Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 32


__ADS_3

Suasana pagi di pedesaan sungguh sangat menenangkan bagi para orang orang kota yang keseharian mereka di penuhi dengan kesibukan rutinitas yang tiada habisnya.


Tapi pagi ini sedikit berbeda dari hari biasanya. Apalagi di kediaman keluarga Hermawan. Sudah sejak subuh tadi terlihat banyak orang yang hilir mudik, masuk dan keluar rumah keluarga hermawan. Akan di adakan acara di rumah itu, dan para tetangga pun juga turut berpartisipasi membantu supaya berjalannya acara dengan lancar.


Meika dan Bunda juga tengah sibuk memasak di dapur untuk para warga yang datang, dan juga di bantu juga para kerabat serta tetangga dekat. Meika sebenarnya enggan untuk melakukan itu, karna ia tak ingin membuat kakaknya nanti marah. Tapi apalah daya, ibunya yang memerintahkan semua ini.


"mei,, kamu telfon kakakmu sekarang. suruh dia pulang." perintah bunda sambil mengiris daun bawang.


meika agak ragu ragu untuk melakukan itu. ia masih terdiam memikirkan konsekuensi apa yang akan terjadi nanti. "iya.." jawabnya.


Lalu akhirnya ia meraba saku belakang celananya dan mengambil ponselnya, mencari kontak kakaknya dan menekan layar berwarna hijau tersebut. Masih dalam sambungan.


tut.... tuutt... ttuuuuutttt....


"assalammualaikum kak.." ucap meika mendahului. Sambil ia masih berfikir apa yang harus di katakannya nanti kepada sang kakak.


"waalaikumsalamm dek,,, ada apa pagi pagi telfon?" tanya seseorang di seberang sana yang tak lain adalah jennifer.


"ehm,, kakak sibuk hari ini?" tanyanya lagi. Sebenarnya ia tak ingin membohongi kakaknya itu.


"seperti biasa. rapat dengan para karyawan dan ada pertemuan dengan clien baru." jawab jennifer sambil meminum susu hangatnya. Ia barusaja menyelesaikan olah raga paginya. "memang ada apa dek? resort sama rumah baju gak ada masalah kan?" tanya jennifer.


"gak ada masalah..." ucaap meika mennggantung. "tapi..."


"tapi apa? cepat buruan ngomong yang jelas." kata jennifer menaikkan satu oktaf suaranya.


"ehm,, bunda kak... bundaaa..." meika masih menggantung kalimatnya. Ia mendapat ide agar kakaknya mau pulang ke rumah.


"iya.. kenapa sama bunda dek.. kamu kalo ngomong yang jelas dong. Jangan bikin kakak khawatir.." sanggah jennifer cepat.


"pulanglah kak,, nanti kau akan tahu,, bundaa sedang membutuhkanmu.." ujar meika sudah terdengar isakan yang dibuat sebagus mungkin agar kakaknya percaya. "cepet pulang kak,, kalau kau tak pulang sekarang, kau akan menyesal tak dapat bertemu dengan bunda." kata meika menangis tergugu.


"sebenarnya ada apa mei?" jennifer merasa takut akan terjadi sesuatu dengan bundanya. Karna tak biasanya meika menelfon dengan suara tangisan seperti itu. Tanpa berpikir panjang ia melangkahkan kakinya menuju tangga dan masuk ke kamarnya, dengan masih memegang ponselnya. "tunggu kakak. Kakak akan pulang sekarang." jawaban jennifer lagi. Lalu ia mengambil notebook, dompet lalu di masukkannya ke dalam tas ranselnya.


"iya kak.. cepet pulang yaa kak.. aku tunggu di rumah. hati hati di jalan.. jangan ngebut, jangan ceroboh." pesan meika. Walau sebenarnya ia merasa kasihan melihat kakaknya harus menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk sampai di rumahnya. maafkan aku kak, tak mengatakan yang sebenarnya. gumam meika dalam hatinya.


"iya.. kakak berangkat ini. kamu tenangin diri kamu dulu. oke." kata jennifer menutup pintu kamar setelah mengambil jaket denim lalu ia sampirkan di pundaknya.


Ia masih menggunakan rok mini dengan model setengah lingkaran berwarna hitam dengan atasan kaos berwarna senada yang panjangnya hanya sampai perutnya.


"iya kak." jawab meika. Lalu telefon itu pun terputus.


Jennifer menuruni tangga dan memanggil asistennya untuk memberi tahukan bahwa ia akan pulang ke rumah desanya. Ia juga menelfon adam untuk menggantikan tugas tugasnya hari ini dan beberapa hari ke depan. Karena Melly hari ini sudah mengambil cuti selama empat hari untuk merilexkan pikiran dan tubuhnya dengan berlibur ke luar negeri.


Sudah menjadi kebiasaan mely berlibur setelah menyelesaikan tugas tugasnya. Dan jennifer tak mempermasalahkan itu. Ia menganggap mely juga sama seperti dirinya yang berhak dengan mudah mendapatkan cuti sesuai kemauannya.


Jennifer menggunakan mobil terbarunya karena mobil merah itu berada di deretan paling depan. Tak lupa ia mengingatkan asistennya untuk selalu mengunci pintu dan gerbangnya dan juga jangan menerima tamu sembarangan. Dan ia juga berpesan kalau anak anak panti mau bermain basket atau berenang perbolehkanlah asal selalu ada yang mengawasi.

__ADS_1


lalu mobil pun melaju dengan sedikit di atas rata rata guna mempercepat lajunya agar sampai lebih cepat. Si merah itu pun membelah jalanan yang sudah semakin padat merayap.


●●


Di kediaman rumah steve sendiri seperti biasa lengang. Hanya ada para asisten rumah tangga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Steve sudah bersiap dengan setelan jasnya, ia menuruni tangga dan berhenti di meja makan. Sendiri. Yah begitulah kehidupan steve, semenjak mamanya meninggal ia sangat jarang sekali makan bersama dengan papanya. Ia menghembuskan nafasnya, lalu duduk. Meminum susu hangatnya setelah itu memakan sandwichnya.


"papa kemana bi?" tanya steve kepada kepala asisten rumah tangga tersebut.


"tuan besar sedang liburan den, menenangkan pikirannya katanya. " jawab bibi retno.


"hemmss.. ouwh.." jawab steve singkat. Lalu ia mengunyah sandwich itu lagi.


Lalu tiba tiba telefon rumah berdering nyaring. kriiiing,,, kriingg,, kriiing,,,


Bibi retno berjalan mengangkat telefon itu. Ia sedikit kaget dengan berita yang di sampaikan oleh seseorang di seberang sana. Setelahnya bibi retno menutup telefon rumah itu. Ia kembali berjalan ke arah steve.


"aden... ada yang perlu bibi sampaikan." kata bibi retno ragu ragu.


"katakan bi.." sahut steve.


"den,, tuan besar jatuh pingsan...."


belum menyelesaikan kalimatnya steve sudah angkat bicara. "dimana bi?" kata steve. Walaupun hubungan ayah dan anak itu tidak akrab tapi steve tetap selalu mengkhawatirkan papanya bila terjadi sesuatu terhadapnya.


"di rumahnya non jennifer yang di desa den.." jawab bibi retno lagi.


"bibi tidak tahu den.." sahut bibi retno lagi. memundurkan tubuhnya dua langkah.


"ya sudah.. saya akan kesana.." jawab steve. Ia berjalan menaiki tangga lagi. mengambil keperluan yang di bawanya. ia juga mengambil beberapa baju untuknya guna baju ganti setelah mengganti jasnya nanti.


Lalu steve melajukan mobil aston martin miliknya. Menuju rumah jennifer yang ia datangi waktu itu bersama papanya juga.


◎◎


Mobil Jennifer sudah memasuki jalan kecil menuju rumahnya yang berada di ujung jalan ini. Ia sempat heran dan bingung seperti ada yang berbeda. Saat sudah berada di depan rumahnya, jennifer dibuat kaget karena banyaknya orang yang berada disana. Pikirannya sudah kacau dan kemana mana. Pasti terjadi sesuatu, ada apa ini? gumamnya dalam hati.


Lalu ia turun dari mobil itu, masih mengamati keadaan yang terjadi disana.


Meika yang mengetahui kakaknya baru saja sampai dan masih berdiri di dekat mobil yang baru meika lihat hari ini. apa kak jen beli mobil lagi, oh astaga.. pikiran meika saat melihat mobil merah merk Range Rover milik kakaknya itu.


"ini ada apa mel?? kenapa rame gini?" tanya jennifer masih kebingungan belum mengerti.


bukan menjawab tapi meika malah balik bertanya ke jennifer. "mobil baru kak?" tanyanya.


jennifer mencelos. "kamu ini di tanya malah balik tanya. heran deeh.. " ucap jennifer.


"hehehe.. maaf kak... mending kakak masuk dulu deh. biar bunda yang ngejelasin." sahut meika.

__ADS_1


"oke.. ayo.. antar aku ke bunda." ujar jennifer melangkahkan kakinya. Baru tiga langkah dari tempatnya tadi, terlihat mobil merk aston martin berhenti di belakang mobil jennifer. Jennifer memicingkan matanya, sepertinya mobil milik steve. gumamnya dalam hati.


Lalu steve keluar dari mobilnya berjalan agak cepat menuju ke arah jennifer dan meika. Mereka kini saling berhadapan.


"Mana papa jen?" tanyanya langsung.


Jennifer tak menjawab. Ia menoleh ke arah adiknya itu. Mencari jawaban disana. Meika yang seperti di intimidasi oleh kedua orang tersebut akhirnya membuka suaranya.


"masuk dulu... biar bunda yang ngejelasin ke kamu kak.. dan untuk kamu kak steve biar om jacob sendiri yang ngejelasinnya juga." jawab meika. Ia sudah berbalik badan meninggalkan kedua orang itu, lalu setelahnya meika berjalan menuju rumahnya.


Jennifer menoleh lagi ke arah steve mencari tahu apa yang terjadi. Dan steve hanya mengendikkan bahunya acuh.


Steve sekarang berubah perilakunya. Ia seakan acuh terhadap jennifer. Dia berubah bersikap dingin dan cuek semenjak dia mengetahui jennifer lebih memilih pria lain daripada dirinya.


Tapi jennifer juga seakan tak memperdulikan itu. Walaupun hatinya kadang juga memikirkan lelaki itu tapi ia selalu menepis akan hal itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAPPY. REEAADIIINGGG...

__ADS_1


jangan lupa like dan vote'nya yaaa... makasih..


__ADS_2