
"APAA?" kata jennifer bernada tinggi di depan bundanya, yang bahkan sampai saat ini belum pernah jennifer berkata kasar dan meninggikan suaranya. Setelah penjelasan dari bundanya tadi ia sangat shock dan tak mampu berfikir sejenak.
"bagaimana pun, kamu sudah matang di umurmu sekarang ini jen. bunda sangat menginginkan pernikahan itu terjadi. Lagi pula itu juga keinginan mendiang ayahmu." sahut bundanya jennifer. Ia masih duduk dengan tenang. Berbeda dengan jennifer yang sudah berdiri berkacak pinggang.
Jennifer menoleh ke adiknya meika. "kenapa kamu gak cerita sama kakak mei.? tahu gini kakak gak akan datang." ucapnya frustasi.
Bagaimana mungkin ia akan menikah dengan steve jika mereka berdua belum saling memahami satu sama lain. Di tambah lagi beberapa hari yang lalu datang di hidupnya laki laki yang berkharisma dan mampu membuat hatinya berbunga bunga.
Selain itu bunda juga belum mengetahui pekerjaan apa yang selama ini jennifer lakukan. Mungkin kah ia bisa tetap seperti biasa wara wiri keluar kota bahkan keluar negeri setelah menikah nanti. Jennifer belum siap jika harus berhenti bekerja.
"maaf kak... bunda melarangku." jawab meika sambil menundukkan kepalanya.
Lalu tiba tiba ponsel jennifer berbunyi tanda pesan masuk, ia merogoh ke dalam sakunya dan membacanya.
💌 semua sudah beres bos... anda memiliki 50% saham di perusahaan itu.
Itu adalah pesan dari seseorang di seberang belahan dunia lain. Di tengah kemelut amarahnya, dia baru saja mendapatkan kabar yang sangat baik. Lalu setelahnya ia mendekat ke arah bundanya. Duduk bersebelahan dengan bunda tercintanya.
"oke,, jennifer akan menikah." kata jennifer akhirnya. Bagaimana pun ia takkan bisa mempermalukan bundanya di hadapan para kerabat dan tetangganya jika sampai pernikahan itu di batalkan.
"terima kasih nak.." ucap bunda.
belum selesai bundanya berbicara, jennifer memotongnya lebih dulu. "Tapi bunda.. bunda harus dengerin penjelasan jen kali ini. " kata jennifer lalu ia mengambil nafas menghembuskannya berlahan. Ia mengambil notebook nya lalu mencari sesuatu disana, setelah menunjukkan kepada bundanya.
"sebenarnya Jennifer sudah mempunyai perusahaan sendiri bunda. Namanya Angkasa Group. " sambil menunjukkan gambar perusahaan itu.
bundanya sedikit tercengang, menutup mulutnya tak percaya bahwa anak kesayangannya ternyata sudah sangat sukses sekarang.
"Jennifer juga mempunyai tujuh cafe, empat restoran mewah, dua resort, enam hotel di seluruh daerah negeri ini termasuk resort punya ayah itu. Dan juga satu butik dan satu rumah baju. Semua itu tersebar Ada di Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, Bali, Kalimantan, dan juga di Palembang. Dan mungkin untuk beberapa waktu ke depan jennifer akan membuka lahan perumahan. Masih dalam proses." kata jennifer masih juga memperlihatkan gambar gambarnya.
Belom selesai jennifer menjelaskannya. Bunda sampai geleng geleng kepala.
"Jennifer juga mempunyai sebuah hotel dan restoran di Thailand. Jennifer juga mempunyai sebuah restoran dan perusahaan periklanan (advertising gitu) yah walaupun masih kecil itu berada di Amerika. Jennifer juga mempunyai satu butik, satu restoran, satu cafe, dan sebuah management model, mungkin setelah ini juga akan mempunyai perusahaan kecantikan di Paris." kata jennifer.
Bunda menatap putri sulungnya itu, betapa bangganya terhadap kesuksesannya. "bunda gak nyangka kamu sesukses itu nak.. maafkan bunda yang tak memahamimu." ujarnya.
Jennifer menggeleng. "bukan salah bunda. Ini semua jennifer lakukan buat bunda dan adik adik. "
"terima kasih nak.." ucap bunda. walau sebenarnya bunda juga merasa kasihan dengan rutinitas pekerjaan anaknya itu. Dulu bunda ingin menambah membeli tanah perkebunan teh di belakang rumahnya itu tapi bunda kebingungan mencari uang, dan saat itu jennifer langsung memberikan uang yang di butuhkan. sempat terheran dapat darimana uang tersebut. Dan juga jennifer mempunyai rumah singgah di desa itu untuk membantu anak anak yang tak mampu bersekolah dan selalu mengirimkan uang bulanan tepat waktu dengan jumlah yang banyak. Maka kini terjawablah sudah pertanyaan pertanyaan itu yang sedari dulu ingin bundanya pertanyakan.
"jika aku menikah nanti, apa aku masih bisa bekerja bunda? Dan juga aku harus wara wiri kesana kemari jika terjadi sesuatu yang tak di inginkan.." tanya jennifer.
Bunda menghela nafasnya. Jadi ini keraguan yang di alami putrinya itu. "kamu bisa bicarakan itu dengan steve nak. bunda yakin dia pasti akan mengerti. " jawab bunda.
"baiklah." kata jennifer. Lalu ia menoleh ke meika. "kamu,,, sebagai ganti karena kamu gak jujur sama kakak, kamu akan kakak pindahkan ke perusahaan kecantikan yang ada di Paris." katanya.
meika menegakkan tubuhnya. mana bisa ia berada di suatu tempat yang asing baginya. "tapi kak... aku mana bisa.." ucapnya memelas.
"nanti kau akan di bantu sementara oleh adam, setelah kau berhasil menjadi CEOnya kau juga harus bisa memimpin perusahaan sama seperti kakak." kata jennifer tegas.
"Loh,, meika udah tahu tentang pekerjaan kakakmu ini?" tanya bunda.
"sudah bunda.." jawab meika.
"ya ampuun.. selama ini bunda aja yang gak tahu.." tanya bunda.
"enggak bunda. Aprillia juga brlum mengetahui." sahut meika. "tapi mungkin sebentar lagi kakak akan memberitahukannya dan menempatkannya untuk ikut bekerja juga."
"itu harus." kata jennifer dengan suara datarnya. "jadi kapan acara pernikahan itu di langsungkan.?" tanyanya lagi.
"nanti sore ijab qobuLnya.. nanti malam sekalian resepsinya." jawab bunda tegas.
__ADS_1
"APA???" teriak jennifer lagi...
.
.
"jadiii???" tanya steve kepada papanya yang dengan santainya duduk di ruang tamu milik jennifer.
"yah seperti yang kamu lihat... kamu akan menikah dengan.jennifer hari ini." kata papa jacob enteng.
"berarti tadi papa hanya membohongi steve untuk cepat cepat datang kesini?" tanya steve memijat keningnya yang terasa berdenyut. Mungkin dulu steve akan senang dengan pernikahan ini, tapi sekarang dirinya agak tidak berminat karena ia tahu jennifer sedang ada hubungan dengan pria lain.
papanya hanya mengendikkan bahunya acuh. "papa hanya ingin kamu menikah dengan jennifer. toh itu juga wasiat mendiang mamahmu juga. gak ada yang salah. " jawab papanya lagi.
"tapi jennifer mempunyai kekasih paa..." belum sempat steve melanjutkan ucapannya, jennifer sudah menyela pembicaraan antara papa dan anak itu.
"kata siapa? aku sampai detik ini belum memiliki hubungan dengan laki laki lain. " ucap jennifer sambil duduk di samping steve berhadapan dengan calon mertuanya itu.
"tuuuh... udah di jawab langsung sama empunya. masih mau ngelak lagi? atau jangan jangan kamu lagi yang masih punya pacar." sargah papa jacob.
"enak aja... untuk saat ini aku free yaa pah.." ucap steve tidak terima.
"ya udah.. gak ada masalah kan?" ucap papanya enteng.
"iyaa om.. jenn juga gak ada masalah.. "jawab jennifer cengengesan. menampilkan gigi putihnya.
"kok om sih... papa jen.." ujarnya.
"oiya papa...hehehhe..." jawab jennifer lagi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"idiih... gak percaya gue.." bisik steve di telinga jennifer.
"kalau papa sih boleh boleh aja.. toh mana bisa kamu berhenti bekerja.." ucap papanya steve. menyeringai karena ia tahu sosok jennifer itu adalah pemilik Angkasa Group. "kamu tanya aja sama steve. Berembuklah bersama."
"oke... aku pamit dulu ya paa..." jawab jennifer lalu berdiri menggandeng tangan steve untuk mengikuti langkah kaki jennifer pergi.
Mereka berdua berjalan keluar menuju tempat yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.
Pekarangan samping sampai belakang rumah di sulap menjadi tempat yang sangat indah dan romantis. Ada banyak bunga mawar dan lili guna menghiasi tempat itu. Dengan berlatarkan pemandangan kebuh teh di belakangnya, sungguh sangat indah.
Meika menyewa WO untuk menghias tempat tersebut. Karena bundanya baru memberitahukan acara pernikahan kakaknya beberapa waktu lalu ia tak sempat untuk menyiapkannya dengan matang. Padahal kakaknya itu suka keindahan laut, dulu kakaknya pernah bercita cita akan menikah di hamparan pasir pinggir pantai, tapi apalah daya karena pernikahan ini sangat mendadak.
Jennifer dan Steve berdiri tak jauh dari tempat yang akan di buat akad nikah nanti.
Mereka melihat lalu lalang orang orang yang tengah melakukan tugas pekerjaannya masing masing.
"jadi apa alasan lo nrima pernikahan ini?" tanya steve. ia memasukkan kedua tangannya di saku.
"Alasannya hanya karena bunda. Masa ia gue tega sama bunda. Beliau sudah susah payah melakukan ini semua, masa gue nolak." jawab jennifer. "lagian ini juga wasiat dari ayah. lo sendiri gimana?"
"gue ngelakuin ini semua juga karna wasiat dari mamah. Papa juga berharapnya lo yang jadi mantunya. kalau pun gue nolak, dan suatu saat nanti gue bawa cewek lain ke papa paling juga di tolak sama papa." jawab steve.
Jennifer tersenyum. "steve, kalau gue udah nikah sama lo, bolehkan gue masih kerja?" tanyanya ragu ragu.
"ehm,, oke lo boleh kerja asal kita jangan mencampuri urusan masing masing dari kita." jawab steve. "Dan jangan bilang ke siapa pun kalau nanti kita udah nikah." jawab steve.
"termasuk mely?" tanyanya cepat. dan belum mendapat jawaban dari steve. "dia sahabat terbaik gue. kemanapun dia selalu ada buat gue."
"oke baiklah... " jawab steve akhirnya.
"terima kasih.." ujar jennifer lagi.
__ADS_1
Steve ingin mempertanyakan hubungan jennifer dengan laki laki yang sempat menjemput jennifer waktu itu. "heemmss,, jenn... lo beneran gak ada hubungan sama pria itu?" tanyanya.
Jennifer tersenyum. "kita belum resmi menjalin hubungan. entahlah.." jawab jennifer. "nanti jika ada waktu akan aku hubungi dia."
"buat apa.??? kalau sudah menikah, kamu jangan bermain di belakang aku yaah.." kata steve mengancam sambil menempelkan telunjuk di kening jennifer.
"tungguuu tungguuu...lo tadi bilang kamu... aku..?? " tanya jennifer memastikan.
" iya... aku ingin memulai dengan benar jen.." jawabnya sambil menggenggam tangan jennifer.
"ehm,, baiklah... ayo kita awali semua dengan benar.." balasnya.
.
.
.
steve merapikan dirinya di kaca. melihat apa yang masih kurang di pakaiannya. Ia sudah sangat siap untuk melakukan pernikahan tersebut. Steve berdoa semoga acaranya berjalan dengan lancar dan semoga pernikahannya langgeng sampai mereka tua nanti, dan berharap pernikahan itu hanya sekali ia lakukan.
Di tempat lain, jennifer juga sudah siap dengan gaun kebaya yang di pesankan meika sebelumnya. Wajahnya begitu sangat cantik nan ayu.
Jennifer juga berdoa di dalam hatinya sebelum ia melangkah untuk meninggalkan masa lajangnya menjadi seorang istri dari Steven Renaldo Primadana.
Berharap pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan mereka. Walaupun pernikahan ini masih belum ada rasa cinta di antara keduanya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. HAAPPYYY. REEAADIIINGGG...
.
.
.jangan lupa like dan vote yaaa... terima kasih
__ADS_1