Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 6


__ADS_3

Suara burung burung berkicauan di pagi hari. Matahari mulai beranjak naik ke permukaan bumi. Menambah keindahan dari sang pencipta, semilir angiin berhembus pelan menyejukkan hati.


Setelah melakukan kewajiwan lima waktunya jen mengajak mely untuk jogging ke bukit yang terletak tak jauh dari rumahnya. Kalau jalan kaki melewati kebun teh miliknya hanya memerlukan waktu kurang lebih setengah jam. Tapi kalau naik motor atau mobil bisa sampai satu jam karna harus memutar arah dulu.


Mereka berlari lari kecil di tengah tengah perkebunan teh itu, menembus embun yang masih terlihat belum menghilang. Sambil menikmati keindahan perbukitan yang ada didepan mata. Sungguh luar biasa indah ciptaanmu Tuhan...


Setelah sampai ditempat yang dimaksut jen dan mely berhenti, duduk di pohon yang sudah tumbang. Menerawang jauh sejauh mata memandang warna hijaunya daun dan birunya langit yang sangat serasi.


"J... apa yang lo pikirin?" mely lah yang mengawali pembicaraan itu karna dia tau sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu.


melirik kearah mely, entah kenapa selalu saja tak pernah bisa berbohong dengan kawan karibnya itu. menghela nafas panjang dan akhirnya bercerita apa yang dirasakannya. "aku bingung M... bunda nyuruh aku kesini ternyata untuk dijodohkan dengan laki laki yang aku tak mengenal seluk beluknya. Aku takut kalau aku nolak bunda nanti akan memikirkan masalah ini dan akhirnya jatuh sakit, kamu tau sendiri kan bunda punya riwayat jantung lemah."


"iya aku tau.. tapi seenggaknya kamu kenalan dulu dech sama itu cowok, siapa tau akrab dan jodoh deeh" menaik turunkan alisnya sambil nyengir kuda tanpa rasa bersalah.


"Kalo cowok itu gak bener gimana?" jawab jen.


"kaya loe itu perempuan bener ajaa J J.." sargah mely karna tau dulunya gimana jen.


"ba****t loe... gue curhat beneran ini.. yaah walaupun dulunya gue cewek nakal tapi gue masih bisa jaga diri, gue masih perawan tau gak lo" sahut jen ketus.


"hahahahhaaaa... iyaa iyaa ammpiiuuunnn tuan raatuuu.." mengatupkan tangan sambil menunduk menahan tawa.


"M lo lihat disana, ada batu besar yang mungkin kalo lo amati bener bener menyerupai hati.." menunjuk jauh ke arah yang dituju. "disana tempat gue putus sama andrew."


mely menyipitkan mata, mencari maksut batu besar yang dimaksut. "teeruussss.....??" mengatupkan kedua tangan ke mulutnya dan memelototkan matanya seolah tau arti yang dimakdut jen dengan menunjukkan tempat batu itu. "lo masih ngarep dia kembali J?? ini sudah 9 tahun J, hati manusia juga pasti udah berbeda. Ngapain lo masih stay di tempat?? gue udah bilang ke elo kan, bangkit J bangkit.. masih ada cowok yang mau sama lo, bahkan buuuaaanyaaak. lo cantik body juga oke uang apalagi, lo udah sukses sekarang ngapain lo masih mengharap seseorang yang entah masih mikirin elo apa nggak" ceramah panjang lebar mely agar jen sadar sekarang bukan waktunya nunggu yang gak pasti.


"iya gue tau M.. tapi kan sekarang gue udah sukses M, apa dia gak nyoba sedikit kepo gitu sama kehidupan gue. Setelah kelulusan itu gue gak pernah ketemu sama dia M. Dia bener bener menghilang dengan pindah keluar kota. Sampai pada waktu kita di prancis dulu, gue sempet tau kalau ternyata pernikahannya batal. Saat itu ada rasa lega seneng M dihati gue, mungkin masih ada kesempatan untuk balik lagi sama dia. Dan Sampai sekarang gue masih nunggu waktu itu. Waktu untuk dipertemukan lagi dengan dia dan dengan keadaan aku sudah sukses tanpa dipandang rendah oleh mamanya." jawab jen.


"apa yang buat lo susah lupain dia J??? kalian kan mungkin hanya cinta monyet.." sahut mely.


"eehhhmm,,, lo tau M saat kelulusan baju seragamnya masih putih bersih, tak ada yang boleh mencoret bajunya, kecuali gue.."


FLASSBACK ON

__ADS_1


Tawa riang anak anak kelas 3 sma saat mengetauhi kelulusan dirinya apalagi dengan nilai yang memuaskan. Tak terkecuali jen, ia sangat bahagia karna nilainya termasuk 2 besar seluruh sekolah, senyum terpancar di wajahnya. Tak henti hentinya berucap syukur kepada Allah swt karna sudah mengabulkan doa doanya.


Setelah keputusan berpisah diambil keduanya, mereka tak saling menyapa, bahkan saling menghindar jika mereka akan berpapasan. Sudah beberapa bulan jen dan andrew tak saling komunikasi. Dan saat ini lah saat saat terakhir pertemuan mereka. Mungkin sikap mereka sudah kembali seperti teman biasa tapi entah dengan hatinya.


Terlihat andrew menghampiri jen yang kala itu sedang asyik ikut mencoret coret baju abu abu putihnya dengan teman teman. Sudah banyak pilox yang mewarnai baju putih jen karna memang banyak para lelaki yang sebenarnya naksir kepada jen tapi selalu tak ditanggapi olehnya. Jen juga sepertinya sudah kewalahan meladeni permintaan lelaki lelaki yang berebut minta lukisan tangan untuk terakhir kalinya, jen harus menandatangani baju teman teman laki laki karna tidak tega.


Setelah selesai beramai ramai, andrew menarik tangan jen untuk menjauh. Andrew meminta jen untuk juga menandatangani bajunya, terserah mau menulisnya dimana. Akhirnya jen memilih untuk melukis tanda tangannya di bagian dada andrew ditambah dengan tanda hati. Andrew tersenyum.


Jen juga meminta tanda tangan andrew, tapi bingung mau nulis dimana, akhirnya jen berbalik dan menaikkan kerahnya, masih ada tempat putih bersih yang belom disentuh.


andrew tidak menandatangi tapi malah menuliskan a❤j dibawahnya tertulis andrew and jennifer forever.


Jen tak mengetahui tulisan itu karna dia menganggap andrew akan juga menandatangani juga.


Mereka berpelukan dan mengucap kata kata perpisahan, tak ada air mata di perpisahan terakhir itu.


"nif,, semoga nanti dilain waktu kita dipertemukan lagi dengan keadaan yang sudah berbeda. mari berjuang meraih mimpi mimpi kita." tutur andrew.


"boleh... apa nif??" jawab andrew.


"kenapa baju kamu masih putih,, itu cuma ada tulisan aku doang.." jen menunjuk tulisannya sendiri.


"karna hanya kamu yang ada dihatiku... aku tak memperbolehkan wanita lain untuk mencoretnya." jawaban tegas andrew.


"........"


"udaah yaaa... aku gak mau ngucapin selamat tinggal ke kamu.. byeee... selamat berjuuaanngg menggapai mimpi kamu sayang.. cuuup" mengecup kening, ucapan terakhir andrew seraya menjauh dari jen dan sedikit demi sedikit bayangan tubuh itu menghilang.


.


FLASSBACK OFF


"gue masih inget kenangan itu M... mangkanya gue berusaha mati matian bekerja demi dapetin uang dan menjadi orang sukses kaya sekarang ini. Apa mungkin semua sudah berbeda M?? Apa dia lupa sama gue M?? Apa masih adakah gue dihatinya M? Apa gue masih berarti buat dia M??" tanya jen pada mely yang sedari tadi diam mendengarkan ocehan sahabatnya itu.

__ADS_1


"may be yes,,, may be no,,," jawabnya.


menoleh ke samping berhadapan dengan mely yang tengah memandangnya.. "gue harus gimana?"


"kalo lo tanya ke gue, gue jawabannya satu. wike up gaes.... kalo gue jadi elo, yang gue lakuin ngelupain dia. Toh ini sudah 9 tahun yang lalu J. Kalo dia ada niat buat dateng ato nyari tau tentang lo itu udah dia lakuin saat dia mutusin untuk ngebatalin nikahnya. Tapi apa sampai sekarang? mana dia? gak nongol kan dia.. ayolaah,, udah berapa kali gue ingetin ini ke lo.. wike up wike up..!!! Dia udah dengan jalan ceritanya sendiri." kata mely.


jen menundukkan kepalanya. memilih jalan terbaik bagi kehidupan rumah tangganya kelak. menimang nimang baik buruknya nanti. yaaach benaar kata mely dia harus mulai lupain semua kepingan kepingan masa lalu dulu, toh dia juga sudah putus dengan andrew jadi memang sudah tak ada hubungan diantara keduanya.


Menarik nafaas sebanyak banyaknya, membuang perlahan. Berdiri dengan hati pasti, tak ada keraguan lagi. Mungkin perkenalan antar dua keluarga nanti malam adalah takdir cintanya kelak.


"oke... ayoo M.. balik.. udah lumayan siang ini.." ajak jen pada mely. Mereka kembali kerumah bunda melewati jalan setapak yang tadi dilewati. Tidak berlari lagi hanya berjalan dan memberikan senyuman kepada para pekerja pemetik daun teh disaana. Memberikan ucapan selamat pagi pada mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAAPPY REAADIINGGGGG....

__ADS_1


__ADS_2