
"hahahahhahahaaaaaahahaaa..." ledakan tawa dari Darrel dan Doni temannya Steve tidak bisa berhenti mengumpat.
Beberapa jam yang lalu, saat ia tiba di club malam dengan wajah kusut dan berantakan. Sudah bisa di tebak langsung oleh Darrel bahwa steve mengalami masalah atau mungkin steve masih belum bisa meluluhkan hati seorang wanita yang bernama jennifer.
Niat awalnya steve tidak ingin bercerita, tapi akhirnya dia menceritakannya.
Doni yang baru mengetahui tentang perjodohan steve pun ikut menertawai temannya itu.
Mereka kini berada di club yang dulu sempat steve datangi bersama Darrel, Doni yang baru ikut pun juga merasa nyaman di club tersebut.
"ini gara gara lo yang ngajak gue waktu malam itu, pakek pesen perempuan segala. Gara gara wanita malam itu yang angkat telfon dari Jen, jadinya dia udah gak respek lagi kan ke gue. Dasar p***** emang!" umpat steve yang sedari tadi ngomel ngomel gak jelas.
Steve menyulut rokoknya dengan api, lalu melempar korek yang bekas ia pakai ke arah Darrel karena merasa jengkel melihat cowok itu belum juga menghentikan tawanya. "diem ***.." teriak steve kesal.
"hahhahahaaa.... trus rencana lo sekarang apa nyet kalo Jen udah gak mau bales pesan lo..?" tanya Doni.
"entahlah... sekarang gue juga gak mau terlalu memikirkan dia. Gue baru aja jadian sama si Saphira." tutur Steve.
Kedua temannya itu memelototkan matanya, sungguh tak percaya. Karena barusaja steve menceritakan dia ingin sekali mengenal lebih jauh calon yang akan dijodohkannya malah steve memulai hubungan dengan wanita lain.
"ceh,,, maka dari itu mungkin Jen gak respek sama lo nyet." ucap Doni.
"Nah bener tu... lo baru gini ajah udah keok, gak teguh pendirian lo.." timpal Darrel.
Yah walaupun teman temannya ini agak gak bener tapi kalau emang urusan rumah tangga mereka sepertinya mempunyai wawasan lumayan lah...
"abis gue kesel, jen gak respek sama gue. lhaa sedangkan tuuh cewek baru gue kedipin ajah udah jatuh tuh ke pelukan gue." membusungkan dada bangga bahwa ia bisa menakhlukkan model yang sedang naik daun itu.
"ceh... kalo lo belum bisa dapetin Jen berarti jen pengecualian. itu mestinya buat lo tertantang **** buat taklukkin dia." jelas Doni. "kalau gue jadi lo gue akan pepet terus tuh si Jen. Kalau dalam bahasa jawa itu witting tresno jalanan soko kulino."
"halah... gue gak ngerti bahasa lo.." jawab Darrel. "udah udah nih minum.."
Steve hanya tersenyum kecut. Sebenarnnya ia juga ingin melanjutkkan aksinya terhadap Jennifer tapi dia tak mau menyianyiakan wanita yang dengan suka rela mau menjadi pacarnya.
.
.
.
*praaang,,,, praaang,,,,, praaangggg,,,,,,
aarghhh,,, aaaarghhh,,,,
huuuhhuuuhhuuuuhuuuhuuuu....
jahaaaat kamu,, jahaattt kamu ndrew..
andrew.... aaaarghhhh.....
__ADS_1
praang,, praang*....
Setelah sampai di apartemen miliknya, kini Jennifer mengamuk, menghancurkan barang barang yang ada. Melampiaskan kekesalannya yang sejak dari tadi ia bendung. Sekarang waktunya menyalurkan tenaga, amarah, dan kekecewaannya terhadap mantan kekasihnya itu.
Setelah puas mengahancurkan barang barang yang ada di sekitarnya, Kini Jennifer tergugu berdiam diri di bawah ranjang. Menekuk kedua kakinya. Menenggelamkan wajahnya di sudut kakinya sambil menangis pilu.
lalu yang kemarin kita lakikan itu apa ndrew.? jika sekarang kamu menikah, kenapa kamu tak memberitahuku? kamu anggap apa aku ini? gumam jennifer.
lalu Jennifer teringat kejadian tadi saat ia menyalami kedua mempelai.
flassback on
"Selamat ya vero... semoga berbahagia" ucap dokter ley kepada veronika.
"terima kasiih ley... kau sudah datang. sama siapa?" tanya veronika.
"echhmmm,, hai kak... kenalin aku Jennifer.." ucap Jennifer memperkenalkan diri.
"oowh.. hai.. aku vero... dan ini suami aku andrew."
"ach,, iya.. selamat ya untuk kalian berdua, semoga berbahagia." jennifer tersenyum. dan selamat menjalani hari hari pembalasanmu.
"terima kasih.." balas veronika tersenyum. Andrew hanya memandang Jennifer. Mengucapkan maaf beribu kali tapi hanya terdengar di hatinya. Rasanya kata maaf itu tercekat di tenggorokannya.
"kamuuu... kenapa bisa ada disini. Jangan menghancurkan pernikahan anak saya ya.. " ucap seseorang yang tak lain adalah ibunya andrew. Wanita yang selalu memisahkan dan menentang hubungan anaknya dengan jennifer.
"maaf tante.. dia datang bersamaku. Dan juga tidak ingin menghancurkan pernikahan anak tante. " terang dokter ley.
"saya tahu wanita di samping saya tante. dan maaf kalau tidak sopan, tapi saya bukan seorang yang gila harta." jawab dokter ley.
"kamu mengetai saya gila harta begitu dokter ley?" ucap mama andrew.
Sebelum Dokter ley menjawab sudah di dahului dengan andrew yang membuka suara. "mah,,, uda cukup.. jangan buat keributan disini. "
"tapi ndrew, mama kan hanya menyarankan dokter ley saja. Agar dia bisa memilih wanita yang sebanding dengannya. "
"maaf tante, memang saya kepala rumah sakit sekaligus pemiliknya, tapi asal tante tahu wanita di samping saya ini adalah pemegang saham terbesar di rumah sakit tersebut. Dan jika tante mempunyai waktu senggang silahkan membuka majalah bisnis, cari tahu nama J'A GROUOP. dia orangnya." jawab dokter ley sambil menunujuk ke arah jennifer. "maaf, saaya permisi.." langsung menggandeng tangan jennifer lalu merangkul pinggang jennifer pergi meninggallkan tempat acara pesta tersebut.
jadiii kamu sudah sukses jen. semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik buat kamu. maaf kalau aku menyakiti kamu lagi. gumam andrew dalam hatinya.
flassback off
Jennifer masih tergugu menangis, tapi sudah mereda. Hanya sesenggukan kecil terdengar. Lalu dia mendongakkan kepalanya. Melihat sekaliling ruangan yang sudah sangat berantakan akibat ulahnya tadi.
Lalu dia berdiri berjalan ke arah tas yang tadi ia lempar ke sembarang tempat. Lalu mencari benda pipih miliknya. Menekan nomor yang telah lama tak ia hubungi. Mengetikkan pesan perintah yang harus dilakukan oleh penerima pesan tersebut.
Cari tahu tentang wanita itu.
Setelah pesan terkirim. Tak lama kemudian terdengar bunyi notofikasi masuk ke ponselnya. Sebuah jawaban yang sangat jelas dan komplit. Lalu tak lama telfon berbunyi.
__ADS_1
"aku ingin kau hancurkan perusahaannya. buat sahamnya anjlok, lalu belilah saham itu dengan menggunakan nama meika dari A group. Jangan ada yang mengetahui rencana ini termasuk kak rocki." perintah jennifer mutlak.
"baik.. laksanakan.." ucap seseorang di seberang sana.
Lalu jennifer kembali berjalan menuju balkon. Melihat ke arah luar, malam sunyi tak ada bintang bersinar disana. Seolah mengerti tentang hati Jennifer yang sedang kalut. lalu
ia menenggak minuman beralkohol dengan gelas kecil. Hal yang telah lama tak ia lakukan sejak dulu. Kini ia bergumul lagi dengan minuman itu. Langsung tandas dalam sekali tegukan, lalu menuangnya lagi dan meminumnya. Lagi dan lagi sampai ia merasa sudah sedikit mabuk, ia teringat lagi akan amarahnya. Lalu ia meremas gelas tersebut sampai sampai terdengar bunyi 'cletak'. Gelas itu pecah, jennifer meremasnya hingga mengalirkan darah segar di telapak tangannya. Ia memejamkan matanya.
Tiba tiba pintu apartemen terbuka, siapa lagi kalau bukan Rocki. Hanya Jennifer dan Rocki yang mengetahui pin kunci apartemen itu.
Rocki yang baru masuk sudah di suguhkan kekacauan yang ada di depan Tv. Niat awal hati dia ingin memberikan surprice karna ia pulang lebih awal dari acara bulan madunya. Tapi sekarang rocki malah di suguhkan tempat yang acak acakan. Lalu dia melihat ke atas, menuju arah kamar Jennifer. Rocki berlari takut takut terjadi sesuatu dengan adiknya.
ceklek
Pintu kamar terbuka, Dan yaah benar dugaan Rocki, Kamar pun juga jadi tempat sasaran amarah jennifer. lalu Rocki melihat sekeliling tak menemukan sosok yang ia cari. Pandangannya mengarah ke arah luar. Balkon di luar yang pintunya tak tertutup.
Rocki berjalan menuju balkon langkahnya terhenti saat menemukan sosok adiknya yang tengah memejamkan mata dan di tangannya tengah menggenggam serpihan gelasbyang telah hancur. Lalu matanya bertambah memelotot saat melihat darah segar mengucur di tangan jennifer.
"kamu sudah gila honey..." teriak rocki. lalu ia meraih tangan jen. melemparkan pecahan gelas itu. lalu menelfon dokter ley agar ia datang untuk mengobati luka itu.
Jennifer yang tengah menutup mata langsung kaget saat mendengar suara kakaknya itu. Dan sentakan di tangannya menyadarkan dirinya dari hal yang sangat konyol yang baru saja ia lakukan. Lalu menatap lekat kakaknya itu. Dan langsung memeluk tubuh abangnya itu.
"abang.... huhuhuhhhhh huuuhhh" ia menangis lagi.
"jangan lakukan hal itu lagi honey... " membalas pelukan jennifer lalu mengelus rambutnya, mencoba menenangkan. "berbagilah masalahmu denganku. jangan membuat dirimu sakit. oke... aku akan membantumu mengatasinya.."
Rocki tau apa yang di rasakan jennifer saat ini. Beberapa anak buahnya memang ia tugaskan untuk mengawal jennifer dari jarak jauh. Dan ia juga mengetahui kalau Andrew dan Jennifer bertemu, maka dari itu ia memutuskan untuk pulang. Tapi yang rocki belum ketahui adalah bahwa andrew menikah. Dan pasti itu akan membuat adik tersayangnya sakit hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. HAPPYYY. REEAADIIGGG....