Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 36


__ADS_3

Matahari sudah mulai meninggalkan peraduannya. Merangkak naik sedikit demi sedikit menyinari bumi. Pagi ini Terasa sangat sejuk, hawa dingin di perbukitan merasuk sampai ke pori pori kulit.


Steve mengerjapkan matanya berulang, mengembalikan kesadarannya. Ia meraba raba sosok yang semalam ia dekap dalam tidurnya. Tapi nihiL, sesorang itu tak ada. Kosong.


Lalu Steve mendudukkan dirinya, bersandar di punggung ranjang. "kemana jennifer?" pikirnya. Lalu ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Disana juga tak terlihat batang hidung jennifer, setelahnya Steve masuk dan membersihkan diri. Setelah setengah jam berkutat di dalam kamar mandi, ia keluar dan bergegas berpakaian lalu keluar mencari sosok istrinya yang baru kemaren di nikahinya itu.


"pagii bunda" sapa Steve saat menjumpai bundanya yang tengah menyiapkan makan pagi.


"pagii jugaa steve." jawab bunda tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya karena ia masih fokus menyiapkan makan pagi.


"ehm, jennifer kemana bunda?" tanya Steve setelah duduk di kursi.


"Jenn pergi sama Mely, jogging katanya. Biasa lah anak- anak itu, kalau disini setiap pagi selalu olah raga pagi keliling desa ini atau palingan ke bukit desa." sahut bunda.


"ouw,,, sini bunda biar aku bantu bawain." kata Steve saat melihat bundanya kembali ke dapur mengambil beberapa piring dan makanan lagi.


"makasih anak ganteng." ucap bunda sambil tersenyum.


"erhmm,, bunda bisa aja,, hehehe.." sahut Steve.


(yaah, kata orang kan, kalau mau mengambil hati anaknya, kita juga harus mengambil hati orang tuanya dulu kan..)


Tak lama setelah itu, meika dan aprillia muncul. Mereka sudah menempati kursi masing- masing. Setelahnya Jennifer dan Mely juga sudah datang. Lalu mereka menikmati sarapan paginya.


"bunda, nanti jadi kan??" tanya jennifer setelah menghabiskan makanannya.


"iyaa, habis ini kita berangkat." jawab bunda.


"memang mau kemana bunda?" tanya Steve yang tidak tahu apa - apa.


"kita akan ke makam ayahnya anak - anak steve. " jawab bunda.


"aku boleh ikut bunda?" tanyanya.


"boleh dong, malah kamu harus ikut, kan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini juga." jawab bunda.


"oke bunda, makasiih.." sahut steve sambil menampilkan senyum terindahnya.


"ya udah bunda, jenn siap siap dulu..." kata jennifer sambil berdiri lalu berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


"aku juga mau siap - siap dulu bunda, mau balik sekarang. mumpung dapet cuti liburan, hihihi.." sahut Mely.


"Loh,, kamu mau balik sekarang, bunda kira kamu bakal bareng jenn??" kata bunda.


"gak bunda, aku mau lanjutin liburan aku dulu.." jawab mely.


"ya udah.. hati - hati yaa... selamat bersenang - senang disana." sahut bunda lagi. "oyaah, makasih juga sudah dateng kesini. "


"iya bunda." jawab mely.


Jennifer telah selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi lalu ia keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk di tubuhnya. Kebiasaan yang selalu ia lakukan, ia lupa jikalau sekarang dirinya telah bersuami.


Setelahnya ia menuju ke arah lemari pakaian miliknya, tanpa menengok ke arah ranjangnya yang sebenarnya disitu tengah ada seorang yang selalu mengawasi pergerakannya sedari tadi.


Mengambil blouse warna hitam dan celana panjang jeans berwarna putih. Tangan jennifer sudah melepaskan lilitan di handuknya, hendak membuka handuk tersebut. Tapi sedetik kemudian ia baru menyadari keberadaan seseorang tersebut. Matanya membesar, Ia buru buru mengaitkan kembali lilitan handuk di tubuhnya.


"sejak kapan kamu disini?? kok kamu kesini sih??" tanya jennifer mukanya sudah memerah. Malu.


Bukannya menjawab steve malah duduk, bergeser ke tepian ranjang dengan wajah yang tak bisa di artikan. "kok malah di tutup lagi sih, padahal kurang dikit lagi." ucapnya manja.


"sembarangan. sana pergi sana, aku mau ganti baju." sahut jennifer.


"gak mau.. aku pengen disini ajah liat kamu ganti baju." ucap Steve sambil bersedekap di dada.


"aku suami kamu sayang kalau kamu lupa." jawab steve sedikit meninggikan suaranya karena jennifer sudah masuk ke kamar mandi.


.


.


Kini Bunda, meika, aprillia, jennifer, dan Steve sudah berada di pusara makam ayahnya jennifer. Mereka menunduk mengucapkan lantunan doa - doa yang di tujukan ke almarhum. Setelahnya menaburkan bunga yang sudah di beli di jalan tadi.


Bunda, meika dan aprillia sudah beranjak meninggalkan makam, mereka selalu memberikan waktu untuk jennifer sendiri agar lebih leluasa mengeluarkan isi hatinya krpada mendiang ayahnya.


Steve hendak ikut melangkahkan kakinya pergi, tapi ia menoleh ke arah istrinya yang tak bergeming dari posisinya. Steve mengurungkan niatnya. ia memilih menunggu bersama istrinya saja.


"Haloo ayah,,, bagaimana kabar ayah disana?" jennifer bermonolog sendiri disana. ia mengira bahwa sekarang sendirian disitu.


"ayaah... aku sudah melakukan wasiat ayah kepadaku, semoga ayah disana tenang yaa. Walaupun sekarang aku tak ada hati untuk suamiku, tapi aku akan berusaha mencintainya ayah.. Doa'kan pernikahan kami langgeng sampai maut yang memisahkan ya ayah, seperti cinta ayah ke bunda. hehehe,, Ayah, aku akan selalu menjaga meika dan aprillia, aku juga tidak akan membuat hati bunda sakit, maaf karena kemarin aku sempat membentak bunda karena masalah pernikahanku yang diadakan secara mendadak yah," kata jennifer sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Tiba tiba ada sebuah tangan yang menyentuh pundak jennifer. Steve menepuk pundak jennifer, memberikan perhatiannya.


"haloo ayah,,, masih ingat aku? aku steve anak laki laki yang dulu sempat mendorong putri kesayangan ayah hingga sampai jatuh dan harus mendapatkan jahitan di kepalanya." steve menjeda kalimatnya. Ia menoleh ke arah jennifer lalu tersenyum.


"ayah,, mungkin aku bukan lelaki sempurna untuk putrimu, tapi aku akan melakukan apapun untuk menjaganya agar tetap di sampingku yah,." kata steve.


"kamu dari tadi disini?" tanya jennifer.


"iya" jawab steve.


"maafkan aku, hatiku belum bisa menerimamu sepenuhnya." ucap jennifer lagi sambil menundukkan kepalanya.


"gak papa, aku akan membuat kamu jatuh cinta ke aku, mencintai diriku dengan sepenuhnya." sahut steve. Lalu menarik tubuh jennifer mendekat ke arahnya. Lalu Steve memeluk tubuh jennifer. Ia mencium puncak kepalanya memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut..


.


.


.


Setelahnya mereka pulang ke rumah karena hari sudah sangat terik. Selagi di daerah situ, Jennifer berniat akan mengecek rumah butiknya yang di kelola oleh meika, dan juga rumah singgah miliknya yang notabene untuk anak anak yang kurang mampu dalam pendidikannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. HAPPY. REEAADIINGGG...


JANGAN LUPA LIKE AND VOTE YAAA TEMAN TEMAN... MACAACIIIH...


__ADS_2