Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Terjadi Suatu Musibah


__ADS_3

Sejak saat itu, Reyna benar-benar bedress. Ia berhenti total dari aktifitasnya demi anak yang ada di dalam kandungannya.


Ia tak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap janinnya. Ia lebih melepas pekerjaannya demi keharmonisan keluarganya.


"Sayang, kamu hati-hati ya berangkat ke kantornya." Reyna menyalami Exel.


"Siap Tata, kamu juga jangan terlalu cape ya. Pokoknya urusan rumah tangga serahkan saja pada asisten pribadi." Pesan Exel seraya mencium kening istrinya.


Berangkatlah Exel ke kantor dengan di antar oleh Budi. Sementara Reyna sibuk di rumah mengurus anak-anaknya. Ia melakukan semuanya dengan penuh suka cita. Walaupun saat ini Erlan dalam masa aktif-aktifnya karena baru bisa berjalan.


Untung saja kehamilannya kali ini sama sekali tak merasakan ngidam, hingga ia tak kerepotan karena kondisi tubuhnya selaku fit. Bahkan nafsu makannya semakin bertambah.


"Reyna, biar Erlan sama ibu saja. Ibu nggak ingin kamu terlalu cape apa lagi umur kehamilanmu baru beberapa bulan,' ucap Bu Wati.


"Lantas jika ibu yang menjaga Erlan, siapa yang akan menjaga mini market?" tanya Reyna bingung.


"Mini market kan sudah ada beberapa karyawan jadi tak usah khawatir. Kita bisa cek sesekali saja pada saat jam makan siang dan pada saat sore hari," ucap Bu Wati.


"Baiklah, Bu. Terima kasih ya, Bu."


"Iya, Reyna. Dan untuk urusan Romy dan Dika juga biar ayah yang urus," ucap Bu Wati kembali.


Reyna beruntung karena memiliki orang tua yang sangat perhatian dan juga suami yang sangat setia dan tanggung jawab. Setelah melalui begitu banyak cobaan di hidupnya kini Reyna hidup bahagia.


"Ya Allah, semoga saja kebahagiaan ini selalu berlanjut hingga aku tua bahkan sampai aku menutup mata," batin Reyna.


Sementara di suatu tempat seseorang sedang merasakan amarah yang membara yakni Papah dari Santika. Iya kini menyimpan rasa dendam pada Reyna dan Exel karena saat ini Santika ada di dalam penjara.


"Aku tidak akan membiarkan Reyna dan Exel bahagia begitu saja. Selama ini aku memang diam saja tetapi lihat saja aku akan membalaskan dendam sakit hatiku karena anak semata wayang ku dimasukkan dalam penjara dalam waktu yang cukup lama," gumamnya kesal seraya mengepalkan tinjunya.

__ADS_1


Ia pun memerintah beberapa orang bayaran untuk melakukan aksinya. Hingga pada suatu hari, suatu musibah terjadi tetapi bukan pada Reyna atau Exel melainkan pada Bu Wati.


Di saat Bu Wati sedang menjemput sekolah Dika dan Romy, tiba-tiba saja ada yang menusuk dirinya. Dan si penusuk segera melarikan dirinya, hingga tidak tertangkap sama sekali.


Bu Wati langsungsi larikan ke rumah sakit oleh security yang bertugas di sekolahan Dika dan Romy. Tak lupa security menelpon Reyna.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke ponsel Reyna, ia pun lekas meraih ponselnya.


"Hallo, Nona Reyna. Saya security yang bertugas jagadi sekolahan Romy."


"Iya pak, ada apa ya? apakah ada sesuatu terjadi pada anak atau adik saya?"


"Bukan, Nona. Tapi ini terjadi pada ibu anda. Ia saat ini di rumah sakit, karena pada saat menjemput cucunya ada seseorang menusuk dirinya."


Security mengatakan dimana saat ini Bu Wati di rawat, sedangkan Dika dan Romy dalam perjalanan pulang di antar oleh satu security yang lain.


Hingga Reyna menitipkan anak-anak pada asisten rumah tangga yang ada di rumah tersebut. Kebetulan asisten rumah tangga tersebut tidak hanya satu melainkan ada beberapa orang karena apartement Exel begitu besarnya.


Reyna pergi sendiri ke rumah sakit karena dia sudah begitu panik mendengar kabar tentang ibunya yang masuk rumah sakit. Ia sampai lupa untuk memberi kabar pada Exel dan juga pada Ayah Darmawan.


Hingga pada suatu ketika Ayah Darmawan berniat pulang untuk sekedar makan siang tetapi Dika dan Romy mengadu padanya tentang apa yang telah terjadi pada Bu Wati, saat itu juga Ayah Darmawan pergi ke rumah sakit untuk menyusul keberadaan Reyna serta melihat kondisi istrinya.


Sesampainya di rumah sakit, ia pun menghampiri Reyna yang sedang duduk panik di depan ruang pemeriksaan.


"Reyna, bagaimana kondisi ibu?" tanya Ayah Darmawan panik.


"Sampai saat ini dokter yang sedang menangani ibu belum juga keluar dari ruangan ini, yah. Semoga saja sih kondisi ibu baik-baik saja," ucap Reyna terus saya memainkan kedua tangannya panik.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mengabari ayah tentang hal ini, Reyna?" tanya ayahnya lagi.


"Maaf ayah, tadi aku panik hingga lupa memberi tahu pada ayah dan sampai sekarang aku juga belum memberi tahu Exel," ucap Reyna.


Beberapa saat kemudian, sang dokter yang menangani Bu Wati keluar dari ruangan tersebut. Reyna dan Ayah Darmawan langsung menghampirinya.


"Bagaimana kondisi ibu saya, dok?" tanya Reyna panik.


"Alhamdulillah, untung langsung di bawa kemari hingga bisa langsung di tangani. Luka tusukan yang mengenai pasien kebetulan tidak terlalu dalam. Hanya saja sampai sekarang pasien belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius," ucap dokter.


"Alhamdulillah."


Serentak Reyna dan Ayah Darmawan mengucapkan rasa syukurnya.


Saat itu juga Bu Wati di sarankan untuk rawat inap sampai kondisinya benar-tidaknya stabil dan pulih. Bahkan Bu Wati juga di pindahkan ke ruangan khusus perawatan.


Setelah Reyna merasa tenang, barulah ia menghubungi suaminya. Ia pun memencet nomor ponsel suaminya, seketika itu juga ia memberi tahu tentang apa yang telah menimpa Bu Wati.


Mendengar berita tersebut, Exel langsung saja menyambangi rumah sakit dimana saat ini Bu Wati di rawat.


"Tata-ayah, bagaimana ini bisa terjadi pada ibu? memangnya pada saat jemput anak-anak tidak membawa pengawal?" tanya Exel.


Padahal ia sudah menyiapkan beberapa orang untuk selaku mengawal siapa saja yang menjemput atau mengantarkan sekolah Dika dan Romy.


"Biasa ayah yang jemput bawa pengawal, tapi tadi di Diler sedang banyak pelanggan dan ibu yang berkeras hati menjemput anak-anak. Pikir ayah ibu juga bawa anak buahmu, tapi ternyata tidak," ucap Ayah Darmawan.


"Lantas bagaimana kondisi ibu saat ini?" tanya Exel.


"Alhamdulillah sudah bisa di atasi dan kondisi baik-baik saja," ucap Ayah Darmawan.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, ini bisa buat pelajaran supaya kita selalu waspada. Lain kali selalu bawa pengawal, karena aku sudah bayar mereka tiap bulannya. Masa iya mereka makan gaji buta dengan tidak melakukan tugas mereka tapi tetap dapat bayaran," ucap Exel


__ADS_2