Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Tak Sengaja Bertemu Rudy


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan dari Reyna, Mr Exel baru sadar dan dia menepuk jidatnya sendiri.


"Oalah, benar sekali. Maafkan aku ya, Ta. Seharusnya aku mempekerjakan dua asisten wanita untukmu supaya jika salah satu ada urusan, kamu tak sampai pergi sendiri," Mr Exel memeluk tubuh istrinya.


Dia begitu sayang dan cintanya pada istrinya tersebut. Pemandangan romantis ini sempat terlihat oleh Rony, karena pagar apartement Mr Exel tidak tinggi hingga bisa terlihat dari jalan segala aktivitas yang ada di pelataran apartement Mr Exel.


"Sialan, kenapa aku jadi panas hati dan cemburu seperti ini melihat keromantisan mereka berdua!" tangan Rony mengepalkan tinjunya.


"Sayangnya aku kalah dalam segi ekonomi. Suami Reyna begitu kayanya, dia mampu melakukan banyak hal hanya dengan menjentikkan jarinya saja. Jika kekayaan aku seperti dia, pasti aku tidak akan merasa berat bersaing dengannya," gumamnya dalam hati.


Mr Exel memang kaya raya bahkan sangat kaya. Usahanya dimana-mana ada. Asisten dan anak buahnya juga banyak. Sejak semua aset yang ada di luar negeri di jual, justru karirnya di Indonesia malah menanjak.


"Sayang, kamu belum mengatakan kenapa kamu pulang?" tanya Reyna masih ada di pelukannMr Exel.


"Aku kangen padamu dan dede bayi makanya aku pulang. Aku juga ingin mengajakmu dan Romy serta Dika makan di mall. Kalau perlu ayah dan ibu ikut juga," ucap Mr Exel sangat antusias.


"Sepertinya ayah nggak bisa karena dia sekarang sedang ada di dilernya, dan ibu juga sebentar lagi akan ke mini marketnya. Tadi pulang sebentar saja untuk mengambil sesuatu," ucap Reyna.


"Ya sudah, kita pergi berempat saja ya? kamu jemput Romy kenapa nggak sekalian jemput Dika?" tanya Mr Exel.


"Dika pulang cepat, makanya dia sudah di rumah dari tadi."


Mr Exel sayang bukan hanyalah pada Reyna saja, tetapi juga pada seluruh anggota keluarga Reyna tanpa membedakan sama sekali. Bahkan pada Romy tak pernah dia menganggap anak tiri hingga Romy begitu dekat dengan dirinya.


Saat itu juga Mr Exel pergi ke mall bersama Dika dan Romy. Tanpa lupa dia menugaskan beberapa anak buahnya untuk menjaga mereka. Mr Exel sudah paham tabiat Santika, makanya dia tak ingin lengah dan selalu waspada supaya tidak terjadi hal buruk pada, Reyna.


Tak berapa lama, mereka telah sampai di mall dan menuju ke sebuah tempat makan yang ada di mall tersebut.

__ADS_1


Di mall tersebut, Reyna harus merasakan kesal karena melihat orang di masa lalunya. Bahkan orang ini yang menyajikan makanan untuk Reyna dan suaminya.


"Mas Rudy, kenapa dia ada di sini?" batinnya tak suka.


"Reyna," ucapnya membuat Mr Exel terus memandang pria tersebut.


"Heh, kamu mantan suami Reyna ya? waduh, nggak bisa di biarkan jika seperti ini. Aku nggak mau ya di layani olehmu, yang ada kamu racuni kami," ucapnya kasar dan dia melambaikn tangannya ke salah satu waiters yang melintas.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanyanya seraya tersenyum ramah.


"Tolong kamu siapkan menu makanan yang sama dengan yang dia hidangkan ini. Tapi aku minta kamu yang menyajikannya. Dan semua ini akan aku berikan pada orang, tak perlu khawatir aku akan membayar doubel," ucapnya seraya menatap sinis pada Rudy.


"Baik, Tuan."


"Oh iya, ini makanan tolong di berikan pada itu itu dua orang yang ada di sana, katakan saja itu dari kami, gratis tak bayar." Mr Exel menunjuk ke salah satu meja.


"Heh, kenapa kamu masih berdiri di sini dan menatap istriku seperti itu? pergi kamu dari sini dan jangan pernah nongol di hadapan istriku lagi!" bentak Mr Exel melotot pada Rudy.


"Ya ampun, galak dan menyeramkan sekali suami Reyna. Kok bisa Reyna mau ya dengan pria arogant seperti ini?" gerutunya hanya bisa dia ucapkan di dalam hatinya.


Rudy tak berani melawan sama sekali apa lagi banyak anak buah Mr Exel yang langsung mendekat dan melotot pula ke arahnya. Hingga Rudy pun lekas pergi begitu saja.


"Heh kamu, pesan makanan untukmu dan yang lain sana pada karyawan. Biar nanti aku yang bayar sekalian!" perintah Mr Exel pada salah satu anak buahnya.


"Baik, Tuan. Terima kasih."


Mr Exel memang terkenal arogant dan dingin, tetapi dia selalu loyal pada semua anak buahnya tanpa membedakan satu sama lain. Dia juga selalu menolong setiap kesusahan dari para keluarga anak buahnya tanpa pamrih sedikitpun.

__ADS_1


Sementara saat ini Rudy hanya bisa melihat kebersamaan dan kemesraan Reyna dengan Mr Exel dari jarak jauh.


"Aku senang sudah bisa menemukan keberadaan, Reyna. Di kala aku lelah dalam mencari dirinya dan menghentikan aktivitas pencarianku terhadapnya."


"Tetapi aku juga sedih, karena aku bertemu dengan Reyna di saat dia tak sendiri sehingga aku tak bisa untuk mendekati dirinya sama sekali."


"Reyna, kamu semakin cantik saja. Betapa aku menyesal dulu telah menyakiti dirimu. Jika waktu bisa di putar lagi, aku pasti takkan berbuat akan hal itu."


"Tetapi semua sudah terjadi dan tak akan kembali ke masa lalu lagi."


Rudy terus saja menatap ke arah Reyna tak berkedip sama sekali sehingga membuat para pelayan yang lain saling berbisik-bisik membicarakan dirinya.


"Heh, pantas saja suami wanita itu tak suka dengan Rudy. Lihatlah cara pandang dia," bisik salah satu pelayan.


Dan ada salah satu pelayan yang lain menghampiri, Rudy.


"Heh anak baru, kerja dong! jangan hanya melotot menatap istri orang, pantas saja suaminya marah padamu karena cara menatapmu itu sungguh tak sopan!" ucapnya menepuk bahu Rudy yang dari tadi fokus menatap ke arah Reyna.


"Heh, mas. Kalau ngomong bisa yang sopan sedikit nggak? mentang-mentang situ sudah lama kerja di sini sehingga seenaknya padaku! perlu kamu tahu ya wanita cantik itu adalah mantan istriku," ucap lantang Rudy melotot ke arah pelayan senior.


"Hallo.. jangan mimpi seperti itu, jangan terlalu tinggi kamu dalam berhalusinasi. Mana mungkin wanita secantik dia itu adalah mantan istrimu


, impossible," ejeknya seraya mengacungkan ibu jari tetapi dengan posisi ibu jarinya di balik.


Rudy sangat kesal dengan ejekan pelayan senior tersebut, tetapi dia tak ingin memperpanjang masalah itu karena dia sadar diri. Jika dia semakin melawan pasti akan semakin di tindak, bahkan bisa di pecat secara tak terhormat.


Karena pelayan senior ini salah satu orang kepercayaan dari atas yang punya tempat makan tersebut. Rudy pun lebih memilih berlalu pergi dari hadapan pelayan senior itu.

__ADS_1


__ADS_2