
Sesampainya di rumah, Rony menjatuhkan pantatnya di kursi teras rumah.
"Ya Allah, kenapa pula aku harus kehilangan anakku dengan cara seperti ini? jika saja aku tak meragukan penjelasan mantan istriku, saat ini Aris masih tertolong nyawanya."
"Betapa bodohnya aku ya, Allah. Jika waktu bisa di putar lagi, aku pasti tidak akan egois. Hanya karena aku ingin bertemu dengan, Reyna. Aku sampai mengorbankan Aris."
Terus saja Rony merutuki dirinya sendiri. Dia menyesali akan keegoisan dirinya tersebut. Namu semua tidak bisa kembali seperti sediakala. Tak mungkin rasa penyesalan Rony bisa mengembalikan nyawa Aris kembali.
Rony termenung hingga menjelang malam di teras halaman. Dia lemas tak bersemangat untuk melakukan segala aktivitas. Hingga dia hanya bengong saja.
********
Pagi menjelang, Rony baru sadar jika semalaman dia tertidur di teras halaman. Pandangan matanya terus tertuju pada rumah mewah yang di huni oleh Reyna dan keluarganya.
Tanpa dia sadari, Mr Exel melihatnya dari atas balkon kamarnya. Dia pun merasa kesal dan emosi.
"Hah, itu kan mantan suami Reyna yang pertama? pantas untuk apa pula dia ada di sana, dan sepertinya dia memang tinggal di sana. Kenapa aku baru tahu ya,ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Aku tak mau dia mendekati istri dan anakku! akan aku perketat lagi dalam melindungi istri dan anakku. Romy sudah menjadi anakju jadi aku tak ingin Romy dekat dengan mantan suami Reyna!"
Saat itu juga, Mr Exel menelpon security yang sedang bertugas jaga pada pagi ini. Dia meminta supaya lebih waspada dan mengingat jangan sampai Rony berhasil mendekati Reyna maupun Romy.
"Apakah Reyna tahu jika mantan suaminya tinggal di depan rumah ini?" batin Mr Exel.
Dia pun mencari keberadaan isterinya hanya untuk menanyakan tentang Rony.
__ADS_1
"Tata sayang, ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ucapnya memeluk erat pinggang Reyna.
"Katakan saja, tak perlu sungkan," ucap Reyna.
"Tata, apa kamu sudah tahu jika mantan suamimu itu tinggal tak jauh dari rumah kita?" tanyanya penasaran.
"Sejauh ini belum, hanya kemarin aku sempat melihat dia ribut dengan mantan istrinya di seberang rumah kita, ucap Reyna.
"Mantan istri, jadi dia sudah menduda?" tanya Mr Exel.
"Aduh, aku keceplosan nih. Padahal waktu itu aku tak mengatakan tentang kedatangan Mas Rony pada saat aku mengantar sekolah Romy," batin Reyna.
"Tata, kenapa kamu diam? apa ada yang sedang kamu sembunyikan dariku?" tanyanya lagi.
"Tata, bukankah aku sudah sering mengatakan padamu. Jika ada hak penting jangan kamu sembunyikan seperti itu. Aku sama sekali tak suka dengan kebohongan," ucap Mr Exel sedikit kesal.
Sayang, aku minta maaf ya. Tolong jangan marah padaku, aku benar-benar lupa ingin cerita padamu. Karena bukan hanya satu hal yang harus aku urus tetapi banyak hal," ucap Reyna menatap sendu suaminya.
"Selalu ada kata maaf untuk istriku tercinta, tapi hal ini jangan sampai terulang lagi ya? aku paling tak suka dengan kebohongan, apa lagi yang di lakukan oleh seseorang yang sangat aku cintai," ucap Mr Exel.
"Iya, sayang. Aku tidak akan mengulangnya kembali. Sebisa mungkin aku akan berusaha selalu mengingat hal-hal yang penting yang seharusnya aku memberitahukannya padamu supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi."
"Iya Tata, karena aku tak ingin hal buruk terjadi pada rumah tangga kita. Aku yakin niat buruk sedang ada pada mantan suami itu, aku tak ingin suatu saat nanti kamu kembali padanya dan meninggalkan aku karena aku sudah sangat mencintaimu hingga akhir hayat hidupku." Mr Exel memeluk erat istrinya.
__ADS_1
"Astaghfirullah aldazim, kenapa suami seposesif ini ya? padahal waktu itu aku sudah mengatakan banyak hal padanya, jika aku tidak akan mungkin kembali lagi pada mantan-mantan suamiku. Kenapa masih saja dia seperti ini ya? lagi pula untuk apa, Mas Rony pake acara pindah rumah di seberang jalan rumah ini?" batin Reyna penuh dengan kegelisahan.
"Aku harus bagaimana lagi sayang, untuk menjelaskan padamu bahwa aku tidak akan pernah kembali lagi pada mantan-mantan aku. Masa aku harus setiap hari mengucapkan kata sumpah dan janji baru kamu percaya padaku?" ucap Reyna di dalam pelukan Mr Exel.
"Memangnya kenapa jika itu kamu lakukan padaku? bukankah itu hal yang sangat mudah hanya mengucapkan beberapa kata patah saja supaya aku begitu yakin padamu," Mr Exel terkekeh.
"Nggak usah, Tata sayang. Aku hanya bercanda saja kamu langsung matanya melotot kayak gitu seperti akan menerkam aku, iihhh ngeri dech," ucap Mr Exel terkekeh kembali.
"Begini saja, intinya aku minta padamu sebisa mungkin kamu menjauh dari mantanmu itu," ucap Mr Exel.
Reyna sebenarnya merasa bosan dengan ucapan yang selalu dikatakan oleh Mr Exel karena dia mengatakan sesuatu hal yang diulang-ulang terus. Tetapi Reyna tak mengatakan hal itu secara langsung pada suaminya, karena dia tak ingin terjadi suatu pertengkaran. Dia hanya bisa bergumam di dalam hatinya, menggerutu sendiri.
Sementara saat ini Rudy sudah tidak bisa bekerja lagi di restoran, kini dia tinggal di kampung bersama bapaknya. Karena dia tak ingin meninggalkan bapaknya seorang diri.
"Baru saja aku bisa bertemu dengan Reyna, tetapi aku harus berpisah dengannya lagi dan tak bisa melihatnya kembali. Karena mau tidak mau aku harus ada di kampung ini untuk menemani bapak aku yang sudah tidak mudah lagi," batinnya penuh keluh kesah.
"Sebenarnya aku enggan ada di kampung ini, karena pekerjaan di kampung ini tidak ada satupun yang aku minati. Aku harus bekerja kalau tidak di sawah ya bekerja sebagai kuli bangunan yang penting bisa makan untuk aku dan bapakku. Karena bapakku sudah tidak mungkin lagi untuk bekerja di usianya yang sudah senja," gerutunya di dalam hati.
Rudy sedih karena dia baru menyadari bahwa dirinya mencintai Reyna. Rasa ini datang sudah sangat terlambat di kala Reyna sudah tidak ada lagi di sisinya. Di kala Reyna telah menjadi milik pria lain.
Kini dia sudah tidak bisa lagi mendapatkan seorang wanita. Tidak ada satupun wanita yang mau dengan pria miskin seperti dirinya. Hanya sebuah motor saja saat ini dia tak punya.
"Jika dulu aku tidak serakah dan benar-benar mencintai Reyna, pasti saat ini aku sudah bahagia bersama Reyna dan anakku. Tak mungkin Reyna akan kehilangan bayinya karena kerja yang terlalu cape."
__ADS_1
Tiada henti Rudy terus saja menggerutu.