Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 4


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4jam, mobil milik jen berhenti di sebuah restoran yang cukup terkenal akan masakannya yang menjadi primadona dikalangan pecinta kuliner. Selain untuk mengisi perut yang sudah keroncongan jen berfikir untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Walaupun mely dan jen berbeda keyakinan tapi persahabatan mereka tetap langgeng sampai sekarang. Bahkan saling mengingatkan jika memang sudah waktunya untuk beribadah dan saling memberi toleransi antar umat yang memang berbeda keyakinan itu.


"isi peruuttt dulu J... cacing diperut gue udah demoo ini... sekalian lo dhuhur'an dulu..." ajak mely saat hampir melewati restoran.


"iyaaa... ini juga mau berhenti... gue juga laper kali... gak lo doang" jawab jen sambil memutar kemudi ke kiri memasuki area parkiran restoran itu. Yang memang di tempat itu menyediakan tempat mushola kecil dan area bermain anak anak. Mereka keluar dari mobil, merilexkan tubuh masing masing. Menarik otot otot di tangan leher yang sedikit kaku karna kelamaan duduk.


"aku ke mushola bentar yaaa... pesenin kaya biasanyaa... " ucap jen sambil melangkahkan kaki menjauh dari mely.


"oke siiaaappp... sup iga dan iga bakar kan??" sahut mely dan di balas acungan jempol milik jen tanda ia membenarkan maksut dari mely.


Mely melangkahkan kakinya memasuki restoran dan disambut oleh karyawan yang bekerja disitu. Memilih Duduk di pojok dekat dengan kolam ikan koi. Membuka pilihan menu yang ada dan memesan makanan yang memang menjadi primadona restoran itu.


"Sup iga 1, iga bakar 2, fuyunghai 1, minumnya jus jeruk 2 sama air putih 2." kata mely sambil mengembalikkan daftar menu itu.


"baik kak.. " jawabnya..


.


.


.


.


Setelah menunggu setengah jam pesanan yang diminta datang. Jen pun sudah ikut duduk disamping mely menikmati suasana restoran itu. Hawa sejuk dingin sudah merasai tubuh mereka, yaach memang sudah memasuki daerah pegunungan.


"enak yaachh J hawanya... sejuk adem,, haasshhhh andai di kota itu kaya gini.." kata mely.


"heeemm" hanya disahuti dengan deheman oleh jen. Dia menutup mata menghadap kolam ikan itu menikmati suara gemricik air yang mengalir di kolam itu. "ayo makan dulu... mungkin masih 1jam lagi kita akan sampai dirumah.." berdoa masing masing dengan keyakinan yang berbeda. Menikmati rasa setiap masakan yang masuk kedalam mulut. Tak ada percakapan diantara keduanya, karna memang mereka tidak menyukai berbicara saat makan. Dentingan sendok dan garpu yang terdengar di telinga.


Setelah selesai makan, mereka mengecek handphone masing masing melihat notifikasi yang masuk dan membalas satu per satu pesan itu.


Setelah dirasa makanan yang dikonsumsi sudah turun. Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah bunda. Melewati jalanan berkelok yang menunjukkan kalo memang itu jalan pegunungan. Banyaak pepohonan di kanan kiri, ada beberapa spot selvi pinggir jalan yang memperlihatkan keindahan alami.


"M... mau mampir ke swalayan??? karna ini swalayan terakhir yang nanti kita temui sebelum masuk ke jalan rumah.." kata jen.


"boleh J... beli makanan ringan sama softdrink. lo tau kan kalo gue doyan ngemil." sahut mely.


"oke.."


Akhirnya mobil berhenti lagi di swalayan itu, jen dan mely turun membeli keperluan yang diinginkan. Setelah dirasa cukup mereka keluar dan kembali memasuki mobil.


"isi bahan bakar dulu yaa M.. " kata jen saat melihat spbu didepan jalan.


"iyaa... gue ngantuk J... gue tiduur yaa.. lo gak papa kan? masih setengah jam perjalanan.." sahut mely.


"iyaa gak papa... tidur sono" jawab jen.


Lalu dia membelokkan lagii mobilnya memasuki spbu untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu mobil diarahkan kembali ke jalanan. Memasuki jalan kecil yang masuk ke desanya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, mobil sampai di depan pekarangan rumahnya. Tak ada gerbang membuat mobil langsung berhenti tepat di depan pintu. Jen turun melangkahkan kakinya memasuki teras rumah, melihat sekeliling halaman rumahnya yang memang masih sama seperti dulu tak ada yang berubah. Mengetuk pintu dan memberi salam.


TOK


TOK


TOK


assalaammualaikum bundaaaa.....


tok


tok


tok


CEKLAK


"waalaikummsaalam... yaa ampuuunn anak bundaa.. muuaach.. muuaach.." jawab bunda sambil mencium pipi kanan kiri jen.


"hehehehehe.... iyaa bundaa..." jawab jen sambil memeluk bunda tercintanya...


"ayo maasuk.. adikmu meika masih kerja, adikmu aprilia masih sekolah. ibu baru ajah pulang ngantar makanan buat para karyawan di kebun teh." kata ibu menggandeng tangan jen memasuki rumah melewati ruang tamu berhenti di ruang tengah.


"looh.. kok gak minta mang ucup aja yang nganter?? nanti bunda kecapekan gimana?" jawan jen.


"yaa aampuuunn... astafirullah... jen lupa buk kalo ada mely di mobil. dia tiduur tadi, sebentar aku bangunin dulu dia" mengambil kunci mobil dan berlari kedepan. Sesampainya di mobil dia membangunkan mely dan mengangkat barang barang belanjaan yang dibelinya di swalayan tadi.


Mereka memasuki rumah, duduk di ruang tengah yang sudah aada bunda menanti.


"haallooo bundaaa.... apa kaabaarrr" kata mely memeluk bunda. yaach memang mely sudah menganggap bundanya jen sebagai bundanya juga. Dia hidup di panti asuhan bukan karena dibuang atau tidak memiliki orang tua, tapi karena kehidupan yang sangaatt jauh dari kata mampu. Mely dititipkan orang tuanya ke panti asuhan agar dia bisa sekolah mewujudkan mimpi mimpinya sebagai orang yang sukses.


"baaiiik sekaalii mely.... kamu tambah cantiik ajah... duuch duuch udah punya kekasih belom ini anak bunda??" jawab bunda.


"hahahahhaaa... bunda bisa ajaah.. yaah mana ada yang mau sama mely kalo semua cowok ngeliriknya ke anak kesayangan bunda itu" sahut mely sambil menunjuk tersaka jen yang tengah asyik minum.


"maasaa???" jawab bunda "tapi kok anak kesayangan bunda ini belom pernah ajak ajak temen cowok main kesini yaachh,, katamu semua cowok ngliriknya ke dia."


"iyalaah bunda.. masak mely bohong sama bunda. Anak kesayangan bundanya aja yang gak peka sama perhatian cowok, terlalu cuek bebek.. hahahhaa" balas mely sambil menaik turunkan alisnya...


"waachh.. berarti harus ada campur tangan bunda ini. Kamu setuju nggak mel kalo anak kesayangan bunda ini mau bunda jodohkan sama anak temen alm.ayah.." kata bunda mencari dukungan..


"setuju bangeett bundaa"


ppruuuuuuffffttttttt.........


jen menyemburkan minumannya saat mendengar kalau dia akan dijodohkan.


"iiiiichhhhhhh.... joorook loe tau gak!!" geram mely..

__ADS_1


"siapa suruh lo duduk disitu.. lagian ini bunda kok enak banget bilang jodoh jodohin. aku baru nyampek lo ini, apa gara gara ini bunda menyuruh aku untuk pulang? aku gak mau..." ketus jen.


"Looh kok gitu sih nak. ini amanat ayah kamu loo. Ayah berpesan kalau beliau ingin anak kesayangannya menikah dengan anak dari temen ayah. Kamu masih ingat sama anak laki laki yang pernah main kesini dulu waktu kamu masih kelas 6 sd?? itu yang akan jadi calon suami kamu!!" kata bunda.


Jen memicingkan matanya, mengerutkan dahi, mengingat ngingat kejadian saat dia masih sd dulu.


FLASSBACK ON


Saat itu waktu liburan ayah kedatangan tamu dari kota, temannya saat menjadi koki di Bali. Dulu ayahnya seorang koki sebelum bertemu dengan bunda.


Teman ayah itu perempuan, dia membawa anak laki laki yang usianya terpaut 2tahun lebih tua dari jen. Saat itu Jen tengah asyik bermain dengan meika dan tidak merespon anak laki laki itu, hingga anak laki laki itu marah dan merusak mainannya. jen tak terima saat mainannya rusak dia mendorong anak laki laki itu, tak terima di dorong anak laki laki itu mendorong balik jen. Tapi naas jen tak siap saat dorongan itu ditujukan kepadanya, dia terjunggal jatuh dan kepalanya membentur batu hingga berdarah sampai akhirnya harus diberi 2 jahitan.


FLASSBACK OFF


"Bunda gak salah niih... dia sejak kecil ajah udah kasar gitu sama perempuan. apalagi gedenya.. aku masih inget yaa 2 jahitan di kepala aku ini" sahut jen sambil membalikkan badan dan memperlihatkan kepala belakangnya menunjukkan bekas jahitan itu walaupun sudah tak begitu terlihat.


"yaachh.. sekarang udah besar.. bedaa dengan keadaan masih kecil jen. Toh ini alm.ayah yang meminta kamu nikah sama dia. Masak gak mau ngelakuinnya?? Gak langsung nikah jen,, Bunda kasih waktu kamu buat lebih deket sama dia. Besok dia kesini sama papanya. Dan kamu tau temen papa kamu itu juga udah meninggal sayang. Dan dia juga berpesan kepada anaknya untuk nikah sama kamu." jawab bunda.


" heemmmmzzz... tapi bundaa.... kalo gak cocok gimanan"


"yaachhh di cocok cocokin laah.. ya gak mel??" sahut bunda mencari bala bantuan agar tak kalah dari sang anak.


"betul tuuch jen... nikah sono.. umur loe udah 27,, maau jadi prawaan tua lo.." kata mely menimpali.


"enak ajaahhh... sembarangan kalo ngomong.. lo kali yang ngebet nikah... tapi sayang tak punyaa calon.. weekkzz" jawab jen sambil menjulurkan lidahnya sedikit tanda mengejek.


"punyaa laah.. masak seorang mely gak punya calon.."


"coba manaa kalo ada bawa sini"


"calonnya masih di simpen ama tuhan.." mereka pun akhirnya tertawaa dan Bunda pun ikut tertawa mendengar pernyataan mely..


.


.


.


.


.


.


.


.


HAPPY READIIINGGGG

__ADS_1


__ADS_2