Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Kehidupan Setelah Bercerai


__ADS_3

Rony pergi begitu saja tanpa memikirkan kedua anaknya, di otaknya malah ada Reyna dan Romy.


"Dengan begini aku bisa lebih bebas dalam bergerak untuk mendapatkan kembali cinta Reyna dan Romy. Aku yakin kok, jika aku terus mendekatinya, pasti aku bisa mendapatkan hatinya lagi."


Gumamnya seraya melajukan mobilnya arah ke apartement yang dia miliki.


"Untung selama ini aku punya tabungan pribadi yang Rara tak tahu. Baik uang dan juga aset rumah ini dan kendaraan mobil dan motor," batinnya seraya tersenyum sinis.


*******


Beberapa hari kemudian, Papahnya Rara telah mengurus perceraian anaknya dengan Rony. Bahkan Rony juga tak bisa lagi bekerja di kantor papahnya karena dia telah di pecat.


Namun Rony tak putus asa, dia mencari pekerjaan ke kantor-kantor yang lain. Bahkan dia mencari pekerjaan ke luar kota tepatnya di mana ada Reyna tinggal di kota itu.


"Rony, kamu sudah tak bisa lagi bekerja di kantor dan juga kamu kembalikan mobilnya karena itu mobil kantor!" bentak mantan mertuanya.


"Dengan senang hati, mantan papah mertua. Aku akan kembalikwn mobilnya dan aku juga tak masalah jika harus keluar dari kantor anda, mantan paosh mertua,' ucap Rony pada saat selesai acara persidangan cerai.


"Mas Rony, walaupun kita sudah cerai tapi kamu harus tetap memberi nafkah untuk dua anakmu," ucap Rara.


"Oh tidak bisa, bagaimana aku bisa memberikan nafkah jika aku saja sudah di pecat dari kantor papahmu. Lagi pula orang tuamu kan kaya, biar saja orang' tuamu yang menafkahi dia anakmu," ucap Rony.


"Mas, kok kamu mengatakan hal seperti itu? bagaimana pun mereka anakku juga anakmu juga. Masa iya kamu tega sih tak.msu menafkahi mereka," ucap Rara lantang.


"Papahmu kan kaya, lantas untuk apa kekayaannya jika bukan untukmu dan dua cucu nya?" Rony tak ingin banyak kata hingga dia berlalu pergi.


"Rara, sudah kamu tak usah meminta apapun pada pria tak berguna itu. Jelas saja dia tak kan bisa menafkahi kedua anaknya kan papah sudah melarangnya untuk bekerja di kantor papah. Biar papah yang akan menafkahimu dan dua anakmu itu," ujar Papahnya.


"Tapi pah, itu sama saja membuat Mas Rony enak dong. Lari dari tanggung jawab tak menafkahi dia anaknya sama sekali," ucap Rara protes.

__ADS_1


"Rara, kamu tak usah risau. Papah sudah merencanakan sesuatu untuk Rony. Jadi kamu tenang saja ya, selamanya hidup dia itu takkan bahagia karena paosh tak akan membiarkan hal itu terjadi," ucap Papahnya.


"Pah, maksudnya apa? jangan katakan papah akan menyakiti Mas Rony."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rara justru membuat Papahnya terkekeh pelan.


"Untuk apa papah menambah dosa dengan mengotori tangan papah untuk menyakiti Rony. Tidak semua sakit hati di balas dengan kekerasan, Rara."


"Sudahlah, suatu saat nanti kamu pasti tahu apa yang akan aku lakukan padanya."


Setelah mengucapkan panjang lebar, Papahnya pergi begitu saja dengan menyisakan rasa penasaran pada diri Rara.


'Heran aku, sama sekali tak tahu apa yang barusan di katakan oleh papah. Au ah, puyeng amat sih. Intinya aku takkan mengandalkan belas kasihan dari Mas Rony."


"Aku akan bekerja saja di kantor papah, sementara biarkan dua anakku di rawat oleh orang tuaku."


Rara mencoba ikhlas dirinya sudah menjadi seorang janda beranak dua. Walaupun di dalam hatinya kadang merasa tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rony.


*******


Namun dia tak mengira jika dirinya sama sekali tak bisa mendapatkan pekerjaan yang di inginkan. Hampir semua perusahaan yang ada di kota itu menolak Rony.


"Aneh, kenapa tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerimaku kerja di perusahaan mereka. Padahal pada saat aku akan mendaftar ada tulisan butuh lowongan kerja. Tetapi semua berasalan sama pad saat aku mendaftar. Alasan sudah penuhi karyawan.".


"Jika memang sudah penuh karyawan, untuk apa ada pengumuman jika di perusahaan tersebut butuh karyawan ya?" batin Rony penuh tanda tanya.


"Hem, padahal aku berharap akan mendapatkan pekerjaan di kota ini karena kota ini ada Reyna dan anakku."


"Jika sudah seperti ini, lantas aku harus mencari pekerjaan kemana ya?"

__ADS_1


Rony mulai resah dan gelisah, jika dia mencari pekerjaan di kota lain takkan bisa berjumpa dengan Reyna dan Romy. Tetapi jika dia seperti itu terus juga tak baik karena apa yang sudah ada akan di ambil begitu saja.


"Jika aku tak bekerja, lambat lsun tabungan yang aku punya akan habis untuk kebutuhan sehari-hariku. Jadi mau tak mau aku harus mencari pekerjaan Yana baru."


"Walaupun pekerjaan itu tidak sesuai dengan kriteriaku. Tetapi aku akan tetap melakukannya," batin Rony.


Dia pun berlalu pergi dari kota itu dengan penuh rasa kecew karena tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima dirinya bekerja.


Sementara saat ini Papahnya Rara sedang tertawa terbahak-bahak.


"Pembalasan halus dariku untukmu, Rony. Setelah kamu campakkan begitu saja Rara, dan kamu juga tak mau menafkahi dua anak kandungmu sendiri. Aku sengaja menghubungi semua teman-temanku yang ada di beberapa perusahaan yang ada di kota dimana saat ini Rony berada.


"Syukurin kamu , Rony. Tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima dirimu . Aku juga akan menghubungi semua teman-temanku yang ada di kota dimana saat ini Rony sedang berusaha mencari kerja lagi," batin papahnya Rara tersenyum riang.


Ternyata susahnya Rony mendapatkan pekerjaan karena ulah mantan papah mertuanya yang dendam pada Rony.


"Kenapa aku di kota ini juga susah mendapatkan pekerjaan! aku harus ke kota mana lagi ya?"


Rony bingung harus kemana lagi dia akan mencari pekerjaan. Hingga dia terpaksa bekerja kasar yakni menjadi seorang buruh.


Rony bekerja menjadi tukang parkir dan buruh kuli bangunan.


"Baru kali ini aku bekerja kasaran seperti ini. Kita lihat saja seberapa kuat aku dengan pekerjaan yang baru ini,' batin Rony.


Dia melakukan itu karena sudah tak ada jalan lain untuk bisa mendapatkan suatu pekerjaan yang layak. Hingga dengan sangat terpaksa dia bekerja menjadi tukang parkir dan buruh kuli bangunan.


"Ternyata bekerja kasar itu tak mudah dan sangat melelahkan sekali. Aku harus bertahan di jemur di tengah teriknya matahari. Jika seperti ini bagaimana aku bisa mendapatkan, Reyna."


"Pekerjaan saja seperti ini, hasilnya hanya cukup untuk makan saja. Lagi pula untuk menggapai Reyna juga butuh transportasi."

__ADS_1


"Tak mungkin aku kerja di bangunan tetapi kendaraan mobil. Haduh, bagaimana ini?"


Rony juga menyayangkan jika mobil dijual dan tabungan di ambil. Makanya dia terima saja bekerja kasaran.


__ADS_2