
Di rumah yang luas dengan arsitektur gaya eropa, duduklah seorang lelaki paruh baya di meja besar ruang makannya seorang diri.
"bibi retno, kemana steve??" tanyanya.
"masih di kamar tuan. sepertinya belum ada tanda tanda kehidupan, masih hening." jawabnya.
"Looh... gimana sih itu anak. Masa lupa kalo kita akan ke rumah mbak yu Sintia. Jauh lo itu perjalanannya.."
"..... apa perlu bibi bangunin tuan?"
"yaa bangunin dia, sekalian siram pakek air kalau masih belom bangun juga. Memang jam berapa dia pulang kemarin bi?"
"sekitar jam 3 pagi tuan.. bibi tau karna saya baru selesai sholat tahajud tuan."
" dasar anak nakal... yaa sudah.. bangunin sekarang bi.."
"baik tuan.." melangkahkan kaki menuju tangga ke atas.
mau sampai jam berapa kita nanti, geram papa jacob.
.
.
.
.tok
.tok
.tok
.tok
"deeen... adeeennnn... maaf mengganggu, tapi aden di suruh banguuun, ditunggu sama tuan dibawah. Katanya mau kerumah ibu sintia yang diceritakan tempo hari...
aadeennnn.. baanguuuunnnn" teriaknya sambil menggedor pintu.
"5 menit biii" serunya dibalik pintu kamar, tapi masih terdengar kalau itu suara serak khas orang baru bangun. Kata 5 menit untuk steve berarti dia akan tidur lagi dan entah akan bangun jam berapa nanti.
Bibi retno langsung membuka pintu kamar yang memang tidak dikunci, lalu masuk dan membisikkan kalimat yang membuat steve langsung membuka matanya.
"den aden,, maaf kalo aden gak bangun bangun, tuan menyuruh saya untuk menyiram aden dengan air dingin.."
Sontak kedua matanya melotot ke bibi retno, memberi tatapan sinis dan beranjak ke kamar mandi. kejam pikirnya..
Memang bibi retno adalah pelayan terlama di rumah, jadi sudah tau kebiasaan anak majikannya itu. Tersenyum walaupun anak majikannya itu memandang dengan tatapan dingin seolah ia adalah musuhnya.
Setelah selesai mandi, steve berganti pakaian. Dia menggunakan kaos berkerah, celana jeans, dan memakai jaket, tak lupa juga ia menggunakan sepatu sneakers.
Turun kebawah menuju meja makan yang disana sudah ada papanya yang menunggu sejak setengah jam yang lalu.
"cepat makan steve,, ini sudah siang. Mau sampai jam berapa nanti kita disana.." katanya.
"santai aja paa.." jawab anaknya.
"Kamu tau, perjalanan kita nanti sekitar 5 jam,, itu belum kalau macet.." geramnya.
"yaa udah gak usah kesana,,, kok repot.."
Hanya dibalas dengan pelototan mata tajam papa jacob, malas untuk berdebat lagi..
"iyaa iyaa ini aku makan ..." jawab steve.
Steve tetap menuruti perintah papanya karna memang hanya tinggal papanya yang ada di dunia ini yang harus dihormatinya. Walaupun ia masih membenci papanya karna beliau yang menyebabkan mamanya meninggal. yaah walaupun bukan 100% kesalahan papanya, tapi gara gara papanya selingkuh dan diketahui oleh mamanya, mama steve marah dan mengendarai mobilnya kencang dan terjadilah kecelakaan.
Setelah semua selesai mereka bergegas pergi kerumah ibu sintia menggunakan mobil mercedes benz amg milik papa jacob.
***
Di rumah bunda keributan memasak pun terjadi karna memang hari ini akan ada tamu prnting yang datang. Bunda menyuruh mbok inah untuk bagian memasaknya, sementara aprillia bertugas menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan serta memotong motongnya.
__ADS_1
Sementara bunda hanya duduk dan memberi perintah, melihat mana yang harus dilakukan dulu. Karna memang jen melarang bunda untuk melakukan hal yang berat.
Sementara meika, jen, dan mely keluar rumah. Mereka meninjau rumah butik milik jen, dan resort milik ayahnya.
.
.
.
.
.
"paa... udah siang ini.. waktunya makan siang. kita cari makan dimana?" tanya steve.
"nanti kalau ada restoran di depan kita berhenti disana." jawab papa jacob sambil mengambil benda pipih mencari nomor yang akan dihubungi..
tut.....tutt....tuuuuttttt......
haalloo...
....
iyaaa... begini saya minta maaf karna belom sampai rumah mbak sintia, ini masih dijalan..
....
iyaaa mbak.. tadi berangkatnya udah lumayan siang.. sekali lagi saya minta maaf ya mbak karna membatalkan makan siang kita..
....
oke.. terima kasih.. sampai bertemu nanti yaa..
...
Mobil mercedez benz memasuki pelataran restoran itu.. Mereka keluar dan hendak memasuki restoran tersebut.
Steve mmemesan makanan dan memilih duduk yang ada sofanya. Menyenderkan tubuhnya ke sofa, memejamkan mata merasa penat karna dia yang menyetir sejak tadi.
Ketika makanan datang papanya juga sudah selesai dengan urusannya.
Mereka makan dalam diam, hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar. Setelah selesai steve mengeluarkan sebatang rokok disakunya, menghirup asap beracun yang menjafi candunya.
"paa... kayaknya aku gak asing dech sama jalanan ini.." katanya.
"mungkin kamu pernah kesini sama mama kamu.. sejujurnya ini pertama kali papa datang ke rumah mbak sintia. Mama kamu yang sering kesini, karna om hendra kan temen mama kamu waktu masih sama sama kerja jadi koki di Bali." ucap papa jacob.
"whattt?? papa gak pernah dateng ke rumah tante sintia.? Kalau gak salah apa rumahnya itu di daerah pegunungan yang di deketnya ada kebun teh itu.." sahut steve.
"kata mama kamu dulu sih gitu,, rumahnya deket sama kebun teh. Ini papa punya fotonya." mengeluarkan handphone menunjukkan foto rumah sintia disitu ada gambar mamanya yang tengah bersama dengan om hendra dan tante sintia. Om hendra di tengah tengah kedua perempuan itu, dilihat dari ekspresi mereka bertiga seperti ada ikatan cinta segitiga diantaranya. Apa mungkin pemikiran steve itu benar??
"paaa.. mereka akrab banget yaaa??"
"iyaa.. kamu mau tau ceritanya?" tanya papa jacob.
"boleh kalau papa gak keberatan nyritainnya." jawab steve.
Menghembuskan nafas panjang, mengungkit kembali kejadian bertahun tahun lalu yang sedikit menyesakkan dada.
"Jadi mama kamu sama om hendra dulu deket banget, mungkin orang orang akan mengira kalau mereka pacaran.
Saat itu om hendra bertemu dengan tante sintia. Dan mereka memutuskan untuk menikah. Mama kamu frustasi dan memilih menghabiskan malam itu di club, papa juga waktu itu disitu, juga tengah mabuk. Entah setan darimana akhirnya kami menuju hotel dan melakukan itu. Keesokannya mama sama papa baru sadar apa yang kita lakuin. Mama kamu nangis terus ya udah papa bilang akan bertanggung jawab. Malah kita nikah lebih dulu daripada mas hendra sama mbak sintia.
Udah itu ajaa yaa critanya, gak perlu diungkit lagi.." kata papa jacob mengakhiri.
karna kalau diteruskan lagi, akan membuat hati papa sakit mendengar mama kamu menyesal menikah dengan papa. gumamnya dalam hati.
"oowhh.. pantess.. akrab gituuu.." mengangguk annggukkan kepala, teringat akan kejadian waktu dulu ia sempat mendorong anak perempuan sampai jatuh berdarah darah dikepalanya. Steve menepuk jidatnya "ya ampuuun pa... apa nanti yang akan dijodohkan dengan aku itu perempuan yang itu?" tanyanya.
"perempuan yang mana? papa aja belom tau mukanya sekarang, tapi papa punya fotonya,, ini" tunjuk foto yang dimaksut. seorang anak perempuan sekitar umur 12 tahun yang tengah tersenyum di depan kamera.
__ADS_1
"iyaa bener pa... ooohh yaa ampuun..." frustasi. tak habis pikir kenapa mamanya menjodohkannya dengan perempuan itu.
"memang kenapa? kan dia juga cantik.." kata papa jacob.
"ini nih pa yaa.. perempuan ini resek pah, dulu waktu aku main kesana aku dicuekin, ya aku rusakin lah mainannya, ee malah dia dorong aku pa sampek terduduk di tanah, ya aku bales dorong lah pa.. tapi pas aku dorong aku gak tau kalau dibelakangnya ada batu, jadilah dia berdarah darah pa, mama sampek nyubiit lengan aku pa, sampek biru." sahut steve sedikit emosi.
"oowhh,,, jadi yang waktu itu kamu marahan sama mama gara gara kejadian ini?" tanyanya lagi.
"hehehheee... iya pa.. aku kira mama udah cerita ke papa"
"nggak.. mama gak pernah crita masalah ini. ya udah kita lanjutin perjalanan.. kamu udah tau kan jalannya, jadi papa bisa tidur nanti.. hahhahahaaa" kelakarnya.
.
.
Mobil sudah memasuki jalan kecil, yang menunjukkan bahwa sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan. Menengok kanan kiri memastikan kalau mobil tidak akan salah masuk rumah.yang dituju.
Sampai di pelataran agak luas, mobil masuk berhenti di belakang mobil alphard yang sudah bertengger manis disana.
steve membangunkan papanya, mereka turun beriringan. Setelah itu mendahului mengetuk pintu..
tok
tok
tok
assalammualaikummmmm
.
.
ceklek.
.
waalaikumsalaammm
.
Melihat pria paruh baya di depannya, terseyum manis. Menoleh ke samping melihat laki laki tinggi putih tampan dan ..........
yaaah.. pria itu,, pria yang ditolongnya waktu malam malam sehabis pulang dari restoran cepat saji waktu itu..
.
."KAMUUU..... "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.HAAPPY. READIIINGGG
__ADS_1