
Suasana jalanan pagi hari maasih terlihat padat merayap. Kemacetan yang selalu terjadi, entah kapan kemacetan itu akan terurai karena memang sejak dulu tak pernah berakhir penyelesaiannya.
Mobil all New Range Rover Evoque warna merah memasuki parkiran khusus VIP. Tak lama keluarlah wanita cantik yang juga memakai kacamata hitam. Berjalan menuju lobby perusahaannya. Semua pegawai karyawannya tersenyum sambil mengucapkan selamat pagi padanya. Tapi hanya di balas anggukan dan dan ssenyuman kecil di bibirnya. Lalu dia menaiki lift menuju ruang kerjanya.
Tak lama ia menduduki kursi singgah sananya tiba tiba pintu di dorong dan muncullah seorang wanita yang sedang ingin meluapkan kekesalannya.
"ciih,, sialan... abis putus cinta pelariannya beli mobil lagi..?" umpat mely yang dengan langsung duduk di sofa.
jennifer menoleh ke arah mely. "hehhehee.. sewot amat loo M." lalu jennifer membuka berkas berkas yang telah lama tak ia sentuh. Membuka satu per satu laporan. "kalo lo mau beli ya beli ajah, duit lo mau lo umpetin terus.?" tetap fokus ke arah kertas putih yang penuh dengan tinta hitam itu.
"ceh,,," berdesis. "mending buat jalan jalan keliling dunia." ucap mely. Lalu ia berjalan keluar lagi sambil mrngambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh jennifer. "jam sebelas nanti ada rapat dengan dewan direksi. Lo harus hadir, masak gue terus.." ucapnya berlalu pergi.
.
.
Tak berbeda jauh dengan keadaan di perusahaan milik jennifer. Kini Steve juga tengah menyelesaikan berkas berkas yang harus di tanda tangani. Sudah dua hari ia tak ke kantor, maka menumpuklah tugas tugasnya.
tok.. tok.. tok..
"masuk".. ucap steve dari dalam ruangan.
tak lama masuklah asistennya radit. "maaf permisi tuan." katanya.
"iya.. ada apa" masih tetap fokus ke berkas berkasnya.
"ada yang saya mau sampaikan. soal wanita yang beberapa hari kemarin. Pertama yang saya lakukan mencari informasinya lewat dunia maya tapi hasilnya nihil tuan.
Lalu saya mencoba menyelidikinya dengan cara mengikutinya dan baru kemarin saya mendapat informasinya bahwa beliau tinggal di daerah XXX, dia juga mempunyai yayasan panti asuhan tak jauh dari rumahnya. Dia juga bekerja di angkasa group tapi saya belum tahu pekerjaannya karena sepertinya di rahasiakan. Tapi saya bisa pastikan kalau dia mempunyai jabatan tinggi di perusahaan itu sebab para karyawannya menundukkan kepala mereka." ucap radit masih berdiri di depan meja steve.
"kenapa lama sekali baru memberikan hasilnya.." tanya steve.
"maaf tuan.. karena baru kemarin terlihat pergerakannya. Yang saya tahu dia baru pulang dari luar negeri. " jawabnya.
"saya tahu kalau itu. lalu bagaimana dengan kehidupan sehari harinya.?" tanya steve.
" kemarin dia terlihat di cafe bersama dengan seorang wanita dan juga seorang pria. Namanya mely dan adam. Sepertinya dia sedang tidak baik baik saja tuan. Mungkin ada masalah pribadi." ucap radit.
"ya sudah.. pergilah,, " kata steve.
.
.
tin... tin... tin...
Mobil milik jennifer memasuki gerbang rumahnya setelah dibuka oleh pembantunya.
Lalu jennifer turun dari mobil berjalan menuju ruang tengah di rumahnya. Rasanya sangat lelah seharian ini harus bergelut dengan urusan kantornya. ia duduk di sofa di depan TV LED 36 inch. Merebahkan tubuh lelahnya disana.
"non mau mbok bikinin minum apa?" tanya asisten rumah tangga itu.
"jus jambu bisa mbok?" tanya jennifer masih memejamkan matanya.
"bisa non... tunggu sebentar yaa.." ucapnya menjauh lalu menuju dapur untuk membuat pesanan majikannya.
Tak lama minuman jus jambu itu datang dan langsung di tenggak habis oleh jennifer. "makasih mbok.." ucapnya.
"iya non. non mau mbok bikinin makan malam apa?"
"ehm,, tumis brokoli sosis, ayam goreng mentega, berkedel kentang, sama nuugget goreng yaa mbok.. kalau mbok pengen makan yang lain mbok masak buat mbok aja.." ucapnya.
"iyaa non... ya sudah saya permisi mau ke dapur. "
Lalu jennifer berjalan menaiki tangga, menuju kamarnya. Ia melepas jas kerjanya setelahnya melempar ke arah sofa, jennifer hanya menggunakan tank tpo hitam dengan masih menggunakan rok span kerjanya. ia berjalan keluar menuju balkon. Dari balkon tersebut bisa dengan mudah melihat ke bawah dimana letak jalan di depan rumahnya.
Jennifer mengambil sebatang rokok dan membakarnya, lalu menghirup benda itu, menghembuskan keluar melalui mulut dan hidungnya ke atas. Melakukan hal itu sampai sebatang rokok itupun telah habis. setelahnya ia melihat ke arah jalanan. di seberang terlihat mobil aston martin vanquist volante berwarna putih, jennifer masih mengamati siapa seorang di balik mobil itu tapi seakan jennifer cuek masih tak mengetahui keberadaan mobil itu. Jennifer sesekali melirik ke arah mobil itu, lama lama jennifer tidak sabar lalu ia masuk ke dalam rumah dan tiba tiba ia keluar rumah, membuka gerbang lalu berjalan ke seberang jalan mengetuk kaca mobil merk aston martin tersebut.
duk... duk... duk...
tak ada jawaban...
duk... duk... duk...
__ADS_1
lalu kaca mobil itu di turunkan. Jennifer sedikit kaget karena ia tak mengira dengan seorang di balik kemudi tersebut.
"steve..." ucap jennifer. "turun lo.."
steve turun dari mobil. membuka pintu mobilnya. "jadi ini rumah lo.." kata steve mengamati rumah dua lantai itu, cukup besar pikirnya. dan halamannya juga lumayan luas.
"cuma ngontrak..." jawab jennifer asal asalan. "ngapain lo disini? mata matai gue...? jadi yang di bilang mely itu benar. ?" tanya beruntun jennifer.
"hmm,, gue gak sengaja lewat dan ngeliat lo di atas sana. " jawabnya tenang. "sejak kapan lo ngrokok kayak tadi?? tanyanya..
"bukan urusan lo.." jawab jennifer cepat.
"gue berhak tanya.. lo calon istri gue.." suara steve sedikit meninggi dan membentak ke jennifer.
"masih calon yaa.. bukan istri. lo belum berhak atas diri gue." jawab jennifer tak mau kalah, suara juga sudah meninggi. "pulang sana.."
"oke" steve hendak masuk ke mobilnya. dan jennifer juga berjalan ke arah rumahnya. Tiba tiba sebuah motor lewat dann terdengar suara yang membuat steve menoleh ke arah suara.
BRAAAAKKKKKK......
"Aduuuuuuuuhhhhh...." teriaak jennifer.
Steve yang mengetahui jennifer sudah terduduk di aspal langsung berlari menyusul jennifer. Lalu membopongnya di pinggir jalan dekat mobilnya lagi.
"kok bisa siih.. mata lo gak liat ada motor lewat itu.." bentak steve.
Jennifer masih meringis kesakitan, sikunya tergores aspal dan mengeluarkan rembesan darah segar dan mata kakinya juga sama tergores. "ya mana gue tahu ada motor.. orang motornya juga kenceng banget tadi.." jawab jennifer. "tuh,, tolongin masnya juga.." menunjuk pengendara motor yang juga tengah tergeletak di pinggir jalan di bantu orang orang yang lewat.
"dia yang nabrak, ya dia lah yang harus kesini ngucapin maaf." kata steve.
"gue juga salah.. asal nyelonong aja.. mungkin masnya juga buru buru.." jawab jennifer.
Lalu mas mas pengendara motor itu menghampiri. Dia juga merasakan sakit di kakinya karena dapat di lihat jalannya sedikit tertatih tatih saat berjalan menuju ke arah jennifer.
"maaf ya mbak,, tadi saya buru buru.. ibu saya masuk rumah sakit.." ucapnya.
"gak pa pa mas.. maaf juga tadi akunya nyelonong aja gak ngeliat kalau ada motor lewat." ucap jennifer.
"gak usah mas.. ini cuma lecet aja kok.. masnya langsung ke rumah sakit aja biar cepet ketemu ibunya." ucap jennifer.
"oh iya.. sekali lagi saya minta maaf ya mbak.. beneran tadi gak sengaja. "
"iyaa mas.. gak pa pa.." tersenyum ramah. Lalu mas mas itu berbalik ke arah motornya dan berlalu pergi.
Jennifer masih duduk di tepian jalan. "pulang sana.." perintahnya pada steve yang masih setia melihat bekas bekas luka di tubuh jennifer. Tak ada balasan dari steeve.
Jennifer berdiri dan akan melangkah berjalan tapi kakinya ngilu sekali. "duh duh.. aduuhhh...."
"masih sakit kan..? " tanya steve mengejek. "sini aku bantu.." lalu memapah jennifer. tangan steve di taruh di pinggang jennifer dan tangan jennifer ia kalungkan di lehernya.
Jennifer berjalan terpincang karena satu kakinya memang sangat sakit saat di buat berjalan. Steve tidak sabaran lalu ia menggendong jennifer, jennifer sempat berontak setelahnya ia menurut.
Kini steve telah berada di ruang tengah rumah jennifer. Jennifer yang tengah duduk selonjor di sofa memegangi dan mengekus kakinya yang sakit.
"mbok,, kok jadi biru gini yaa..." ucap jennifer.
"saya panggilin tukang pijit ya non.."
"iya deh mbok.. ini beneran sakit mbok... buat gerak sakiit, apa mungkin kesleo yaa.."
"iya itu kesleo non.. bentar saya panggilkan tukang pijatnya.."
steve berdiri di belakang jennifer memandangi setiap sudut rumah itu, mengamati apa aja yang ada disana. barang barang disini antik, dan ini juga termasuk rumah mewah. siapa sebenarnya kamu jen? aku semakin penasaran saja denganmu.
"dimana letak kotak p3k milikmu?" tanya steve.
"disana, di dalam laci itu." tunjuk jennifer, ia masih meringis kesakitan. menahan rasa sakit di kakinya.
Lalu steve mengambil kotak itu dan membantu jennifer mengobati luka lukanya. Tak lama asisten rumah tangga jennifer datang dengan seorang perempuan yang mungkin tukang pijatnya.
Setelahnya jennifer di pijat, ia berteriak kesaakitan. Steve yang tak tega lalu mendekat ke arah jennifer. Ia berada di samping jennifer memegang erat tangannya.
"nih gigit tangan gue kalo lo kesakitan." ucap steve.
__ADS_1
jennifer menggeleng gelengkan kepalanya. lalu steve mencoba melingkarkan tangan jennifer di perutnya. Steve membungkuk meraih wajah jennifer lalu menenggelamkannya di dada bidang steve.
Tak ada penolakan.
"udah buk,, ayo di lanjutkan pijatnya.." perintah steve.
"baik tuan.. tapi mungkin ini agak sakit, di tahan ya non.." ucapnya.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargggghhhhhh
"sudah non.. coba non gerak garakan kakinya.." ucap ibu ibu itu.
Jennifer mencoba menggerakkan kakinya, memang benar sudah tak sesakit tadi.
"sudah mendingan buk.. " ucap jennifer.
"alhamdulillaaah...ini minyaknya nanti di oleskan lagi yaa biar cepet sembuhnya.."
"iya buk.. makasiih yaa.." kata jennifer. "mbok,, tolong di urus semuanya yaa.."
"iyaa non..."
Jennifer menurunkan kakinya ke lantai. Steve duduk di sebelahnya.
"gimana... masih sakit?" tanya steve.
"enggak.. udah enakan. makasih yaa udah mau nolongin gue." ucap jennifer.
"iya... gak masalah... " jawab steve.
"ehm,, udah makan belum?" tanya jennifer lagi. steve menggelengkan kepalanya. "ya udah,, makan disini aja.." ajak jennifer. lalu ia mencoba berdiri. Steve juga ikutan berdiri di samping jennifer takut takut nanti jennifer jatuh. "aku bantu yaa..." ucap steve.
Lalu mereka duduk di meja makan yang sudah terhidang menu yang di sudah jennifer inginkan. "maaf steve, tadi aku nyuruh masakin ini aja.. kalau kamu mau apa apa aki pesankan aja yaa.." kata jennifer.
"gak usahh jen,, tuh ada ada ayam goreng mentega. aku suka itu.." ucap steve. "baguslah... mari makan" kata jennifer.
Lalu mereka makan dengan tenang. Sesekali jennifer dan steve mencuri pandang satu sama lain. Setelah selesai makan, asisten rumah tangga jennifer datang dengan membawa piring kecil berisi obat obatan dan segelas air putih.
"makasih mbok... nanti kalau udah cuci piring mbok langsung istirahat aja.." ucap jennifer sambil mengambil obat itu dan meminumnya.
Steve mengernyitkan keningnya. sakit apa dia??? pikirnya.
"kamu sakit..?" tanya steve.
jennifer tersenyum. "ini vitamin.. "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. HAPPYY. REEAADIINGGG
__ADS_1