Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Berkumpul Kembali


__ADS_3

Setelah nyaman menepikan mobilnya di pinggir, barulah Mr Exel mengangkat panggilan telepon dari Komisaris Besar Joy.


"Halo, pak. Apakah ada perkembangan dari hilangnya anak saya?"


"Benar sekali, Mr. Anak anda telah kami temukan dan saat ini dia ada di sebuah panti asuhan di kota sebelah."


"Alhamdulillah, terima kasih pak. Saya akan segera ke lokasi panti tersebut sekarang juga karena kebetulan saya sedang ada di jalanan untuk mencari anak saya."


"Baiklah, Mr. Kira bertemu di sana karena saya juga akan kesana saat ini juga."


Setelah sejenak menelpon Exel, Komisaris Besar Joy lekas membawa beberapa anak buahnya untuk ikut serta ke lokasi dimana Romy di temukan. Sementara pria paruh baya tersebut juga di izinkan pulang, tetapi di minta untuk menjaga Romy supaya jangan sampai pergi, karena orang tuanya sedang dalam perjalanan ke panti asuhan.


Berbeda lagi dengan apa yang di lakukan oleh Mr Exel. Dia tidak langsung ke panti tetapi terlebih dahulu menghubungi salah satu anak buahnya. Segera Mr Exel menelpon Budi.


"Hallo, Budi. Apa kamu sudah membuat brosur pencarian anak hilang?"


"Ini sedang proses pembuatan, Mr."


"Jika begitu hentikan saja, karena anaknya sudah di ketemukan baru saja Komisaris menelpon saya. Dan saya minta tolong padamu, hubungi semua teman-temanmu yang lain supaya menghentikan pencariannya. Saya tidak bisa mengirim pesan ke chat grup karena saya akan ke lokasi di mana saat ini Romy di temukan. Tolong kamu yang urus hal ini."


"Baik, Mr."


Setelah sejenak menelpon Budi, barulah Mr Exel melajukan mobilnya dengan kencang ke kota sebelah tepatnya di panti asuhan dimana saat ini Romy berada.


"Sukur Alhamdulillah Den Romy sudah di temukan, tetapi yang jadi pertanyaan saya. Di temukan dalam kondisi sehat atau tidak ya, karena saya tahu benar siapa itu Santika. Ah semoga saja saat ini kondisi Den Romy baik-baik saja," batin Budi segera dia melaksanakan tugas dari Mr Exel.


Beberapa jam kemudian, Mr Exel telah sampai di panti asuhan dimana saat ini Romy berada. Di sana juga sudah ada aparat kepolisian dari kita tersebut juga Komisaris Besar Joy dan beberapa anak buahnya.

__ADS_1


"Papah....." Romy berlari menghampiri Exel pada saat melihat kedatangannya.


"Romy," Exel langsung memeluk dan menggendongnya.


Romy menangis di dalam pelukan Exel.


"Aku takut sekali, pah," rengeknya.


"Romy sayang, nggak usah takut lagi ya. Saat ini Romy sudah aman sama papah, nanti kita pulang ya nak. Di rumah sudah di tunggu sama mamah, Om Dika dan nenek kakek."


Ucap Exel seraya mengusap punggung Romy supaya lebih tenang.


"Pak Joy dan yang lainnya, saya sangat berterima kasih sekali atas bantuannya sehingga saya menemukan anak saya kembali."


"Bapak-ibu, terima kasih saya ucapkan. Saya akan memberikan sesuatu sebagai tanda ucapan terima kasih pada kalian, tetapi terlebih dahulu saya akan bawa pulang anak saya dulu. Karena istri saya dari kemarin memikirkan Romy terus. Nanti saya akan kemari lagi, saya janji," ucap Mr Exel menatap ke arah suami istri yang sudah tidak muda lagi, yang mengurus panti asuhan tersebut.


Setelah cukup lama, semua bercengkrama terutama pihak polisi yang menanyakan perihal bagaimana di temukannya Romy pada suami istri paruh baya tersebut. Semuanya kembali ke tempatnya masing-masing.


Mr Exel melajukan mobilnya arah pulang dengan suasana hati yang lega dan sangat bahagia. Sementara Romy malah tertidur nyenyak badan saat tadi sejenak di gendong oleh Mr Exel.


"Tata, aku sudah menemukan Romy. Kamu pasti akan senang sekali dan tak bersedih lagi," batin Mr Exel.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya sampai juga di pelataran rumahnya. Reyna sudah ada di tera halaman bersama dengan orang tuanya.


Entah ada feeling apa, mereka tiba-tiba ingin sekali berkumpul di teras halaman seperti sedang menunggu seseorang. Sejak Romy di culik, semua tak bersemangat beraktifitas.


Bu Wati bermalas-malasan ke mini marketnya, Ayah Darmawan juga malas ke Diler, apa lagi Reyna juga tak mengecek kondisi salon dan restorannya.

__ADS_1


Pada saat Reyna melihat suaminya menggendong Romy yang masih tertidur, dia pun menitikkan air mata bahagianya.


Namun dia dan lainnya mencoba menahan pada saat ingin berkata-kata. Setelah melihat Mr Exel memberikan kode jari telunjuknya di letakkan di bibirnya.


Hingga tidak canda yang bersuara sama sekali, khawatir mengagetkan tidur Romy. Semua hanya bisa menitikkan air mata haru. Exel membaringkan tubuh mungil Romy di kamarnya. Setelah itu dia pun berpamitan pada semuanya terutama pada istrinya.


"Tata sayang, sekarang kamu sudah lega kan pastinya. Dan aku harap jangan bersedih lagi. Aku akan pergi lagi untuk mengurus semuanya. Nanti jika sudah selesai baru aku ceritakan bagaimana aku bisa menemukan, Romy."


Mr Exel mengecup kening Reyna seraya sejenak memeluk istrinya tersebut.


"Anak papah juga nggak boleh nakal ya. Jagain mamah sementara papah sedang tak ada di sampingnya."


Exel mengusap perut Reyna seraya beberapa kali menciuminya.


"Ayah-ibu, saya pamit pergi dulu karena urusannya belum selesai. Saya juga harus ke kantor polisi lagi dan macam sebagainya. Titip Tata dan anakku ya," pamitnya lantas melangkah ke mobilnya dan masuk ke dalam seraya melajukannya keluar apartement.


Lagi-lagi hal ini dilihat oleh Rony. Dia sangat iri dan tak rela pada saat melihat Mr Exel mencium kening serta perut Reyna.


"Seharusnya aku yang ada di posisi pria bule itu bukan dia. Seharusnya aku yang bahagia bersama Reyna dan anakku bukan pria itu." Gumamnya seraya mengepalkan tinjunya.


Sementara saat ini, Mr Exel dalam perjalanan ke panti asuhan terlebih dahulu. Beberapa jam kemudian sudah sampai, tapi dia juga tak datang dengan tangan kosong melainkan membawa banyak hadiah.


"Bapak-ibu, saya datang lagi sesuai janji saya. Ini saya membawa sedikit oleh-oleh untuk kebutuhan dapur dan anak-anak panti."


"Dan ini ada sedikit rezeki sebagai ucapan tanda terima kasih saya karena kalian telah menjaga anak saya di sini."


Namun suami istri ini tidak mau menerima semua pemberian dari Exel dengan alasan menolong karena ikhlas.

__ADS_1


"Tuan, sudah kami katakan beberapa jam yang lalu jika kami menolong karena ikhlas. Apalagi pada saat itu kami bukan menemukan anak Tuan, melainkan anak anda tiba-tiba sudah ada di pelataran rumah kami. Dan pun mengajaknya masuk," ucap pria paruh baya tersebut.


__ADS_2