
Langit masih terlihat biru di atas awan, sepertinya sore ini akan terlihat cerah. Terlihat seorang wanita menghampiri seorang pria yang telah menunggunya dengan berdiri bersandar pada motor sport kesayangannya. Lelaki itu bersedekap di dada saat melihat wanita yang di tunggunya keluar dari gedung sebuah restoran yang baru di buka.
Ia menampilkan senyum terbaiknya di hadapan perempuan itu.
"hay,,, udah lama?" tanya jennifer saat ia sudah berada di depan lelaki itu.
"hay... enggak.. " balas gagas dengan tersenyum. "maaf aku gak masuk ke dalem,," ucapnya lagi.
jennifer tersenyum, lalu menggeleng pelan. "gak papa.. cuma acara pembukaan aja tadi, sekalian ketemu rekan kerja." balas jennifer.
"ayo..." ajak Gagas sudah mengambil helm cadangannya yang akan di gunakan oleh jennifer.
"kamu beneran ajak aku ikutan freestyle itu?" tanya jennifer. Ia sempat ragu untuk ikut.
"ia aku ngajak kamu buat support aku aja, jadi penonton. kamu gak usah ikutan freestyle juga.. emang kamu bisa apa?" jawab gagas dengan senyum mengejek.
"jeLas.." ucap jennifer bangga menahan tawanya, tapi ucapannya belom selesai. "aku gak bisa..." lalu tertawa kencang..
Gagas yang melihat jennifer tertawa lepas lalu mengayunkan tangannya ke ujung kepala jennifer, mengacak acak rambutnya.
Jennifer tak melarangnya, ia membiarkan gagas mengacak acak rambutanya sebagai tanda kasih sayang.
Setelahnya Gagas merapikan lagi rambut jennifer, lalu memasangkannya helm untuk melindungi bila terjadi sesuatu.
klik
bunyi terdengar dari helmnya. Lalu ia mengambil dan memakai helm untuk dirinya sendiri. Setelahnya menggandeng tangan jennifer untuk menaiki motornya.
"sudah?" tanya Gagas.
jennifer mengangguk. "udah.."
Tapi ternyata motor itu belum jalan juga, jennifer mengernyitkan kening. ia bingung. Lalu Gagas menoleh kebelakang, tersenyum ke arah jennifer dan mengambil tangan jennifer yang berada sedang bertumpu di lutut jennifer untuk di pindahkan menuju ke perutnya. Barulah ia menancapkan gas motor itu, berjalan dengan kecepatan rata rata. Mereka menikmati setiap momentum yang mereka lakukan.
◎◎
Tak jauh dari sepasang dua sejoli yang tengah kasmaran itu, terlihat tiga ora yang mengintip aksi mereka. Siapa lagi kalau bukan Mely, Adam, dan Rani.
Rani yang sudah mengetahui seberapa dekat bos barunya itu hanya biasa saja. Berbeda dengan dua orang di hadapannya.
"ceh,, gila... kharismanya.. " gumam Mely sambil tetap mengawasi.
"lo juga tertarik Mel?" tanya Adam.
Mely memelototkan matanya ke adam. "dulu gara gara gue, dia nolak jojo. Untuk Sekarang gue gak akan masuk ke dalam hubungan mereka. Ya emang sih dia sangat sangat berkharisma, tapi masak iya gue suka sama dia yang jelas jelas jen yang lebih dulu kenal. gue masih waras yaa asal lo tau." jawab Mely.
Adam tertawa mengejek. "kalian tuh emang yaa, type cowok pun sama. Coba lo mau sama gue, gue halalin langsung dech." ucapnya tanpa rasa bersalah.
"sadar woi sadarrrrr..." Mely menepuk nepuk pipi Adam yang awalnya pelan menjadi keras..
"hhahaha... ampuun.. ampun.." ucap Adam menahan tepukan itu. Lalu ia mengarahkan tangannya untuk memencet hidung Mely. Menekannya. "lepasin gak.."
__ADS_1
"aduuh duuh... iiiich,, dasar lo yaa.. sakit tahu.." ucap Mely, hidungnya sudah sedikit memerah.
"cewek mana yang gak suka sama pesona gagas mas Adam.. auranya itu loo keluar, benget malah.." sahut Rani tanpa sadar.
Mely dan Adam melongo. "tuh liat,, Rani aja sukka sampek ke hipnotis tuuh gak mau berpaling liatinnya." sargas Mely.
Rani yang.sudah Sadar langsung cepat cepat berkomentar "hehehe.. loh emang iya kan mbak mel kalo Gagas itu berkharisma apalagi perhatian gitu. Romantis juga.." sahut Rani. "Tapi sayang, udah di akui sama bos cantik."
Adam tertawa. Mely juga tersenyum.
"udah,, gue balik dulu." ucap mely yang akan beranjak pergi. Lalu ia mengurungkan niatnya saat mengingat dia diberi tugas untuk membawa mobil jennifer. "oya... lo bawa mobil gue Dam, gue pakek mobilnya jennifer. Dan lo Ran pulang bareng adam." titah mely.
Adam dan Rani menganggukkan kepala. "oke" sahut mereka berdua.
Lalu ketiganya berpisah.
Tak lama steve juga telah keluar dari restoran, ia menuju ke arah parkiran mobilnya.
Semula ia datang ke restoran itu berharap bisa menyelesaikan kesalah pahamannya dengan jennifer dan bisa menjalin hubungan dengan jennifer kembali ke jalur yang benar.
Tapi nyatanya dia malah melihat jennifer bertemu dengan seseorang pria. Dan jennifer lebih memilih pria itu.
Dia tadi juga melihat bagaimana perhatiannya cowok itu kepada jennifer. Ada rasa kesal san cemburu di benak steve, tapi ia tepiskan itu. Ia terlalu gengsi untuk memohon cinta kepada jennifer.
Steve butuh hiburan saat ini, lalu ia mengemudikan mobilnya menuju club biasa tempatnya menghilangkan stress...
Darren dan steve sudah berada di dalam ruangan VViP club biasanya yang di datangi. Darren selalu menertawai temannya itu saat steve menceritakan seorang wanita yang sampai sekarang masih belom bisa di dapatkan oleh steve. Darren hanya mengenal nama jennifer dan dia tidak mengingat wajah jennifer padahal dulu ia sempat melihat jennifer bernyanyi dalam rekaman ponsel steve.
"halah,,, lo belom ngerasain jatuh cinta sih. ngledek mulu lo.." kata steve sambil menyesap wine'nya.
"heemss, lo pernah gak, kalo lo ketemu dengan seseorang cewek, trus cewek itu bikin lo deg degan sampek jantung mau copot dan bikin keringat dingin?" tanya steve.
Darren sempat berpikir. "gue pernah rasain deg degan saat liat dia." ucapnya kepada temannya itu.
"fixs..... itu tanda lo jatuh cinta. dimana ketemunya.?" tanya lagi.
"di club malam milik kevin." balas darren. "gue liat dia berjalan menuju lantai atas waktu itu. katanya dia adik pemilik club itu."
"kapan siih.. kok gue gak tahu." sargas steve.
"lo lagi asik sama ***** waktu itu. Dia sempat menoleh ke arah kita.." ucapnya.
Steve hanya mengangkat bahunya acuh. Dia lebih memilih untuk menghabiskan minuman itu. Lalu menyulut rokoknya lagi.
○
Jennifer sangat antusias mengikuti langkah Gagas, ia seperti kembali ke kehidupan dulu saat di Paris yang berkecimpuung dalam dunia jalanan. Balapan, freestyle adalah hobinya dulu. hobi yang bisa menghasilkan uang cukup lumayan banyak.
"kamu seneng?" tanya Gagas sambil menggandeng tangan jennifer hendak menuju ke arah gerombolan teman teman gagas.
"iyaa.. udah lama aku gak liat freestyle kaya gini. " ucapnya.
__ADS_1
"memang dulu sering liat?" tanya gagas mengerutkan kening. Awalnya ia berfikir kalau penampilan jennifer itu kalem tapi nyatanya setelah berkenalan cukup dalam ia jadi mengetahui sisi lain dari jennifer.
"hampir tiap hari, dulu waktu di Paris." jawab jennifer pasti, ia tak ingin menyembunyikan identitasnya di depan Gagas. "lumayan kan, punya hobi ngebut di jalanan trus menghasilkan uang,, hahha.." tawa jennifer.
"balapan mobil?" tanya gagas lagi.
"iya lah.." jawan cepat jennifer. "gue berhenti saat gue mengalami kecelakaan, tulang belakang punggung sama tangan gue patah." ucapnya lagi.
Gagas memelototkan matanya, ia sangat terkejut mengetahui fakta yang baru saja di dengarnya. Seorang wanita yang memiliki wajah cantik ini ternyata menyimpan fakta fakta yang mencengangkan. "terus berapa lama kamu sembuhnya.?" tanya gagas.
"cukup lama... hampir enam bulan aku bisa sembuh total.." jawabnya. Kini mereka sudah berada bersama teman teman gagas. Gagas mengenalkan Jennife kepada teman temannya sebagai teman dekat.
"good luck gas..." ucap jennifer yang kini sudah berada di kerumunan para penonton.
Acara itupun dimulai sampai pada akhirnya Gagas terpilih menjadi pemenangnya. Saat
Setelah selesai acara itu jennifer mencoba menantang Gagas dengan ide yang baru muncul di kepalanya.
Jennifer akan berdiri di garis finish dan Gagas akan melakukan frestail lalu bermanuver di depan jennifer.
Gagas yang juga seorang biker malah menantang ia tak memakai helm untuk keselamatannya.
Dikejauhan gagas tengah memutar mutar motornya, menunjukkan aksinya. Lalu di putaran akhir ia mengambil ancang ancang mempercepat tarikan gas yang menimbulkan motornya berlaju dengan sangat kencang. Lalu berhenti mendadak di depan jennifer. Jennifer tidak merasa takut, ia malah tertantang dengan adrenalin itu. Dan tiba tiba saat motor setengah terangkat ke atas Gagas mencium jennifer. Jennifer tak memprotes akan hal tindakan itu.
Anggap saja begini visualnya yaaa...
Dan moment itu tidak lupa di abadikan oleh teman teman Gagas..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. HAPPYYY. REEAADIINGGG