
Matahari mulai merangkak naik dipermukaan bumi, angin berhembus lembut menerpa wajah yang tengah berolah raga di pagi hari. Mengeluarkan tetesan bulir-bulir keringat di dahinya.
hooosstt... hooossttt... huuufttttt
"memang udara pagi itu enak sekali, belum tercemar polusi yang bikin tubuh gak sehat.."jen berbicara sendiri sambil melirik jam yang ada dipergelangan tangannya..
"waaaooow... sepertinya sudah cukup aku berolah raga, lanjut beberes dan ke kantor..." sambil memasuki rumah minimalisnya, mencari sosok wanita paruh baya yang biasa membersihkan rumah itu..
"mbok irah,,, mbok irah,,, " jen memanggil manggil menaiki tangga padahal orang yang dicari berada di dapur dan alhasil malah pembantunya itu yang menhampiri. "iya non,, ada apa manggil mbok? mau sarapan apa biar mbok bikinin?"jawab mbok irah.
"hehehhehe,,, maaf mbok aku buru-buru jadi sarapannya di bungkus aja buat bekal, nanti aku bawa ke kantor!! buat 2 porsi ya mbok..!" sahut jen sambil membalikkan badan menghadap mbok irah. "oouuww,, iya non,, 2 porsi?? pasti buat mbak meli yaa?" jawab mbok irah. "hehhe,, tuuch mbok irah tau... udah mbok cepetan bikinin, nanti aku turun udah siap yaa.. aku mau mandi dulu.." pergi meninggalkan pembantunya...
.
.
Terlihat mobil sport toyota ft 86 memasuki parkiran perusahaan angkasa group yang tak lain adalah mobil milik jen lalu setelah itu dibarengi dengan mobil sport bmw m2 milik meli..
mereka sama sama memasuki ruang kerja sambil mengobrol.
jen "gilaaa loe, gue disini bosnya malah kalah ama bawahannya.. parah loe.."
meli "hey *****,,, gue cuma punya 1 itu doang,, laah elo punya 2 mobil.. masih kurang terima loe??"
jen "iyaalaah... anak cewex gue yang itu kalah abis sama punya loe harganya.."
meli "terserah loe mau bilang apa,, suka-suka loe.. gue mah bebas gak punya tanggungan kaya loe!!!"
jen "dasaarr,, punya asisten kaya loe bikin iri gue aja... "
meli "heeiii,, pagi pagi udah seneween, kenapa emang? ada masalah apa? tumben loe uring-uringan gak jelas gini? mana suruh berangkat pagi pula. Trus ini juga suruh majukin jadwal rapat-rapat. Emang kita mau kemana? jadwal perjalanan bisnis juga masih lama kali..
jen "emang gue belom crita ke loe, kalo bunda nyuruh gue pulang besok??"
meli "gak ada.. loe belom ngomong.. oke sekarang mau loe kita majukin jadwal gitu?"
jen "iyaalaach beg*k... kan udah gue messeg kemaren.. majukin semua jadwal hari ini lemburpun juga oke.. biar besok bisa tenang pulangnya"
meli "huufttt... oke decch bu boosss... lanjuuttt.. asaal pemasukan double ajah.. hahahhahahaa"
jen "loe kalo masalah uang aja cepet banget!!! oyaa.. niih sarapan tadi gue bawa bekel, makan dulu gue laper.. abis itu kita sikat tuuch proyek-proyek yang bikin kepala puyeng"
meli "oke... siiaap bu bos... makasih sarapannya"
.
.
.
Hari yang melelahkan pun akhirnya terlewati dengan sempurna,,. Suasana kantor pun sudah lengang, hanya segelintir orang yang masih mempunyai tanggungan pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.45..
__ADS_1
"akhirnyaaa... selesai jugaa..." jen berbicara sambil membereskan berkas-berkas yang berantakan dimejanya. Melihat sekeliling ruangan nampak sepi senyap, arah matanya tertuju pada kaca besar yang menunjukkan kehidupan diluar jendela itu. Terlihat lampu-lampu gedung yang menyala kelap kelip, dan jalanan yang masih ada kendaraan yang lewat.
tok
tok
tok
"udah selesai belom loe??" tanpa menunngu si empunya ruangan mempersilahkan masuk.
"udah.. ini tinggal beresin berkas aja.." jawab jen.
"ya udah.. ayo pulang.. gue juga udah kelar niih.. eeiittss,,, tapi sebelum pulang cari makan dulu yuuck.. lapeerrr" meli berbicara
"oke,, gue juga lapeerr bangeett.. anak-anak yang ikut lembur juga ajakin tuuch biar rame!! sekalian buat bonus juga.." kata jen menimpali. "oke" sahut meli sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut.
.
.
jen mengirim pesan ke meli
📩aku tunggu di lobby...
balasan untuk jen
📩oke bu boss,, ini kita baru turun, lagi nuju lift..
.
.
Sekitar sepuluhan orang meramaikan tempat makan itu. Karna ini termasuk gratisan dari bu bos maka karyawannya pun tak segan segan memilih berbagai macam pilihan.
.
"Adam besok saya dan mely akan pergi keluar kota, kamu urus disini!!.." kata jen kepada adam yang juga termasuk tangan kanan jen.
"oke,, siaap bu bos cantiik... " jawabnya sambil terkekeh kekeh.. Yaach hanya dia yang berani cengengesan di depan bosnya itu jikalau sudah tak berada di area kantor.
Adam adalah anak jalanan dulunya, suatu kejadian ataukah takdirnya yang bagus ia bertemu dengan jen. Dan dia di ajak ke panti asuhan yang memang milik jen. Ia di sekolahkan kejar paket karna memangbusianya sudah melebihi dan akhirnya dapat lulus dengan memuaskan. Ia mencoba kuliah dan mendapat beasiswa.
.
.
Angkasa group memang baru beberapa tahun berdiri, namun jangan anggap perusahaan itu kecil. Kini perusahaaan itu telah maju dan berkembang dengan cepat hampair menyaamai milik papanya steve. Yaach walaupun masih belum 100% sama.
.
.
.
__ADS_1
Kembali lagi ke restoran cepat saji. Semua anak buah jen merasa senang bisa bekerja dengan bos yang baik walaupun mereka tau betapa ganasnya bu bos itu kalau sudah menyangkut pekerjaan apalagi kalo tidak memuaskan seperti yang dia inginkan.
Sekitar jam 01.00 akhirnya mereka membubarkan diri. Satu per satu karyawan mengundurkan diri pulang ke rumah masing masing.
"mel... besok sekalian bawa berkas" untuk proyek di kota.X dan sekalian kita tinjau kesana setelah pulang dari rumah bunda." perintah jen kepada mely yang hanya di angguki kepala olehnya.
" sekalian bawa baju kerja jugaa.. nanti lo minjem baju gue lagi.." gerutu jen...
"iyaaa jeen baaweeellll....." sahuut mely.
Meli tau kalau jen memang tidak suka kalau barang"nya di pakek orang, dia lebih memilih membelikan barang baru daripada meminjamkan barang, karna menurutnya barang itu sudah bekas jadi tidak pantas kalo di berikan orang, aneh sih tapi itulah jen.
.
.
.
Setelah sampai di parkiran jen, mely, adam menhampiri kendaraannya masing masing.
" sampai bertemu besok mel, gue jemput nanti... " jen mengawali pembicaraan terakhirnya dengan mely.
"oke" sahut mely.
" selamat malam bu bos cantik" sahut adam yang juga sudah diatas motor sport'nya melambaikan tangan meninngaalkan pelataran reatoran.
Dan hanya dibalas lambaian tangan menunjukkan jempol ke atas oleh jen.
.
.
Sebuah mobil sport putih membelah jalanan ibu kota di tengah malam. Jen mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karna dia juga sambil mendengarkan lagu lagu milik Glenn Fedly. Yang memang setiap kata katanya menyentuh di hati yang mendengarkan.
Jikalau jen sendiri seperti ini dan di tambah musik yang melow dia akan teringat dengan andrew. Mantan pacarnya dulu waktu SMA. Belum ada seseorang yang bisa menggantikan posisinya di hati jen. Kenangan cinta monyat jaman sma pun terlintas di benaknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
HAPPY READING....