Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Akhir Kisah


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, lahirlah buah cinta kedua dari pasangan suami istri Reyna badan Exel. Anak perempuan yang sabar cantik dan cubby.


Lahir dengan selamat tak kurang suatu apapun. Exel memberinya nama Erlin. Supaya ia mudah mengingat nama anak-anaknya.


"Alhamdulillah akhirnya aku memiliki anak perempuan juga setelah beberapa kali memiliki anak lelaki," batin Reyna seraya tersenyum bahagia.


Exel pun ikut merasakan bahagia tak terkira. Apa lagi sudah tidak ada halangan hambatan dari pihak manapun.


"Aku senang rasanya karena seka permasalahan telah terselesaikan, bahkan para mantan. suami dari Reyna sudah pergi menjauh dan tak mengganggu kehidupan kami lagi."


"Bahkan Santika dan papahnya juga sudah di penjara. Mereka telah mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang telah mereka lakukan."


"Apa lagi hukuman mereka itu bukan hanya setahun dua tahun tapi dalam jangka waktu yang sangat lama."


"Semoga kedepannya rumah tanggaku bersama Reyna selalu harmonis hingga maut menjemputku, aku akan selalu setia padanya dan selalu menjaganya."


Exel terus saja bergumam di dalam hatinya seraya menggendong baby-nya yang baru lahir tersebut. Tak lupa ia meng azdaninya.


Kebahagiaan yang di rasakan Reyna dan Exel juga di rasakan oleh Bu Wati dan Ayah Darmawan. Setelah sekian lama dahulu mereka hidup susa, tetapi sejak Reyna menikah dengan Exel kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik.


Berbeda dengan kehidupan kedua mantan suami Reyna. Baik Rony maupun Rudy keduanya saat ini hidupnya susah.

__ADS_1


Rudu tak bisa mencari kerjaan yang lebih baik selain menjadi kuli bangunan karena ia tak bisa meninggalkan bapaknya sendirian di rumah. Hingga terpaksa ia menerima pekerjaan serabutan di sekitar desanya.


"Pak, aku ingin keluar kota ya? supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak tidak seperti ini hanya sebagai kuli bangunan. Kalau seperti ini kapan kita akan hidup maju?" ucap Rudy kembali berusaha membujuk bapaknya.


Namun bapaknya tetap berkeras hati tak mengizinkan Rudy untuk pergi ke luar kota.


"Rudy, sekali nggak ya tetap nggak! apa kamu tega jika terjadi apa-apa pada bapak , di rumah tidak ada orang. Kamu tahu kan, jika yang bapak punya saat ini cuma kamu saja. Sudahlah Rudy, seberapapun yang Allah beri padamu syukuri saja," ucap Bapaknya.


"Pak, aku itu pengen punya tabungan dan pengen hidup maju. Jika seperti ini terus bagaimana ada wanita yang mau mendekatiku. Masa iya selamanya aku hidup menduda?" protes Rudy.


"Sana pergi, tapi jangan menyesal jika kamu dengar kabar duka dari bapak ya. Pergi saja sana yang jauh!" bentak bapaknya.


"Hem, selalu dan selalu pasti bapak memakai sebuah ancaman seperti ini," batin Rudy.


"Penyesalan memang selalu datang terlambat, bodohnya aku telah menyia-nyiakan Reyna. Seperti apa sekarang ini dia ya? Kangen juga aku melihat paras cantiknya, senyum manisnya, tapi sayang ia sudah tak bisa aku miliki."


'Reyna, aku yakin saat ini kamu pasti sedang berbahagia dengan suami dan anak-anakmu. Sementara di sini aku sedang merana tanpamu dan sedang susah."


Namun laminan yang penuh dengan penyesalan itu tidaklah berguna sana sekali. Hanya menambah terpuruk bagi dirinya saja.


Bapaknya yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya menghela napas panjang.

__ADS_1


'Hem, biasa seperti ini. Kalau nggak ada kerjaan hanya melamun dan melamun. Setelah mengajakku berdebat terlebih dahulu," gumamnya masih bisa di dengar oleh Rudy.


Rudy hanya melirik sinis tanpa menghiraukan ucapan bapaknya..Ia kembali lagi melamun dan melamun.


Hal serupa juga di rasakan oleh Rony, yang saat ini tinggal dengan orang tuanya lagi. Ia terus saja mendapatkan Omelan dari orang tuanya karena jarang sekali bekerja.


"Ron, mau sampai kapan kamu seperti ini?"


'Sampai aku menemukan kerjaan yang cocoklah, pah. Masa iya aku dulu kerja menjadi direktur, kini harus menjadi karyawan biasa. Aku nggak mau, pah."


"Rony, seharusnya kamu bisa mengkondisikan. Kini kan papah sudah tak punya perusahaan lagi. Masa iya kamu akan milih-milih kerjaan?" ucap Mamahnya.


"Mah, aku malu lah. Jika harus bekerja sebagai staf biasa saja, aku nggak mau di buli sana sini, mah."


"Rony, tabungan kita lama-lama terkikis habis jika kamu tak bekerja lantas kelak kita akan makan apa?" ucap Papahnya.


"Sudahlah, pah. Nggak usah khawatir berlebihan seperti itu, nanti juga sebentar lagi aku mendapatkan pekerjaan yang bagus yang sesuai dengan keinginanku," ucap Rony meyakinkan papahnya.


Orang tua Rony sudah tak bisa lagi membujuk anaknya itu. Mereka hanya bisa pasrah saja dengan keadaan.


Begitulah kehidupan kedua mantan suami Reyna. Berbanding terbalik dengan kehidupan Reyna yang saat ini sedang mendapatkan berlipat-lipat kebahagiaan.

__ADS_1


******** T******A*******M******A******T


Mohon maaf jika karya tak seindah author pemes, karena tahap belajar. Terima kasih para readers yang telah bersedia membaca karya remahan author 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2