Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 5


__ADS_3

Senjaa di pedesaan memang menyuguhkan panorama yang tiada tandingannya. Matahari beranjak turun dan tenggelam di ufuk barat. Meninggalkan hiruk pikuknya kehidupan siang hari. Di gazebo belakang rumah Jen membentangkan tangan menikmati semilir angin yang berhembus pelan. Sejauh mata memandang hamparan bukit kebun teh di depan mata. Tak ada tempat yang setenang ini.


" kakak.... niih aku buatin teh hijau... sama martabak telor kesukaan kakak.." kata meika.


"iyaa makasiih adiikkuu sayang.." jawab jen.


"gimana sama rumah butik?? ada kendala? terus resort ayah yang di pinggir jalan itu giman? masih rame?"


"yaachhh... satu satu dong kak tanyanya masak langsung diberondong semua. Rumah butik aman terkendali. Kalo resort ayah masih sama ramenya apalagi musim liburan tapi kan emang di resort ayah cuma ada 8 kamar, jadi yaa nolakin tamu tamu. Kakak aku suruh perluas lahan gak mau.. padahal kan bisa nambah keuntungan buat kita.." meika memerucutkan bibirnya ke depan.


"heeh... sejak kapan adik kakak ini gila harta?" sargah jen.


"hehehehe.. yaa bukan maksut aku gila harta, tapi kan emang lumayan kalo nambah lahan lagi.. "jawab meika tanpa rasa bersalah.


"teruss itu kebun sayuran warga mau kamu gusur gituu.." timpal jen.


"ooiiaaa.... hehehehheee... maaf maaf kak..." menyadari kesalahannya kalau idenya itu tak akan pernah disetujui sang kakak.


"heemmzz... kamu selalu begitu. belajar lihat sekitar kamu." ketus jen sambil mengunyah martabak telur buatan meika. "aprillia mana?"


"katanya tadi minta ijin latihan basket kak di sekolah, tapi ini udah on the way pulang." jawab meika.


Berbincang bincang dengan meika bagaimana cara berbisnis saham di perusahaan. Karna memang meika sudah mengetahui seluk beluk kegiatan perusahaan kakaknya beberapa waktu lalu. Bahkan dia sempat diajak selama seminggu dalam perjalanan bisnis kakaknya. Sedikit demi sedikit ilmu diserapnya sebagai cikal bakalnya ia nanti akan memasuki dunia bisnis seperti sang kakak. Jika waktunya sudah tiba ia juga ingin seperti sang kakak sebagai seorang yang sukses.


Suara kumandang adzan maghrib terdengar di telinga, jen dan meika masuk kedalam rumah beranjak mengambil mukena dan air wudhu lalu keluar bersama juga ada bunda, mereka menuju masjid untuk berjamaah. Terlihat aprillia juga sudah sampai dan buru buru mandi dan ikut ke masjid walaupun tertinggal dari rombongan keluarganya.


Setelah selesai ibu dan anak anaknya itu pulang ke rumah.


"kak jen apa kabar??" kata aprilla menggandeng lengan kakaknya agar bersisihan dengannya, sementara ibu dengan meika.


"baiik... kamu kok pulang terlambat.? jangan banyak banyak ambil ekskul, bantu kak meika di resort, katanya kamu mau jadi chef ikutan belajar masak sana sama chef ani. Kalau kamu udah handal bisa jadi chef di resort." jawab jen.


"hehehheee... iyaa.. iyaa kak.. cuma ekskul basket sama fotografi ajah.. minggu depan ada pertandingan basket antar sekolah, jadi latihannya sedikit meningkat. Aku biasanya juga bantu kak meika kok, ikut urusin rumah butik juga, bantuin promosiin ke temen temenku." sahut aprillia.


"waaoooww.. bagus itu,, kamu emang adik kakak yang rajin. Ditingkatkan yaa semangatnya." kata jen.


Mereka sudah sampai di depan pintu masuk.


Ceklak


Masuk kedalam rumah menuju ruang tengah yang memang luas karna di maksutkan untuk berkumpulnya keluarga. Menyalakan tv menonton apa yang diinginkan. Sementara bunda menyiapkan makan malam bersama dengan bi inah. Jen memfokuskan mata ke handphonenya karna ada e_mail yang masuk tentang pembahasan perusahaaan.


Meika memilih selonjoran sambil melihat majalah fashion. Aprillia hanya mengganti ganti saluran televisi karna belum ada yang cocok dan akhirnya dia memilih serial kartun anak anak. Mely yang baru datang dari kamar langsung ikut nimbrung diantara meika dan aprillia. Karna jen memilih duduk sendiri disofa. Setengah jam berlalu bunda menyuruh untuk makan malam bersama. Ada banyak berbagai macam masakan rumahan yang menggugah selera. Mereka duduk dan mengambil makanan yang disukai lalu berdiam berdoa masing masing setelahnya makan dengan diam.


Setelah selesai makan, aprillia mengusulkan ide untuk seru seruan di gazebo belakang rumah. Jen meika mely menyetujui asalkan aprillia mau membuatkan camilannya juga dan disetujui.


Jen mengambil laptop di kamarnya, mely meminjam kamera milik aprillia, dan meika mengambil gitar di kamarnya. Sementara aprillia sibuk menyiapkan cemilannya, ia membuat pisang goreng krispi dan bola bola kentang sosis karna memang hanya itu yang ada di kulkas rumahnya. Tak ada perencanaan jadi sesimple mungkin camilannya. Tak lupa ia membuatkan coklat panas untuk minumannya.


Gazebo belakang rumah di desain sangat apik waktu malam, karna di tambah dengan hiasan lampu untuk menunjang keindahannya.


Jen sudah asyik di depan laptopnya, melihat proposal berkas berkas yang dikirimkan ke e_mail mengamati dengan seksama agar tak terjadi kesalahan. Mely yang tengah asyik mengambil gambar atau merekam aktivitasnya. Meika berjalan menghampiri sambil membawa gitar. Bercengkrama yang tidak penting dan malah menjadi guyonan.


Aprillia datang membawa nampan berisi coklat panas serta bi inah membawa nampan berisi pisang goreng krispi dan bola bola kentang sosis di tambah dengan saos sambal.


"maaf hanya ini yang ada di kulkas. tapi besok aku buatin yang istimewa dech.. kita barbeqiu'an gimana..??" katanya.


"gak papa.. makasih.. oke" jen mendongakkan kepala, tersenyum kepada adiknya. Mengiyakan permintaannya.


meika dan mely lebih asyik dengan foto selfi mereka. Hanya jempol mereka yang terangkat menunjukkan persetujuannya dengan ide aprillia.

__ADS_1


"oke besok aku pesen sama bunda untuk membeli bahan bahannya.." melengkungkan bibirnya karna permintaannya dituruti oleh saudara saudaranya.


Jen sudah menutup laptop tanda ia mengakhiri aktivitasnya. Berdiri mengambil bola bola kentang sosis dan mencocolnya dengan saus sambal. Memakan dengan memutar bola mata menikmati rasa yang ia rasakan..


mely juga melakukan apa yang dilakukan jen, setelahnya memberi acungan jempol di depan muka aprillia tanda camilannya enak.


"kak.. nyanyii doong.. udah lama gak dengar kamu sing song.. hahahha" ajak meika kepada jen.


"sini pinjam gitarnya.."


Jreeeng


Jreeeng


Jreeeng


ceeek ceek ceek


eeerhhmmm eeerrhhmmm


jen memulai memetik nadanyaa


pernah ada rasa cinta


antara kita kini tinggal kenangan


ingin kulupakan semua tentang dirimu


namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku


jauh kau pergi meninggalkan diriku


ingin kucoba mencari penggantimu


namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih..


.


.


.


.


"uuuchhh.. kakakku meloww bangeettt ciiii" ujar meika tak lupa ia merekam aksi kakaknya itu..


"masiih ngaareep lo nyet sama dia??" sarkah mely karna dia merasa tau lagu itu untuk siapa...


"enggak.. hanyaa nyanyii doang.. tadi disuruh nyanyi ya aku nyanyi aja yang terlintas di pikiran aku." bohong jen karna memang sebenarnya lagu itu ia tujuan untuk seseorang yang masih ada di hatinya.


"eech.. kak kak.. iringi lagunya glenn kak yang kasih putih kita nyanyi sama sama" pinta meika tak lupa ia menempatkan kamera dimeja untuk dapat merekam semua orang.


"betul betul betul... ayoo kak" girang aprillia karna lagu itu juga kesukaannya.


mereka berempat duduk berdekatan, agar dapat semua terekam. Jen mengawali memetik senar gitarnyaa..


terdalam yang pernah kurasa


hasratku hanyalah untukmu

__ADS_1


terukir manis dalam relungku


jiwamu jiwaku menyatu


biarkanlah kurasakan


hanyatnya sentuhan kasihmu


bawa daku penuhiku


berilah diriku kasih putih


dihatiku


kucurahkan isi jiwaku


hanyutkan daku dalam air hidup


kau bawa selamanya diriku


biarkanlah kurasakan


hanyatnya sentuhan kasihmu


bawa daku penuhiku


berilah diriku kasih putih


di hatiku.............


.


.


.,


Setelah lelah bernyanyi nyanyi ria, makanan dan minuman sudah habis mereka memutuskan untuk tidur menuju kamar masing masing karna sudah pukul 22.00. mely melangkahkan kaki ke kamar dulu, sementara jen dia menyempatkan diri melihat bunda dikamar, ternyata bunda sudah terbaring diranjangnya, tidur dengan nyenyak. Jen menghampiri bunda dan menyium keningnya mengucapkan "selamat malam dan semoga bermimpi indah bertemu dengan ayah..." mmuuuuaach......


Dia menutup pintu pelan pelan agar tak membangunkan bundanya. Menuju kamarnya yang sudah ada mely disana. Dia membersihkan diri dan ikut bergabung dengan dunia mimpinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAPPY. READIIINGGGGGG

__ADS_1


__ADS_2