengang dari hiruk pikuknya kendaraan yang tadi memadati area parkir itu. Ketika mobil telah di luar area parkir perusahaaannya jennifer memilih membuka iPadnya yang berlogo buah apel yang tak utuh itu dan memulai melakukan pencarian.


Beberapa hari ini jennifer di buat penasaran oleh seorang yang bernama steve. Bahkan ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk memata matai steve. Ia ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupannya.


Jennifer ingin memastikan terlebih dahulu pria yang beberapa hari ini telah mengisi kekosongan hatinya. Jennifer merasa sedikit kepo akhir akhir ini, dan kenapa ia tidak tahu sama sekali mengenai kehidupan percintaan sosok itu atau mungkin memang jennifer yang malah selalu cuek terhadap kehidupan orang lain.


Ketika ia mengetik nama STEVE RENALDO PRIMADANA langsung muncul profil yang dicari dan beberapa berita skandal percintaan dengan wanita wanita tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah artis dan para model. Dan ada beberapa model yang jennifer kenal karena mereka bekerja di bawah naungan management model milik jennifer. ceh, playboy juga dia. gumamnya. Mely yang tengah menyetir melirik ke arah jennifer yang tengah fokus ke iPad'nya itu.


Kemudian ia mulai melihat lagi kolom gambar dan muncullah semua beritanya. Foto foto steve ketika berada di club malam, restoran mahal, dan beberapa tempat perbelanjaan yang pastinya dengan gonta ganti perempuan. Serta beberapa berita panas mengenai kehidupan pengusaha muda itu bersama wanita wanitanya.


Dan berita terbarunya kini steve sedang menjalin hubungan dengan model yang sedang naik daun bernama Saphira. huh, wanita itu lagi. pikirnya.


tiba tibe mely berkata "kenapa? kangen?" karena ia merasa jennifer sedikit berubah akhir akhir ini dengan sering menerima telfon dari steve.


Jennifer terkesiap, ia lalu menoleh menghadap ke arah mely. "kalao di bilang kangen sih gak juga M. Tapi gue lebih ingin mastiin aja. " kata jennifer, mobil berhenti di perempatan jalan karena lampu merah. "nih liat..." lalu menyodorkan iPad itu ke mely.


Mely tersenyum, pasalnya ia sudah tahu. Karna mely yang selalu mengurusi urusan kantor, jadi ia sedikit lebih mengenal tentang sosok steve itu. "ini siih bukan gosip lagi.. udah bukan rahasia lagi.." ucapnya sambil matanya mengarah ke iPad milik jennifer.


"lo udah tahu.. kok bisa..." tanya jennifer.


"ceh,, sejak kapan lo suka kepo." sahut mely . "lo kan taunya terima bersih.."


jennifer hanya menyengir kuda. Memang benar kalau ia hanya akan menerima hasil saja. Jennifer akan menemui kolega bisnisnya jika memang itu mendesak dan tak bisa dilakukan oleh melY maupun adam.


Jennifer melongo, "hah,, serius loo... sejak kapan? lo belom ceerita ke gue dodol.." ucapnya.


"hehehehe... maaf,, kelupaan ngasih infonya." jawab mely. "telfon aja kalau emang lo penasaran.."


hhmmmss.. jennifer diam. ia menimbang ninmbang perlukah ia menelfon steve malam ini. Dan akhirnya ia menelfon steve.


tut.... tut.... tut......


Masih ada nada terhubung. Butuh beberapa detik untuk mendengar suara steve.


"Hallo" jawab seorang wanita.


deg


Jennifer mengernyitkan kening. Belum membalas ucapan pertama itu. Lalu Jennifer dapat mendengar wanita itu memanggil steve dengan sebutan sayang. Steve menjawab panggilan itu yang sepertinya ia tengah jauh dari ponsel itu tapi tetap terdengar suara steve walaupun kecil. Jennife terkesiap.


Jadi selama berdekatan dengang jennifef ini steve mempunyai kekasih pikirnya.


"kamu siapa?" jennifer ingin memastikan terlebih dahulu sebelum terjadi kesalah pahaman.


"aku kekasihnya. Dan sebentar lagi akan menjadi tunangannya. " jawab wanita itu.


"seriusly? kenapa aku tak mempercayai ucapanmu yah.. lalu siapa namamu?" tantang jennifer. ia memastikan dahulu, jika tebakan di pikirannya benar maka ia akan mengambil keputusan.

__ADS_1


"sangat jelas. namaku Saphira, kau tahu kan model yang tengah naik daun itu. Dan jika kau masih ragu, aku bisa membuktikan. " ucapnya yang juga tengah menantang.


"hah,, jangan sombong. kau bisa jadi model terkenal sekarang ini hanya karena kau menggunakan tubuhmu itu kan. " balas jennifer. ia sepertinya masih mempunyai rasa dendam di dalam hatinya mengingat nama Saphira itu.


"jaga ucapanmu.. aku bisa laporkan kamu.." ucapnya tak terima. lalu terdengar wanita itu memanggil steve lagi. "sayang...aku kangen kamu" dan di balas "iya aku juga" lalu terdengar suara suara decapan orang sehabis berciuman.


sialan..... jennifer mengepalkan tangannya. menahan emosi yang ada pada dirinya. Bisa bisanya ia tertipu rayuan steve kala itu.


"*Bag*aimana?? kau mendengarnya...?" kata wanita itu lagi setelah lima menit tak ada suara hanya terdengar bunyi kecapan mulut yang beradu. "menjauhlah... karana hanya aku wanitanya yang ia cintai saat ini. "


"hhmm.. baiklah..terima kasih telah membukakan mata saya lagi.." jawab jennifer.


"maksut kamu.."


"tidak ada..."


"baiklah.. dan aku peringatkan kamu sekali lagi, jangan ganggu hubungan kami lagi. jangan ganggu calon tunangannku.." ucapnya mengancam.


ceh,,, harusnya lo ngaca wooiiii... siapa yang salalu jadi ****** disini. ucapan jen hanya dalam hatinya saja. "baiklah... " jawab jennifer lalu mamatikan sambungan telefon itu. sungguh menyebalkan...


"kenapa?" tanya mely... ia juga mendengar perdebatan jennifer dengan seseorang di seberang sana.


"dia sama cewek..." ucapnya. lalu ia mengedarkan pandangannya ke luar jendela. Lalu ia membuka separo jendela itu agar bisa merasakan angin malam yang berhembus menerpa wajahnya.


"sabar... bukan jodoh... " jawab mely. Sebebarnya ia juga tak mendukung dengan hubungan jennifer dengan steve karena ia mengetahui kehidupan percintaan strve yang gonta ganti pacar.


Ketika jennifer melihat jam di tangannya lagi, jam menunjukkan pukul 22.20. Jika steve berada di Jepang, itu berati disana sedang dini hari atau sekitar pukur 00.20.


seorang lelaki dan wanita bersama di dalam sebuah ruangan dan disana tengah malam, apalagi yang tidak mungkin mereka lakukan. Pasti mereka melakukannya... pikir jennifer. ia masih bergelut dengan pikirannya. Lalu ia menghembuskan nafas berat.


sialaaan.... que di tipu mentah mentah sama dia. oke,, mulai sekarang aku tak akan meresponmu lagi. silahkan, puas puaskanlah dengan wanita jalangmu itu...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. HAAAPPPYYY REEEAADIINGGG


__ADS_2