Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 30


__ADS_3

Alunan musik yang sedari tadi telah memenuhi suara di ruangan restoran yang baru beberapa saat lalu telah di buka. Dengan datangnya sang Dj Bintang restoran itu bertambah ramai. Selain menjadi Dj, bintang juga terkadang bernyanyi di cafe cafe milik Jennifer. Vokalnya juga lumayan mumpuni. Selain itu juga pada hari ini juga ada potongan harga sebesar 20% bagi pengunjung yang datang.


Saat ini waktu jam makan siang dan para pengunjung juga sudah berdatangan untuk merasakan masakan yang di sediakan oleh restoran tersebut.


Steve ternyata juga menyempatkan untuk datang, guna meluruskan kesalah pahaman terhadap jennifer. Steve duduk di salah satu sudut meja disana. Ia celingukan mencari keberadaan jennifer. Dan ternyata Jennifer sedang mengobrol dengan salah satu pengunjung yang kalau di lihat lihat sedikit berbeda. Karena sepertinya bukan orang asli negara ini.


Ternyata Saphira juga datang karena ia mengetahui ada restoran baru buka dan menawarkan potongan harga 20%. Ia melihat ke seluruh ruangan itu mencari tempat kosong untuk dia duduk. Lalu ia melihat steve yang juga berada disana.


waah,, kesempaatan gak datang dua kali. gumamnya dalam hati. Lalu ia berjalan mendekat dan langsung berhambur memeluk steve.


"steve sayang.. kau ada disini juga?" ujarnya setelah melepas pelukannya lalu duduk berhadapan dengan steve.


"iya..." cuek. "lain kali gak usah peluk peluk. kita udah selesai Saphira." ucapnya tegas.


"tapi aku masih sayang kamu steve." sahut Saphira manja.


Tak lama terdengar suara dari sang Dj yang mengatakan ingin mengajak kolaborasi bernyanyi dengan pemilik restoran tersebut. Jennifer yang merasa di panggil menolehkan kepalanya menuju panggung yang berada di tengah tengah. Jennifer memelototkan matanya kepada bintang, bisa bisanya temannya itu. Ia mengeleng gelengkan kepala pelan.


"udah,,, tampil aja.." suara Mely terdengar sambil menyenggol lengan jennifer.


"betuuuL... naik gih bos cantik.. nanti aku live deh.." sahut Adam yang juga ikut mengomentari.


"sembarangan... gue potong gaji lo.." ucap jennifer berdiri.


"hahhahaa... ampun bos cantik.." Adam sedikit meneriakki bosnya, karena ia takut akan gajinya yang di potong.


Rani hanya menggelengkan kepalanya pelan. Memperhatikan Bos besar dengan para asistennya yang sangat berbeda jauh saat di luar kantor.


Dari kejauhan nampak steve yang terlihat masih bingung. Sebab ia juga melihat rekan bisnisnya yang juga tengah berada di meja bareng jennifer dan itu terlihat akrab menurut steve.


Steve mengikuti arah kemana tubuh jennifer berjalan. Ia juga sedikit mengernyitkan keningnya, karena jennifer juga sepertinya sangat akrab dengan sang penyanyi itu.


awas lo yaa,,, gak dapet gaji lo disini. bisik jennifer di kupik bintang. Dan sang empunya hanya tertawa seolah tak mempermasalahkan uang yang akan di dapatkannya hari itu. Bintang hanya ingin membantu bisnis temannya itu agar ramai pengunjung, toh dia hari ini juga free tak ada kegiatan.


"uhm,, pengen lagu apa?" kata bintang yang sudah memegang gitar kesayangannya.


"terserah lo... yang gampang aja.." jawab jennifer juga sudah duduk di sebelah bintang.


"oke... yang romantis yaa.. biar pada baper trus rating aku naik.. hahahhaha..." ucap bintang sambil memikirkan lagu apa yang pas untuk di nyanyikan.


"hahaha... oke.. gue bantu lo biar viral.." sahut jennifer.


Lalu terdengar petikan petikan senar gitar yang barusaja di mainkan oleh bintang.


Ia tersenyum ke arah jennifer seperti seorang kekasih yang sedang kasmaran.


Jennifer yang juga sudah mengetahui irama lagu itu tersenyum.


dengarlah cinta hatiku remuk redam


jika tak ada kamu


menemani aku


(bintang mengawali lagu itu dengan penuh penghayatan sambil sesekali melirik ke arah jennifer.)


dengarlah cinta ku memanggil namamu


di setiap malamku


ku memikirkan kamu (kini jennifer yang bernyanyi.)


Aku sepi sepi sepi sepi


jika tak ada kamu (bintang)


Aku mati mati mati mati


jika engkau pergi (jennifer)


dengarlah kesayanganku

__ADS_1


jangan tinggalkan aku


tak mampu jika ku tanpamu (bintang)


*dengarlah kesayanganku


hidup matiku untukmu


kumohon pertahankan aku (jennifer)


Aku sepi sepi sepi sepi


jika tak ada kamu


Aku mati mati mati mati


jika engkau pergi* (kini keduanya sama sama bernyanyi.)


dengarlah kesayanganku


jangan tinggalkan aku


tak mampu jika ku tanpamu


dengarlah kesayanganku


hidup matiku untukmu


ku mohon pertahankan aku........


Steve yang juga tengah melihat kemesraan dua sejoli yang berada di atas panggung itu mengepalkan tangannya. Hatinya memanas melihat semua itu. Saphira yang berada di hadapannya juga telah mengawasi ekspresi dari raut muka steve yang menahan amarah.


"jadi,, jennifer yang ada di kontak kamu itu jennifer yang sedang berada di atas panggung itu.?" tanya Saphira sesaat sudah menghabiskan makanannya.


Steve tak menjawab, hanya menaikkan bahu acuh. ia lalu mengambil minumannya, meneguknya perlahan.


"dia itu memang dari dulu centilnya minta ampun.. cowok satu sekolah di deketin semua.." ujar Saphira memanas manasi. Padahal dia sendiri yang sejak sekolah menengah atas selalu berusaha mendekati semua siswa yang populer.


Steve penasaran. ia menoleh ke hadapan Saphira. "kamu kenal dia? sejak kapan?" tanyanya.


"jadi kamu tahu siapa cowoknya waktu sma.?" tanya steve penasaran.


"tahu lah... dia juga pernah nyrobot pacar aku dulu.. trus karna gak dapet pacar aku akhirnya dia jadian sama yang namanya Andrew. Tapi terakhir yang aku tahu andrew di jodohkan oleh orang tuanya. selanjutkan aku gak tahu." jawab Saphira. ia memutar balikkan fakta yang sesungguhnya demi menjatuhkan saingannya. Persis sama yang dilakukannya dulu waktu masih sekolah. Ia menjatuhkan nama jennifer saat mengetahui sang ketua osis menyukai jennifer dan memiliki hubungan dengan jennifer yang saat itu menjadi bendahara osis.


"owh..." ia tak melanjutkan sesi pertanyaan itu. ia lalu melirik ke arah jennifer lagi. masa ia kamu kaya gituu.. pikirnya dalam hati.


Terlihat jennifer masuk ke dalam toilet sambil membawa tote bag. Steve yang mengetahui itu segera menyusul ke arah toilet. Ia menunggu di depat toilet wanita. Menyandarkan punggungnya disana. menanti kehadiran gadis yang telah sedikit mencuri hatinya.


Tak lama jennifer keluar dengan pakaian yang berbeda. Awalnya ia menggunakan dress selutut dan sekarang ia menggunakan celana jeans hitam sobek sobek di bagian lututnya dengan atasan warna hitam juga yang sangat pas ditubuhnya. Di tambah jaket boomber wanita berwarna armi. Jennifer terlihat kaget saat bertemu dengan steve, ia tidak menyangka jika lelaki yang beberapa hari lalu menyita atrnsinya kini hadir di depannya. Dan sayangnya kini jennifer sudah malas untuk berurusan dengan lelaki itu.


"lo disini juga..?" tanya jennifed mengawali pembicaraan. Ia sedikit acuh terhadap steve.


"kok gitu sih ngomongnya." ujar steve mendekat.


"udah deh steve, gue gak punya waktu untuk ladeni lo." sahut jennifer tegas langsung to the point.


"kok kamu jadi gini sih... ada apa? aku ada salah sama kamu?" tanya steve sudah berada di depan jennifer.


"gak.. gak ada." jennifer sudah melangkahkan kaki selangkah hendak pergi. tapi steve menahan lengan jennifer.


"aku minta maaf atas kejadian tempo hari.. aku yang salah." ucapnya di teling jennifer. membisikkan kalimat permohonan maaf kepada jennifer.


Jennifer sempat bergidik, tapi ia tepiskan rasa itu. "gak ada yang perlu di jelasin. Seharusnya lo selesaiin dulu masalah lo dengan si model itu." kata jennifer. "gue bukan cewek gampangan yang bisa lo kadalin yaa.." seraya melepaskan tangan steve di lengannya.


"iya.. aku salah.. sekarang aku udah putus sama dia. aku mau kita mengawali perjodohan ini dengan benar." kata steve menggenggam tangan jennifer.


Jennifer menghela nafas. Pasalnya ia telah menoleh ke lelaki lain.


Kehidupan percintaan jennifer sekarang tidak seperrti dulu yang hanya akan terfokus pada satu orang. Setelah hatinya remuk redam oleh perbuatan andrew, Jennifer tak begitu percaya cinta. Jika ia tertarik dengan lawan jenisnya, maka ia akan memdapatkannya dan jika ia sudah tak berminat maka ia akan melepaskannya.


"gue udah maless sama lo... sorry steve.. lagian lo juga bekas dari si mak lampir itu. ogah gue.." jawab jennifer cuek.

__ADS_1


Steve mengerutkan kening, siapa yang di maksut oleh jennifer. "maksut kamu siapa mak lampir itu? Saphira?" tanya steve.


"iya jelaslah... musuh bebuyutan gue itu." jawab jennifer cepat.


"tapi aku hanya main main jen sama dia.." ujar steve.


Jennifer sudah sangat malas meladeni steve. Lalu ia melangkah pergi. Segera ingin menemui seseorang yang baru dua hari ini menyentuh hatinya. Seseorang yang bisa mengerti jennifer dan bisa menjadi partner yang cocok saat di jalanan karna jennifer suka adrenalin.


Jennifer menghampiri meja yang saat itu tengah ada Mely sang sahabat dan dua asistennya juga.


Jennifer mengambil ponsel dan dompetnya saja. Tasnya serta tote bag ia serahkan ke mely. "lo bawa ini... gue cabut dulu M." perintah jenniifer kepada mely.


"mau kemana lo?" tanya mely yang juga sedikit terkejut saat sahabatnya itu berganti pakaian yang ia kenakan.


"pergi sebentar... daahhhh" jennifer sudah berbalik badan melangkah menjauh dari meja sambil mengetikkan pesan balasan kepada seseorang. Lalu ia berhenti saat sudah menerima balasan itu. Ia berbalik badan lagi. meneriaki nama sahabatnya sambil melempar kunci mobilnya. ssseettttttttt


"M... antar anak gue pulang dengan selamat." ujarnya cengengesan lalu sedikit berlari menuju pintu.


Mely menangkap kunci itu tepat pada waktunya. "sialan... tuh liat bos lo kalo nyuruh orang seenak jidatnya." ucap mely cemberut. "siapa sih yang mau dia temui.?"


Rani tersenyum. Lalu ia membuka gallery yang ada di ponselnya. Mencari gambar untuk memberikan informasi kepada mely. Setelahnya ia menyodorkan ponsel tersebut ke arah mely. Gambar yang menunjukkan foto seorang pria yang akan di temui jennifer.


"siapa tuh?" tanya Mely penasaran. Ia juga sempat melongo saat memperhatikan foto itu. sedikit tertarik juga. "dapet dari mana sih tuh anak.." ucapnya.


Adam yang penasaran ikut melihat. Lalu ia tertawa.. Ia mengetahui sosok pria itu, karena basicnya dari jalanan jadi ia sedikit mengetahui.


"namanya Gagas.. Raja jalanan di kota XXX.." ucap Adam memberikan informasi. "ia juga memiliki salah satu club malam disana."


Rani menganggukkan kepalanya saat Mely menoleh ke arahnya, menanyakan kebenarannya. "kemaren waktu di kota XXX bos jen ngajak ke club itu mbak. Dan disana ketemuannya."


Mely menganggukkan kepala. "ouwh.. dia kaya jojo.. pantess Jen tertarik." ucapnya.


Adam menyaut tentang percakapan itu. "lo gak teertarik juga kan mbak?" tanya Adam memastikan. Karna ia tahu cerita bahwa dulu Jennifer dan Mely tertarik dengan pria yang sama, dan akhirnya jennifer mundur tak lama karna Mely juga gak enak hati dengan jennifer dia juga mundur.


Mely menonyor kepala Adam keras. "sembarangan..." ucapnya judes.


Adam hanya tertawa renyah saat menggoda Mely.


"Kalau kalian mau tahu aslinya,, ayo cepetan ikutin.." ujar Rani memberikan ide konyol.


Adam dan Mely saling bertatapan, sepertinya menarik. Tak menunggu lama mereka bertiga bergegas merapikan barang barang bawaannya dan sedikit berlari menyusul jennifer..


Steve yang juga ikut mengupik pembicaraan ketiga orang itu juga ikut berlari menyusul di belakangnya. Ia ingin mencari tahu siapa sosok pria yang membuat atensi jennifer berubah haluan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. HAAAPPYYY. REEEAADIINGGG


__ADS_2