Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 11


__ADS_3

Suasana dingin sehabis hujan, tak menyurutkan niatan empat gadis yang ingin melakukan barbeqiu'an. Suara ketawa mereka tak akan mengganggu tetangga karna mereka berada di gazebo belakang rumah. Walaupun hanya ada aprillia, meika, mely, dan juga jen yang baru ikut bergabung tapi tetap saja membikin suasana seperti pasar. Gelak tawa mereka mengisyaratkan kalau mereka sangat menikmati suasana ini. Tak lupa merekabjuga merekam moment kebersamaan mereka sebagai kenangan nanti dimasa depan.


Tak lama steve datang yang membuat empat gadis itu menengok ke arah seorang yang baru datang. Aprillia sontak melebarkan matanya saat mengetahui baju yang dipakai steve sama dengan kakaknya.


" iiiiiidiiih... cie,, cie,,, bajunya couple'an yaa sama kak jen..." kata aprillia.


"iya niih.. eerhmm errhmm" meika berdehem. "udaah saling mengenal niih kak?" tanyanya..


"iyaa nih mei, kakak kamu yang kasih baju ini." jawab steVe sambil ikut duduk di sebelah jen. Jen tak menghiraukan steve yang berada di sampingnya, dia tengah fokus ke handphone nya.


"nyet,,, bukannya ini baju yang lo beli waktu di madrid itu kan.. yang kita ketemu sama cr7???" tanya mely yang spontan mengingat kepingan kejadian saat liburan di madrid. Mely tau sebenarnya untuk siapa baju itu tapi ia tetap bungkam tak ingin membahasnya.


madrid??? apa jen pernah kesana? dan apa tadi mely bilang, kalau jen pernah bertemu dengan cr7? pesebak bola terkenal itu? gumam steve dalam hati.


"iya.. daripada gak kepakek.." jawab jen tapi tetap dalam posisi sama memegang benda pipih ditangannya, matanya terus fokus ke arah benda tersebut.


"kalian ke madrid kak?? kok aku gak diajak siih.." ujar meika yang sudah tau kehidupan kakaknya beberapa waktu lalu yang membuat ia tercengang bukan main.


"iyaaa... aku jugaa gak diajak.." timpal aprillia.


"itu kakak sama mely dapet bonus jalan jalan ke madrid dari bos kakak. Kalau gak gitu mana bisa kakak kesana. Mana ada uang.." sahut jen berbohong.


"oiyaa bener... kita dapet bonus waktu itu, jadi lumayan lah cuci mata walaupun cuma dua hari.." sahut mely yang tau akan kesalahannya yang berbicara tak pada tempatnnya.


haalaahh.. emang aku percaya sama kamu kak.. kamu keliling dunia sekalipun juga kamu bisa kak. batin meika.


"ya udaah,, mana nih hasil masakan barbeqiu kamu.. kakak pengen coba.." kata jen yang sudah menutup layar handphone nya.


"tuuh.. bi inah udang datang.. " tunjuk aprillia.


"jadi yang masak bi inah bukan kamu?" tanya jen.


"enggak.. yang masak aku kak. tadi panggangan terakhir dikerjain bi inah.. cobain deech,, ini pakek bumbu rahasia aku.. " ucap aprillia bangga.


bi inah sudah meletakkan makanan itu di meja kecil, melangkah masuk ke dalam rumah.


"makasiih bi inah... " ucap jen saat bi inah hendak keluar. "iya non.. " jawab bi inah.


Setelah bi inah tak terlihat, baru jen berbicara. "kalian harus bilang terima kasih kepada orang yang sudah membantu kalian, sekecil apapun itu bilang terima kasih, nggak hanya cuma senyum doang tapi juga ucapan." kata jen menasehati kedua adiknya. Matanya sudah di tajamkan ke arah meika dan aprillia. Karna sejak tadi setelah bi inah menaruh makanannya tak ada satupun mereka yang mengucapkan terima kasih ke bi inah, dan akhirnya jen yang mengucapkannya saat bi inah hendak melangkahkan kaki masuk ke rumah.


Aprillia dan meika yang sudah mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya hanya menunduk. "iyaa kak.. kita minta maaf.. janji gak akan ngulangi lagi. " kata meika.


"iya kak,, maaf ya kak.. "ucap aprillia.


Sedetik kemudian jen merentangkan tangannya mengarah ke kedua adiknya. Meika dan aprillia berhambur ke pelukakan kakaknya. Mereka bertiga berpelukan. "jangan di ulangi lagi... dan satu lagi jika sudah malam gini jangan pernah menyuruh bibi atau akang akang yang ada di rumah ini, biarkan mereka istirahat, kasian, sudah sejak pagi mereka bekerja,, kalau kalian butuh sesuatu kerjakan sendiri." kata jen lagi.


"iyaa kak.." kata meika dan aprillia kompak.


mama memang tak salah mencarikan jodoh buat aku. makasih mah.. kata steve dalam hati.


"udaah dramanyaaa... yuuk buruan makan nih.." ucap mely yang sudah menikmati makanannya. "ini sangat lezat pril,,, kamu emang mewarisi keahlian ayah kamu"


"terima kasih kak pujiannyaa.." tersenyum banggaa.. "aku akan jadi chef nanti.." ucap aprillia.


Jen mengambil dan mencoba memasukkannya ke mulut, mencicipi rasa apa yang kurang.. "betuull M... enak... tapi kalo aku sih pengennya yang agak spicy gituu,,, hahahahaa.. maklum doyan cabee..." kata jen.


Melihat ke arah steve, yang hanya melihat makanan itu saja. "kamu gak suka??" tanya jen ke steeve.


"bukan gituuu... dulu aku sering dibuatin kaya gini sama mama, dan di potong kecil kecil baru aku makan. " jawab steve.


Tanpa banyak bicara, jen menggeser tubuhnya lebih dekat dengan steve agar dia dapat memotong motong daging tersebut. "sudah" katanya lagi.


Steve tersenyum.. "terima kasiihhh calon istri.." jawabnya.


"..............." tak ada jawaban dari jen. dia tengah asyik melahap daging barbeqiu itu.

__ADS_1


Setelah selesai makan, meika membersihkan gazebo itu agar lebih leluasa untuk bercengkrama. Aprillia membawa bekas pring piring itu ke dapur dan kembali lagi ke gazebo.


"J fotoin dong... buat senatural mungkin" perintah mely, dia berpose melihat laptopnya seperti tengah mengerjakan sesuatu.


"mana sini HP lo.." sahut jen.


CEKREEEK... CEKREEEKK... CEKREEKKK...


"Udah... niih.."


"makasih nyet... " kata mely.. "lo sama steve giih,, gue fotoin lo berdua..."


"enggak lah nyet... malest gue... " kata jen.


"eech,, boleh juga ituu, ayoo mel fotoin kita.." perintah steve yang sudah di samping jen, merangkul pundak jen, jen yang saat itu masih menoleh ke arah samping melihat tangan steve di pundaknya, dipaksa untuk mengikuti tangan steve yang berada di dagunya. tangan steve memelenkungkan bibir jen agar tersenyum, dan akhirnya CiiiiiiSss,, cekrek,, cekreekkkk,,, cekreekkk...


"ikut dong...." kata aprillia yang baru datang.


"aku juga.." kata meika.


akhirnya steve ditengah, di depanya jen, kedua tangan steve ditaruh di pipi jen. sementara meika dan aprillia berada di belakang steve. cekreekk.. cekreekk...


Setelahnya mereka duduk bersandar dinding gazebo itu. Jen mendapat notifikasi dari handphone nya, steve juga tengah melihat benda pipih miliknya. meika tengah memetik senar gitarnya. mely fokus ke laptopnya.


"kak,, nanti habis aku lulus, aku lanjut ke prancis yaa.. disana ada sekolah memasak kak, aku udah daftar beasiswa kesana. doa'in lolos ya kak.." kata aprillia.


"kamu serius... berapa persen?" tanya jen.


"serius kak... 100%... aku pengen jadi chef yang terkenal.." katanya.


Jen mengambil Handphone nya, mencari apa yang di inginkan. Setelahnya mengarahkan ke arah aprillia. "kalau kamu gak lolos pun, akan kakak beri jalan ke sini.." ucapnya.


Mata aprillia melotot saat melihat apa yang diberikan informasi dari handphone kakaknya. Sebuah universitas di Amerika.


"kakak serius??" tanya nya.


"oke kak... ech kak.. nyanyi yuuk.." ajak aprillia.


"ayoo.. pinjam mei" jen mengambil gitar yang di pegang meika.


cek... cek... ceek....


jreeng... jreeng... jreeng....


ku bersyukur memiliki kamu


ku bahagia ada di sampingmu


hati ini terasa tenang


bila kau selalu bersama diriku


ku terima kekurangan kamu


kau terima kekurangan aku


lengkapilah lembar jalanku


untuk mengarungi di setiap langkahku


dari dalam hati kau takkan terganti


sampai nanti aku mati


dari dalam hati kau takkan terganti

__ADS_1


ku cintai kau setulus hati


ku sayangi kau sepenuh hati


aku mohon kau tetap di sini


menemani aku saampai akhir nanti


kan ku jaga kau s'lama lamanya


sampai raga tak lagi bernyawa


aku mohon kau tetap setia


menemani aku sampai akhir dunia



Saat jen memetik senar gitarnya memulai bernyanyi, diam diam steve merekamnya. Terlihat di layarnya jen yang tengah fokus bernyanyi. Ada senyum tersungging di bibir steve. enteh makna lagu itu untuk siapa, yang jelas steve merasa senang berprasangka mungkin lagu itu untuk dirinya.


Setelah puas bernyanyi nyanyi, meika aprillia jen dan mely memutuskan untuk istirahat. Mereka semua kembali ke kamar masing masing termasuk steve. Saat Jen dan mely berjalan ke kamar, steve mendengar perbincangan mereka.


Jen berjalan sambil melempar handphone nya ke mely yang sudah siap siaga menerimanya, karna sejak tadi ia juga sudah mengira ada yang tidak beres dengan gelagat jen saat di gazebo. "kita beri pelajaran tikus clurut itu, buat dia kembali ke tempatnya. Bisa bisanya bermain main denganku" kata jen yang sudah di stel dengan mood gaharnya, tatapan dingin, dan amarah yang sejak tadi ia pendam.


Dan tanpa diketahui keduanya steve mendengar perkataan itu.


apa maksutnya??? dan dia seperti bukan jen yang barusan aku kenal. kata steve dalam hati. tapi ia tak merespon sepenuhnya. ia tetap kembali ke kamarnya.


Membersihkan diri ke kamar mandi dan beranjak tidur. Melihat kembali rekaman video jen di handphone nya. Memutarnya berulang ulang sampai ia tertidur.


.


.


Malam semakin larut, sunyi senyap menyapa. Hawa dingin yang terasa semakin dingin sampai ke tulang. Semua orang sudah bergelut dengan mimpi mimpinya masing masing Tapi tidak dengan dua orang gadis yang berada di kamar terpisah itu. Mereka masih setia dengan laptopnya masing masing. Keahlian mereka dalam urusan hacker meng hacker sekarang dikerahkan, memperlihatkan angka angka dan simbol simbol di layar laptopnya. Pukul sudah menunjukkan pukul 01.30 dan mereka masih setia dengan apa yang dilakukan.


steve terbangun tengah malam karna ia belum mematikan video yang diputarnya secara terus menerus. Mematikan handphone dan berniat men charger nya. Berdiri menuju meja kecil dan menyambung aliran listrik ke benda pipih miliknya. Saat dia berbalik tanpa sadar ia melihat ke arah jendela, ia melihat ke arah luar yang menunjukkan pemandangan kamar milik jen. kenapa lampunya masih menyala, pikirnya. dibukanya tirai renda jendela itu agar lebih terlihat. yaah memang kamar jen masih menyala, dan steve melihat jen dan mely yang tengah asyik di depan laptop masing masing. jam segini masih belum tidur, apa yang dikerjakannya. teringat akan perkataan jen waktu ia berjalan di lorong tadi. Steve mengamati dari kamarnya karna memang jendela kamar jen dibiarkan terbuka agar dapat merasakan hembusan angin yang alami. Steve masih tetap berdiri sambil membakar rokok yang diambilnya. Melihat ke arah jen tanpa berpaling. Tak lama kemudian jen dan mely memelengkungkan bibirnya, tersenyum penuh arti, lalu mereka mengangkat tangan dan mengepalkan seperti ingin meninju orang, selanjutkan kepalan tangan mareka itu saling mengetoskan. Tanda keberhasilan mereka.


Steve mengawasi setiap apa yang mereka lakukan. sampai jendela ditutup mely, dan lampu mati berubah menjadi remang yang menunjukkann bahwa dua orang itu akan beranjak tidur.


Steve juga sudah mematikan rokoknya dan beranjak ke arah ranjang dan untuk tidur kembali.


jen pov


Setelah bergelut dengan laptopnya, jen dan mely tersenyum kemenangan. tinggal menunggu huru hara besok yang akan terjadi. mereka mengepalkan tangan ke atas dan saling meninju seperti orang yang melakukan 'tos', tapi ini dengan tangan terkepal.


"gue puaass M... " kata jen.


"hahahhaaa.. gue pengen liat besok kaya gimana tuh aksi tikus clurut kalau hartanya udah abis tak tersisa.." jawab mely.


"hahahahaaa... siapa suruh main main sama kita.. udah yuuk tiduur.. ngantuk" beranjak ke kamar mandi membersihkan diri. Mely menutup jendela dan mematikan lampu. Tak lama jen keluar dan mely masuk ke kamar mandi. Setelahnya mereka membaringkan tubuh ke kasur empuk milik jen. Hanyuut dalam mimpi mimpinya...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.HAPPY. READIIINGGGG...


__ADS_2