Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Mulai Penyelidikan


__ADS_3

Saat itu juga, Komandan Komisaris Joy mengajak Exel dan Reyna ke kantor polisi pusat kota. Ia juga penasaran kenapa juga Bu Wati bisa di tangkap aparat kepolisian.


Hanya beberapa menit kemudian telah sampai di kantor polisi yang ada di pusat kota. Komandan Komisaris Joy langsung menemui sesama rekan kerjanya.


"Maaf, Ndan? bagaimana bisa Bu Wati di jadikan tersangka dalam kasus pengedaran narkoba?" tanya Komandan Komisaris Joy pada rekannya seprofesi.


"Ada yang melapor pada kami jika di mini market Bu Wati banyak sekali tersimpan barang haram. Dan pada saat kami cek di sana memang banyak sekali paket yang isinya sabu-sabu," ucap rekan kerja Komandan Joy.


"Komandan, sebaiknya anda selidiki lagi kasus Bu Wati. Karena saya yakin ini hanya sebuah jebakan dari orang yang tak suka pada keluarganya," ucap Komandan Joy.


"Tapi bukti sudah kuat mengarah pada, Bu Wati."


"Pak Komandan, saya sangat yakin jika ibu mertua saya tidak akan melakukan hal serendah itu. Saya punya banyak uang dan Ibu juga punya usaha, ayah juga punya usaha. Jadi untuk apa pula Ibu menjadi bandar narkoba."


"Apa lagi menurut saksi para karyawan di mini market, ada kurir yang antar paket tersebut yang berisi sabu-sabu. Sedangkan ibu sama sekali tak memesan paket apapun."


"Pada saat ibu akan memberikan paket itu pada kurir, mobil yang di tumpangi kurir tersebut telah pergi begitu cepatnya."


"Dan tak berapa lama pihak polisi datang. Saya minta anda menyelidiki lebih lagi. Di mini market ada rekaman video CCTV bisa untuk di jadikan barang bukti dan untuk menangkap pelaku yang sebenarnya."


Saat itu juga Reyna menunjukkan rekaman video CCTV yang ada di mini market dan aparat polisi mencatat nomor mobil yang sempat menurunkan beberapa kardus paket berisi sabu-sabu tersebut.


"Baiklah Mr Exel, kami akan menyelidiki tentang mobil yang menurunkan beberapa kardus paket berisi sabu-sabu, karena bukti utama ada pada pengemudi mobil tersebut," ucap Komandan tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu apakah ibu kami bisa dibebaskan komandan?" tanya Exel.


Komandan tersebut hanya diam saja, seolah sedang berpikir. Hingga Komandan Komisaris Joy angkat bicara.


"Komandan, biarkan Bu Wati pulang. Ya untuk sementara menjadi tahanan rumah saja kan bisa," ucap Komandan Komisaris Joy.


"Hem, baiklah. Saya akan membebaskan Bu Wati dengan syarat menjadi tahanan rumah yang harus wajib lapor setiap harinya, selama kasusnya belum jelas di temukan pelakunya," ucap Sang Komandan.


Hingga pada saat itu juga Bu Wati di izinkan pulang dengan menyandang status tahanan rumah hingga di temukannya pelaku utama dari kasus narkobanya tersebut.


"Bu, sabar ya. Aku tidak akan biarkan orang jahat itu berkeliaran. Pasti aku akan mengejar pelaku utamanya. Aku tidak akan mengandalkan pihak polisi saja." Ucap Exel seraya merangkul Bu Wati keluar dari kantor polisi.


Bu Wati begitu terharu karena mempunyai seorang menantu yang sangat baik, perhatian, dan peduli padanya. Bu Wati tak sadar menangis sesenggukan memeluk Exel.


"Ibu terharu, karena kamu begitu baik sama ibu sam dan ayah. Ibu minta maaf ya selalu buat repot kamu, dan terima kasih karena selalu peduli dan baik pada ibu dan ayah," ucap Bu Wati seraya sesenggukan.


"Ibu tak perlu minta maaf ataupun terima kasih, karena apa yang aku lakukan ini sudah seharusnya di lakukan oleh seorang anak untuk seorang ibunya. Berapa kali aku katakan, jika aku anggap ayah dan ibu itu bukanlah sebagai mertua, tetapi sebagai orang tua kandungku. Tidak ada jarak diantara kita, ibu," ucap Exel.


Hal ini membuat Reyna ikut terharu, dan ia juga tak kuasa menitikkan air matanya.


"Ya Allah, beruntungnya aku mendapatkan suami yang sangat baik, setia, dan tanggung jawab. Padahal ia punya segalanya tapi tak pernah sombong, dan ia juga tak merendahkanku yang tak punya apa-apa. Tiada duanya kasih sayangmu bukan hanya padaku tapi juga pada orang tua dan adikku." Batin Reyna seraya mengusap air matanya.


Exel mengajak ibu mertuanya melangkah menuju ke mobilnya, dan Reyna bergelayut manja di lengan satunya. Exel takkan membiarkan pelaku utama terus saja berkeliaran. Ia akan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari target tersebut.

__ADS_1


"Lihat saja, secepatnya aku akan bisa menangkap pelaku utama dari kasus Ibuku. Tidak akan aku biarkan orang itu bernapas bebas di luaran sana! aku pastikan jika sudah tertangkap akan mendapatkan hukuman yang setimpal!' batin Exel kesal.


Jika ada salah satu anggota keluarganya yang mengalami suatu masalah, Exel tidak akan tinggal diam. Dia akan langsung bergerak untuk mencari biang masalah tersebut.


Tak berapa lama, mobil telah sampai di pelataran rumah Exel. Akan tetapi ia tak turun hanya ibu mertuanya dan Reyna saja yang turun.


"Ibu, Tata. Aku pamit ya, akan mengurus masalah ibu, doakan supaya usahaku berhasil hingga secepatnya bisa menemukan pelaku."


"Ibu, jangan banyak pikiran ya. Yakin saja semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Dan jangan pernah khawatir, karena ibu tidak akan di penjara oleh kesalahan orang lain."


"Tata, sayang. Kamu juga ya jangan banyak pikiran. Percaya saja padaku, karena aku tak ingin anak kita ini juga ikut mikir dan sedih." Exel mengusap perut Reyna yang mari rata dan juga mengecupnya.


Exel juga mencium punggung tangan ibu mertuanya seraya memeluknya sekali. Setelah itu ia memerintahkan Budi untuk melajukan mobilnya menuju ke markas.


Seperginya Exel, Ayah Darmawan berlari kecil menghampiri Reyna dan istrinya.


"Bu, syukurlah ibu baik-baik saja." Ayah Darmawan memeluk istrinya.


"Ini semua berkat pertolongan dari menantu kita. Bahkan pada saat ini dia sedang menyelidiki orang yang telah menjebak ibu," ucap Bu Wati dengan mata berkaca-kaca.


"Ayah-ibu, sebaiknya kita masuk saja dulu. Biar kita lebih nyaman berbicara," ajak Reyna.


Saat itu juga Rebmyna dan kedua orang tuanya melangkah masuk ke dalam rumah. Sedangkan saat ingin Exel sudah berada di markas besarnya. Ia pun kemudian memberikan tugas serentak kepada seluruh anak buahnya untuk mencari plat mobil yang ada di rekaman video CCTV di depan mini market.

__ADS_1


"Semoga saja anak buahku lekas menemukan keberadaan orang yang mengemudi mobil pengiriman barang itu, supaya Bu Wati terbebas dari hukuman yang seharusnya tidak ia terima," batin Exel penuh harap.


__ADS_2