Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 23


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan berpakaian jennifer kembali duduk di sofa. dia menggunakan atasan rajut dengan kerah sabrina dan rok span pendek yang menunjukkan kaki jenjangnya sampai di atas lutut juga dengan sepatu sneakers warna putih. Ia menggunakan merias wajahnya dengan make up soft. Menyemprotkan wewangian parfum miliknya dan itu membuat ruangan menjadi tercium aroma wangi yang menenangkan.


Sesaat dia memfokuskan pikirannya memandang arah laptop'nya, melihat hasil kerja semua karyawannya. Dari hotel, restoran, resort, dan juga perusahaan perusahaan di bawah naungan angkasa group. Dia memastikan semua data data itu dengan benar. Lalu ia keluar bersama DJ bintang untuk mengecek segala sesuatu yang ada di club. Mengelilingi tempat itu dengan serta memberikan kritikan dan saran bagi karyawannya.


"J.. mau main gak?" tanya bintang.. saat melewati tempat yang penuh dengan alat perDJan.. Disana sudah ada perempuan yang sedari tadi memainkan musik dengan melompat lompat.


"ehm,, gak dech.. lain kali aja..." jawabnya.


Setelahnya ia berjalan melewati para wanita wanita malam itu. Semua pegawainya itu juga sedikit menundukkan kepala guna menghormati atasannya. Jennifer tersenyum berlalu begitu saja. tiba tiba ada yang memanggilnya.


"maaf bos J... boleh saya bicara?" tanya salah satu wanita malam itu.


jennifer berbalik menaikkan alisnya. "ada apa?"


"beberapa hari ini saya seperti di ikuti oleh seseorang. Bolehkah saya meminta perlindungan kapadamu.?" tanyanya.


Berpikir sebentar. "jika kau masih meras di buntuti oleh orang itu, kau bisa minta pengawalan kepada mereka. " menunjuk ke arah bawah di lantai satu yang menunjukkan beberapa lelaki dengan setelan pakaian casual kembar warna hitam yang di lengannya ada aksen bordir nama R'J group. "bilang pada mereka aku yang memintanya. Lalu ia berbalik badan melanjutkan langkahnya kembali.


"trrima kasih." teriak wanita malam itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 a.m jennifer dan mely akan pulang ke rumahnya. Mereka berdua keluar dari club dengan di temani oleh kevin. Lalu menjalankan mobilnya.


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang menembus suasana malam di jalanan. Sekitar tiga puluh menitan berkendara tiba tiba jennifer melihat segerombolan orang yang sedang menghentikan sebuah mobil. Lalu memukuli orang yang berada di dalam mobil.


Mely memberhentikan mobilnya di susul jennifer keluar dari mobil. Mereka ingin membantu orang tersebut. Saat mengetahui orang yang babak belur itu jennifer sedikit shock karena ia mengenalnya.


"yaa tuhan... om jacob... M ayo... Sepertinya kita harus olahraga malam." ucap jennifer.


"sepertinya begitu J.. aachh,, shiitt,,, kenapa aku harus memakai rok di saat seperti ini." Mely melihat penampilannya sendiri.


"aachhh... shiiittt... apa boleh buat.." dia sedikit menaikkan roknya agar lebih mudah pergerakan kakinya. "hei kalian,, jangan beraninya keroyokan... sini lawan gue.."


"nantangin dia bos... ayo.. makanan enak ini.." ucap salah seorang itu.


*braaakk,,, bruuuk,,, bruukkk,,,


aargghhh,, shiiittt,, bruuk,,, bruukk*...


Jennifer dan Mely mengeluarkan jurus mereka masing masing. dua wanita melawan sepuluh orang lelaki. Sedikit kewalahan tapi akhirnya mereka bisa mengalahkan orang orang jahat itu. Karna tak lama setelah jennifer dan mely berkelahi datanglah bodyguard jennifer dengan mobil lain. Dan Dengan bantuan beberapa bodyguard'nya kini masalah sudah di atasi.


"urus semuanya..." perintah jennider.


Lalu ia menolong om jacob yang ternyata tubuh dari om jacob terkena goresan pisau. Tak pikir lama akhirnya di bawa ke rumah sakit. Om jacob juga berpesan untuk menghubungi asistennya untuk segera ke rumah sakit. Dan juga jennifer menyuruh untuk menelfon steve.

__ADS_1


Jennifer dan Mely menunggu di luar. Duduk di salah satu sudut lorong rumah sakit itu.


Tugasnya tinggal menghubungi steve tapi tak kunjung mendapat jawaban. Lalu ia meminta agar asistennya om jacob saja yang menelfon ke telefon rumah.


.


Malam itu steve tak pulang ke rumah, ia memutuskan untuk tidur saja di apartemennya. Saat pagi sudah menyapa ia bangun dan bergegas mencharger ponselnya karena kehabisan baterai. Setelah handphone itu menyala muncul nomor milik jennifer menghubunginya. ceh,, malas sekali.. steve membalas tindakan jennifer terhadapnya. Ia tak menghiraukan panggilan jennifer.


lalu ia beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi dan menyegarkan diri.


Saat pulang ke rumahnya steve melihat bibi Retno yang akan keluar rumah dengan membawa tas dan juga beberapa kotak bekal makanan.


"looh,, bibi mau kemana?" tanya steve.


"looh,, aden gak tau,, tuan besar kemaren malam di kroyok orang den,." jawab bibi retno.


"hah, apa papa pulang bi..?" tanyanya lagi.


"iya aden.. aden gak di hubungi yaa.. kemarin ada seorang perempuan yang menghubungi memberitahukan bahwa tuan besar masuk rumah sakit. ini bibi mau kesana sama ngasih makanan buat adik bibi juga karna dia gak suka makanan rumah sakit." ucapnya. adik bibi retno adalah sopir yang mengemudikan mobil milik papa jacob kemarin. dia juga babak belur karena dipukuli beberapa orang itu.


"ya sudah... ayoo. kesana bi.." ia berbalik badan dan sedikit berlari ke arah mobilnya.


Setelah om Jacob di bawa ke ruangan kamar rawat inapnya, jennifer menyuruh mely untuk pulang, dia menyarankan untuk pulang saja ke rumah jennifer karena lebih dekat dari rumah sakit tersebut.


Saat mobil Mely keluar dari parkiran tersebut, tanpa di ketahuinya ada mobil yang mengikutinya.


Semalaman Jennifer menunggu om jacob di rumah sakit. Ia juga membuka laptopnya, bekerja disana. Sampai rasa kantuk itupun datang. dia keluar dari aplikasi yang ada di laptop, belum juga dimatikan jennifer sudah tak kuasa menahan rasa kantuknya. ia biarkan layar laptop itu menyala dengan gambar layar dirinya yang tengah menikmati senja di paris dengan backgroun menara eifel.


Lalu jennifer tidur di sofa. tangannya ia buat sebagai bantalan untuknya. memiringkan badannya. mencari tempat ternyaman disana.


"suttttssss,, jangan di bangunkan sus..." kata om jacob memberikan perintah saat suster tersebut menggantikan botol infus. "cantikkan dia sus,, dia itu menantu saya."


suster itu tersenyum " iya cantik tuan." ucapnya lalu hendak pergi dari ruangan tersebut. "jangan lupa di makan sarapannya dan juga di minum obatnya."


"ya terima kasih..."


ceklek


Tak lama pintu di dorong dari luar menandakan ada tamu yang masuk. Steve bersama dengan bibi retno datang dengan wajah panik.


Papa jacob hanya tersenyum menanggapinya. Steve masuk di susul bibi retno dengan membawa tas dan juga kotak bekal makan.


"bagaimana keadaan papa.. " tanya steve.

__ADS_1


papa jacob tersenyum "kamu lihat sendiri. sudah baikan kan.. kemana saja kamu, kenapa baru datang.?" tanyanya balik.


"hehehe,, maaf,, aku tidur di apartemen dan juga tidak mengetahui panggilan masuk karena ponselku kehabisan baterai." terangnya.


"dan saya juga minta maaf tuan, baru bisa berkunjung kemari, ini saya bawakan pesanan anda." menyodorlan tas. "dan kalau boleh saya juga akan melihat adik saya. " pintanya.


"baiklah... lihat sana adikmu.. dia juga hampir sama denganku keadaannya." ucap papa jacob. Lalu bibi retno mengundurkan diri dan keluar ruangan itu.


"siapa yang melakukan ini pa?" tanya steve saat melihat ruangan susah sepi. ia tak menyadari jika ada seseorang yang tengah meringkuk di sofa.


"para perampok yang ingin mengambil mobil." jawab papa jacob. "jangan keras keras nanti kau membangunkan dia." menunjuk ke arah sofa. "dia yang menyelamatkan nyawa papa. "


Lalu steve berjalan ke arah sofa untuk melihat siapa gerangan wanita itu. Dan ia sangat terkejut dengan kehadiran perempuan itu. jennifer.


Tak lama dari keterkejutannya, steve menyunggingkan bibirnya, tersenyum karena ia di pertemukan lagi dengan jennifer. Lalu steve melepas jaket yang di pakainya dan menaruhnya di tubuh jennifer agar terasa hangat..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. HAAPPYY. REEAADIING


__ADS_2