
Setelah urusan almarhumah Bu Am selesai. Kini bapaknya mengajak Rudy ke kota untuk mencari tahu dimana alamat rumah Reyna.
"Pak, nggak perlulah sebenarnya jika kita harus menemui Reyna," ucap Rudy malas.
Dia sama sekali tak ingin ke rumah Reyna pasti akan bertemu dengan Mr Exel.
"Rudy, apa kamu ingin arwah ibumu tak tenang di alam sana?" ucap lantang bapaknya, hingga Rudy pun menyanggupi kemauan bapaknya itu.
Saat itu juga mereka terus saja bertanya kesana kemari di sekitar restoran di mana waktu itu Rudy bertemu. Hanya dalam waktu sekejap, mereka telah berhasil menemukan alamat rumah Reyna. Karena suaminya begitu tersohor hingga sebentar saja mudah ditemukan rumahnya.
"Wah, besar sekali rumah Reyna? pasti suaminya sangat kaya raya ya?" bapaknya terpukau pada saat melihat rumah Reyna yang sangat mewah dan megah bak istana raja.
"Pak, bapak saja sana yang ke rumah Reyna. Biar aku tunggu di sini saja," ucap Rudy dia sungkan untuk ikut bapaknya menyambangi rumah Reyna, dia takut bertemu dengan Mr Exel.
"Rudy, jangan seperti itu! cepatlah temani bapak untuk menemui Reyna, toh ini hanya sebentar saja kok."
Bapaknya menarik paksa tangan Rudy dan membawanya melangkah ke pintu gerbang rumah Reyna.
"Ting tong ting tong"
Salah satu security berlari ke arah pintu gerbang dan mengintip dari celah lubang pintu.
"Kalian ini siapa dan ada perlu apa ya?" tanya security.
"Pak, kami ingin bertemu dengan Reyna. Bilsng saja mantan bapak mertuanya ingin bertemu dengan nya," ucap bapaknya Rudy dengan percaya dirinya.
"Katakan siapa nama, anda. Biar saya tanyakan dulu pada, Nona Reyna," ucap security ketus.
"Bilang saja, Rudy dan bapaknya ingin bertemu," jawabnya seraya tersenyum ramah.
Saat itu juga, security masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Reyna yang kebetulan sedang ada di ruang makan sedang sarapan bersama dengan suami dan keluarganya.
__ADS_1
"Mr Exel, di luar ada dua orang pria yang ingin bertemu dengan Nona Reyna. Mereka katanya Rudy dan bapaknya," ucap security.
"Hah" Reyna tak Sade menjatuhkan sendok dan garpunya di piring.
"Suruh pergi saja, tak usah di tanggapi!" ucap Mr Exel ketus, dia tak suka dengan kedatangan Rudye dan bapaknya.
"Iya, pak. Usir saja mereka, jika perlu katakan saja aku sedang tidak ada di rumah," ucap Reyna menyetujui usul suaminya.
"Baiklah, nona-mr."
Namun pada saat security akan melangkah pergi, Mr Exel menghentikan langkahnya.
"Tunggu, biar aku ikut denganmu. Tata, kamu jangan keluar ya, di dalam saja," pinta Mr Exel.
"Baiklah, sayang."
Saat itu juga Me Exel menghentikan sarapannya dan melangkah keluar bersama security tersebut. Sesampainya di pintu gerbang, security membuka sedikit pintu gerbang supaya Me Exel bisa berdiri tegak di ambang pintu gerbang. tersebut.
"Heh, untuk apa kamu datang kemari dengan mengajak bapakmu? apa kamu belum juga jera dengan ancaman aku waktu itu! apa kamu ingin aku benar-benar menyakitimu!" bentak Mr Exel melotot dan berkacak pinggang.
"Pak, dia ini suaminya Reyna," bisik Rudy seraya menyikut lengan bapaknya.
"Oh, suaminya. Maaf saya tidak tahu." Bapaknya menyangkutkan kedua tangannya di dada serta tersenyum ramah pada Exel. Tetapi Exel malah membalasnya dengan tatapan sinis.
"Untuk apa kalian datang kemari, Reyna sudah tak ada hubungannya dengan kalian lagi jadi jangan ganggu dia ya! sekarang saya minta kalian pergi dari sini secepatnya!" Mr Exel mengusir Rudy dan bapaknya dengan lantang.
"Nak, tolong jangan kasar pada kami. Kami tak bermaksud jahat kok, izinkan saya berbicara sejenak untuk menjelaskan apa maksud dan tujuan saya datang kemari," ucap bapaknya Rudy.
"Cepat katakan, nggak usah berbelit-belit!" bentak Mr Exel.
"Nak, kami datang kemari ingin berenang dengan Reyna karena ingin meminta maaf. Kami mendapatkan pesan dari istri saya sebelum dia meninggal. Supaya mencari Reyna, dan untuk menyampaikan permintaan maaf istri saya pada Reynw secara langsung." ucapnya.
__ADS_1
"Nak, tolong pertemuksn saya sebentar saja dengan Reyna. Karena jika pesan terakhir ini tidak saya laksanakan, pasti arwah istri saya tidak akan tenang di alamnya," bujuk bapaknya Rudy.
"Pulanglah, istrimu sudah di maafkan oleh istriku. Jadi tak perlu lagi kamu bertemu dengan Reyna. Karena aku yakin dia pasti sudah memaafkan istrimu."
Namun bapaknya Rudy tak mau pergi sebelum dia benar-benar bertemu dengan Reyna. Hingga akhir Mr Exel meminta security untuk memanggil Reyna.
"Tata sayang, mereka berkeras hati ingin bertemu denganmu. Padahal aku sudah mengatakan pada mereka, pasti kamu sudah memaafkan mantan ibu mertuamu," ucap Mr Exel.
"Maksudnya bagaimana sih, sayang?" tanya Reyna bingung.
Kemudian Mr Exel menceritakan tentang kedatangan Rudy dan bapaknya. Setelah itu, barulah Reyna paham dan berhooh ria.
"Pak, pulanglah aku sudah memaafkan Bu Am. Sebenarnya tak perlu bertemu denganku juga tak apa-apa. Segala apa yang suamiku katakan sana saja itu aku yang mengatakannya. Sekarang kalian pulang ya, dan jangan pernah datang lagi kemari," ucap Reyna lantas dia berlalu masuk ke dalam rumah di ikuti oleh suaminya.
Sementara security langsung menutup pintu gerbangnya.
"Rudy, kok Reyna sekarang sombong ya? apa mentang-mentang sekarang dia dapat suami yang kaya raya?" tanya bapaknya.
"Sudahlah, pak. Kan dari awal aku sudah bilang supaya kita tak usah menemui Reyna. Tapi bapak yang keras kepala tetap ingin bertemu dengannya kan?" ucap Rudy seraya berlalu pergi meninggalkan pintu gerbang rumah Mr Exel.
Dari jauh, Rony mengamati gerak gerik Rudy dan bapaknya.
"Mereka pikir gampang untuk bertemu dengan, Reyna? lah untuk apa juga ya mereka kok datang menemui, Reyna? aku kenapa menjadi penasaran ya?" batin Rony.
Tapi dia tak berani mencari tahu untuk apa Rudy dan bapaknya datang menemui Reyna. Dia harus menelan reda penasaran tersebut selamanya.
"Sayang, aku minta maaf ya. Atas kedatangan Rudy dan bapaknya," Reyna khawatir suaminya akan cemburu Tau marah.
"Tata, kok kamu minta maaf? kamu ini nggak salah sayang, justru mereka saja yang terlalu bernyali untuk datang menemuimu.'
"Aku tahu dua mantan suamimu itu baru sadar jika kamu ini berlian yang harus di rawat dengan baik. Aku sangat yakin, mereka itu benar-benar menyesali telah jahat padamu dulu."
__ADS_1
Mr Exel merangkul istrinya melangkah masuk ke dalam rumah menuju ke ruang tamu lagi.
Sementara orang tua Reyna juga sebenarnya penasaran dengan kedatangan Rudy dan bapaknya. Tetapi mereka tak berani bertanya karena ada Dika dan Romy di meja makan. Mereka akan bertanya nanti saja selesai acara sarapan.