Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Menemukan Target


__ADS_3

Pagi menjelang, Mr Exel tak fokus untuk pergi ke kantornya. Justru dia menelpon Komisaris Besar Joy untuk mengetahui perkembangan kasusnya.


"Hallo, Pak. Maaf pagi sekali saya mengganggu waktu bapak."


"Tidak apa, Mr Exel. Saya bisa memahami kekhawatiran anda tentang kondisi anak anda."


"Iya, pak. Saya nggak tega melihat kesedihan istri saya, apa lagi saat ini dia sedang hamil muda."


"Astaga, saya turut prihatin. Tapi sejauh ini saya belum berhasil mendapatkan informasi dari, Santika. Susah sekali membujuk dirinya untuk jujur dengan mengatakan di mana saat ini dia menyembunyikan anak anda. Saya akan berusaha lagi untuk cepat bisa menemukan keberadaan anak anda."


"Baiklah, pak. Terima kasih dan mohon maaf telah mengganggu waktu bapak."


Setelah sejenak menelpon Komisaris Besar Joy, barulah Mr Exel lega. Tetapi juga ada guratan kekecewaan di wajahnya karena belum juga ada kabar mengenai keberadaan Romy.


"Aku harus ikut mencarinya sendiri, jika aku hanya mengandalkan pihak kepolisian aku tidak yakin akan cepat menemukan, Romy."


Saat itu juga, Mr Exel pergi ke markas besarnya. Dia akan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Romy. Akan tetapi pada saat dia akan pergi, berpapasan dengan, Reyna di ambang pintu kamarnya.


"Sayang, pagi sekali kamu mau kemana?" tanya Reyna mengernyitkan dahinya.


"Aku akan ke markas besarku untuk mengerahkan seluruh anak buahku guna mencari keberadaan, Romy. Aku sendiri juga akan membuat brosur anak hilang, dan bagi siapa yang berhasil menemukan Romy akan aku beri hadiah," ucap Mr Exel.


"Sayang, sarapan dulu. Aku nggak ingin kamu sakit karena tak memikirkan dirimu demi mencari Romy."


Reyna meraih jemari tangan Mr Exel menuntunnya melangkah ke ruang makan.


Mr Exel sama sekali tak membantah, dia hanya diam saja tanpa sepatah kata pun.


"Makanlah, sayang. Supaya kamu berenergi, aku paham sekali jika kamu tak bisa melewatkan sarapanmu karena kamu punya sakit magh."


Reyna menyendokkan makanan ke piring suaminya.


Sejenak Mr Exel malah bengong menatap Reyna.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu malah menatap aku seperti itu? ini aku yang masak loh, untuk dirimu. Ini kan makanan kesukaanmu," ucap Reyna mencoba tersenyum walaupun hatinya selalu memikirkan Romy.


"Tata, terima kasih ya. Kamu benar-benar istri yang baik, walaupun kamu sedang ada masalah tapi kamu masih peduli denganku," ucap Mr Exel.


"Sudahlah, tak usah di bahas. Sekarang waktunya sarapan, fokuslah makan sayang," pinta Reyna.


Mereka sarapan tanpa membahas permasalahan penculikan Romy. Beberapa menit kemudian setelah sarapan, Exel kembali mencari keberadaan Romy.


"Sayang, kamu yang hati-hati ya pokoknya ingat selalu jika waktunya makan kamu harus makan," pesan Reyna.


"Iya, Tata. Terima kasih kamu juga usahakan jangan banyak pikiran, selalu positif thinking kalau aku akan segera menemukan, Romy."


Mr Exel mencium kening dan tak lupa mengusap lembut perutnya serta menciumnya, Reyna juga tak lupa mencium punggung tangan suaminya.


Seperginya Mr Exel, dari luar terlihat Rony yang sedang mengamati rumah tersebut.


"Kenapa beberapa hari ini aku tak melihat adanya, Romy ya? bahkan Reyna juga tak pernah keluar rumah? kenapa aku kok tak tenang seperti ini ya?" batin Rony resah gelisah di penuhi tanda tanya.


Sementara saat ini Mr Exel dalam perjalanan menuju ke markas besarnya. Hanya beberapa menit saja telah sampai di markas besarnya.


"Ada tugas untuk kalian semuanya, sekarang juga kalian cari anakku. Aku sudah mengirimkan fotonya di grup. Dan kusus untukmu, Budi. Segera buat brosur anak hilang supaya mempermudah pencarian," perintah Mr Exel.


Saat itu juga semua anak buah Mr Exel langsung bergerak mencari keberadaan, Romy. Begitu pula dengan dirinya. Dia pun mencari Romy sendirian tanpa di dampingi oleh, Budi.


Mr Exel berkeliling kota tersebut untuk mencari keberadaan Romy. Tanpa mengenal lelah sama sekali. Dia begitu lambat dalam melajukan mobilnya supaya bisa menemukan Romy.


"Aduhh....sudah berjam-jam aku mengitari kota ini tapi aku sama sekali tak menemukan adanya, Romy. Lantas aku harus mencari di mana lagi ya?" gumamnya hampir putus asa.


Sementara saat ini Romy berada disuatu tempat, yakni di sebuah panti asuhan tetapi yang letaknya jauh dari kota dimana saat ini Reyna tinggal.


Dia terus saja menangis tiada hentinya. Dia begitu ketakutan hingga sampai hari ini belum juga bisa dimintai keterangan oleh pihak panti asuhan.


"Bu, bagaimana ini? anak ini sepertinya ketakutan sekali lantas apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang pria paruh baya.

__ADS_1


"Kan sudah ibu katakan supaya kita sebaiknya lapor ke kantor polisi. Sepertinya anak ini tersesat atau hilang atau bagaimana," ucap istrinya.


"Ya sudah, sekarang juga bapak akan melapor ke kantor polisi."


Saat itu juga pria paruh baya yang mengelola panti asuhan tersebut mendatangi kantor polisi yang kebetulan tak begitu jauh dari rumahnya.


"Selamat siang, pak. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu aparat kepolisian yang sedang bertugas.


"Siang, pak. Saya ingin melaporkan jika pada kemarin pagi tiba-tiba ada seorang anak kecil laki-laki sekitar umur delapan atau sembilan tahun menangis di depan panti asuhan saya. Sudah kami tanya macam-macam, tetapi anak itu tidak menjawab melainkan terus saja menangis seperti ketakutan hingga saat ini," ucapnya panjang lebar.


"Baiklah, pak. Bisakah saya ke rumah bapak untuk melihat si anak? karena kebetulan rekan sejawat sesama polisi sedang mencari seorang anak yang hilang. Atau bapak punya fotonya?" tanya aparat polisi tersebut.


"Ini pak, saya sempat foto anaknya," ucapnya seraya memperlihatkan foto Romy.


"Wah benar sekali, pak. Ini memang anak yang sedang di cari oleh rekan kami sesama polisi di kota sebelah. Ini anak korban penculikan, pak. Wah, untung saja anak ini di biarkan hidup dan tidak di bunuh oleh penculiknya," ucap aparat kepolisian tersebut sumringah.


Saat itu juga dia menghubungi Komisaris Besar Joy untuk memberi tahukan bahwa Romy sudah di ketemukan.


"Hallo, Pak Komisaris."


"Ya, ada apa?"


"Ada berita gembira, si anak korban penculikan telah di temukan di kota ini. Saat ini ada seorang warga yang melapir di kantor kami telah menemukan target."


"Baiklah, terima kasih informasinya. Tolong jaga si anak jangan sampai hilang sebelum saya datang ke sana bersama anggota keluarga nya."


Kemudian Komisaris Besar Joy segera mematikan ponselnya untuk dia segera menelepon Mr Exel.


Kring kring kring kring


Ponsel Mr Exel berdering yakni panggilan telpon dari Komisaris Besar Joy.


Mr Exel segera menghentikan laju mobilnya untuk terlebih dahulu mengangkat telpon tersebut.

__ADS_1


__ADS_2