Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 17


__ADS_3

Jennifer menghembuskan asap rokoknya ke udara. Memenuhi ruangan apartemen miliknya. Dia duduk di sebuah kursi malas di sudut ruangan apartemen itu. Bersandar dan menengadahkan kepalanya ke langit langit ruangan itu.


Tadi siang dia telah sampai di Prancis. Melihat kondisi seberapa rusaknya restoran milik Jennifer dan Mely tersebut. Tak ada yang perlu di khawatirkan, karna tak ada korban jiwa. Semua karyawannya selamat dan hanya mengalami cidera kecil, melepuh sedikit di area tangan dan kaki, tapi mereka yang terluka sudah mendapatkan penanganan medis.


Mata perempuan itu menerawang jauh, ehtah bagaimana tiba tiba kelebatan bayangan laki laki itu hadir lagi di pelupuk matanya.


Andrew Setiawan


Laki laki yang pernah mengisi kekosongan hatinya. Andrew yang pernah membuat Jennifer berbunga bunga waktu itu, membuat dia merasakan indahnya jatuh cinta. Dan laki laki itu pula yang menggoreskan luka dihatinya. Sungguh ia sebenarnya sangat merindukan lelaki itu tapi ia juga sangat kecewa dengan keputusan pria itu.


Kenapa dia tak pernah menghubungi Jennifer setelah ia gagal menikah dengan calonnya itu.


Lalu Jennifer juga teringat akan kehadiran sosok laki laki lain yang sekarang akan di jodohkan dengannya. Steve.


Bagaimana kabarnya? kenapa beberapa hari ini dia tak menghubunginya.?


"apa aku telfon saja yaa??" pikir jeNnifer.


TUT... TUT... TUT....


Tak ada jawaban di seberang sana. Lama Jen menunggu hingga akhirnya suara di seberang sana menyaut.


"hallooo..." ucap seseorang disana.


deg


Suara itu bukan milik steve, tapi suara itu suara perempuan. dan terdengar hiruk pikuk keramaian seperti di sebuah club, karena terdengar suara dentuman musik yang sangat keras. Jen sangat paham dengan situasi di sebuah club malam.


Jadi dia dengan seorang perempuan di tengah malam seperti ini. Sekarang pukul 20.00 berarti di Indonesia sekitar pukul 01.00 dini hari.


"Hallooo.. dimana steve?" sahut jennifer pasti. Ia akan mengorek sesuatu dari gadis itu.


"dia ada... sedang di toilet. kamu siapa?" tanyanya.


"bukan siapa siapa.. kamu yang siapa??" tanya Jennifer penasaran.


"aku kekasihnya.. " jawab perempuan itu pasti.


"ooh.. ya sudah.. ehm,, jangan beritahukan steve kalau aku menghubunginya. Maaf mengganggu acaramu. " sambung jennifer langsung memutus hubungan telfon tersebut.


Ada rasa jengkel di hatinya saat mengetahui kalau calon suaminya nanti playboy. Memiliki beberapa kekasih.


Bagaimana bisa bunda menjodohkanku dengannya. Ayah,, apa aku juga akan melangsungkan perjodohan ini.


Tak lama ponsel milik jennifer berdering, dan disana muncul nama orang yang telah menjadi sahabatnya bertahun tahun. MELY.


"hallooo bebebkuuu mely...." kata jen.


"ciieh... kau menjijikkan.."


"hahahahhahahaaa.... ayolah... apa kau tidak merindukan sahabatmu ini?"


"hah?? sepertinya kau kekurangan obatmu kawan. ehm,,, aku menelfonmu ingin bertanya bagaimana kondisi restoran? apakah parah?"


"kau tidak perlu kuatir M... semua sudah teratasi dengan baik. Besok aku bertemu dengan pihak asuransi. Kau tak usah cemas. Semua karyawan selamat. Kau tenang lah."


"syukuurlah... jika semua aman. aku baru pulang dari bandung mengecek proyek disana."

__ADS_1


"baguslah... aku serahkan semua tanggung jawab disana kepadamu. jika kau lelah carilah asisten juga, minta orang pada Adam. Aku juga sudah meminta Adam orang untuk membantuku."


"apa kau akan mengusirku J???"


"bicara apa kamu ini... aku memberimu usul begitu supaya kita bisa enak. Biar kita bisa leluasa pergi pergi kemanapun tanpa harus memikirkan pekerjaan. Tinggal memerintahkan asisten kita saja. Sekalian bagi bagi rezeki.."


"heemmzz.. aku kira kau akan meninggalkanku. berjalan sendiri sendiri. "


"apa kau.sudah gila M... "


"hahahhaaaa... ya sudah... aku ingin mandi dan langsung istirahat. tubuhku terasa sangat lelah..."


"baiklaah... istirahatlah... terima kasih atas kerja kerasmu membantuku. jangan lupa minum vitaminmu."


"pastiii... thank's..."


.


.


Sungguh, aku lelah berada di Negara ini. Aku seperti mengulang kembali kejadian kejadian lamaku disini. Aku berada di antara lalu lalang orang banyak, namun aku menyembunyikan keberadaanku dari masa laluku.


Setelah bertemu dengan pihak asuransi, kini Jennifer berada di depan bongkahan bekas restorannya. Hanya tersisa puing puing saja.


lalu tiba tiba ada suara yang memanggil..


*suara itu... aku masih ingat...


"Nif*er"...


*tidak... ini tidak mungkin kan... tidak..


J*ennifer tidak bersuara. Mendadak lidahnya kelu, seolah tubuhnya tidak tahu harus bereaksi seperti apa dalam situasi tegang seperti sekarang ini. Jennifer selalu mampu menguasai keadaan, namun yang kali ini cukup sulit baginya.


Andrew mendekat, dia tahu Jennifer tidak akan maju lebih dulu. Jadi dia memutuskan untuk mengambil langkah lebih dulu. Melihat Andrew yang bergerak mendekatinya, membuat jennifer menahan nafas. Andreew maju beberapa langkah, benar benar mengeliminasi jarak diantara mereka.


"Nifer" panggilan ketiga yang di ucapkan andrew oleh bibir tipisnya. Nada dan intonasi yang pernah jennifer suka, yang pernah ia damba dan puja dulu.


"Andreew" hanya itu yang terucap dari bibir milik jennifer. di tengah keterkejutannya yang masih berusaha ia kendalikan.


Beberapa anak buah dan karyawann restoran miliknya tengah membersihkan puing puing reruntuhan bangunan itu.


aku tidak bermimpikan?? apa dia andrew'ku dulu? ya ampun... Tuhan,, apa engkau menjawab pertanyaan pertanyaaanku sekarang. sungguhhh,,, hatiku terasa campur aduk sekarang.


"ini aku,, Nif..." kini Jennifer dapat dengan mudah begitu jelas mendengar suara laki laki itu. Dan entah mengapa sekaligus memutar kenangan di antara memori yang jennifer punya mengenai keduanya.


Andrew bernafas dengan susah payah, gadis yang di cintainya dulu terlihat semakin cantik saat ini. Dia menggunakan dress indah berwarna mocca selutut dan menggunakan blezzer hitam yang melekat di tubuhnya. Jennifer terlihat lebih matang dan berkharisma di umur yang sudah menginjak 27tahun ini. Jennifer juga sangat sempurna sekarang.


Setelah berhadapan dengan jennifer, tak butuh waktu lama, andrew langsung memeluk tubuh jennifer. Melepaskan kerinduan yang telah lama mereka rasakan. Lama pelukan itu terjadi. Akhirnya andrew melepaskan pelukan itu,.


"kenapa kau berada disini?" ucap andrew.


Jennifer masih menetralkan kondisi hatinya. dia tak ingin terlihat lemah seperti dulu yang hanya pasrah akan takdir.


"aku disini melihat restoranku yang kemarin baru saja kebakaran." sambil menunjukkan bekas puing puing yang tersisa.


Andrew mengikuti arah telunjuk tangan jennifer. "jadi kau pemilik restoran itu" tanya andrew.

__ADS_1


Jen langsung menganggukkan kepalanya. "iya... tapi tak massalah, semua sudah teratasi. aku kan memang meng'asuransikan restoran itu.." jawab jen.


"oowhh... sebenarnya niat aku kesini aku ingin makan di restoran itu, tapi ternyata restoran itu kebakaran. Dan aku tak menyangka kalau pemiliknya adalah kau." ucap andrewm.


Jennifer hanya tersenyum. Tak ingin memberitahukan keadaanya yang sekarang. "hehe.. yahh,, hanya sebuah restoran ini yang kupunya ndrew.. ehm,, bagaimana kalau kita makan siang bersama saja. apa kau mau?" tanya jennifer.


"yaa aku mau.. ayoo... " sahut andreew.


Jennifer berniat untuk membawa Andrew ke sebuah restoran khas masakan Asia siang itu. Jennifer turun dari mobil Andrew, di ikuti Andrew di belakangnya. Sungguh pertemuan yang tak terguga. Harusnya pertemuan itu sejak dulu terjadi bukan sekarang, karena sekarang andrew sudah akan menikah, tapi hal itu tidak diketahui olrh jennifer.


Andai dulu Andrew tidak pengecut dan dia berani menemui Jennifer mungkin sekarang mereka sudah bersama atau mungkin juga sudah menikah.


"bagaimana kabarmu,, Nif?" Andrew bertanya sambil melihat mata jennifer, mata yang dulu selalu membuat teduh hati andrew.


"aku baik.. seperti yang kau lihat ndre.. aku sungguh terkejut melihatmu di Prancis. Apa kau tinggal disini sekarang? atau kau bekerja disini?" tanya Jennnifer seraya meletakkan benda pipih miliknya di atas meja. Bersiap untuk bercakap cakap dengan lelaki itu.


Andrew menyunggingkan senyuman.


"aku beberapa tahun belakangan ini tinggal disini dan bekerja disini nif... " jawabya.


Jennifer juga membalas terseyum balik ke andrew. "ehm,, sudah lama yaa kita tak bertemu... waktu sangat cepat berlalu.." katanya.


"kau benar nif... sembilan tahun kita tak bertemu,, tapi kau tetap cantik. masih sama seperti dulu" andrew mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung di antara keduanya.


Jennifer tertawa memperlihatkan gigi gigi putihnya. "kau daridulu tak pernah berubah,, selalu gombal.." ucap jennifer.


drrrttt,, drrttt,,, ada pesan masuk di ponselnya.


apakabar jen,,, maaf kemarin aku tidak tau kalau kau menghubungiku. steve


Jennifer hanya membacanya tak berniat membalas pesan tersebut.


Pelayan yang membawakan makanan pun datang. Andrew dan Jennifer melahap makanan tersebut sambil sesekali meembubuhkan candaan konyol mereka.


Lalu mereka berencana menghabiskan hari mereka berdua sampai tengah malam. Beberapa pesan di handphone Jennifer tak ia hiraukan, pikirnya nanti setelahnia pulang baru akan di balas satu per satu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. HAPPY REEAADIINGGG...

__ADS_1


__ADS_2