
Acara baby shower yang di adakan oleh Exel memang sangat meriah dan sangat mewah. Baby shower yang kini menjadi tren di kalangan para pembisnis.
Acara baby shower ini menyambut kehadiran bayi dan sekaligus merayakan di ketahuinya jenis kelamin bayi. Biasa acara baby shower ini di hadiri oleh para wanita, karena acara ini untuk memberikan semangat bagi para calon ibu supaya siap menyambut kehadiran sang buah hati baik secara moril dan materiil.
Jika secara materiil sudah tidak di ragukan lagi karena suami Reyna adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal kaya raya di seantero kalangan bisnis yang ada di Indonesia. Karena dia juga awalnya seorang pembisnis di Hongkong.
Namun di acara baby shower Reyna, yang datang kebanyakan berpasangan suami istri dari para kolega atau rekan bisnis Exel. Serta para wanita langganan restoran dan salon Reyna.
Dalam acara baby shower ini, Reyna di hujani banyak hadiah berupa perlengkapan bayi dan peralatan pasca melahirkan. Dekorasi menggunakan nuansa biru, dengan berbagai aksesoris super hero. Dekorasi di buat sedemikian indahnya.
Moment baby shower Reyna di penuhi dengan berbagai acara kegiatan yang sangat menyenangkan. Semua sudah di susun rapi sebelumnya oleh Exel. Tak lupa pembukaan di awali dengan doa bersama.
Setelah itu barulah di suguhkan dengan segala rangkaian permainan unik dari tebak foto bayi, tebak lagu, tebak harga peralatan bayi, Setiap acara permainan ini di hadiri oleh beda-beda peserta. Jika peserta yang satu telah mengikuti perlombaan yang satunya, dia yang di izinkan mengikuti perlombaan yang lainnya, supaya memberikan kesempatan bagi yang lain untuk ikut serta pula menjadi peserta lomba.
Acara begitu meriah dan sangat ramai.
"Ayah, begini ya kalau jadi orang kaya. Acara lima bulanan saja sebegini mewahnya," bisik Bu Wati pada suaminya.
"Yang kaya itu menantu kita, bukan kita. Kamu jangan salah kaprah, Bu," bisik Ayah Darmawan.
Bu Wati hanya membalas dengan terkekeh pelan.
Rony pun masih stand by melihat acara baby shower ini. Dia tak bergeming dari tempatnya bersembunyi.
Semua merasa sangat senang dan bahagia dengan acara tersebut karena Exel juga menyiapkan berbagai hadiah bagi para pemenang yang ikut berlomba memeriahkan acara baby shower tersebut.
__ADS_1
Hingga dua jam barulah acara ini selesai.
"Tata, kamu pasti lelah ya?" tanpa ada rasa malu, Exel memeluk istrinya di hadapan para tamu yang sedang berpamitan pulang. Dia pun tak segan mengecup pucuk rambut istrinya.
"Waduh, romantisnya Mr Exel. Bikin kami iri saja dech, langgeng dan bahagia selalu untuk kalian ya. Dan semoga kelak proses melahirkan lancar tapa ada halangan apapun dan yang paling utama ibu dan bayinya sehat selalu," ucap salah satu rekan bisnis Exel pada saat berpamitan pulang.
Setelah semua tamu undangan pulang, barulah Mr Exel memerintah semua anak buahnya untuk membersihkan sisa dari acara tersebut. Semua berbagi tugas, ada yang memasukkan semua hadiah ke mobil. Dan lain sebagainya.
Bahkan ada yang bertugas menjaga dirinya dan Reyna. Setelah itu semua kembali ke rumah dengan rasa puas dan lega karena acara telah selesai.
Pada saat sampai di pelataran rumah, tanpa ada rasa malu atau sungkan. Exel tiba-tiba mengangkat tubuh Reyna yang baru keluar dari mobil.
"Sayang, lepaskan ih. Apa kamu nggak malu sama ayah dan ibu serta Dika dan Romy?" bisik Reyna lirih di dalam gendongan Exel.
"Ssssttt.. nggak usah berisik. Aku hanya ingin membantumu saja, karena aku tak ingin melihat istriku ini kecapean jalan ke kamar."
"Kamu lihat, Bu. Exel bukan hanya kaya dengan harta, tapi dia juga kaya akan kasih sayang. Bahkan dia tak cuma sayang pada Reyna tapi juga pada kira semua," ucap Ayah Darmawan merasa turut bahagia melihat keromantisan anak dan menantunya.
"Alhamdulillah ya, ayah. Kini anak kita telah menemukan kebahagiaan, setelah penderitaan yang dia alami di masa lalu," ucap Bu Wati.
Orang tua Reyna pun ikut masuk ke dalam rumah, begitu pula dengan Dika dan Romy yang sudah terlebih dahulu masuk.
Sementara di dalam kamar, Exel menurunkan Reyna ke pembaringan dengan sangat halus.
"Istirahatlah, istriku tercinta. Pasti kamu lelah sekali." Exel melepaskan sepatu yang saat ini masih di kenakan oleh Reyna dan memijat kakinya sejenak.
__ADS_1
"Sayang, kamu tak perlu melakukan hal ini. Jangan berlebihan seperti ini aku menjadi tak enak hati padamu," ucap Reyna pada saat suaminya memijit kakinya yang memang ia rasakan lelah tapi dia sengaja tak berkeluh kesah di hadapan suaminya.
"Tata, kamu jangan seperti ini dong sayang. Kita ini sudah menjadi pasangan suami istri. Lelah istri adalah lelah suami nya begitu pula dengan istri, lelah suaminya lelah istri. Selama ini kamu selalu melayani aku dengan baik sekali tanpa ada suatu kesalahan sedikitpun dan kamu tidak pernah berkeluh kesah. Kamu melakukan semua itu dengan penuh keceriaan, masa iya aku hanya ingin memijit kakimu sebentar saja kamu ngomongnya seperti itu?" Exel mengedipkan matanya pada Reyna.
"Ya sudahlah terserah kamu saja jika seperti itu, kalau perlu pijit seluruh badanku sekalian," canda Reyna terkekeh.
"Boleh juga siapa takut, tapi aku tidak menjamin jika aku tidak tersengat aliran listrik dari tubuhmu itu, apalagi pada saat aku memijit dua benda kenyal yang ada di dadamu itu," ucap Exel mengedipkan matanya.
"Hem, mulai dech. Kamu doyan banget sih membuat ku lemas," ucap Reyna.
"Karena kamu sudah menjadi candu bagiku, apa lagi tubuhmu ini. Lemasnya kan setelah enaknya hhhaaaa," Exel tertawa ngakak.
"Hust.... jangan keras-keras entar terdengar hingga kamar anak-anak dan ayah ibu," tegur Reyna seraya jari telunjuk dia letakkan di bibirnya sendiri.
"Ups, maaf Tata. Habisnya kamu itu lucu dan sangat menggemaskan sekali," ucap Exel.
Hingga pada akhirnya Exel dan Reyna pun tertidur pada saat itu juga, karena merasakan lelah yang sangat mendera di tubuh keduanya.
Mereka tidur nyenyak hingga menjelang sore hari baru terbangun.
"Astaghfirullah aladzim ternyata waktu sudah sore menjelang pukul tiga. Kenapa tidurku sangat nyenyak sekali?'
Reyna perlahan-lahan bangkit dari pembaringan dan dia pun melangkah ke kamar mandi guna melakukan ritual mandi sorenya.
Beberapa menit kemudian dia telah selesai dan dia sekilas menatap wajah suaminya yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Jika dilihat lebih seksama suamiku ini sangatlah tampan. Jika tersenyum dia memperlihatkan lesung pipinya, matanya kecil hidung mancung alisnya tebal dan bibirnya tipis sangat menggoda."
Tak sadar tangan Reyna mengusap pipi, mata, bibir, serta alis Exel hingga membuat Exel terbangun.