Perjodohan Yang Tertunda

Perjodohan Yang Tertunda
eps 14


__ADS_3

Setelah beristirahat sejenak, memulihkan tenaga. Jen dan Rocki berangkat menuju perusahaan milik Gery, klien barunya itu. Perusahaan itu luas, besar, dan sangat menjulang tinggi. Dari awal memasuki kantor itu sudah bisa menebak seberapa kuat patner bisnisnya itu. Bisa dilihat dari kak Rocki yang turun tangan sendiri, tidak sembarang partner bisnisnya bisa langsung bertemu dengan Rocki di awal perjanjian tersebut. Semoga negoisasi itu berjalan lancar. itu doa dari Jen supaya dia tidak berlama lama di Amerika, masih banyak pekerjaan yang menantinya.


Mereka akhirnya bertemu dengan pemilik gedung ini yaitu Gery. Berbasa basi sebentar hingga akhirnya menuju ke pembahasan yang diinginkan.


◎◎◎


Steve telah pulang ke kerumah, dan bergegas membersihkan diri ke kamar mandi. Setelahnya dia mendapat telfon dari temannya yang mengajak ke club. Dia pun mengiyakan karna memang itu hobinya.


Dan disini lah dia, di sebuah club malam yang baru tapi cukup langsung terkenal karena menjaga privasi dari pelanggannya dan tentu saja karena perempuannya yang bisa dibilang nomor satu, setiap pekerja perempuan disini selalu dicek dahulu kesehatannya.


Steve baru mengetahui tempat ini dari temannya yang mengajak tadi.


"gimana bro... bagus kan tempatnya..?" kata darrel.


"lumayan..." jawab steve sambil meminum alkohol itu.


" kalo lo mau perempuannya, bisa gue bawa kesini.." ucapnya. Sambil melihat lihat perempuan mana yang akan menjadi incarannya, karna para wanita malam itu duduk di tempat yang disediakan. Mereka akan menemani tamu yang memang sudah membokingnya.


" ennggaak... gue mau minum aja.." jawab steve.


"wiidiih... sejak kapan lo gak doyan cewek?" ucap darrel.


"sejak gue kenal ama yang namanya Jen.. lo tau, gue dijodohin sama dia.." sahut steve.


memelototkan mata tak percaya. "lo mau nikah... kamprettt... sialan... kenapa gak pernah cerita.."


"gue juga baru tahu akhir akhir ini." jawab steve menyenderkan tubuhnya ke sofa.


"lo suka sama dia??" penasaran.


Dan hanya dibalas dengan mengangkat alis, sedikit cemberut dan menaikkan bahunya.


"hahahahahahaaa.... kenapa lo... biasanya lo antusias sama cewek.. ini kenapa males malesan. ato jangan jangan dia jelek kan? waach,, pasti ini" percaya diri kalau pemikirannya tepat.


Steve menunjukkan sebuah rekaman, yah rekaman jen saat tengah bernyanyi waktu di gazebo kala itu.


"aanjiiiirrrr.... cakeepp nyet... kenapa lo gak suka?? kalo lo gak suka buat gue aja yaa.." tertawa renyah..


Steve menonyor kepala darrel. "sialan lo... enak aja.. bukannya gue gak suka tapi dianya yang cuek bebek ke gue.." jawab steve.


"what.... hahahahhahahahahahhahaaaa... seorang Steve bisa ditolak sama cewek.. gue acungi jempol buat dia deh.." kata darrel tertawa.


"bukan ditolak kamprettt... dia hanya cuek. Nanti kalau udah nikah juga pasti klepek klepek sama gue, bakalan ngrengek minta belaian gue." ucap steve sombong.


"yakiin lo... oke.. gue lihat nanti.." sahut darrel. Dan mereka melanjutkan minum minumnya. Tanpa ditemani perempuan.


.


.


.


"jadiiii??" kata Jen.


"akan saya pertimbangkan, hasilnya nanti saya kabari lagi." ucap Gary.


sialan... kenapa gak bilang iya aja siih... menambah waktuku disini aja. gerutu jen tapi tetap memasang wajah tenang dengan tersenyum.


Tiba tiba pintu dibuka oleh seorang perempuan. Dan perempuan itu terlihat syok sama seperti wajah jen. Berbeda dengan Rocki yang masih tenang.


"kak ireeen..... " Kata jen sambil sedikit berteriak. Lalu menghambur memeluk sahabat yang dulu pernah menemaninya saat susah. "kemana aja kamu kak... huuh.. ternyata kau memilih negara ini kak. tak kusangka.."


masih memeluk sahabat sekaligus adik yang dulu ia sayangi. "hahahahaaa... ternyata kau menemukanku yaa..?" ucap iren.


"jadiiiiii" melihat ke arah iren dan gery bergantian.


"iyaaa... ini suami aku.. kita nikah dua tahun yang lalu." memeluk gery yang sudah berdiri menyambutnya.


ciiiihhh... kau pergi dariku dan sekarang menikah dengannya. aku sudah tau keberadaanmu dari dulu ren, hanya saja kamu memilih laki laki ini membuat aku harus mundur. gumam Rocki dalam hati. Masih terlihat tenang di kursi. tak ada ekspresi apapun.


"waaow.. kau menikah tapi tidak memberi tahu aku kak... sungguh kau kejam,, kau anggap apa aku ini." protes jen mendekap tangannya di dada, merajuk.


"aaaah... maafkan aku caantiik.. pernikahan ini juga terlalu cepat.." kata iren sambil mengajak jen duduk didekatnya, menenangkan adiknya yang sedang merajuk.


"tapi kau menikah karena cinta kan kak??" tanya jen yang suaranya hampir tak terdengar.

__ADS_1


Di balas hanya dengan senyuman oleh iren. "nanti aku critain semuanya.. oke.. jangan ngambek lagi.. "


jen lalu tersenyum, membisikkan sesuatu ke telinga iren. Iren sedang mempertimbangkan ide jen itu. "oke" jawab iren. Lalu iya mengajak suaminya menuju pintu di seberang yang entah itu ruangan apa. Cukup lama hampir setengah jam jen dan rocki menunggu. Lalu pintu dibuka oleh Gery, ia duduk dan kembali membahas negosiasi tadi dan langsung menandatangani berkas berkas itu.


kau sungguuh kakak terbaikku kak... aku yakin kau melakukan sesuatu yang sangat istimewa disana, terima kasih atas bantuanmu kak. ucap jen dalam hati tersenyum senang.


"Jen.. pesan iren kau harus memenuhi janjimu. Besok dia ingin bermain main denganmu seharian penuh." kata gary.


"siap kak gery.." ucap jen memberi hormat. senang.


"apa kau tau arti dari bermain main yang dimaksut iren dan jen?" tanya Rocki.


"entahlah... yang pasti dia menginginkan itu dan saya memberinya ijin. " kata gary.


"kau akan jantungan bila mengetahuinya." ucap Rocki sambil berdiri dari duduknya hendak pergi. "oke terima kasih atas waktunya... kerja sama ini nanti akan ditangani oleh asisten saya. " bersalaman denagn gery.


"terima kasih kak.." ucap jen yang juga ikut bersalaman dan pergi.


Jen dan Rocki keluar dari gedung dan memasuki mobil yang membawa mereka ke sebuah restoran.


"jadiii... maksutnyaa ini kakak mengajak aku kesini?" ucap jen mengawali percakapaanya.


tersenyum "iyaa dek... aku ingin melihat dia. aku ingin memastikan apa dia bahagia disini.. sebelum aku melangkah menuju ke pernikahan aku dengan natasya. Aku juga ingin mencoba apakah perasaanku masih sama seperti dulu atau telah hilang karna seiringnya waktu." jawab rocki. Dia menyenderkan kepalanya dibahu jen.


Jen tau saat ini kakaknya sedang dalam keadaan yang tidak baik. Ia lalu mengelus ngelus kepala Rocki. "lalu bagaimana dengan perasaan kakak itu, apa masih sama?" tanyanya.


Rocki menggelengkan kepalanya. "tidak J... hati kakak sudah tidak memiliki perasaan itu." jawabnya.


"baguuusss... aku selalu mendukungmu abang.." sahut jen.


.


Tampak bangunan dengan halaman parkir luas, bangunan itu memiliki 3 lantai dan di kelilingi taman yang asri. Yaah itu adalah restoran yang nanti akan menjadi milik jen.


Mereka memasuki restoran itu menuju tempat ruang VVIP.. Memesan makanan disana.


"jadi restoran ini milik kak tasyaa..?? waach waah... sungguh sangat di sayangkan.." kata jen menggeleng gelengkan kepala.


"apa maksutmu adik tengil... " ucap Rocki.


"kenapa?" tanyanya penasaran.


"karna dari sikap posesivmu ini aku akan semakin kaya kak, kau menambah pundi pundi uangku... hahahahhahahahaa.." kata jen tertawaa senang.


Rocki ikut tersenyum dia mengarahkan tangannya ke kepala jen, lalu mengusapnya pelan. "kau memang adikku yang tengil.." ucapnya.


Tak lama natasya datang ke ruangan VVIP itu. Karna sebenarnya ia tengah berada di ruangannya yang ada dilantai tiga.


"kalian sudah lama... " tanyanya sambil mencium pipi rocki.


"baru saja kak.." ucap jen. Rocki juga membalas ciuman natasya ke pipinya.


Setelahnya makanan datang dan mereka menyantapnya dengan lahap. "ini sangat lezat kak" ucap jen sambil mengunyah makanan itu.


"jangan berbicara.. nanti kau akan tersedak." kata rocki memperingati.


Dan dibalas dengan anggukan oleh jen.


Setelah mereka selesai makan, mereka berpindah ke ruangan natasya. Disana sudah ada pengacara yang akan mengurus pengalihan kepemilikan restoran tersebut.


Jen memelototkan mata karna tidak mengira akan secepat ini.


"apa harus memang sekarang kak..?" tanyanya.


"iya... kakak ingin secepatnya memiliki tasya.." jawab rocki sambil mengelus punggung kekasihnya itu. Natasya sendiri sudah siap akan hal itu.


"oke... jadi begini. aku mempunyai persyaratan. restoran ini akan aku ambil alih. tapi sebagai ganti dari kak tasya, setiap bulan aku akan memberikan 20% dari keuntungan restoran ini ke rekening kak tasya. bagaimana?" tanya jen.


"kau kira abangmu ini tak sanggup menghidupi istri abagmu ini?" kata rocki tidak terima.


"bukan itu maksut aku kak.. aku memberikan 20% dari keuntungan itu untuk mengganti restoran ini. toh terserah nanti mau diapakan uang itu. tapi saranku lebih baik dibuat donasi anak anak yang putus sekolah dan kurang mampu." ucap jen.


"oke oke.. aku tau maksutmu baik jen.. tapi aku sudah iklhas memberikan rsstoran ini kepada adik dari suamiku ini. kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. mengerti.. Dan untuk 20% keuntungan itu, aku serahkan langsung kepadamu untuk diberikan kepada orang orang yang berhak mendapatkan bantuan." saahut natasya.


"Baik lah.." ucap jen.. Mereka menandatangani berkas berkas itu agar diurus oleh pengacara.

__ADS_1


Setelahnya mereka menghabiskan waktu di restoran itu, serta jen memeriksa berkas berkas pengelolaan restoran tersebut.


Pukul 22.00 waktu amerika mereka sudah berada di apartemen. Rocki dan Natasya sekamar dan jen tidur di kamar tamu.


Jen sudah mendaratkan tubuhnya di ranjang empuk itu. tiba tiba handphone bergetar..


ddrrrtttt... drrrtttt... drrrttttt....


terlihat nama dari panggilan itu. STEVE


tak lama jen mengangkatnya..


"halloooo.."


📞 haallooo calon istriii...


"ada apa??"


📞 kau tidak mau membalas ucapanku??


" ada apa steve??" ulangnya.


📞 yaah.. yaah... sedang apa calon istrii??


" aku akan beranjak tidur, disini sudah malam.. "


📞 heemmsss... kau tidak bertanya aku sedang apa..?


"tidak... karna aku yakin kau berada di kantormu. karna disitu sudah cuku siang."


📞 hahahahaaa... kau langsung to the point.. sebentar yaa..


tok tok tok.. terdengar pintu diketuk 'tuan ini berkas yang anda minta' ucap radit. 'terima kasih' lalu menyuruhnya pergi.


Diseberang telfon jen yang tengah menunggunya dikejutkan oleh kakaknya yang membuka pintu lalu masuk.


'kamu belum tidur swety' ucap rocki. 'belum' ucap jen. 'heemz aku datang hanya ingin mengucapkan selamat malam dan mimpi indah. mmuach' ucap rocki sambil mencium puncak kepala jen. 'iyaa kak.. malam dan mimpi indah..' ucap jen.


Sebenarnya steve mendengar semua perkataan jen dan rocki yang membuat dia cemburu, karna ada lelaki yang sangat dekat dengan jen.


"hallooo steve.. apa kau masih ada disaana?"


📞....... hening


"oke... jika kau sibuk,, aku akan matikan saja." hendak menekan warna merah di handphone nya.


📞 jangaaan... biarkan seperti ini...


"laluuu..tak ada pembicaraan?"


📞 biarkan saja... kau tidurlah kalau mengantuk.


" oke.. baiklaaah...."


📞 yaaahhhh....


Setelahnya memang tak ada kata kata yang terucap, dan akhirnya terdengar dengkuran halus di seberang sana yang menandakan jen mungkin telah tidur. selamat malam dan mimpi indah calon istriiiku... mmuuuaach.. kata steve mengakhiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. HAAPPY. REEAADDIINGGG


__ADS_2