
Pria paruh baya yang telah memerintahkan anak buahnya adalah Papahnya Santika. Ia ingin menghabisi Bu Wati dan juga Dika serta Romy supaya Reyna menderita jika orang-orang yang di sayangi meninggal dunia. Tapi usahanya gagal total karena anak buahnya tidak becus dalam menjalankan tugasnya.
"Sial, aku pikir usahaku akan berhasil. Apalagi aku telah mendapatkan informasi jika pada waktu itu tidak ada yang mengawal mereka. Aneh sekali, padahal anak buahku ada tiga orang. Masa iya tak bisa melaksanakan tugas untuk mencelakai satu ibu tua dan dia anak kecil. Jika sudah seperti ini aku akan sulit untuk menyerang keluarga Reyna lagi. Karena pasto dengan adanya kejadian ini, Exel akan lebih waspada dan berhati-hati," gumamnya kesal.
"Lantas apa yang harus aku perbuat jika sudah seperti ini ya? jika aku bertindak sendiri juga tidak akan sanggup saka sekali. Oh iya, aku pakai cara halus saja yakni aku gunakan seorang wanita canti untuk mengelabui Exel. Pasti kalo ini aku akan berhasil, dan rumah tangga mereka akan hancur."
Saat itu juga papahnya Santika mencari seorang wanita yang sangat cantik untuk di jadikan umpan bagi Exel. Ia mendapatkan wanita ini di sebuah bar.
"Hay, siapa namamu?" tanyanya.
"Hay juga, om. Namaku Risa, om. Apakah om ingin boking aku?" tanya Risa bergelayut manja di lengan Papahnya Santika.
"Tidak, aku hanya ingin kita bekerja sama. Dan aku akan bayar mahal dirimu jika usahamu berhasil. Tetapi aku minta kamu jangan bersikap agresif atau centil. Karena orang yang akan kamu hadapi bukan pria hidung belang," ucapnya membuat suatu tawaran.
"Maksudnya kita kerja sama bagaimana ya, om? aku masih belum paham dengan cerita om ini. Coba om ngomongnya yang pelan saja dan yang jelas supaya aku maksud dan paham," ucap Risa.
"Begini, Risa. Aku punya seorang musuh yakni seorang pemuda tampan yang sangat kaya raya dan ia sudah berkeluarga. Aku minta kamu dekati pemida itu dan dapatkan hatinya atau kalau bisa kamu jebak ia supaya tidur denganmu. Aku ingin rumah tangga ia berantakan," ucap Papahnya Santika
"Apa, om? aku di minta menjadi seorang pelakor maksud om? kenapa Om ingin hancurkan rumah tangganya?" tanya Risa penasaran.
"Karena Pemuda ini yang telah buat anakku patah hati dan bahkan dengan tega menjebloskan anakku ke penjara. Hingga anakku di hukum cukup lama," ucapnya.
"Oh jadi seperti itu, lantas berapa upah yang akan anda berikan jika aku berhasil melakukan tugas ini?" tanyanya pasti.
"Kamu kerjakan dulu tugasmu, baru kamu tanya berapa upahmu. Kerja saja belum, sudah tanya upah," ejek Papah Santika.
__ADS_1
"Semua pekerjaan itu ada uang muka, om. Aku nggak mau ya, setelah kerjaaaj aku kelar tapi ternyata aku tak mendapatkan upah sama sekali," ucap Risa.
"Maunya kamu aku bayar uang muka berapa?" tanyanya.
"Untuk awal kerja yah setidaknya sepuluh juta, om," ucap Risa.
'Hah, mahal amat. Masa iya belum kerja aku harus memberikan uang muka sebesar itu?" protes nya.
"Ya sudah, jika om tidak mau. Silahkan saja om cari saja orang lain yang mau bekerjasama dengan, om. Karena aku bekerja secara profesional dan tak pernah gagal. Aku malas jika bekerja sana dengan orang yang perhitungan atau pelit, permisi."
Namun pada saat Risa akan melangkah pergi, Papahnya Santika menahan dirinya.
"Tunggu dulu, kita akan belum selesai. Kenapa main pergi saja?"
"Maaf ya om, waktu bagiku adalah uang dan sangat berharga. Aku tidak mau kita lama berdiskusi tapi hasilnya zonk," ucap Risa.
Risa lalu menyebutkan nomor rekeningnya pada Papahnya Santika. Dan saat itu juga ia mendapatkan uang sepuluh juta. Setelah itu ia menunjukkan foto Exel pada Risa.
"Aku sudah memenuhi kemauanmu dengan memberikan uang sepuluh juta. Dan jika nanti kerjamu bagus, aku akan transfer kekurangannya. Dan ini ada foto target yang harus kamu jebak." Ucapnya seraya memberikan foto Exel padanya dan juga foto Reyna.
"Baik, om. Mari kita bertukar nomor ponsel supaya kita mudah dalam berkomunikasi." Ucap Risa seraya menerima foto Exel dan Reyna.
Saat itu juga keduanya saling bertukar nomor telepon. Dan Rosa segera pergi dari hadapan Papahnya Santika.
"Hhhaaa betapa bodohnya pria tua itu. Dengan mudahnya aku tipu haaaaa..lagi pula untuk apa aku bersusah payah setelah aku dapatkan uang sepuluh juta hanya dengan cuma-cuma," batinnya kesal.
__ADS_1
Risa membuang nomor ponsel yang sempat diberikan pada Papah Santika. Dan ia mengganti dengan nomor ponsel yang baru. Bahkan saat itu juga ia berkemas dari kontrakannya dan pindah ke kota lain.
Papahnya Santika tak tahu jika dirinya telah di tipu mentah-mentah oleh Risa. Dia saat ini malah senyam senyum sendiri membayangkan kehancuran yang akan di alami oleh Exel dan Reyna.
"Lihat saja, sebentar lagi rumah tangga kalian akan hancur. Dan pada saat itu terjadi aku akan bersorak sorai penuh dengan kemenangan."
"Pada saat itu juga aku akan adakan pesta yang besar atas kemenanganku ini."
Papah Santika terus saja berkhayal tentang itu. Dia terus saja tersenyum sendiri.
Beberapa hari kemudian, ia baru menyadari jika dirinya telah di tipu mentah-mentah oleh Risa.
"Kenapa sudah beberapa hari, Risa tak bisa di hubungi atau pun memberi kabar padaku ya? aku kan penasaran apakah kerjaaan doa sudah berhasil atau belum?" batinnya mulai sanksi.
Hingga ia pun datang ke bar dimana pertama kalinya ia bertemu dengan Risa.
"Maaf, om. Di sini nggak ada wanita yang namanya Risa. Mungkin om saksh tempat kali, bukan di bar sini," ucap pemilik bar.
"Sangat belum pikun, saya kenalan dengan Risa di bar ini beberapa hari yang lalu," ucap Papahnya Santika ngotot.
"Tapi di sini memang tidak ada wanita yang bernama Risa, om. Masa iya saya ini berbohong. Jika om tidak percaya silahkan saja om amati semua wanita yang ada di bar ini. Apakah ada satu wanita yang memang kenalan dari, om," ucap pemilik bar.
Papahnya Santika menurutinya, ia pun mengelilingi bar tersebut hanya untuk mencari Risa, tapi sama sekali tak di ketemuinya.
"Sialan, apa aku telah kena tipu oleh wanita itu ya?" batin Papahnya Santika mulai sadar jika dirinya telah di tipu.
__ADS_1
"Haduh, ingin menipu malah di tipu duluan. Dan uang sepuluh juta hilang begitu saja. Padahal itu uang tabunganku."
Papahnya Santika menepuk jidatnya sendiri.