Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Penyelesaian Masalah Yang Bijak


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Rudy hati Mr Exel menjadi resah dan gelisah.


"Jika seperti ini tidak bisa dianggap enteng, kenapa pula dua mantan suami Reyna bisa ada di kota ini? padahal aku sengaja membawa Reyna dan keluarganya pindah ke sini supaya menghindari dua mantan Reyna. Kini bertambah masalah bukan hanya satu mantannya dan Santika tetapi dua mantan suami Reyna dan Santika. Tiga masalah sekaligus yang harus aku hadapi," batin Mr Exel.


"Kini aku bukan waspada lagi, tetapi extra waspada. Aku akan menambah penjagaan lebih ketat lagi. Aku juga akan


mencari satu asisten pribadi lagi untuk Reyna. Sehingga jika Hanny sedang ada urusan masih ada satu asisten lagi."


"Aku tidak ingin lengah sedetikpun, Reyna hanya milik aku seorang dan aku tidak akan memberi celah sedikitpun pada kedua mantan suaminya untuk bisa mendekati, Reyna. Aku bisa melihat dengan jelas jika kedua mantan suaminya masih ada cinta."


Kegelisahan Mr Exel terbaca dengan jelas oleh Reyna. Dia pun memberanikan diri bertanya pada suaminya tentang kegelisahannya.


"Sayang, sebenarnya apa yang sedang meresahkan hatimu? wajahmu nampak terlihat kusut dan murung jelas sekali seperti menyimpan sebuah beban pikiran." Reyna memberikan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Jujur saja Tata, sejak di kota ini kita bertemu dengan para mantan suamimu hati ini merasa gelisah tak menentu. Ditambah lagi dengan datangnya Santika secara tiba-tiba ke kota ini. Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hatiku dan aku tak ingin terjadi perpisahan antara kita berdua." Ucap Mr Exel seraya mengecup kening Reyna dengan lembut.


"Sayang, kamu tak perlu segelisah ini. Jika kita saling percayalah, aku yakin rumah tangga kita akan langgeng selamanya hanya maut yang memisahkan kita. Kadang kala mereka membuat suatu jebakan atau apa, supaya kita saling salah paham dan saling benci dan pada akhirnya kira berpisah."


"Semua aku tahu karena telah berpengalaman dalam hal ini, sayang. Bolehkah aku bercerita sedikit tentang kisah masa lalu aku, ini hanya untuk kita ambil pembelajarannya."


Mr Exel mengangguk pelan seraya mengusap lembut surai hitam Reyna.


"Begini sayang, aku berpisah dengan mantan suamiku yang pertama karena dia terlalu percaya dengan hasutan orang tuanya yang mengatakan hal buruk tentangku. Intinya dia tak percaya denganku hingga itu yang membuat aku memutuskan untuk berpisah darinya."


"Sedangkan dengan mantan keduaku, dia itu pemalas dan juga suka sekali berbohong. Dan dia selingkuh di belakang aku, hingga akhirnya berpisah."


"Kita bisa ambil pelajaran dari kisah masa lalu hidupku yang pertama. Dimana kita harus saling percaya satu sama lain dengan pasangan hidup kita."


"Sebelum kita telusuri kebenarannya, janganlah kira langsung mudah percaya dengan hasutan seseorang."

__ADS_1


"Jadi, aku minta kamu tak perlu lagi gelisah memikirkan hal ini. Aku tak mau kegelisahan dirimu membuatmu sakit atau pekerjaan jadi berantakan."


"Sayang, dua kali aku menikah itu bukan karena rasa cinta dari dalam hati. Pernikahan pertama karena perjodohan, dan pernikahan kedua karena aku pernah di rudal paksa satu kali tetapi aku hamil dan pada akhirnya menikah. Tetapi anakku meninggal dunia."


"Kamu kan dari dulu tidak tahu kisah masa lalu aku yang sebenarnya kan? makanya malam ini aku sengaja bercerita padamu, supaya kamu tak usah khawatir dengan dua mantan suamiku."


"Karena pada awalnya aku tak pernah punya rasa cinta jadi jangan takut bila aku akan kembali pada salah satu dari mereka, karena itu takkan mungkin terjadi."


"Tidak ada dalam rumus aku untuk kembali pada mantan. Tidak mungkin aku jatuh ke lubang yang sama untuk yang kedua kalinya."


"Jadi mari kita perkuat hubungan rumah tangga kita dengan doa, cinta kasih dan juga rasa percaya kita satu sama lain."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Reyna panjang lebar. Ada rasa lega di dalam hati Mr Exel.


"Terima kasih, Tata. Aku lega sekarang, tetapi aku akan tetap memperketat penjagaan terhadapmu. Aku tak ingin terjadi hal buruk pada anak kita."


"Hem, jika rasamu terhadapku bagaimana Tata?" tanya Mr Exel menaik turunkan alisnya.


"Hem bagaimana sih ya, kasih tahu nggak ya?" canda Reyna terkekeh.


"Dari awal aku itu benci banget padamu, sayang. Jika aku ingat masa di Hongkong dulu. Kamu itu jahatnya minta ampun padaku. Sudah menghujatku dengan mengatakan takkan mungkin tergoda dengan janda. Tetapi ternyata kamu datang ke Indonesia ini kan?" ejek Reyna terkekeh kembali.


"Hem, memang benar ya ada yang bilang. Janda itu menggoda dan janda selalu ada di depan," kini Mr Exel yang terkekeh.


"Ngaku juga dech."


Kini Mr Exel sudah bisa tertawa lepas karena nasehat dan penghiburan dari istrinya.


"Sayang, kamu merasa nggak?" tanya Mr Exel.

__ADS_1


"Merasa apa sih, sayang?" Reyna mengerut dahinya, dia malah balik bertanya.


"Masa kamu nggak merasa sih? ada sesuatu yang berkedut di bawah sana dan ingin segera lepas dari sarangnya," bisik Mr Exel mulai menggoda Reyna.


"Hem, begitu ya "


"Begitu dan begini, Tata."


Tiba-tiba Mr Exel mencium bibir Reyna dengan penuh hasrat dan tangannya tak diam begitu saja melainkan meraba dua benda kenyal di dada Reyna.


Tangannya mulai nakal menyusup masuk ke dalam kain penutup dua benda kenyal tersebut. Sensasi yang diberikan oleh gerakan tangan dan ciuman bibir Mr Exel membuat Reyna melayang tinggi merasakan nikmat.


Mereka pun perlahan tapi pasti melepas semua helai demi helai pakaian yang menempel di pakaian mereka, hingga keduanya sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Akhirnya malam itu terjadilah olahraga ranjang. Namun Mr Exel melakukannya dengan sangat pelan dan lembut karena dia tak ingin melukai janin yang ada di dalam kandungan istrinya.


Setelah beberapa menit selesai mereka melakukan penyatuan tubuh. Mereka pun tak terasa tidur dengan saling berpelukan satu sama lain hingga tak terasa pagi menjelang.


Reyna segera bangkit dari ranjang, akan tetapi Mr Exel meraihnya dalam pelukannya kembali.


"Tata, mau kemana? aku masih ingin peluk Tata, jangan beranjak dulu," ucapnya masih dengan mata tertutup.


"Sayang, ini sudah pagi. Dan aku harus menyiapkan sarapan dan segala keperluan dirimu dan Romy," bisik Reyna lirih di dalam pelukan Mr Exel.


"Aaaahhhh... menurut sih kenapa? lima menit lagi dech, aku masih ingin memelukmu, Tata sayang....."


Mr Exel tak melepaskan pelukannya, dia malah mempererat pelukannya pada Reyna. Hingga terpaksa Reyna pun mengalah.


Reyna tak sadar, dirinya malah ikut memejamkan matanya kembali. Hingga sepuluh menit berlalu baru dia benar-benar bangun dan Mr Exel tidak melarangnya lagi, justru dia pun ikut terbangun.

__ADS_1


__ADS_2