
FLASSBACK ON
Ketika matahari hampir tenggelam di ufuk barat yang menandakan hari akan beralih menjadi gelap. Dua remaja yang sedang menikmati senja bersama, menghilangkan penat yang ada di dada, mencoba bertahan demi hubungan yang masih belum bisa dikatakan kuat dan sempurna, ada beban yang harus dirasakan saat hubungan keduanya ditentang oleh orang tua.
Saling menguatkan, dan mencoba bertahan sampai akhirnya salah satu diantara mereka menyerah dengan takdir garis orang tua.
"maafkan aku nif,,, aku gak bisa lanjutin hubungan kita. Mama aku tidak suka sama kamu. Dan sebentar lagi aku akan pindah setelah kelulusan.." dengan berat hati andrew mengutarakannya kepada jennifer.
"apa kamu udah gak sayang lagi sama aku ndrew... aku tau mama kamu gak suka sama aku karna aku orang biasa, gak kaya raya yang mama kamu inginkan. tapi kita sudah melewati 3tahun ini bersama sama kan??" sahut jennifer sambil menahan air mata yang mengalir jatuh ke pipinya.
"maaf... maaaf... maaaffff nif.... maaf... hanya itu yang bisa aku katakan... setelah kelulusan aku pindah ke kota.X... dan aku di jodohlan dengan teman mama.. " jawab andrew.
mendengar pernyataan andrew membuat jen memelototkaan matanya tidak percaya bahwa andrew akan segera menikah dan mempunyai hubungan dengan wanita lain...
"apa?????"
"sungguuh,,, kamu keterlaluan ndrew... mutusin aku gara gara kamu mau dijodohkan dengan wanita lain?? kamu cinta sama dia?"
kata jen sambil menghadap ke arah andrew melihat sorot matanya dan mencari kebenaran disana.
"sumpah nif, aku gak kenal sama anak temen mama itu.. yang aku tau aku hanya akan dijodohkan dengan dia. aku harus menuruti kemauan mama nif. aku menghormati kedua orang tua aku. " jawab andrew.
Dengan berat hati jennifer melepaskan tangan andrew yang sedari tadi Menggenggam tangannya. Mundur selangkah menjauh dari sang kekasih, menghirup nafas sebanyak banyaknya dan menhembuskan perlahan. Mencoba ikhlas menerima garis takdir yang diberikan Tuhan. "yaa sudah.. aku pulang dulu ndrew... hati hati di jalan yaaa... " kata jennifer mengakhiri perbincangannya.
"aku antar pulang nif... yaach untuk yang terakhir kali ini... aku mohon.." rengek andrew sambil mengatupkan kedua tangannya.
Awalnya jennifer menolak karna ingin pulang sendiri sekalian menenangkan hatinya yang hancur tapi melihat andrew memohon jennifer mengiyakan permintaan andrew.
Mereka menaiki motor, melepaskan semua rasa yang ada di hati mereka masing masing demi orang tua. Sungguh sangat malang nasip jen, setelah ayahnya meninggal sekarang kekasihnya juga akan meninggalkannya.
andrew mengambil tangan jennifer, meletakkannya di peruut agar jen bisa memeluk andrew mungkin untuk terakhir kalinya. tak ada penolakan dan hanya keheningan di antara keduanya.
andrew menggenggam tangan jennifer kuat" dan lalu menciumnya laamaa. tangan satunya masih tetap menyetir.
Akhirnya motor sampai di depan rumah. jennifer turun dan memberikan helm ke andrew. "makasiih ndrew untuk semuanyaa... semoga suatu saat nanti kita dipertemukan dengan takdir yang sudah berbeda." kata jennifer.
"aku juga makasih atas waktu yang kamu kasih ke aku, kepedulian kamu ke aku.. makasiih... dan maaf untuk semuanya.. aku pulang yaaa" sahut andrew.
__ADS_1
jennifer hanya menganggukkan kepalanya tanda menngiyakan.. langkah berat memasuki halaman rumahnya.
.
.
.
FLASSBACK OFF...
.
.
.
Jen masih mengendarai mobilnya dengan tenang. Sedikit mengeluarkan air mata di pelupuknya. Teringat kesedihan hati yang hanya dia seorang yang bisa merasakan itu.
"jika kamu tak jadi dengan wanita yang dijodohkan dengan mamamu, kenapa kamu tak menemuiku..? apa kamu sudah lupa sama aku? ato ada wanita lain lagi yang ada dihatimu?" gumam jen sendiri memikirkan mantan kekasih yang masih ada di hatinya itu.
Yaach... memang dulu waktu jen masih di Prancis dia mendengar kabar bahwa pihak andrew membatalkan pernikahan itu, entah andrew sendiri ato gara gara mamanya lagi karna pihak dari ayah mempelai wanita itu jatuh bangkrut karna ditipu oleh rekan bisnisnya.
Saat melewati jalanan yang sepi ada sebuah mobil di pinggir jalan yang berhenti, dan ada seorang perempuan yang melambai-lambaikan tangannya agar mobil yang dikendarai jen berhenti. Awalnya jen tak menghiraukan aksi perempuan itu, melewatinya begitu saja. Tapi karna hatinya merasa dia harus menolongnya akhirnya mobil berhenti dan mundur secara perlahan.
Jen menurunkan kacanya. terlihat perempuan itu tersenyum ke arahnya.
"hallo.. selamat malam... maaf saya mengganggu jalan anda. tapi saya mohon tolong saya.. ban mobil saya kempes.. saya tidak tahu harus memannggil montir dimana jam segini.. bisa tolong antarkan ssaya ke hotel. ?" kata perempuan itu.
Jen masih belum beranjak dari kursi kemudinya, dia melirik ke arah spion dan memang benar ban mobil itu kempes. Akhirnya dia memperbolehkan perempuan itu untuk masuk ke mobilnya.
"oke... ayo aku antar ke hotel yang kamu mau.." jawab jen.
"terima kasiiihhh.... tapi tunggu yaach.. aku ambil seseorang dulu." sahut perempuan itu dan di angguki oleh jen.. Dalam hati berkata siapa yang dia ambil atokah dia termasuk kawanan perampok. Tapi seandainya pun perampok jen tak takut karna dia mempunyai keahlian bela diri yang kuat.
Perempuan itu merangkul pundah seorang laki laki, memapahnya berjalan dan terlihat sempoyongan. Akhirnya jen berinisiatif keluar dari mobil dan membantu perempuan itu.
"maaf yaa merepotkan" kata perempuan itu.
__ADS_1
"iya gak papa... nama lo siapa" sahut jen...
"aku cerry...kamu" jawabnya
"Eechmmm,, aku jen..dan laki laki ini siapa??" tanya jen balik.
"hehhehehe... ini suami aku jen.. dia habis dari club mabuk mabukan sampek gak sadar kayak gini.." jawab cerry
"oowh... iya" sahut jen sambil memasukkan laki laki itu ke dalam mobilnya.
Jen memutar tubuhnya ke arah kemudi mobil dan menancapkan gas melaju membelah jalanan kota yang sudah lengang. Berhenti di depan hotel yang di maksut. Membantu cerry menurunkan laki laki itu dan bergegas kembali ke rumahnya.
"aku duluan yaa... kamu bisa kan bawa sendiri, ato minta tolong resipsionis disana.." kata jen..
"iya bisa jen.. makasih tumpangannya yaa... " sahut cerry..
"oke" jawab jen...
.
Mobil meninggalkan pelataran hotel dan melaju ke rumah jen. Sampai di depan gerbang ia turun dan membuka gerbang itu sendiri, memasukkan mobil dan menutup kembali gerbang itu dan dikunci. Jen memang kalo susah larut tidak akan meminta bantuan mbok irah untuk membuka gerbangnya alasannya yaah kasian..
Jen membuka kunci rumah dan masuk ke kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 malam.. dia menuju kamar mandi dan membersihkan diri disana. Setelah selesai ia langsung mengarahkan tubuhnya ke ranjang empuk miliknya. Tak butuh waktu lama akhirnya terdengar bunyi dengkuran halus yang menandakan jen sudah memasuki alam bawah sadarnya menuju mimpi mimpi yang entah berantah..
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. HAPPY READINGGGGGG