
Setelah steve memastikan keadaan papanya, ia mendudukkan dirinya di sofa dekat dengan jennifer. Steve memandang jennifer saat tertidur. sungguh, ciptaanmu sangat cantik Tuhan. gumamnya.
Lalu ia melihat laptop yang masih menyala. Melirik gambar dekstop itu, gambar siluet seorang wanita yang tengah berdiri menengadahkan wajahnya ke langit dengan backgroun menara eifel di Paris.
Steve berpikir pasti itu foto Jennifer. Tapi kenapa bisa jennifer bisa sampai kesana padahal dia hanya bekerja sebagai karyawan kantoran biasa. Entahlah, ia tak begitu memikirkan karena steve berpikir ia akan memperoleh informasi nanti dari asistennya.
Tak lama kemudian ponsel jennifer bergetar, sebuah notifikasi pesan masuk. Ada sebuah nama tertera disana, andrew dengan menuliskan kata hanya 'maaf nif.'
Tanpa membuka handphone itu pun steve sudah dapat membacanya. Sebenarnya ia penasaran dengan seorang tersebut. Tapi ia tak tahu cara membuka ponsel milik jennifer.
Dan kenapa orang tersebut memanggil jennifer dengan panggilan nif. Sangat berbeda sekali pikirnya.
Steve masih penasaran lalu ia mengambil laptop itu, mencari beberapa foto atau video milik jennifer.
ini kenapa banyak sekali file kerjanya. sebenarnya dia bekerja sebagai apa sih? apa ini, angkasa group? apa dia bekerja disana? tapi sudahlah, yang aku cari bukan itu.
Akhirnya steve menemukan beberapa foto milik jennifer, dia melihat file foto terbaru dan steve langsung tercengak saat melihat jennifer berfoto dengan seorang lelaki dan mereka sangat akrab bahkan seperti sepasang kekasih, steve tahu tempat tempat foto itu berada di Paris. Ia kesal, menggertakan giginya menahan amarah yang ada pada dirinya, mencengkeram lututnya sendiri. Ia sesekali melihat ke arah jennifer yang masih tertidur pulas. kenapa aku kesal sekali hanya melihat foto foto itu.
Lalu ia kembalikan laptop itu seperti semula.
Tak lama Jennifer terbangun, ia mengerjapkan matanya. Jennifer sedikit kaget saat di bawah kakinya ada seseorang.
"steve.." ucap jennifer.
steve tersenyum hangat, "sudah bangun?" tanyanya.
"eehhmm,, kau bisa lihat sendiri kan?." jawab jennifer. Lalu ia menengok papa jacob yang kembali tidur. "apa om sudah sadar?"
"sudah... tadi pagi sekali papa sudah bangun dan juga sudah sarapan. dia baru minum obat, mungkin karena efek itu jadi papa tertidur lagi." sahut steve sambil mendekat ke arah jennifer.
"ooh,, syukurlah kalau begitu." jawab jennifer sambil mengambil ponselnya. Ia sedikit kaget dan mengkerutkan keningnya, menyatukan kedua alisnya. Lalu melemparkan ponsel tersebut ke lantai.
klootaak...
Dan suara itu berhasil mengundang perhatian dari steve. Ia menoleh dan menemukan handphone yang sudah tergeletak di lantai. Lalu pandangannya mengarah ke jennifer yang mukanya sudah muram.
"ada apa?" tanya steve.
"gak apa apa." jawabnya cepat. Lalu ia kembali menyenderkan punggungnya ke sofa, menengadahkan kepalanya ke atas. Dan ternyata ada bekas memar di rahangnya yang mulai berubah warna.
steve terkejut, "rahangmu memar.. pasti gara gara kemarin kamu nyelametin papa,." steve mendekat meraup muka jennifer lalu ia amati semua wajah itu. "apakah tidak sakit.?" tanyanya kuatir.
jennifer sedikit kaget dengan perlakuan steve. mengernyit heran. "hey,, aku tidak apa apa. dan ini tidak sakit. aku sudah biasa." jawabnya.
steve terheran. "sudah biasa? sebenarnya apa yang lo lakuin sih?" tanyanya lagi.
"aku kan biasa ikut latihan taekwondo." jawabnya singkat.
"serius?" tanya steve.
Jennifer menganggukkan kepala. Kedua pipinya masih dipegang oleh tangan steve. Lalu tiba tiba pintu di dorong dari luar, Mely masuk.
"ceh,,, kalau mau bermesraan jangan disini. gak tahu tempat banget sih. " ucap mely sambil berjalan masuk dengan membawa bungkusan pakaian ganti untuk jennifer.
"kita gak kayak yang lo pikirkan oon.." jawab jennifer lalu mendorong dada steve agar menjauh.
"kamu juga tahu kalau papaku di rawat disini.?" tanya steve.
"ceh,,, harusnya gue yang nanya, kemana aja lo baru kelihatan batang hidungnya. gue dan jenniver yang bawa papa lo kesini. " jawab mely sambil ikut duduk di sofa. "nih,, aku bawain baju ganti. mandi sono.." sambil menatap jennifer.
"heheheee.. tahu aja lo.. makaciih bebebkiiuu.." menyengir kuda. ia memang sengaja menggoda mely.
"ciih,, najiiisss... gue masih normal yaa.." jawabnya. lalu ia melihat ponsel milik jennifer tergeletak di lantai, lalu di ambilnya. "kenapa dengan ini?" memperlihatkan ponsel yang sudah di ambilnya.
"ambil kalo lo mau..." seraya beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar mandi.
Mely hanya tersenyum, ia tahu tingkah laku sahabatnya itu. Pasti masih sama masalahnya yaitu andrew. Mely sebenarnya sudah muak dengan urusan andrew. Lalu ia mencoba membuka password ponsel itu, karena memang mely juga memgetahuinya.
Lalu ia membuka gallery, melihat semua isinya. Kegiatan jrnnifer terakhir di Paris bersama dengan andrew dan terakhir adalah video pernikahan andrew dan veronika yang jennifer abadikan di ponsel tersebut. Lalu ia membuka aplikasi pesan, ada pesan juga dari andrew yang menambah emosi mely.
Mimik muka mely juga diperhatikan oleh steve. Dari tersenyum, mengerutkan kening sampai kesal, ada amarah disana.
__ADS_1
"sebenarnya ada mel.? sori gue tanya kayak gini, tapi gue juga pengen tahu kehidupan calon istri gue sebelum ia menjadi istri sesungguhnya." tanya steve.
Mely menghembuskan nafas panjang lalu mulai bercerita.
"singkatnya aja ya steve. Jadi jennifer dulu punya pacar namanya andrew waktu SMA. lali mereka putus di karenakan mamanya andrew gak setuju dengan hubungan mereka. lalu andrew di jodohkan dengan anak orang kaya. Tapi akhirnya pernikahan itu tidak jadi di langsungkan. Lama jennifer dan andrew tidak bertemu. mungkin sekitar sembilan tahunan mereka tak di pertemukan. Sebenarnya waktu lo sama papa lo dateng ke rumah jennifer, jennifer sudah melepaskan bayang bayang masa lalunya itu. Tapi saat kemarin dia ada di Paris, mungkin Tuhan memberikan jawaban dari doa jennifer sebelum sebelumnya. dia di pertemukan lagi dengan andrew. Tapi brengseknya andrew, dia gak menceritakan hubungannya dengan kekasihnya kalau ia sudah akan menikah. Seolah olah Jennifer di berikan angin segar oleh andrew. Selama tiga hari mereka bertemu lalu tepat saat jennifer akan kembali ia diajak oleh dokter ley untuk menghadiri acara pernikahan. Dan ternyata... lo tahu sendiri kan itu pernikahan siapa?" tanya mely yang sudah sejak tadi ia ngomong panjang lebar.
"tahu.. itu pernikahan andrew kan.?" steve masih dengan tampang serius mendengarkan cerita dari mely.
"yapz.. betul banget... jennifer kembali di jatuhkan lagi oleh andrew. " mely mulai emosi jika membicarakan andrew. "kalau gue tahu andrew akan melakukan hal itu, gue aja yang dateng ke Paris waktu itu. "
"ehm.. memangnya kenapa mel?" tanya steve.
"gue sama jennifer punya restoran disana, dan waktu itu restoran itu mengalami kebakaran." sahut mely. ia menghentikan obrolannya karena jennifer sudah selesai mandi. Ia tak mau menceritakan lagi.
"hey... serius amat mukanya.. ngobrolin apaan sih?" tanya jennifer.
"gak ada.. gue mau buang aja ponsel lo ini." ucap mely bercanda.
"sembarangan... gue masih butuh, kalau lo mau buang beliin dulu gue baru lo buang." ucap jennifef.
"hahaha.. tadi lo bilang ambil ajah, kenapa sekarang gak boleh di buang.?"
"tunggu gantinya dulu, kalau sekarang lo buang bisa rugi gue. siniin..." kata jennifer mengambil ponselnya. lalu menelfon adam.
tut... tut... tut...
*hallooo..
beliin handphone terbaru buat gue, gue tunggu di cafe biasa, sekarang...
tutt... tuuttt... tut*.....
"hahhahahahahhahahaaa..." mely tertawa karena ia tahu, pasti adam yang sedang di seberang sana pasti sedang menyumpah serapahi jennifer yang se enakknya memerintah orang.
"aku bisa beliin kamu handphone baru.." ucap steve yang sedari tadi hanya diam.
"ceh..." sahutan sari jennifer.
"tapi itu tadi, dia menyuruh membelikan orang lain. ya mending gue kan yang beliin, toh gue juga calon suaminya." ucap steve.
"ngarep lo..." jawab jennifer cepat. lalu ia mengambil tasnya. "salam buat om jacob yaa.. gue pulang dulu..."
"koq buru buru amat siih..." tanya steve.
"gue laperr steve..." jawab jennifer yang sudah membuka pintu untuk keluar.
mely tersenyum lalu menepuk nepuk pundak steve. "dia tidak bisa makan di ruangan rumah sakit. " mely bangkit berdiri "gue balik yaa.. salam juga buat papa lo semoga cepat sembuh." ucap mely sambil berlalu meninggalkan steve. Lalu mely mengikuti langkah jenniver. Mereka meninggallkan rumah sakit menuju cafe untuk bertemu dengan adam dan juga mengisi perut mereka.
Sebenarnya cafe itu milik jennifer sendiri. Jadi ia tak perlu membuang buang uangnya.
Jennifer dan mely masuk ke cafe, dia langsung naik ke lantai dua menuju ruangannya guna melihat hasil kerja dan juga keuangan cafe itu sambil menunggu pesanan makanan itu siap. Setelah itu selesai mereka keluar dan memilih duduk di tepi dekat jendela. Mereka makan makanan itu dengan lahap, apalagi jennifer yang sedari pagi belum terisi apapun.
Setelah selesai makan, adam yang di tugakan untuk membeli handphone baru jennifer datang,.
"ini bos cantik pesanannya." tersenyum manis padahal di dalam hatinya sedikit dongkol karena di perintah mendadak oleh bosnya itu.
"terima kasih adam ganteng.. nih urus semuanya, ganti semuanya di ponsel baruku." kata jennifer sambil menyodorkan ponselnya.
"huuft,, gak di suruh duduk dulu bos, kasih minum kek, makan kek.. laper kali bos cantik.." ucap adam.
"oke... pesen aja..." jawab jennifer. Lalu ia berjalan ke arah panggung kecil di tengah cafe itu. ia mengambil gitar lalu berjalan kembali ke arah mejanya. Yah namanya pemilik cafe itu ya terserah aja yah.. hehehehe...
kemudian jen memetikkan senar gitar itu. ia ingin sedikit melupakan beban masalahnya dengan bernyanyi.
cek.. cek.. eerrghhm.. eerrgghhmm..
mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu
melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
__ADS_1
yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi.
kau yang pernah singgah disini
dan cerita yang dulu, kau ingatkan kembali
tak mampu, aku tuk mengenang lagi
biarlah kenangan kita, pupus di hati
tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi
mengenang dirimu di awal dulu
ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu
sekedar melepas kisah sedihmu
mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?
yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu
melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya
yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi.....
Dan tak lupa mely mengabadikan moment jennifer itu ke dalam story instagramnya. Banyak like dan coment tapi tak di tanggapi oleh mely, karna memang mely orangnya cuek dan tak peduli dengan omongan orang lain.
Adam yang tengah makan pun ikut terbengok melihat jennifer bernyanyi. Ia sedikit tahu masalah yang di hadapi oleh bosnya karena mely menceritakan sedikit masalah jennifer yang sempat melukai tangannya sendiri waktu di Paris.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. HAAPPYY. REEAADIINGGG
__ADS_1