Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 9


__ADS_3

Kumandang adzan maghrib terdengar menggema di telinga. Semua orang beranjak ke masjid yang letaknya tak jauh dari rumah bunda. Kecuali mely yang memang berbeda agama dengan jen. Walaupun cuaca masih gerimis, tak menyurutkan niat untuk beribadah. Dengan menggunakan beberapa payung mereka pergi ke masjid, menunaikan kewajiban umat muslim.


Setelah selesai mereka kembali ke rumah, ada yang berbeda saat pulang, steve dan jen mEnggunakan payung bersama dan tertinggal. Karna tadi jen sempat bertemu dengan ibu pengurus 'rumah singgah' milik jen. Berbincang bincang membahas masalah rumah singgah apa ada kekurangan yang diperlukan. Memang rumah singgah diperuntukkan bagi anak anak yang kurang mampu tapi tetap ingin bersekolah, keberadaan rumah singgah membantu anak anak tersebut untuk tetap bersekolah.


Tak ada percakapan saat pulang kerumah, jen dan andrew memilih diam. Hanya ada kata kata 'awas hati hati, licin'..


Saat sampai dirumah sudah disambut oleh kedua adiknya yang memang suka ngejahili sang kakak.


"eeerhhhmmm,,, eerhmmm,, ciie,, ciieee... eechmm... yang pulang bareng sama calon suami.." kata aprillia..


"iya nih dek... lama betul jalannya padahal cuma deket situ doang." ucap meika menimpali.


"ngomong apa siih niih adek adek gue... gak jelas bangeettt.." balas jen melangkahkan kaki pergi ke kamar.


"kak... nanti jadi yaa.. udah aku siapin semuanya..." teriak aprillia.


berbalik badan "kamu serius... gak liat itu masih ujan.. yaah walaupun cuma gerimis siih.." jawab jen.


"serius kak... gazebonya tadi juga udah aku tutup dibantu bi inah... ayolah,, masak gak jadi siiih.. tinggal manggang doang koq.. pleaseeee" rengek aprillia.


"yaa udah oke... tapi ada syaratnyaa..." memikirkan sesuatu... "semua harus pakek kaos jersey.. gak ada make up cakep cakep." hahahhahahahhaaaa


"iich.. kok gitu siih.. " sebel.


"mau nggak??"


"ya udah deech... deal... tapi kak steve ikut yaa... " pinta aprillia.


"terserah" jawab jen kembali berbalik badan melanjutkan langkahnya.


Dasaar cewek cuek, gak peka bangett. Malah adek adeknya yang care sama gue. umpat steve dalam hati.


Memang Papa jacob dan steve menginap di rumah, dikarenakan permintaan bunda. Soalnya hujan tadi deras sekali dan pasti jalanan licin apalagi berkelok kelok, kalau bukan sopir yang ahli takutnya terjadi apa apa yang tidak diinginkan.


Sekarang semua telah duduk di depan meja besar, menyantap beberapa makanan yang terhidang disana. Obrolan hangat yang tercipta di suasana meja makan itu. Saling melempar guyonan guyonan yang dirasa lucu, kadang menceritakan masa lalu dari anak anak mereka.


Setelah selesai makan malam mereka beranjak ke ruang tengah, bunda mengobrol dengan papa jacob. Aprillia sibuk dengan urusan barbeqiunya.. Meika membantu bi inah mencuci piring. Mely dan jen memilih duduk diteras samping rumah dekat dengan dapur, mengecek beberapa e_mail yang masuk di laptopnya. Sedangkan steve menerima telepon entah dari siapa karna dia berjalan ke depan rumah.


"M... loe bawa uang cash???" masih tetap menatap laptop.


"bawa,, tapi gak banyak.. mungkin cuma 3 jutaan.. kenapa" jawab mely juga masih menatap laptop.


"kalo segitu gue mah juga ada.. gue butuh 20 jutaan.. ambil dimana yaa..?? atm paling dekat disini cuma di swalayan kemaren.." sahut jen.


baru menoleh ke arah jen, "lo butuh buat apa?? kok mendadak.." tanyanya.


"buat di kasih ke bunda sama buat gaji pekerja kebun teh.." jawab jen.


"lah biasanya kan lo transfer lewat meika, uang bulanan itu.."


"yang uang bulanan itu biar buat tambahan rumah singgah. tadi gue ketemu sama ibu pengurusnya, katanya ketambahan anak terus." cerita jen.


"oouwh.. ya udah.. mau gue ambilin ke atm??" kata mely memberi tawaran.


"enggak usah,, gue aja... kamu urus ini.." memberikan laptopnya yang berisikan beberapa berkas berkas ketikan urusan kantor. "gue cabut yaa.. kalo udah selesai ganti baju jersey yang udah gue siapin di kamar terus ke gazebo belakang. Aprillia minta kita barbeqiuan..." perintah jen.


"oke" jawab mely yang sudah bergelut dengan laptop tersebut. Yaachhh apapun perintah jen pasti akan dilakukannya. Jen yang dulu menyelamatkan hidupnya, yang membantu dikala susah, yang ada setiap dia membutuhkan, jadi sekarang saat inilah balas budinya, toh dia juga dibayar sebagai asistennya jen.


.


.


Jen mengambil jaket rajut polos dikamar, meminta ijin keluar kepasa ibunya.


"bundaa.. jen keluar sebentar yaa.. ada yang perlu jen beli" kata jen menghampiri bunda dan mencium tangannya.


"sama siapa?" tanya bunda.


"sendiri bunda.."


"sama steve aja.. tuuch anaknyaa..." sahut papa jacob. Steve yang baru saja memasuki rumah juga mendengar ucapan papanya.


"memang mau kemana?" tanya steve.


"ini jen ingin keluar sebentar membeli barang."ucap bunda.


"oowh.. ya udah ayook" jawab steve sambil menggandeng tangan jen. Awalnya ada penolakan menepis tangan steve tapi tetap dipegang erat tak dilepas malah mempereratnya. Akhirnya jen tak mau ambil pusing, dia mengikuti steve keluar.


"pakai mobil aku aja..." kata jen.


"mobil kamu di dalem, di luar mobilku.. pakai mobilku aja.." sahut steve.

__ADS_1


"apa tadi sebelum sampai kesini kamu mengisi bahan bakar dulu?" tanya jen.


"tidak"


"oke... pakai mobilku. kau taau kalau kita memakai mobilmu itu kita akan kehabisan bahan bakar dijalan." kata jen mengakhiri. Menuju mobilnya dan masuk.


Steve memundurkan mobilnya, dan mobil jen keluar. Mobil steve masuk lagi yang berarti sekarang ada di depan pintu. Steve keluar dan menuju mobil jen lalu masuk.


Jen yang mengemudi steve duduk disampingnya. Mobil berjalan pelan karna memang kondisi jalan licin. Tak lama dering ponsel jen berbunyi. Lalu ia menggeser ke tanda hijau,, mengaktifkan speker bluetooth memasang di telinganya.


"haalloooow"


"....."


"haaii my brother... i'm fine"


".............."


"seriously??? why???"


"..............."


"no... i was out of business"


"..............."


"hhheeeemmmmzzzzz,,, what do I get if it works??"


"........................"


"seriuously??? oke... i'm ready.. but,, wait for my schedule first." hahahhahaa...


".........."


"oke... see you"


Mematikan teleponnya, menengok ke arah spion untuk melihat apakah ada mobil dibelakangnya. Karna mobil jen akan menyeberang ke arah berlawanan.


Mobil berhenti tepat di depan swalayan. Steve menengok ke arah jen.


"siapa itu tadii??" tanya steve menyelidik.


"temen" jawab jen.


Mereka melangkah memasuki swalayan. Jen menuju tempat atm, mencoba menggunakan mesin atm itu mengambil uang disana. Semoga bisa mencapai target yang dikehendaki jen. Butuh waktu beberapa kali mengambil uangnya. Segepok uang sudah ditangan dan dimasukkannya ke clutch. Mengambil kartu dimesin atm itu. Berbalik menunggu steve yang entah membeli apa.


steve pov


Aku memasuki swalayan menuju rak bagian rokok, memilih yang aku suka. Aku kira jen juga akan mengambil barang yang diinginkan tapi ternyata dia menuju mesin atm. Aku lihat dia mengambil uang, tapi anehnya beberapa kali mengambilnya. Dan yang terakhir aku lihat die tengah memegang segepok uang mungkin sekitar 15 sampai 20 jutaan. buat apa uang itu,,?? sepertinya tabungannya cukup banyak. Tapi kata bunda tadi sore dia hanya kerja sebagai karyawan biasa. entahlah.. aku lihat dulu aja..


.


.


.


"sudah selesai?? " tanya steve.


"sudaah. . . .. yuuk pulang.." jawab jen.


Mereka keluar dari swalayan, sepertinya ada tempat duduk dan meja kecil di depan swalayan itu, steve mengajak untuk duduk dulu, ia ingin menghabiskan sebatang rokok dulu.


"kamu kerja dimana jen?" tanya steve sambil membakar nikotin itu.


"di kota X... ??" jawabnya balik.


"aku juga di kota X... kamu tau perusahaan SF CORP?? itu punyaku, aku ceo'nya.. " menyombongkan diri.


"Cih..... aku gak nanya yaa..." ucap jen.


"hahahahhahahaaaaa.... siapa tau kamu kepo" ujar steve.


"iidiiiih... kePD'an lo tau gak.." sahut jen.


"yaa haruus percaya diri dong jen. Kalau gak gitu aku gak jadi ceo dong.." kelakarnya menyombongkan diri lagi. "kamu kerja apa?"


"hanya karyawan biasa di sebuah perusahaan." jawab jen. kamu mau mancing mancing aku steve,,, hahahhaaaa


"perusahaan apa?" penasaran.


"A G" jawabnya.

__ADS_1


"apa itu??" masih penasaran.


"lo gak usah kepo kepo deeh... yuuk buruan balik.. nanti aprillia ngambek, dia tadi minta barbaqiu'an... " ajak jen mengalihkan pembicaraan.


"oowh.. ya udah.. ayoo." menggandeng tangan jen lagi. Menuju mobilnya, dan steve meminta diayang akan menyetir. Karna gerimisnya juga sudah berhenti jadi dia tidak menggunakan payung.


Setelah menempuh seperempat jam mobil berhenti karna sepertinya ada sedikit kemacetan dikarenakan kecelakaan.


Sambil menunggu mobil jalan kembali, jen menekan tombol play music. Mencari lagu yang akan di dengarkannya..


"dengerin lagu aja yaaaa,, dari pada bosen" kata jen melirik steve. Dan steve mengangguk.


Terdengar musik mengalun, sepertinya bukan lagu indonesia tapi......


aht yung mai praum tee ja mee tur


mai teung wun tee ja ruk gun


roo wai wah nai suk wun chun ja tum hai dee gwah nee


eek mai nahn chun ja glup mah


yo kiang kahng tur took nahtee


pror jai chun duang nee mun yung kon bpen hua jai kaung tur


.laung maung hai leuk long bapi dai mai


.leuk kao bpai nai jai


.wah chun yung bpen poo chai tee tur koon koey


.dtae bahng tee cheewit gor mee het pon


.mee ruerang arai mahk mai


.gratop hai mun bplian bplaeng


.bplian bpai jahk tee koey


kor kae piang hai tur kao jai wah rao yung mee gun


mae ja mee arai bahng yahng mah gun kwahng


dtae chun ja yung gep jai ao wai hai tur


.. aht yung mai praum tee ja mee tur


.. mai teung wun tee ja ruk gun


.. roo wai wah nai suk wun chun ja tum hai dee gwah nee


.. eek mai nahn chun ja glup mah


.. yo kiang kahng tur took nahtee


.. pror jai chun duang nee mun yung kon bpen hua jai kaung tur...



Jen nampak mengikuti irama lagu tersebut.. bahkan dia ikut menyanyikan lagu tersebut, sampai sampai memutar kembali lagu tersebut karna masih belum puas.


Steve hanya diam, terkadang melihat ke arah jen yang sedang bernyanyi.


Setelah itu jen membuka dashboard mobil, mengambil amplop coklat disana, memasukkan uang yang diambilnya tadi dan menutupnya kembali lalu disimpan lagi ke dalam cluthnya. Hal itu juga diamati oleh steve. Tapi ia ragu untuk menanyakan perihal uang tersebut. Sampai mobil di depan rumah dan mereka turun, tak lupa steve membukakan pintu untuk jen dan menggandeng tangannya menuju rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.HAPPY. REEAADIINGGGGG


__ADS_2