Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 22


__ADS_3

*ini lucu sekali,,, ini bagus,,, aku mau ini ya sayaang,,,


sayang,,, aku juga mau ini,,,


aach,,, ini juga*....


Yaah begituu lah keinginan Saphira. Dia mengajak Steve untuk ikut shopping di hari weekend. Sudah selama empat jam dia dan kekasihnya itu habiskan untuk mengelilingi pusat perbelanjaan itu. Kaki steve juga sudah merasakan pegal untuk menuruti lagi kemauan pacarnya itu.


"sayang,, sudah dong.. aku lelah..." ucap steve seraya berjalan keluar dari toko tas yang cukup terkenal merknya.


"yaah,, kan baru segini sayang..." sahut saphira. Dia bergelayut manja di lengan Steve.


"kapan kapan lagi kan bisa.. aku sudak capek. ingin istirahat.. aku akan ke restoran itu. jika kau tidak mau kau bisa berbelanja sendiri dan aku akan menunggu disana. " kata steve sambil menunjukkan sebuah restoran.


"heemmzz.. yaa sudah kita ke restoran itu saja." timpal saphira lagi. Dan ia menuruti kemauan kekasihnya itu. Sebenarnya masih banyak lagi barang yang ingin di beli olehnya mumpung dibelikan oleh steve alias gratisan,, heheheh...


.


.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih enam belasan jam di dalam pesawat, akhirnya jennifer sampai di tempat tujuannya. Yaitu Indonesia. Yaah setelah urusannya selesai dan kepastian cintanya telah kandas lagi, ia memilih pulang dan melanjutkan hidup. Menambah pundi pundi materi yang akan ia dapatkan. Dia sudah muak dengan soal percintaan yang membuatnya seperti orang bodoh.


Dan sampailah ia sekarang di bandara. Pesawat yang di tumpanginya mendarat dengan sempurna.


Jennifer memakai sweter berlengan dengan panjang dua puluh di atas lutut. ia berjalan keluar mencari sosok yang telah lama menunggunya.


"beby....." teriak Mely yang sudah melambaikan tangannya.


Jennifer tersenyum hangat, sahabatnya ini selalu bisa ia handalkan setiap saat. Padahal ini sudah menunjukkan pukul 22.15 p.m. Mely bersedia menjemput Jennifer.


"kau sudah lama?" memeluk sahabatnya itu.


"tidak.. baru sepuluh menit aku disini." ucap mely. Sebelum jennifer sampai dia lebih dulu di hubungi oleh sahabatnya itu. Jadi ia bisa memastikan kedatangannya.


"ooh,, ya sudaah... ayo.." sahut jennifer. ia menyisipkan tangannya di lengan mely.


"ceh,,, aku bukan kekasihmu.." menoyor kepala jennifer. Ia tadi juga melihat telapak tangan sahabatnya itu yang masih di bebat oleh kain perban. Mely tak mempertanyakan karna ia sudah lebih dulu di telfon oleh Rocki, mengatakan bahwa jennifer sedang terpuruk akan kehadiran andrew yang meninggalkan jennifer dan memilih untuk menikah dengan wanita lain. Rocki berpesan agar jangan meninggalkan jennifer seorang diri untuk beberapa waktu karna ia tak ingin kejadian di apartemen jenofer di Paris kemarin terulang lagi. "kita ke tempat Kevin dulu J... aku harus mengurus data data keuangan club itu, jika ada yang bermain curang akan kupastikan ia menangis di jalanan."


Jennifer menoleh.ke arah Mely menganggkat alisnya, " memang apa yang terjadi?" tanya jennifer.


"aku menemukan kejanggalan managemen keuangan disana. aku ingin memastikan sendiri. Dan kau carilah pelampiasan amarahmu disana. hahahhahaa.." ucap mely sambil merangkul pundak sahabatnya itu.

__ADS_1


Mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan bandara itu. Menuju di sebuah club malam tempat yang mereka tuju.


.


.


Mely masuk lebih dulu ke dalam menunggu di lobby karna jennifer sedang mengambil pakaiannya di koper lalu memasukkannya.di tas ransel kecil miliknya. Ia berjalan sambil membawa tas ransel kecil tersebut hanya sebelah talinya saja yang ia sampirkan ke pundak. Jennifer berencana untuk menyegarkan diri nanti.


Lalu mereka berdua masuk ke dalam. Karna hari ini weekend jadi pelanggan pun banyak berdatangan. Sosok mely dan jennifer pun iku tersorot mata beberapa lelaki. Mereka sudah memberitahukan tentang kedatangannya kepada Kevin sang GM general manager di tempat itu.


"halloo ladies... apa kabar?" tanyanya. sambil memberi salam kepalan tangan di udara yang di sahuti kepalan tangan juga oleh jennifer dan mely.


"jangan basa basi... cepat berikan data informasimu itu." kata mely menatap tajam ke arah Kevin. Kevin juga anak buah dari Rocki yang ditugaskan untuk menghandle club milik rocki tersebut. Dan Mely di tugaskan sebagai penanggung jawab dari club itu. Sedangkan Jennifer ia hanya membantu mengamati saja, tapi walaupun begitu semua ucapannya adalah perintah mutlak karena Rocki memberinya askes kebebasan itu. Anggap saja jennifer adalah pemilik club itu.


"hahahahaaa... kau rupanya tak sabaran yaa M.." sahut Kevin. "ayo" sambil membawa kedua orang penting itu menuju ke atas ke lantai tiga dimana tempat ruangan itu berada.


"heh... siapa bilang lo ikut kesana.." jennifer yang tadi diam dan hanya tersenyum kecut membuka suara. "kau belikan aku makanan, aku sangat lapar. Temanku ini tidak perhatian dengan sahabatnya yang sedari menahan perut keroncongan."


Kevin menahan tawanya agar tak terdengar oleh Mely. Ia tahu jennifer sedang menyinggungnya. "ehm,, baiklah bos cantik. aku akan memesankan makanan untukmu." mengambil ponsel di sakunya, memberikan perintah kepada pelayannya untuk membelikan makanan.


Mely yang disindir hanya tersenyum cengengesan karena ia tahu, ia tak mengindahkan protes jennifer kelaparan saat di mobil. Fokusnya ia arahkan ke club itu dan segera mengecek data keuangan tersebut.


Darrel yang tengah asyik menikmati minuman wine'nya dengan di temani seorang perempuan yang tengah bergelut manja di sampingnya. Tiba tiba ia menemukan sosok yang menyita atensinya. Sosok perempuan yang baru datang dengan temannya dan di sambut oleh Kevin. Yang ia tahu kevin adalah GM di club malam itu. Walaupun Kevin seperti mengenal dua orang perempuan itu tapi terlihat Kevin sedikit menundukkan kepala jika berhadapan dengan sosok yang menyita atensinya itu. Walaupun hanya dengan modal lampu yang tak terang, tapi Darrel tau betapa cantiknya wanita itu. Saat mereka bertiga menaiki lantai dua, sosok perempuan itu melihat ke arahnya. dia melihatku, sungguh, kau sangat cantik bila semakin dekat begini.


Darrel masih mengamati sampai mereka bertiga masuk di salah satu ruangan kaca itu, lalu terlihat lampu menyala terang disana. Kaca masih dibiarkan terbuka. Sehingga Darrel bisa dengan leluasa mengamati.


Sosok wanita yang berdandan masih dengan baju kerja khas kantoran berjalan ke arah meja dan membuka beberapa berkas di ikuti kevin. Sedangkan sosok yang ia amati sejak tadi memilih menselonjorkan kakinya di sofa lalu tiduran dengan berbantal tepian sofa yang memperlihatkan rambutnya saja.


Darrel masih mengamati sampai tepukan di pundanya menyadarkannya.


"anda melihat siapa tian?" tanya wanita yang menemaninya. lalu ikut melihat. "ooh,,, mereka adalah penanggung jawab dan pemilik club ini tuan."


Darrel menoleh "kau mengenalnya?? siapa nama mereka?" tanyanya tak sabar.


"sudah aku jelaskan tadi... wanita yang berpakaian kantoran itu yang sedang duduk dan membaca berkas itu adalah M. penanggung jawab dari semua keadaan club ini. Sedangkan wanita yang berada di sofa itu panggilannya J. dia pemiliknya."


"waaoww... sungguh luar biasa.. kenapa aku baru mengetahuinya. aku kira Kevin adalah pemilik club ini. tapi ternyataa..." ucap darrel. ia tak menghiraukan steve yang sedang menenggang minuman itu.


sungguh, aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi. lalu seringai muncul di bibirnya.


Lalu pesanan makanan Jenniver datang, dan ia langsung memakannay. Saat sedang mengunyah menikmati makanan tersebut pintu dibuka lagi padahal ia sudah menyuruh pelayannya agar jangan ada yang mengganggu. Tapi ini malah ada manusia yang berani masuk ruangan itu.

__ADS_1


Dan saat pintu terbuka langsung saja jen melemparkan pisau kecil yang selalu ia bawa kemana mana, ia sengaja melemparkan melewati muka dari orang tersebut dan mendarat di pintu. jleeeeeeb...


"apa kau sudah gila.." teriak bintang salah satu DJ di tempat itu. Ia juga mengenal Jennifer sudah lama. Jadi ia sangat senang mengetahui jennifer datang. Lalu ia langsung saja menorobos pintu itu tanpa mengetuk, dan langsung mendapat hadiah dari jennifer.


"memang... kenapa kau kemari.. aku kan sudah menyuruh pelayan untuk tak menggangguku. kau masuk tanpa permisi juga" jawab jennifer tanpa rasa bersalah.


lalu bintang masuk duduk di sebelah jennifer. belum sempat mengucapkan kata kata jennifer sudah berbicara lagi.


"siapa suruh duduk. ambil pisau itu dulu." perintahnya. lalu bintang mengikuti perintah itu. berdiri dan mengambil pisau itu lalu menutup pintu. dan juga menutup tirai yang ada di kaca.


"ceh,,, patuh sekali dia." gumam kevin saat melirik temannya itu. Dan mely hanya melihat sekilas lalu kembali memfokuskan diri lagi ke arah berkas berkas itu. sebelumnya ia mewanti wanti kepada kedua orang itu agar tak menggannggu jennifer. "jangan membangunkan macan tidur, kau bisa di lahapnya. "


"ceehhh... " jennifer melanjutkan kembali makannya. Dan bintang tersenyum. Entah mengapa ia sangat gemas sekali melihat tingkah jennifer, padahal itu menakutkan bagi yang melihatnya. Mana ada orang yabg tidak jantungan bila masuk ke ruanagan dan di sambut lemparan pisau di depan muka sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAAPPYYYY. REEAADIIINGGG

__ADS_1


__ADS_2