Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Mencari Keberadaan Santika


__ADS_3

Ternyata yang melakukan penculikan adalah Santika. Mr Exel merasa kesal dengan apa yang di lakukan oleh Santika.


Mendengar apa yang di katakan oleh Santika lewat panggilan telepon, membuat Mr Exel merasa kesal.


"Sekarang kamu dimana, cepat kembalikan Romy padaku!" bentaknya


"Sayang, jangan sewot dong. Aku akan mengembalikan anak tirimu, tetapi jika kita sudah menikah."


Mr Exel benar-benar tak bisa mengendalikan emosinya, lantas dia melempar ponselnya di dalam mobil. Budi tak berani berkata apapun, dia hanya melirik dari kaca spion kemudinya.


"Ya ampun, Mr. Seharusnya tak usah di banting tuh ponsel, mending buat aku saja," batin Budi.


Tak berapa lama, Mr Exel telah sampai di rumahnya. Dia langsung berlari ke kamarnya di mana Reyna masih duduk lemas melamun ketakutan.


"Tata, apa kamu tak apa-apa?" Mr Exel langsung memeluk Reyna dan menciumi pucuk rambutnya.


"Aku nggak apa-apa, hanya saja Romy yang di culik," ucap Reyna kembali terisak dalam tangisnya.


"Tata sayang, kamu tak usah khawatir. Romy tidak akan dilukai olehnya," ucap Mr Exel meyakinkan Reyna.


"Sayang, apa kamu tahu siapa yang telah menculik Romy sehingga kamu bisa berkata seperti itu?" tanya Reyna di sela Isak tangisnya.


"Iya, aku tahu. Siapa dalang di balik ini semua, dia adalah Santika. Baru saja menelpon aku pada saat dalam perjalanan kemari," ucap Mr Exel.


"Sayang, katakan pada Santika untuk segera mengembalikan Romy. Aku rela melakukan apa pun asal Romy di kembalikan," rengek Reyna sudah tak sabar lagi ingin bertemu Romy.


"Tata, apa yang kamu katakan barusan? kamu rela melakukan apapun demi kebebasan, Romy? lantas jika Santika ingin kamu melepaskan aku bagaimana? apa kamu juga akan melepaskan aku demi, Romy juga?" Mr Exel bertanya pada Reyna.


Mendengar hal itu, Reyna hanya diam sejenak. Dia sama sekali tak bisa memutuskan, karena keputusan yang sangat berat.


"Tata, asal kamu tahu ya. Santika akan mengembalikan Romy dengan satu syarat aku menikah dengannya. Itu yang dia inginkan," ucap Mr Exel.

__ADS_1


Kembali lagi Reyna hanya diam saja. Dia tak bisa memberi keputusan yang tepat.


"Ya Allah, aku harus bagaimana? aku benar-benar tak bisa berpikir secara jernih. Tak mungkin aku melepaskan suamiku untuk Santika. Tapi aku juga tak mungkin membiarkan anakku menderita atau bahkan di perlakukan kasar oleh Santika," batin Reyna gelisah.


"Aku bingung, aku tak tahu harus bagaimana? tapi aku tak ingin melepasmu untuk Santika, dan aku juga tak ingin anakku di sana terlalu lama. Lantas keputusan apa yang tepat?" ucap Reyna seraya dengan tatapan kosongnya.


"Tata, kamu jangan khawatir ya. Aku pasti akan bisa mengambil Romy kembali tanpa harus aku menikah dengan Santika. Karena aku juga tak cinta dengannya sama sekali," ucap Mr Exel mencoba menenangkan hati istrinya.


Sementara di suatu tempat, Santika sedang tertawa riang. Dia yakin sekali bahwa Mr Exel akan segera menikahi dirinya.


"Exel, aku yakin kamu pasti akan rela melepaskan istrimu demi anak tirimu ini. Dan kamu akan menikah denganku secepatnya. Aku sudah tak sabar menunggu masa itu datang."


"Bagaimana cantiknya aku memakai gaun pengantin dan kamu begitu tampan memakai jas pengantin."


"Kita akan bahagia dan di karuniai banyak anak yang sangat lucu dan menggemaskan sekali. Ahh asiknya jika masa itu telah tiba hari ini. Aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini."


Terus saja Santika berhayal tentang dirinya menikah bersama Mr Exel. Dia terus saja senyam senyum sendiri seperti orang gila.


Semalaman, Reyna tak bisa tidur nyenyak karena belum juga mendapatkan suatu keputusan yang tepat untuk bisa membebaskan Romy dari tangan Santika.


"Bagaimana ini, di saat genting seperti ini aku malah belum bisa mendapatkan suatu cara yang tepat untuk bisa mengetahui dimana lokasi tempat tinggal Santika," batin Mr Exel.


Mr Exel, mengumpulkan semua anak buahnya untuk di ajak berunding. Bahkan Budi, Hanny, serta Sella juga turut serta.


"Kalian pasti sudah tahu kan, masalah apa yang saat ini sedang menimpaku? aku ingin tahu apakah diantara kalian punya cara yang jitu untuk aku menyelesaikan permasalahan ini?"


"Karena pikiranku sedang buntu hingga tak bisa berpikir sama sekali."


Sejenak semua anak buahnya diam, dan tiba-tiba Sella mengangkat jari telunjuknya karena dia mempunyai sebuah saran yang akan ia sampaikan pada, Mr Exel.


"Silahkan, Sella. katakan saja saranmu itu," pinta Mr Exel.

__ADS_1


"Begini, Mr. Kita bisa melacak keberadaan Santika hanya dengan melacak panggilan telpon darinya."


"Mr pancing dia saat dia menelpon, untuk terus bicara yang panjang. Sementara itu, saya akan melacak lokasi tempat persembunyian, Santika."


"Dan pada saat itu kita bisa langsung ke lokasinya untuk menyelamatkan, Den Romy. Saya yakin sekali cara ini akan berhasil."


"Hanya saja kita tidak tahu ada berapa orang anak buahnya yang ada di sana. Jadi kita tak bisa memprediksi kekuatan lawan."


Mendengar saran dari Sella, Mr Exel sangat setuju. Saat itu juga dia menelpon Santika, akan tetapi nomor ponselnya tidak aktif.


"Bagaimana ini, nomor ponsel dia tidak aktif."


"Nanti saja Mr, pada saat dia menelpon anda."


Beberapa detik, menit, Mr Exel dan anak buahnya sedang menunggu telpon dari Mr Exel berdering. Hingga pada menit ke tiga puluh barulah ada panggilan telpon dari nomor ponsel Santika. Akan tetapi dia memakai nomor ponsel baru.


"Hallo"


"Hallo, sayang. Apa kamu sudah memutuskannya, akan menikah denganku atau akan membiarkan anak tirimu ini mati dengan sia-sia?"


"Baiklah, aku terima tawaranmu. Aku akan menikah denganmu, tetapi bisakah kamu tunjukkan dimana dirimu saat ini berada, supaya kita bisa secara langsung berbicara?"


"Exel, aku ini tidak bodoh. Aku tahu apa yang sedang ada di otak mu itu. Aku tidak akan memberi tahu dimana keberadaanku saat ini."


Sella mulai melacak keberadaan Santika tersebut.


"Jika aku tak bertemu denganmu, bagaimana aku bisa membicarakan apa saja yang kita butuhkan untuk pernikahan kita."


"Itu hal yang gampang, kita bisa bicarakan sekarang saja di telpon kan sama saja."


"Baiklah, Santika. Apa saja kiranya yang kamu mau katakan dari sekarang dan aku akan mencatatnya."

__ADS_1


Mr Exel sengaja memancing Santika untuk terus berkata di panggilan telpon supaya Sella cepat bisa melacak lokasi Santika.


Dan pada akhirnya, Sella mengacungkan jempolnya pada Mr Exel. Bahwa dia telah menemukan lokasi dimana saat ini Santika berada.


__ADS_2