Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Terjadi Penculikan


__ADS_3

Kehidupan berjalan lancar hingga pada suatu hari datang sebuah masalah.


Dimana saat itu Reyna sedang menjemput sekolah adik dan anaknya, tiba-tiba dia diserang oleh segerombolan orang yang tak dikenal. Untung saja dia masih bisa selamat karena dikawal oleh Hanny dan salah satu rekannya tetapi Romy yang menjadi tawanannya.


"Hanny, ada apa berhenti?" tanya Reyna pada saat tiba-tiba mobilnya berhenti begitu saja.


"Maaf, nona. Sepertinya kita ada sebuah masalah, kita di hadang oleh segerombolan orang tak dikenal. Sella, apa kamu siap melawan mereka?" tanya Hanny.


"Siap, Mba Hanny. Kita bagi tugas saja, Mba Hanny menjaga Nona Reyna dan Den Dika serta Den Romy. Biar aku yang melawan mereka," ucap Sella tak gentar.


"Sella, apa kamu yakin akan melawan mereka yang jumlahnya tidak sedikit?" tanya Reyna panik dan ragu.


"Tenang saja, nona. Sebaiknya nona dan anak-anak tetap ada di dalam mobil saja."


Sella segera keluar, dan menghajar mereka walaupun dia sangat kewalahan.


Melihat rekannya kewalahan, Hanny pun tak bisa tinggal diam. Dia segera keluar dari mobil untuk membantu Sella.


Namun naas, di saat Hanny dan Sella lengah, salah satu orang yang menyerang tersebut membuka paksa pintu mobil dan menarik paksa Romy yang saat itu duduk di jok pinggir.


"Mamah...mamah ..." Romy teriak histeris ketakutan, akan tetapi orang tersebut tak merasa iba sedikitpun pada bocah kecil yang malang itu.


Justru penculik itu membawa Romy kabur bersama teman yang lainnya. Sementara Hanny dan Sella juga sempat alami luka karena kekuatan musuh lebih besar.


"Romy... Hanya-Sella..cepat kejar mereka, aku khawatir Romy akan di sakiti," pinta Reyna menangis histeris.


Dika pun ketakutan memeluk Reyna. Hanny langsung tancap gas mengejar segerombolan pengendara bermotor. Akan tetapi Hanny kehilangan jejak karena dirinya memakai mobil sedangkan mereka memakai motor dan melewati jalan pintas yang sempit yang tak bisa di lewati oleh mobil.


"Maaf, nona. Kami kehilangan jejak, tapi Nona tak usah panik karena mereka pasti akan menghubungi kita. Mereka tidak akan menyakiti, Den Romy," ucap Hanny mencoba menghibur Reyna.


Namun Reyna terus saja menangis tiada hentinya. Dia sama sekali tak bisa tenang, hingga akhirnya dia tak sadarkan diri. Hal ini menambah kepanikan dan ketakutan pada, Dika.


"Den Dika, tenang ya. Romy Pasto nggak apa-apa."

__ADS_1


Dika hanya mengangguk pelan seraya air matanya terus saja tertumpah.


"Hanny, apa sebaiknya kita menelpon Mr Exel?" tanya Sella seraya terus memeluk Dika yang gemetaran dan ketakutan.


"Secara terpaksa kira harus menelpon, karena kita gagal menyelamatkan Den Romy. Apa lagi kondisi Nona Reyna pingsan seperti ini. Aku khawatir nanti malah kita akan tambah di salahkan jika tidak melaporkan hal ini,' ucap Hanny.


Saat itu juga, Sella menelpon Mr Exel.


Kring kring kring kring


Panggilan telepon dari Sella tak segera di angkat oleh Mr Exel.


"Han,Mr Exel tak angkat telpon dariku," ucap Sella.


"Aduh, pasti saat ini dia sedang sibuk ada meeting atau sedang hadapi klien. Ya sudah nanti pasti dia akan telpon balik," ucap Hanny.


Tak berapa lama, mobil yang di kemudikan oleh Hanny telah sampai di pelataran rumah Mr Exel. Dia pun memanggil beberapa security untuk mengangkat tubuh Reyna.


Kepanikan dan kekacauan yang terjadi di rumah Reyna sempat terlihat oleh Rony yang selalu memantau kondisi rumah Reyna.


"Ya Allah, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Kenapa tadi Reyna pingsan, Dika menangis, dan ...mana Romy? ya Allah, jangan-jangan hal buruk terjadi pada Romy? astaghfirullah aldazim, kenapa aku jadi berpikiran seperti ini ya? kenapa aku mendadak juga gelisah, panik, dan gemetar memikirkan Romy. Semoga saja tidak terjadi hal buruk pada, Romy. Sudah cukup aku kehilangan Aris, jangan lagi aku kehilangan anakku ya Allah," gumam Rony terus saja mengamati rumah Mr Exel.


Sementara perlahan Reyna telah sadarkan diri, dan di sampingnya sudah ada Bu Wati. Sementara Ayah Darmawan terus saja menenangkan Dika yang masih saja ketakutan.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar. Reyna, kamu jangan panik ya demi bayi yang ada di dalam kandunganmu ini. Tenangkan hati dan pikiranmu, yakinlah bahwa di luar sana Romy akan baik-baik saja. Percaya sama kuasa Allah."


Bu Wati terus saja mencoba menasehati Reyna. Sementara Hanny mencoba menelpon Mr Exel. Kali ini panggilan telpon tersambung pada nomor ponsel Mr Exel.


Kring kring kring kring


Mr Exel langsung mengangkatnya.


"Ada apa, Hanny? tadi Sella juga telpom pada saat aku sedang meeting."

__ADS_1


"Maaf, Mr. Ada hal buruk yang telah terjadi."


"Hal buruk apa itu, apakah terjadi sesuatu pada istriku?"


"Alhamdulillah, Non Reyna baik-baik saja. Dia hanya sempat pingsan, Den Romy di culik orang, Mr."


"Hah, bagaimana bisa?"


"Saat kami menjemput anak-anak pulang dari sekolah ada beberapa pengendara motor menyerang kami. Pada saat saya membantu Sella melawan musuh yang begitu banyak. Ada saksh sari diantaranya membuka paksa pintu mobil dan menculik, Den Romy."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Hanny lewat panggilan telepon, Mr Exel langsung geram dan dia mengepalkan tinjunya. Dia pun langsung mematikan panggilan telpon secara sepihak. Lantas dia memutuskan untuk pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan pulang, dia terus saja berpikir tentang orang yang berani melakukan hal ini.


"Apa salah satu mantan suami, Reyna ya? tapi sepertinya tidak, mereka tidak akan bisa membayar banyak orang untuk melakukan aksi ini. Karena aku tahu apa pekerjaan kedua mantan suami, Reyna. Lantas siapa yang melakukan ini?" batinnya penuh tanda tanya.


Selagi dia terus saja berpikir, ponselnya berdering.


Kring kring kring kring


Mr Exel langsung mengangkatnya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelepon.


"Hallo, siapakah ini?"


"Sayang, ini aku? masih ingat kan dengan suara cantik dan merduku ini?"


"Untuk apa kamu menelpon aku, hah? apa belum cukup kata-kata aku waktu itu supaya kamu jangan ganggu aku lagi karena aku sudah bahagia dengan anak dan istriku!"


"Uluh-uluh, sebegitu sayangnya kamu dengan anak tirimu hah? asal kamu tahu saat ini anak tirimu ada bersama denganku."


"Oh jadi kamu yang melakukan penculikan dan menyerang anak buahku?"


"Iya, sayang. Maaf ya, aku terpaksa melakukan itu karena kamu yang tak mau melepaskan istrimu dan menikah denganku."

__ADS_1


__ADS_2