
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya jen sampai di bandara chicago o'hare intl di Amerika.
Jam menunujukkan pukul 04.00 pagi waktu Amerika. Itu berarti mungkin di Indonesia sekitar pukul 16.00 sore. Jen akan menghubungi mely nanti setelah bertemu dengan kak Rocki.
Jen melangkahkan kaki keluar dari bandara dan sudah disambut kedatangannya dengan sang kakak angkat yaitu kak Rocki. Mereka dari jauh sudah saling tersenyum. Jen membuka kacamata hitamnya dan berhambur memeluk kak Rocki.
FLASSBACK ON
Setelah lulus dari sma, jen memperoleh beasiswanya di Prancis. Dia saat itu masih berumur delapan belas tahun. Masih sangat muda, seorang gadis yang berjuang demi mimpi mimpinya dan keluarganya.
Selain berkuliah, dia disana juga melakoni pekerjaan lepas. Entah menjadi pencuci piring di restoran, atau pekerjja paruh waktu lainnya. Dan ia juga sering ikut ikutan balap mobil di jalanan karna uang taruhan yang di dapatkan sangat menggiurkan. Meski mobil yang dipakai bukan miliknya, melainkan punya temannya Iren. Setelah ia mendapatkan uang, jen akan membaginya dengan Iren.
Saat itu dia sehabis ikutan balap mobil, berjalan seorang diri di tengah malam. Tiba tiba dia melihat seseorang yang sudah terkapar parah di sudut jalan. Segera ia menolongnya. Dan membawanya ke rumah sakit. Menjadi penanggung jawab pasien tersebut, saat itu lelaki yang di tolongnya mengalami kritis dan membutuhkan transfusi darah, tak pikir panjang jen memberikan darahnya demi orang tersebut karena golongan darahnya sama.
Akhirnya nyawa lelaki tersebut dapat tertolong. Jen yang merawat sampai ia sadar. Saat lelaki itu sadar, barulah jen menanyakan keluarganya karena dia tidak tau siapa yang harus dihubungi sebab tak menemukan handphone sang pemiliknya.
"haiii... perkenalkan nama aku jen." kata jen.
"aku Rocki. kau yang membawaku kesini?" jawabnya. memberikan tatapan tajam.
"iya.. apa ada nomor yang bisa aku hubungi? aku tak menemukan apapun saat menolongmu." ucap jen. takut takut karna merasa seperti di intimidasi.
"aku sendiri. tak punya keluarga. " jawabnya cepat.
"ooh... baiklah... lalu bagaimana kau akan membayar tagihan rumah sakit ini? jika kau terbujur lemah seperti ini." menepuk jidatnya. "jangan bilang kalau kau menyuruhku untuk membayarnyaa?" kaget. "aku tak punya uang sebanyak itu.. aku hanya seorang mahasiswa dan pekerja paruh waktu. dan juga........" berhenti memberi jeda mengamati situasi. " aku sering ikut balap.mobil jalanan.." katanya pelan.
"hei... aku bisa membayar tagihannku sendiri.." jawabnya. "kau datanglah ke tempat ini" memberikan sacarik kertas "temuilah yang bernama mattew, katakan aku ada disini. Nanti akan aku bayar semua kerugianmu" memberikan perintah.
mengambil kertas, membaca sebuah alamat yang tertera disitu. mengernyitkan dahi karna itu kawasan elite tak sembarang orang bisa masuk kesana. "kalau aku ditolak bagaimana?"
"kau tidak akan ditolak.. bilang kau membawa perintah dari RK." jawab Rocki.
"oke baiklah.. dan satu lagi. aku menolongmu dengan iklhas, tak usah kau membayarku.." sahut jen.
"lalu... apa yang harus aku lakukan?" tanyanya balik.
"tidak ada... kau hanya perlu melakukan tidur istirahat dan minum obatmu agar cepat pulih sehat." kata jen beranjak berdiri.
"heiii... aku tidak bisa kalau belum membalas perbuatanmu kepadaku. aku tidak ingin berhutang kepadamu." kata rocki.
"kau memang berhutang kepadaku. lebih tepatnya berhutang nyawa. lalu apa nyawa bisa diukur dengan materi? kurasa tidak. Di dalam dirimu itu sudah mengalir darahku disana. Sudahlah mungkin nanti jika suatu saat aku tengah sekarat kau baru bisa membalasnya. " ucap jen sambil berjalan ke arah pintu. Berhenti karna dia berfikir kalau saja dia punya saudara disini pasti menyenangkan. berbalik menghadap rocki. "eehhhmmm... bolehkah aku menganggapmu sebagai kakak aku?? aku tak pernah merasakan kasih sayang kakak karna aku anak pertama. Dan lagipula aku tak punya saudara laki laki. yang aku punya saudara perempuan. bagaimana kalau sekarang kita bersaudara??"
mengernyitkan dahi.. perempuan ini bisa bisanya meminta memilih bersaudara dengannya. tak taukah ia kalau dia adalah salah satu mafia kejahatan dunia bawah. "kau tidak takut kepadaku?? aku bisa membunuhmu.." sahut rocki.
"kau mau membunuhku setelah yang aku lakukan kepadamu.. oke tak papa tapi aku akan menghantui hidupmu.." jen mengekspresikan seperti hantu. Dan itu membuat Rocki tertawa..
"oke baiklah.. kemari.." merentangkan kedua tangannya.
jen menghampiri dan membalasnya. seperti yang biasa dilakukannya kepada kedua adiknya. "horeee... sekarang aku punya kakak.." katanya senang.
"kau senang sekali yaaa..." tetap tertawa melihat tinggah jen yang seperti anak anak. lalu jen mengangguk.
Sejak saat itu jen dijadikan adik angkat oleh rocki. Berkas berkasnya pun juga diurus oleh rocki agar dia menjadi adik yang jika suatu saat nanti rocki tak ada semua diberikan ke jen. Kehidupan jen berubah, dia tak bekerja sebagai pekerja paruh waktu lagi. Tapi dia di gembleng agar belajar ilmu bela diri. Karna musuh Rocki banyak, dia tak ingin adiknya terluka. Disela sela harinya di tetap datang ke balap mobil jalanan, dan tentunya sekarang ia menggunakan mobilnya sendiri. mobil pemberian dari kakaknya Rocki. Jen juga sudah mengetahui seluk beluk kehidupan rocki. ia tak mempermasalahkannya.
__ADS_1
FLASSBACK OFF
"bagaimana perjalanannya swety?? lelah?"
tanya kak Rocki.
"hanyaa sedikit bosan kak... haaahhhhh..." jawab jen. "kita akan ke hotel atau apartemen kak tasya??"
"apartemen.." jawabnya singkat.
Mereka berjalan menuju mobil yang telah lama menunggu. "Selamat datang nona... senang bertemu anda kembali.. " kata mattew asisten dari kak rocki. ia membukakan pintu mobil.
"iyaa... terima kasih mat... senang bertemu denganmu lagi.." ucap jen memasuki mobil.
Mobil berjalan meninggalkan area bandara.
Jen mencari benda pipih miliknya di dalam tas dan menelfon mely. Dia menggunakan panggilan video agar dapat melihat wajah sahabatnya itu.
tut
tut
tut
"hai M... " melambaikan tangan..
"haaaaiii J.. " sama melambaikan tangan juga. " sudah sampai??"
"sudah... kau tak kangen dengan abangku ini." ucap jen sambil bersandar ke bahu Rocki memperlihatkan wajah rocki.
"baaiiik M... kamu sendiri..?? lagi ngapain?" kata kak Rocki bijak.
"aku baik abang... ini masih di kantor.. gara gara J tidak ada, semua yang menghandle aku semua... huuuuftttt" ucap mely.
"heeiii... kau mengeluh?? biasanya juga kamu kerjain sendiri, baru setelahnya aku cek." ucap jen tidak terima.
"hahahhaaaa... kerjakanlah M... kau akan dapat bonus tambahan dari aku." kat kak rocki.
"waaaachhhh... ini baru gue sukka... ya sudah lanjutkan perjalanan kalian. aku sedikit sibuk.. "ucap mely.
"oke..." kata jen. Rocki hanya mengangkat jempolnya tanda setuju.
Suasana hening tak ada percakapan. Jen tetap memilih bersandar di bahu kakaknya dan memeluk lengannya, sementara rocki memilih hanyut ke dalam ponselnya. tangan kanan memegang benda pipih tersebut, dan tangan kirinya ia gunakan menepuk nepuk lutut jen dan kadang berpindah mengelus rambut jen. Mungkin sebagian orang yang tidak mengenal mereka langsung mengatakan kalau mereka pacarn atau memliki hubungan. Tapi nyatanya hanya hubungan kakak beradik.
Terdengar nafas panjang nan berat dari jen. Rocki yang mengetahui itu langsung menghentikan aktivitasnya. menaruh handphone, menoleh ke arah jen.
"ada apa swety??" tanya rocki.
"aku akan menikah dengan orang yang dijodohkan denganku kak.. dia pilihan dari mendiang ayahku.. " ucap jen tanpa berbelit belit langsung pada inti kegundahan hatinya. ia selalu terbuka dengan rocki.
"lalu... apa kau menyukainya?" tanya rocki.
"entahlah.. terkadang hatiku masih memikirkan andrew.. tapi kata mely aku harus move on kan kak?? aku sudah memilih untuk melupakan masa lalu dan ingin melakukan wasiat dari ayah. tapi aku ragu" jawab jen.
__ADS_1
"apa yang kamu ragukan adikku?" ucap rocki.
"aku ragu calon suamiku tak mencintaiku dan ia memiliki perempuan lain. serta aku sendiri apa aku mencintainya ataukah tidak. apa bisa pernikahan tanpa cinta berlangsung kak? "
" yakinkan pada dirimu sendiri dulu.. kalau kamu yakin akan hatimu, mungkin calonmu juga begitu. kamu dan dia sama sama masih menebak nebak seberapa kuat dan besar hati kalian. " jawab rocki. " naah kita sudah sampai... ayoo turun.. " ajak rocki. "kita akan bertemu klien pukul 10.00 masih ada waktu untuk istirahat.
"baik kak" jawab jen. Mereka memasuki lobby dan menuju lift. menekan angka yang dituju dan melangkah memasuki apartemen natasya.
◎◎◎
Dibelahan bumi lain, steve tengah memeriksa dokumen dokumen yang akan di tanda tangani. Ia menggunakan kacamata yang menambah ketampanannya.
tok
tok
tok
"masuuuk." ucap radit. Asisten kepercayaan steve.
"maaf mengganggu tuan... ini file file dokumen perjanjian dengan angkasa group yang tadi sudah ditanda tangani. " jawabnya.
"terima kasih dit... lalu apa kamu sudah mendapat hasil dari perintahku kemarin?" tanya steve.
" maaf tuan.. belum... sepertinya data data yang dimiliki nona jen sangat rahasia. Dan saya sulit untuk mengaksesnya. Sepertinya ada yang melindungi datanya. " jawab radit.
"lakukanlah lagi... aku ingin kamu mendapatkan hasilnya.. suruh orang orang IT'mu untuk bekerja lebih keras. " jawab steve.
"baik tuan... akan saya lakukan. " sahut radit. Dia mengundurkan diri melangkah keluar ruangan.
sebenarnya siapa kamu jen... kamu sungguh sangaat misterius... gumam steve dalam hati. Ia memilih melanjutkan aktivitasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.HAAPPYY. REEAADIIIINGGG