
"bundaa... apa dia yang akan dijodohkan denganku?" tanya jen saat didapur bersama bundanya yang sedang membuatkan minuman.
"iyaa jen.. kenapa" jawabnya.
"bundaa... laki laki itu sudah menikah. Masa mau dijodohkan lagi sama aku.." ucapnya memelas.
"hah... seriuusss kamu nak.." kaget.
"iyaa bunda, orang aku juga ketemu dan berbicara dengan istrinya kok" mencoba menjelaskan.
"yaa kalau laki laki itu sudah menikah, berarti mungkin yang dijodohkan denganmu anaknya yang lain. Jangan berprasangka buruk dulu.." menenangkan putrinya.
"iyaa bunda" menunduk paham akan maksut bundanya.
Bunda sintia keluar menemui calon besannya, bersalaman dan saling berbasa basi menyakan kabar masing masing setelah kepergian ayah hendra dan mamanya steve. Jen datang duduk disebelah bundanya. Mendengarkan pembicaraan papa jacob dan bundanya.
Akhirnya papa jacob mengutarakan kedatangannya untuk memenuhi keinginan mendiang istrinya yaitu menikahkan anak dari ayah hendra dan mama kikan.
Jen masih terlihat celingak celinguk mencari sosok yang akan dijodohkan dengannya, melihat kearah pintu siapa tau masih ada laki laki yang datang lagi.
Tapi sepertinya papa jacob cukup mengerti apa yang dicari jen.
"kenapa jen,,, cari siapa?" tanya papa jacob.
"eechhh... heheheeee... enggak ada paman. Tapi... mana calon yang mau dijodohkan dengan saya?" jawab jen.
"Laach... kamu gak liat ini, manusianya kan uda ada disini." sahut papa jacob sambil menunjuk steve yang ada disebelahkan.
sialan... tuuch kan gak di anggap lagi gue disini sama tu cewek. emang bener yaaa, rasanya pengen gue jitak tu kepalanya. gumam steve dalam hati.
Ekspresi bingung jen. "paman jacob gak salah niih jodohin saya sama dia?" kata jen tanpa rasa bersalah.
eeeechh,,, eeechhh,, apa dia bilang tadi??
gak salaahh?? emang dia siapa.. sok kecantikan.. cantik juga pacar pacar gue lebih hot juga.. geram steve tak terima.
"Looh... emang kenapa? ini kan anak satu satunya paman. Dia yang akan nikah sama kamu. " jelas papa jacob.
"Pamaan,,, masak paman mau menjodohkan laki laki yang sudah menikah. " kata jen tanpa basa basi..
maksutnya apa coba bicara seperti itu. steve semakin geram.
"Kamu jangan ngaco jen.. anak paman ini belum pernah menikah" jawab papa jacob.
"sudah paman... dia sudah menikah.. entah menikah siri atau apa yang pasti dia sudah menikah. orang aku udah pernah bicara sama istrinya." sambung jen, tetap kekeh dengan kesimpulannya sendiri.
"dimana kamu ketemu sama istrinya, coba kamu jelasin ke paman" sahut papa jacob.
"di jalan,,, waktu itu saya mau pulang kerumah. trus ada wanita yang memberhentikan mobil saya, meminta bantuan untuk mengantar ke hotel, saya kasian soalnya posisi emang udah malem banget, ya udah saya antar. eech dia ternyata bawa orang laki laki yang tengah gak sadar, saya juga bantu dia untuk masuk ke mobil. abis itu saya antar ke hotel. saya tanya namanya siapa bilangnya cerry. dan laki laki yang dibawa ini siapa jawabnya suami dia. " penjelasan panjang lebar jen.
"bhahahahhahahahahhaha........" steve tertawa keras...
__ADS_1
"kok ketawa siih... mana yang lucu?" tanya jen menghadap ke arah steve.
naah,, baru kali ini loe anggep gue ada.
" yaaah abiis,, lo lucu... gak bertanya ke gue dulu, langsung ambil kesimpulan ajah.. itu sekretaris gue, udah biasa dia bilang gitu supaya mempermudah aja. Asisten gue lagi gak masuk kerja karna sakit, yaach otomatis cerry yang gue panggil, gue suruh bawa mobil karna gue udah pusing. Dan bertepatan dengan ban mobil gue bocor." jawab steve menjelaskan.
"heleeechhh..." tak menanggapinya karna mungkin itu sebuah alasannya saja.
"tuuchhh jeen... kamu salah paham sama steve.. minta maaf sana... kamu salah" perintah bunda.
huufttt... awaass aja ya loe... alasan lo kali ini bisa nyelametin lo, emang gue percaya gitu sama lo... ENGGAAK.. bahasa dalam hati jen.
"iya bunda... steve maaf yaa udah salah nilai kamu.." kata jen sambil mengatupkan tangan dan bertingkah semanis mungkin di depannya.
eeeechh,, ini anak beneran atau bohong yaaa.. ekspresinya sulit ditebak kalau kaya gini.
"iyaa gue maafin..." jawabnya.
"okee... jadii masalah ini sudah clear yaa... lanjut kita bahas soal pernikahan aja.." kata papa jacob menimpali.
"Loooh... bundaa katanya cuma perkenalan.. kok uadah langsung nikah aja siih?" kata jen tak terima.
"yaa kalau udah sama sama cocok dan gak ada masalah kenapa harus lama lama.. benar bukan mas jacob?" tanya bunda melihat papa jacob yang tengah tersenyum.
"iyaa betul itu mbak sintia.. kamu setuju kan steve.." melirik ke arah steve yang sedari tadi mengamati pembicaraan meraka.
"aku" menunjuk dirinya sendiri. "aku setuju setuju ajaah.. itukan keinginan mendiang mama juga."
hahahahaaa.. ini yang aku tunggu tunggu sedari dulu, kamu cewek yang selalu dari dulu gak pernah anggep aku, sekalinya bicara malah pertengkaran yang terjadi. Kamu beda jen dan sorot mata kamu sama kaya mamaku.
"hemmm.. paman sih terserah kalian aja. yang penting akhir endingnya ya tetep nikah.." jawabnya enteng.
"yaa sudah.. kamu ajak steve keliling sekita sini biar saling mengenal.." titah bundanya.
"baik bunda.." melangkah pergiii tanpa mengajak steve. Berhenti saat orang yang dimaksut berjalan mengikutinya tetap berada dii tempat. "kamu tetep mau disitu? ayoo" ajak jen.
"eech.. iya sudah,, saya permisi dulu.." melangkah mengikuti jen keluar rumah.
Berjalan jalan mengelilingi rumahnya, yang memang terbentang hamparan kebun teh. Masih terdiam satu sama lain tak ada yang memulai berbicara. Jen berhenti di di samping gazebo, menunjuk batu yang dikelilingi pagar dari bambu.
"lo masih inget batuu itu" tanyanya mengawali pembicaraan.
mengernyitkan dahi.. Sebenarnya iya sudah tau tapi mencoba bergaya lupa. "nggak... gue udah lupa.." jawabnya.
"enak banget lo ngomong lupa.. udah ngedorong gue sampek berdarah bahkan nyisain bekas luka dikepala gue dan sampai sekarang lo gak pernah minta maaf ke gue" kesal.
"heh... lo dulu yang ngedorong gue sampek jatuh ke tanah.."
"iyaa bener... tapi kan gara gara lo juga.. lo ngerusakin mainan gue.."
"yaa itu karna lo nggak anggep gue, gue juga mau main sama lo.." jawabbnya.
__ADS_1
aduuchhh kenapa bisa keceplosan gini sih..
melihat ke arah steve, mengernyitkan dahi. Lelaki dengan tampang cuek gini mau main sama dia dulu.
"jangan ge'er dulu.. oke kalo lo minta gue suruh minta maaf.. gue akan minta maaf" menekuk salah satu kaki, tangan menyilang di dada, membungkuk sedikit. "maafkan saya tuan ratu"
"heh... gue bukan ratu lo.." jawabnya ketus. "lagian udah terlambat lo minta maaf sekarang."
"iya bukan ratu gue, tapi calon istri gue.. huuft lo tuch aneh.. tadi minta suruh minta maaf, sekarang udah terlambat.. maunya lo itu apa siih... gue udah berusaha diem ini. lagian itu udah lama paling juga udah hilang tuh luka" jawab steve.
"hah.. apa lo bilang? hilang? sini sini aku kasih lihat.." jen mendekat kearah steve membalikkan tubuhnya, meraba rambut panjangnya mencari cari bekas luka itu. Setelah ketemu memperlihatkan kepada steve.
"mana.. gak ada.. gak kelihatan.." sengaja mengerjai jen.. *hahahahhaaaa gue kerjain lo.
"HeeH*..." menengok ke arah steve, mengambil tangan kanan steve supaya mengikuti tangannya meraba bekas luka itu. Jarak mereka sangat dekat bahkan steve dapat mencium harum rambut jen, sedikit membangkitkan gairahnya sebagai lelaki. tangan kiri steve memegang bahu kiri jen supaya lebih mendekat ke tubuh steve sampai tak ada jarak diantara keduanya. Tangan kanan steve sedikit menekan kepala jen untuk mendekat, agar steve dapat mencium puncak kepalanya dari belakang. cuuup...
"lo cium gue yaa??" langsung berbalik arah selangkah menjauh.
"PD amat looo.." mencibir.
Suasana yang tadi sedikit mendung, sekarang berubah menjadi gelap yang akan menurunkan hujan. Sepertinya akan terjadi hujan lebat. dan seketika ada gelayar petir menyambaarr... Duuuuuuuaaaarrrrrr.
Kilatan petir itu jelas terlihat dimata.
"astagfirulllaaah..." terloncat kaget dan langsung memeluk steve. Karna memang jen sedikit takut dengan petir yang menggelegar.
Steve tersenyum kemenangan, karna akhirnya bukan dia yang mencoba memeluk jen, tapi malah perempuan itu yang memeluk dirinya.
"lo takut??"
menganggukkan kepala.. "masuk rumah aja yuuk" mintanya. kepada steve.
"oke"
Mereka berlari kecil menuju rumah karna air hujan sudah langsung turun membasahi bumi...
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.HAPPY. REAADIIINGGGG